Petuah Resi Bisma untuk Wisudawan Kurawa dan Pandawa

-0- Resi Bisma sebagai Raja Pelaksana karena sang raja Destarata buta, bertindak memegang pemerintahan. Pemuda Kurawa dan Pandawa telah selesai belajar selama 12 tahun pada guru Dorna. Tibalah hari kelulusan atau Wisuda yang merupakan Perhelatan Agung di Hastina. Pidato Resi Bisma yang merupakan nasehat untuk para pemuda, sangat relevan untuk dimaknai sampai ke masa sekarang ini. Mari kita simak pidato atau petuahnya. -0-

Ketika Bisma memasuki paseban dan melihat wajah-wajah muda itu memandangnya dengan kagum, dada Dorna membusung oleh kebanggaan. Ini hari penting bagi kehidupan para pangeran. Mereka mewakili masa depan Hastinapura. Di sebelah kanan Dorna, Yudistira dan saudara-saudaranya berdiri gagah. Di sebelah kirinya putra-putra Destarata, dipimpin oleh Putra Mahkota Suyudana. Ajudan dan juru tulis pribadi Raja, Sanjaya, menggambarkan pemandangan indah ini kepada pasangan kerajaan yang buta itu. Kunti, Daumya, dan Dorna berdiri bersama-sama, Bisma menerima sambutan mereka. Dia melihat Suyudana, memandang sandiwara di sekelilingnya dengan angkuh dan tak acuh, dan Bisma tak ayal tersenyum.

Keriuhan berkurang dan semua mata tertuju pada Bisma, berdiri di sebelah Raja. Dia memandang para penonton dan berkata pada para pemuda yang lulus, penuh daya dan semangat, “Putra-putraku, ini hari terpenting dalam kehidupan kalian. Hari ini kalian meninggalkan masa remaja, beranjak dalam dewasa. Kalian telah menyelesaikan latihan di bawah asuhan Guru Dorna dan kalian masing-masing adalah kebanggaannya. Hari ini, Hastinapura dan seluruh Bharatawarsa memandang kalian dengan penuh harapan. Kalian adalah masa depan. Negeri kita telah menempuh banyak perjuangan dan tantangan di masa lalu, tapi para pemudalah yang akan menentukan jalan yang akan ditempuh Bharatawarsa

Kita semua berdiri di sini dengan harapan yang besar suatu hari nanti Pangeran Suyudana akan mengikuti ayahnya sebagai raja tanah leluhur kita dan aku yakin Guru Dorna telah menanamkan kedalam dirinya kebijaksanaan untuk menerima tanggung jawab yang sangat besar itu. Kalian semua akan menempati kedudukan-kedudukan penting di pemerintahan. Aku tahu diusia sekarang kalian enggan menerima nasehat, tapi sayangnya di usia sekarang aku bersemangat memberi nasehat.”

Bisma berhenti sejenak saat semua orang tertawa. Wajah bangsawannya mengulas sebuah senyum. “Nasihat pertamaku adalah, hari kelulusan bukanlah akhir pembelajaran kalian. Belajar tidak akan pernah selesai dan pendidikan kalian kemarin sematamata untuk mempersiapkan kalian menempuh perjalanan yang membentang di depan. Belajarlah dari setiap orang, setiap tempat, dan setiap hal. Gunakan setiap kesempatan untuk melakukannya. Hanya itulah warisan yang kita tinggalkan ketika sang waktu memanggil kita kembali ke pangkuannya. Nasihat keduaku adalah, ketika kalian berkuasa, jebakan sangatlah banyak dan kemungkinan besar akan menghalangi kalian mengambil keputusan tepat. Ketika pikiran kalian bimbang, inilah petuah untuk membedakan antara yang benar dan salah: setiap keputusan yang kalian ambil akan menyenangkan sebagian orang, namun tidak disukai sebagan yang lain. Keputusan yang tepat selalu lebih mementingkan khalayak dan bukan hanya demi satu kelompok kecil.

Resi Bisma berhenti sejenak dan memandang Daumya. Brahmana ltu membalas tatapan Bisma dengan dingin. “Aku berharap kalian semua berhasil,” kata Bisma pada wajah-wajah pemuda yang menatapnya, mendadak Bisma merasa masa mudanya sendiri kembali, tersulut oleh semangat mereka yang menyala-nyala  Bisma menghunus pedangnya dan mengacungkan tinggi-tinggi. “Wahai, putra-putra wangsa Kuru, buatlah negeri kita bangga. Tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah pemuda-pemuda yang hebat, rakyat kalian menunggu di luar sana. Selamat datang dimasa depan!” (A. Neelakantan).-

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: