Problema Menggunakan Ventilator

Sumber WAG.
Untuk Direnungkan/Prof. Hariyoto K – FKMUI.

Umur di tangan Allah..
Gak usah kena covid19.. lg tidur jg bisa mati..

Jika terjangkit covid19 belum tentu mati.. tapi ada kemungkinan mati.

Tapi kita kan harus tetap ikhtiar, jangan sampai mati karena kena covid19, berusaha menjauh sejauh2nya dari sumber penularan.
Ibarat harus jalan di sisi jurang.. sebisa mungkin kita memilih untuk menapakan kaki sejauh mungkin dari tepi jurang, sebagai ikhtiar jangan sampai terjatuh ke dalam jurang

Jangan mau terjangkit covid19!!
Kenapa?
Ini alasannya..
(Dikutip dari tulisan seorang perawat covid19 yang
bekerja dengan ventilator)
🦠
Ventilator BUKAN masker oksigen yang diletakkan di mulut sementara pasien bisa nyaman berbaring dan membaca majalah. Ventilasi untuk Covid-19 adalah sebuah intubasi menyakitkan yang turun ke tenggorokan anda dan akan tetap di sana sampai anda hidup atau mati.
🦠
Hal ini dilakukan ke pasien dengan anestesi selama 2 hingga 3 minggu tanpa bergerak, dengan selang tube dimasukkan dari mulut ke trakea dan memungkinkan anda bernapas dengan irama mesin paru-paru. Pasien tak dapat berbicara atau makan, atau melakukan sesuatu secara alami.
🦠


Ketidaknyamanan dan rasa sakit yang dirasakan pasien darinya memaksa paramedis harus memberikan obat penenang dan penghilang rasa sakit untuk memastikan toleransi terhadap selang tube selama mesin diperlukan. Ini seperti berada dalam koma buatan.
🦠
Anda tidak dapat bergerak, otot dan sendi anda akan mengalami nyeri hebat ketika tersadar.
🦠
Belum lagi tambahan selang NGT yang dimasukkan ke dalam perut anda melalui hidung untuk memasukkan makanan cair.
🦠
Tambah lagi kateter foley untuk mengumpulkan urine dalam kantong.
Plus pampers yang panas dan lengket di pantat anda untuk mengumpulkan diare.
🦠
Dan pasti ada jarum/ selang infus ditusuk pada tangan untuk memasukkan cairan dan obat-obatan.
Juga A-line untuk memantau tekanan darah anda yang benar-benar tergantung pada dosis pengobatan yang harus dihitung dengan baik
🦠
Setelah 20 hari dari perawatan ini, seorang pasien muda akan kehilangan 40% massa otot, dan mendapat trauma mulut atau trauma pita suara, serta kemungkinan komplikasi paru-paru atau jantung.
🦠
Karena alasan inilah orang lanjut usia atau orang yang sudah lemah tak dapat bertahan dari perawatan dan mati.
Ini BUKAN flu.
🦠
Dan jika obat penenang berkurang, pasien panik karena dia tidak bisa bernapas, berbicara dan bergerak.
🦠
Ketika dosis obat penghilang rasa sakit mulai dikurangi, pasien berteriak di kepalanya tetapi tidak bisa mengeluarkan suara.
🦠
Dan anda harus melalui semua itu SENDIRIAN!
Tidak ada sanak keluarga yang boleh mendampingi.
Tidak ada yang membisikkan doa dan semangat di telinga anda.
🦠
Maka ketika anda memilih untuk berkerumun, membuka masker, atau pergi ke toko-toko yang baru dibuka untuk beli sesuatu yang tidak terlalu penting, tanyakanlah pada diri sendiri, apakah layak resikonya untuk ditanggung? Baik oleh diri sendiri atau keluarga tercinta di rumah.
🦠
Adakah dari anda yang mau mencoba semua itu ?
Tetaplah di rumah dan pakailah masker saat anda terpaksa pergi!
Jaga kebersihan, terutama tangan.
“Tetaplah aman dan tetaplah sehat!”

kitajanganterserah

sayapilihsehat

meruaphebat

Tulisan menarik dari seseorang yg diambil dari FB 👆.. Dengan melonggarnya PSBB maka perlu seingat oleh kita semua:

  • Semakin banyak yg positif covid19
  • Vaksin dan obat covid19 belum ada
  • Transportasi umum mulai bergeliat lagi
  • Pendatang perlahan lahan mulai berdatangan

Dihimbau agar semua rekan2 tidak ikutan latah dengan “euforia” ini.. Tetap di rumah dan jaga kesehatan, tidak ke mall dan tempat keramaian serta selalu menjaga jarak dan kebersihan jika diluar rumah (jika terpaksa keluar rumah).

Ingat.. Bahaya Masih Mengintai.. Jangan Sampai Anda atau Keluarga Anda Yang Menjadi Korban!

Safety First !!

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: