Kompor Tenaga Surya

KOMPOR TENAGA SURYA

(Topik skripsi 2019-2020, Raldi A. Koestoer – FTUI)

Dapur bersih bebas asap: memasak dengan matahari

Latar Belakang:

Memasak merupakan salah satu aktivitas vital dalam kehidupan manusia. Setiap hari semua rumah tangga di Indonesia melakukan aktivitas memasak. Saat ini, kompor gas/LPG menjadi salah satu primadona rumah tangga Indonesia untuk memasak (70%) menggantikan kompor minyak tanah sejak dilakukannya konversi dari minyak tanah ke LPG pada tahun 2007 yang lalu (Gambar 1). Sementara itu, di posisi kedua kayu bakar (fuelwood) masih digunakan secara luas oleh banyak rumah tangga di Indonesia (sekitar 25%). Meskipun tingkat pencemarannya lebih sedikit dibandingkan dengan kayu bakar dan minyak tanah, penggunaan gas/LPG juga menghasilkan pencemaran berupa gas CO2 (yang merupakan salah satu komponen gas rumah kaca) yang berkontribusi pada perubahan iklim secara global. Selain itu kita juga kerap disuguhkan dengan berita mengenai kelangkaan LPG untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di daerah-daerah pedalaman yang sulit terjangkau. Apakah tidak ada sumber lain untuk memasak? Penggunaan kedua sumber energi tersebut (LPG dan Kayu Bakar) sepatutnya bisa dikurangi atau mungkin ditinggalkan dengan menggunakan sumber energi primer yang lebih bersih, yaitu matahari. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi matahari yang sangat besar (Gambar 2) namun masih belum dimanfaatkan secara optimal.

https://ars.els-cdn.com/content/image/1-s2.0-S0973082618302412-gr1_lrg.jpg

Gambar 1. Persentase rumah tangga dengan sumber energy utama untuk memasak di Indonesia (2007-2015). Sumber gambar: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0973082618302412

Kompor tenaga surya (solar cooker) adalah sebuah peralatan yang menggunakan energi panas matahari untuk memasak. Kompor tenaga surya pertama kali dibuat pada tahun 1797 oleh seorang ilmuwan Swiss [1]. Saat ini tersedia bermacam-macam jenis kompor surya, dari jenis yang sederhana berbahan karton dengan bentuk box sampai jenis parabola [2, 3]. Prinsip kerja dari kompor tenaga surya adalah memfokuskan cahaya matahari, mengubah cahaya menjadi panas, dan mengalirkan/menyimpan panas yang dihasilkan ke wadah pemasak (panci, periuk, kuali, dll) [1]. Di Indonesia, penelitian dan pengenalan teknologi kompor tenaga surya telah dimulai sejak tahun 1995 [4, 5], namun sayang hingga saat ini penggunaannya masih belum memasyarakat seperti yang dapat kita lihat pada persentase di Gambar 1.

Gambar 2. Irradiaasi horizontal global Indonesia (sumber: https://globalsolaratlas.info/).

Tujuan Skripsi:

Setelah menyelesaikan skripsinya, mahasiswa/i diharapkan agar:

  1. dapat merancang dan mempabrikasi kompor surya (solar cooker) dengan effisiensi yang tinggi dan ekonomis yang sesuai dengan karakteristik Indonesia (ketersediaan material lokal, letak geografis/intensitas surya, dll).
  2. bisa mengidentifikasi faktor-fartor penghambar diseminasi kompor surya dimasyarakat dan memberikan solusi untuk mengatasinya.
  3. diharapkan bisa memberikan konsep kewirausahaan sosial untuk bisa memasyarakatkan penggunaan kompor surya yang dirancangnya.

Pembimbing:

  1. Raldi A. Koestoer , FTUI. Utk th ajaran 2019-2020 (baru di open 12 Nov 2019)
  2. Group Lab Perpindahan Kalor,  FTUI
  3. Emilius Sudirjo (emiliuss@gmail.com), pembimbing eksternal.-

Referensi awal:

  1. Climate technology center & network https://www.ctc-n.org/technologies/solar-cooking
  2. Solar cooking wiki https://solarcooking.fandom.com/wiki/Solar_Cooking_Wiki_(Home)
  3. Solar Cookers International https://www.solarcookers.org/
  4. The social acceptability of solar cooking in Indonesia https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960148198004601
  5. Sun Cooking is the Best Practice in Indonesia https://www.isesco.org.ma/ISESCO_Technology_Vision/NUM01/doc/Herliyani%20Suharta.pdf

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: