Kesan Pesan MPKTB11 2019

Diakhir pertemuan kelas, saya meminta pada semua peserta untuk menuliskan pesan kesan opini tentang apa saja, boleh tentang bahannya gurunya atau sesama teman. Dari 30 an yang terkumpul saya pilih satu utk mendapat hadiah yanf ditulis oleh Rahman M Zuguda.

-0-

Siang Untuk Mengenang

Oleh: Rahman Muhamad Zuhuda (1906356374)

            “Selamat siang, apakah saya sedang berbicara dengan Mas Rahman?”

Panggilan dari seseorang tak dikenal kuangkat begitu saja melalui telepon genggam Xiaomi ku

            “Ya, benar. Maaf ini dengan siapa ya?” Tanyaku singkat.

Sekitar 5 menit ku menunggu jawaban dari “Dia”, seseorang yang tak kukenal, bahkan tak bisa kujamin bahwa “Dia” itu adalah seseorang. Diriku mulai sedikit kesal, bahkan telepon genggamku hamper saja kumatikan. Namun, toh dia yang menelepon, dia yang rugi akan pulsanya.

            “Perkenalkan mas, nama saya Kenangan” Jawabnya tanpa menjelaskan apapun

HAH! KENANGAN!? YANG BENAR SAJA!  makin bingung aku dibuatnya.

            “Iya Mas Kenangan, ada apa ya tiba-tiba menghubungi saya?” Jawabku tenang.

“Saya disini untuk mengingatkan kembali Mas Rahman mengenai MPKT-B satu semester kebelakang, saya harap mas mendengarkan dengan baik.”

            “Waduh mas, sebentar saya mau amb-”

            “Langsung saja mas.”

Tak sempat kuambil buku tulisku, langsung saja dia berbicara tanpa henti

“Masih ingatkah Mas Rahman tentang pertama kali di kelas K201, setelah kelas Menggambar Teknik mas langsung sholat dzuhur dan bergegas masuk kedalam kelas tersebut. Duduk di barisan kedua, seperti biasa, lalu mas hanya celingak-celinguk tak tahu siapa saja orang disamping, didepan, dibelakang, bahkan seisi kelas mas belum mengetahui siapapun.”

Langsung diriku mengiyakan semua yang dia katakan

“Masih ingatkah Mas Rahman tentang pertama kali bertemu dengan teman-teman dari Focus Group 3, saling berkenalan, saling berdiskusi, sering beraduargumen, bahkan kadang sampai-sampai semua tertidur ketika tugas sudah diselesaikan.” Lanjutnya. “Setelah itu mas berkumpul dengan Home Group 2, belum berkenalan sudah dikasih tugas kelompok. Semuanya mengerjakan tetapi sepertinya belum saling kenal. Namun seiring berjalannya waktu, kalian jadi saling kenal, saling bahu-membahu, saling bercerita, dan saling membantu ketika ada yang kesusahan.”

Setelah itu keadaan langsung menjadi hening, aku dan dia sama-sama diam, tidak ada yang mengatakan apapun. Lalu ia melanjutkan,

“Mas Rahman, ingatkan kamu waktu pertama kali bertemu dengan dosenmu, Prof Raldi? Awalnya ketika ia memperkenalkan diri sebagai guru besar, kalu langsung takut bahwa beliau adalah dosen yang galak, tetapi, perkiraanmu salah besar. Ketika kau tahu bahwa beliau adalah dosen yang asik, interaktif, serta multitalent. Engkau langsung terkagum dengan cara beliau mengajar, menyampaikan materi, serta projek Socio-Technopreneurship yang keren membuat kau mengidolakan beliau. Aku tahu dalam dirimu kau ingin sekali bisa diajarkan beliau lagi, karena beliau tidak hanya mengajar secara akademis, namun juga tentang kehidupan sosial bermasyarakat.”

Langsung diriku merasa haru akan apa yang kualami satu semester kebelakang, rindu campur sedih semua kurasakan. Namun, diriku lebih terkejut lagi ketika…

            “Terima kasih telah mendengarkan Mas Rahman, saya pamit undur diri, selamat siang.”

Dia langsung menutup teleponnya tanpa saya dapat berkata apa-apa.

Selang setengah jam setelah Mas Kenangan menutup telepon, tetiba saya ditelepon oleh nomor tak dikenal lagi. Saat diangkat, kudengar suara wanita menyapa dengan hangat

“Selamat siang mas, perkenalkan saya Waktu, saya akan tiba di titik penjemputan sekitar 5 menit lagi. Mohon ditunggu ya Mas Rahman”

Terkejut aku mendengarnya, rasanya aku tak pernah memesan ojek, kenapa tetiba ia ingin menjemputku?

Setelah 5 menit berlalu, Mbak Waktu bertemu dengan saya. Awalnya saya kira ia adalah ojek onine, ternyata ia utusan yang dikirim untuk menemui saya. Dia dengan santainya berkata,

“Saya rasa Mas Rahman sudah dihubungi oleh rekan saya mengenai MPKT-B. saya diutus kesini untuk menyampaikan bahwa sebentar lagi hal itu akan segera berakhir. Akhirnya selesai tugas Mas Rahman dan akan segera berpisah untuk teman-teman dari FG3 maupun HG2. Besok adalah pertemuan terakhir di MPKT-B sebelum UAS datang, saya harap Mas Rahman bisa menggunakan waktunya dengan baik untuk perpisahan esok hari.”

Saya tidak bisa mengucapkan apa-apa dihadapan Mbak Waktu, saya hanya bisa tersenyum dan bersiap-siap untuk hari esok.

Mbak Waktu pun pergi meninggalkan saya, seperti saya akan meninggalkan MPKT-B K201 esok hari.

—TAMAT—

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: