Kenangan Temanku HS

Titik persinggungan antara saya dengan HS ini telah mulai sejak lama, walaupun dari masih mhs dulu kami tidak terlalu dekat. Yang setahu-kenalnya saya di KAPA-FTUI dengan Herr Suryantono ini adalah beliau ini suka sekali ngeledek sambil bergurau tentang apa saja. Belakang hari baru saya tahu kalau istrinya adalah Kristin yg dulu juga suka naik gunung.

Ternyata kemudian beliau jadi dosen, walaupun dalam hati saya bergumam “Ni anak ngocol melulu, apa pantes jadi dosen ?”… Ngocol itu artinya – becanda melulu -. Mohon maaf saya lebih senang menggunakan bahasa sehari-hari apa adanya, karena begitulah gaya bicara kami. Kemudian Herr sekolah di Amrik, dan lama gak pulang-pulang, juga gak kedengeran kabarnya. Kalo kejadiannya begini ini biasanya sekolahnya susah-payah, tapi waktu itu gak enak nanyanya takut bikin patah semangat. Kan ini kejadian pada diri saya juga, malas ngasi kabar karena kemajuan studinya seret.

Tahu-tahu HS pulang dari Amrik, dan spt biasa yang terjadi adalah seperti layaknya waktu muda alias jadi orang yang ‘protes melulu’. Tiba-tiba lagi kepalanya sudah botak. Oh… sebelum itu ada 4 serangkai bertemu di pinggir sungai Enschede (Belanda, kota yg tenang sepi dan sejuk dingin) dan dua diantaranya sudah tiada Ferryanto Chaidir, Herr Suryantono, Sutanto Suhodo, dan saya Raldi. Bila tidak salah ingat itu tahun 2002, sangat menyenangkan karena saya bawa gitar. Sambil muter-muter di toko Laser-disk nyari videonya Jethro-Tull. Manakala 3 hari yang lalu di rapat DGB-FTUI saya bertemu dg SS, kami bertegur sapa “Wah… dua dari empat sudah pergi duluan nih, siapa yg bakal segera nyusul ?”. Dalam hati saya ‘getun’ agak merinding karena saya yg paling tua, jadi secara statistik bakal saya yg duluan.

Eh… lalu beliau aktif banget dimasa Rektor Gumilar, bahkan jadi poros penggerak segala peraturan dan aktivitas rektorat UI. Saya gak nyangka kalau yg namanya si Herr mau dan kemudian sangat motivated jadi birokrat. Diluar perkiraan saya sebenarnya, karena dulu-dulu protes melulu sama birokrasi.

Setelah makan malam suatu sore di pantai selatan berjam-jam saya asyik mendengarkan kuliah beliau tentang seni fotografi sambil ngasi lihat contoh foto-fotonya di laptop. Saya sungguh kagum terhadap keseriusannya dibidang ini. Sehingga kami tergabung dalam group WA fotografi FTUI, yang barus sempat pameran sekali di Art-Center saat ada pertunjukkan musik Erwin Gutawa. Tentu saja saya memilih spesialisasi khusus foto-foto bayi. Disinilah secara setengah resmi Herr memberi kami kuliah Matkul Fotografi, yang kemudian saya abadikan dalam sebuah konten video yang sekarang jadi kenangan mengharukan untuk kami semua bukan saja di group WA ini tapi juga di seluruh Fakultas.

Herr Training Fotografi:

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: