Bikin Template Lanjutan Tausiyah

Bikin Template Lanjutan Tausiyah
Sambil jalan pagi di Kahfi 2, lamunan melayang sana sini, teringatlah diriku akan tausiyah kemarin di Habil Daring dosen DTM. Niat banget saya kembali menegaskan pada teman dan sahabat dosen untuk sekali lagi BIKIN TEMPLATE.
Jadi apa yang dimaksud dengan template. Mari dengar definisi saya. Template adalah suatu tempat fisik ataupun maya dimana banyak orang berkegiatan postitif bersama-sama untuk memberikan kemanfaatan kepada sesama manusia, ataupun kepada mahluk lain ataupun juga kemanfaatan pada bumi kita ini. Tentu saja bentuknya bisa bermacam-macam. Jaman now ini template itu sangat tebantu dengan adanya system daring (online). Dan template terbesar dalam pandangan saya, karena berdampak kepada milyaran manusia adalah GOOGLE… Benar atau tidak, tak perlu diperdebatkan.
Nah mari kita perluas bentuk template itu.. Kemarin saya srbutkan seakan-akan medsos aja yang jadi template bagus semisal Facebook, twitter dll. Tapi sebenarnya tidak, karena bentuk template pengertiannya jauh lebih luas dari itu.
Tokopedia, toko online, Restoran, Penjahit masker, Pedagang bakso halal sehat, Yayasan Pencinta Bunga, Manminsib (pak Tris Maharaja-nya), Kumpulan alumni M99 (yang bulan lalu banyak nyumbang sana sini, beasiswa dll). Bentuk Yayasan, bikin perusahaan, koperasi, kelompok tani desa.. Bikinlah, bangunlah, BUILD… Ini anjuran saya untuk para dosen. Boleh focus pada satu saja, atau beberapa, atau intermediasi, organisasi penghubung. Kenapa musti dosen ? Sebenarnya gak musti dosen, tapi bisa siapa saja. Tapi dosen itu sudah berada pada lingkungan yang relatif positif, saling memberi semangat. Dan kelihatannya jauh dari pikiran korup. Sehingga semangat berbuat baik itu, tampak nyata. Lagipula kebanyakan tentu saja berpendidikan dalam artikata yang sebenarnya. Menggunakan ilmunya dijalan yang benar. Karena sekarang ,mulai banyak ilmuwan yang memakai ilmunya dijalan yang salah. Bahkan digunakan untuk mengacau suasana, bikin orang takut, nulis prediksi yang pesimis, seakan ilmiah… Bukankah makin gawat keadaan seperti ini.
Bisa komersil atau non-komersil. Semi social, juga bisa social banget. Bisa cuman hobi-hobi saja yagn penti hepi. Gpp juga kan ? Hati senang, batin puas, badan ikut sehat… Mengapa tidak ? Why not ? Why must not be ? —- norak banget nih ekspresinya… Biarin deh kan yang penting not unhappy…
Ada satu hal lagi… Saya tunjuk person langsung saja… Nih ya Prof Ario, bikin lah ‘Wisma Mhs UI Asal Madiun’… Mulai dari nyewa rumah kos aja… Alumni Kebumen (Ardi)… Yang begini ini ikatan batinnya lebih kuat. Dan sebenarnya memang kalian punya tanggung jawab moral, memajukan daerah masing-masing. Siapa lagi orang daerah… GPO kali ya, jangan keenakan di Bdg… Gih bikin sesuatu di Jawa sana…Kalian jangan lepas tanggung jawab dan jangan enak2an sendiri. Punya duit banyak Cuma buat diri sendiri dan keluarga anak istri saja, orang lain bodo-amat. Wah gak boleh tuh… Tahu gak gimana Rumah Sakit ibu dan anak didaerah…. Maaf ya kasian deh, satu inkubator aja gak punya… bayangkan coba. Jangan bandingkan dg Jakarta…
Jakarta ini bukan Indonesia.
Boleh mulai dari hobi, semisal – Penggemar motor vespa, atau Mantan ahli ngoprek motor, D/h Ahli Statistik sekarang tim sukses calon walikota….dst dst…
Intermezzo sedikit… Pada suatu hari di Banyuwangi ujung Jawa, ditemukan orang… bayi dibuang dalam kardus dipinggir jalan. Lantas dipungut atau ditolonglah bayi kardus ini oleh seseorang yang punya rasa kepedulian. Sebutlah namanya pak Alex (bukan nama sebenarnya). Dilihat oleh pak Alex, bayi ini mengalami kedinginan hipotermia.Oleh pak Alex diberis susu formula dan ditimbang berat badan bayi ternyata hanya 1,6 kg… Wah ini mesti bayi premature. Sebaiknya harus dipelihara dengan menggunakan inkubator. Pak Alex searchinglah di internet, pendek kata ketemulah nama saya, sebagai orang yang suka meminjamkan inkubator dan kadang suka main harmonica juga. Dikontaklah dengan medsos Facebook. “Pak Raldi, ada bayi dibuang orang dipinggir jalan, premature dan kedinginan…Bisa gak saya pinjam inkubatornya ?”
Wah susah nih,,, Banyuwangi jauh banget, kami di Depok, dan disana belum ada agen relawan inkubator. “ Tunggu sebentar ya pak, saya cari-cari agen Jawa timur mungkin ada yang berkenan meminjamkan inkubatornya”. Cari sana sini ketemulah agen yg paling dekat yaitu Jember dan beliau bersedia meminjamkan bahkan mengantar inkubator itu ke Banyuwangi. BTW jaraknya k.l. 150 km. Alkisah diantarlah inkubator itu ke Banyuwangi untuk digunakan oleh bayi premature yang dibuang orang itu.
Tiga minggu kemudian saya dapat berita medsos begini “ Pak ini inkubator sudah selesai bayinya sudah gak betah didalam”. Berikut dengan foto bayi pereempuan rambut keriting. Alhamdulillah lega hati saya. Saya kontak lagi agen Jember, dan dia bersedia ambil kembali inkubator yg di Banyuwangi. Selamatlah bayi itu. Demikianlah Kersaning Allah, Kalau Allah mau menyelamatkan seseorang juga bayi, walaupun dibuang dipinggir jalan, kalau Allah bilang selamat ya selamat aja. Dan siapakah agen Jember ini ? …. Temannya pak Tris Budiono namanya pak Dooho (alumni FHUI)… Dan lebih dari itu… Inkubatornya itu sumbangan dari BAPAK TRIs BUDIONO… Duh salah nih nulisnya mustinya t nya kecil ini koq s nya yang kecil…
Saya ingat betul, dulu sekian tahun yang lalu pak tris menyumbang inkubator dan mgantarkannya ke Jember, bahkan saya minta tolong sama pak tris untuk mampir ke Semarang mengantar titipan saya inkubator untuk agen Semarang…. Semoga pahalanya terbawa sampai ke akhirat.
Yayasan yang kami bikin tahun 2015 (Yayasan Bayi Prematur Indonesia) sekarang sudah beranak karena agen Bogor Jonggol yang aktif banget meminjamkan inkubator terinspirasi untuk membuat usaha sejenis yaitu meminjamkan dengan gratis KURSI RODA, dan berkembang menjadi Yaysan baru YRHI Yayasan Roda Harapan Indonesia (lihat https://www.facebook.com/pg/rodaharapan/posts/). Dengan 2 cabang Bogor dan Surabaya. Mereka sangat aktif, sudah banyak yang tertolong, orang tua, orang sakit orang cacat dll…
DI Pekalongan, komunitas agen inkubator bikin kegiatan namana SIBULAN (Siaga Ambulans). Tahun 2013 mulainya dulu mereka patungan jadi 1 ambulans. Sekarang sudah ada 10 ambulans yang menolong siapa saja di Pekalongan, sudah ada supirnya sudah ada uang bensinnya dll, bahkan layanan sampai dikota lain sekitarnya.
Begitulah Guyz, mulai saja dari sekarang, muda atau tua, pikirkanlah segera untuk membuat TEMPLATE itu tadi. Ayunkan langkah pertama, bertindak nyata. Mungkin saja gagal, tapi segera bangun lagi. Itulah namanya sukses. Sukses untuk bangkit dari kegagalan.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: