Lifetime Achievement Award

Berikut ini adalah sambutan saya pada pemberian anugerah

LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD

dari Iluni-FTUI, yang diselenggarakan pada penutupan pameran hasil karya FTUI dan Iluni-FTUI, bertempat di Pondok Indah Mall 2, tanggal 07 – 10 November 2019. Ada 2 orang yang mendapatkan award ini 1) Saya sendiri Raldi Artono Koestoer, dengan karya Inkubator Grashof yang dipinjamkan dengan gratis untuk golongan prasejahtera, dan yang 2) Harry Aprianto Kissowo, dengan karyanya Speaker V8Sound yang kualitasnya setara dengan speaker high-end dari Luar Negeri.

-0-
Jadi itulah, masterpiece nya. Mengapa? Karena ini adalah inkubator yang paling canggih di dunia. Anda tidak percaya kan? Saya buktikan sekarang, saya buktikan. Adakah inkubator buatan asing yang bisa dibawa masuk ke rumah gedeg? Tak ada. Nah, ini bisa. Kemudian yang kedua… Adakah inkubator buatan asing yang beratnya 13 kg, portable, bisa dibawa turun gunung, naik gunung, turun lembah, naik lembah, masuk ke rumah orang miskin yang listriknya hanya 450 Watt? Tidak ada. Kemudian inkubator ini dipinjamkan gratis untuk keluarga pra-sejahtera. Dan sudah menolong sejak 2012 s/d 2019, dari Aceh sampai Papua, sudah menolong 3000 bayi. Kemudian, ini tidak dijual. Kalau Anda tahu mass production, lawannya custom production, dibuat satu-satu. Tapi ini tengahnya, yaitu batch production. Dan tengahnya ini, sebulan di produksi satu lusin. Dan hanya untuk Agen Relawan.

Agen Relawan adalah Agen yang meminjamkan Inkubator Gratis ini ke rumah ibu bayi, diantarkan ke rumah ibu bayi. Kalau sudah selesai diambil kembali, dan kemudian dipelihara oleh Agen Relawan. Sekarang sudah ada Agen Relawan di 95 kota di seluruh Indonesia. Tapi cita-cita kami kalau bisa tahun depan ada di 300 kota. Jadi approachnya mulai tahun ini kami tidak approach secara individual untuk menjadi agen relawan, tapi institusional. Institusional, dengan institusi yang sudah punya jaringan. Jadi kalau bisa, kita bicara dengan institusi yang sudah punya jaringan. Sekali dapat 20, 30, bahkan 100. Jadi kalau bisa tahun depan jadi 300 kota sudah tercover oleh inkubator. Dan Agen Relawan mengganti biaya produksi Rp 4 juta. Artinya kita bekerjasama. Kerjasama dengan amanah. Amanahnya apa? Pertama, mau mengantarkan ke rumah ibu bayi. Mengapa? Karena keluarga pra-sejahtera tak punya mobil pastinya. Jadi diantar. Kemudian sudah kelar, diambil kembali. Maintenance dilakukan oleh Agen Relawan. Hanya sedikit karena kami guide semua dari markas. Lalu dilarang mengkomersilkan inkubator, dilarang tarik biaya sewa. NOL RUPIAH. Biasanya kalau di Tokopedia ditulis nol, alias GRATIS.

Seminggu sekali, kami blasting SMS ke nomor ibu bayi untuk bertanya berat bayi. Kami tanyakan karena kami pinjamkan pula timbangan bayi, satu paket dengan inkubator dan suhu digital. Sehingga tiap hari ibu bayi bisa menimbang berat bayinya, seminggu sekali mereka akan jawab lewat SMS. Kalau mula-mula 1.5, terus seminggu kemudian 1.7. Nah, kalau sudah 2.5 kita bilang sudah selesai. Karena itu sudah berat normal bayi Indonesia. Kalau beratnya sudah 2.3, kami bilang kalau siang, harap dilatih di luar inkubator. Kalau siang. Kalau malam masuk lagi. Nah, kalau bayinya sudah sumuk, kadang-kadang 2.3 bayinya sudah tidak betah, sumuk, artinya sudah selesai. Kita kontak agen relawan untuk mengambil kembali inkubator itu.

Beberapa Agen Relawan itu adalah alumni, baik S1, S2 atau S3. Tapi kebanyakan berasal dari umum. Ada yang bankers, dokter juga ada, rumah sakit juga ada. Jadi saya sebutnya entitas Agen Relawan. Siapa mereka itu?
1. Individu
2. Pasangan suami istri
3. Keluarga
4. Komunitas
5. Yayasan
6. Rumah Sakit
7. Organisasi Lain

Sekarang saya mau menjelaskan sedikit prinsip kerjanya karena berlainan dengan inkubator yang ada di rumah sakit. Pertama, heating chamber. Di dalamnya ada pemanas yang berupa dua buah lampu pijar (@ 25 Watt), sehingga inkubator ini adalah the most saving energy of incubator, paling hemat energi. Ada orang dari environment (lingkungan) bilang ini green incubator, inkubator hijau (paling hemat energi) walaupun warnanya biru. Sebab inkubator yang besar dari luar negeri power consumption-nya 300-500 Watt. Kok bisa 50 Watt? Saya sampaikan rahasianya kepada Anda. Di luar negeri, environment temperature-nya 0 oC, pakai heater 15 oC. Kita butuh di dalam kabin bayi 33-35 oC. Sedangkan di Indonesia, di dalam ruangan suhunya 29-30 oC. Di luar negeri, dari 15 naik ke 35 perlu energi besar, power consumption tinggi. Kalau kita dari 30 ke 35, butuh 50 Watt saja cukup -bahkan sebetulnya kelebihan sedikit. Tapi ada beberapa daerah di Indonesia yang temperaturnya rendah: Bandung, Lembang, dan sebagainya. Jadi di naikkan sedikit. Begitulah. Jadi heating chamber ini, kalau lampunya nyala, dia jadi panas, temperaturnya naik. Rumusnya waktu kita semua SMA begini nih: rho sama dengan rho kurung t. Artinya, massa jenis tergantung temperatur. Grafiknya dari atas ke bawah. Apa artinya? Artinya kalau temperaturnya naik, massa jenisnya turun, udara menjadi enteng. Udara yang enteng naik ke atas lewat kisi-kisi memenuhi kabin bayi, temperatur jadi naik 35 oC. Udara tadi keluar lewat lubang yang berada di sisi-sisi kabin. Lalu kabin kembali di isi oleh udara baru dari bawah. Sehingga terjadi aliran alami, natural circulation. Apa akibatnya? Akibatnya inkubator ini menjadi the most silent incubator. Artinya inkubator yang paling senyap di dunia, karena tidak ada bunyinya. Inkubator di rumah sakit pakai fan, jadi bunyinya bunyi fan itu. Supaya (udara) cepat ke atas, pakai double fan. Kalau siang gak kedengeran, begitu malam bunyinya jadi keras. Nah ini mengganggu bayi. Jadi ada desibel tertentu yang gak boleh lewat. Tadinya (inkubator) juga besar, terus jadi kecil karena dipinjamkan di rumah menengah ke bawah.

Jadi gini, waktu dulu besar inkubatornya, kita antar ke rumah keluarga pra-sejahtera. Rumahnya masih jauh dari jalan. Jadi kita berhenti di jalan raya, masuk ke gang. Masih setengah km lagi, kan di dorong ke rumah glodak-glodok. Sampai rumah, rumahnya kecil banget. Mau masuk susah, kita copot dulu atasnya (akrilik). Masuk kamar lebih kecil lagi. Akhirnya sampai di kamar, mau manuver tidak bisa. Kenapa? Karena sini mentok lemari, situ mentok tempat tidur, situ mentok lagi tembok. Kita coba nyalakan, WADUH! Gak nyala…. Tapi namanya tukang insinyur sudah bawa obeng. Kita bongkar, satu jam nyala. Bayi bisa diselamatkan.

Tapi dari pengalaman itu, ide menjadi berubah. Tidak bisa lagi pakai yang besar. Kita mendesain baru, new ideas. Berbagai tipe terus kami ciptakan sampai akhirnya bisa kecil seperti yang Anda lihat: bisa diangkat, portable, 13 kg. Dan sekarang -yang Anda lihat disini model CBU- kita sudah mendesain tipe CKD (Complete Knock Down). Bisa dipretelin seperti IKEA. Jadi kalau dikirim jauh ke luar (pulau Jawa) bisa dibawa koper, masuk ke dalam koper. Di tengah koper, masih ada sisanya sebelah kanan-kiri. Jadi pakaian dalam masih bisa, pakaian luar masih bisa. Sudah dibuktikan oleh dokter dari FK UI waktu dia bertugas ke Mamberamo. Dokternya kecil, kopernya lebih tinggi. Dan sudah menyelamatkan bayi di Papua. Dan sekarang ada di Aceh sampai Papua di 95 kota.

Kami masih mengharapkan bapak dan ibu yang berminat menjadi Agen Relawan untuk mengontak kami, kemudian menjadi Agen Relawan. Kalau bisa di luar Jawa. Karena di Jawa sudah cukup banyak, di luar Jawa masih sedikit. Di Sumatera, dari Aceh sampai ke Lampung, hanya ada 8 Agen Relawan. Jabodetabek ini ada 11 Agen Relawan. Kemudian kita masih perlu lagi di Bekasi. Bekasi banyak sekali bayi prematur, dan disana hanya ada dua agen. Sering kekurangan, sehingga kami dari markas mesti sering bantu Bekasi. Jakarta masih kurang: Jakarta Pusat dan Jakarta Utara belum ada. Sumatera masih sangat kurang. Kalimantan hanya ada tiga, Sulawesi hanya ada tiga. Di Maluku belum ada, di Papua sudah ada. Nusa Tenggara sudah ada di Sumba. Bahkan sekarang, kami sudah buat “Mini Factory of Incubator” di Kupang. Dan kami ingin buat lagi di pulau-pulau terluar, yang jauh. Mungkin bisa sampai sepuluh, sekarang baru mulai satu. Dan itu sangat mudah. Pertama, ada tempat dulu. Kedua, ada orang yang dedicated. Ketiga, mesinnya kami yang suplai. Kami, Alhamdulillah, berkecukupan rejeki untuk menyuplai mesinnya. Sehingga bila ada yang berminat di luar Jawa, tempat yang jauh-jauh, kami mau kerjasama untuk membuat “Mmini Factory of Incubator” supaya banyak bayi-bayi tertolong di seluruh Indonesia.

Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

-0-
Keterangan lebih lanjut tentang – Peminjaman Inkubator Gratis untuk Seluruh Nusantara –
Klik saja : https://www.inkubator-gratis.org

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: