Konversi Energi dan Konservasi Kesan Mahasiswa

Konversi Energi dan Konservasi (Energy Conversion and Conservation)

By     : Henokh Eulogeo El’Azar

NPM :1706064422

          Perkenalkan nama saya Henokh Eulogeo El’Azar , salah satu mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2017 Teknik Mesin. Saat ini, saya sudah mengakhiri semester 6 saya di Universitas Indonesia. Disemester 6 ini saya sudah mendapatkan banyak mata kuliah yang menarik. Salah satu mata kuliah tersebut ialah ECC atau disebut juga dengan Energy Conversion and Conservation dimana kami diajarkan perpindahan energy- enegi yang terjadi dimasa kini dan masalah energy masa kini juga mulai dari efficiency mesin , pembuangan , polusi dan sebagai nya. Kami diajarkan oleh Prof Raldi , seorang professor yang sangat dikenal di ui sebagai inventor incubator gratis. Beliau dan team nya telah banyak membantu banyak orang disepanjang Indonesia dengan temuan incubator gratis tersebut dan tercatat sudah lebih dari 3000 bayi tertolong dengan presentase sampai sekarang 100% kesembuhan. Kami (mahasiswa mesin 2017) pernah dididik oleh beliau disemester 1 yakni dipelajaran Indoduction To Mechanical Engineering dan sekarang diberi kesempatan diajarkan  oleh beliau kembali. Awal perkiraan saya , pelajaran ECC akan memberi saya ilmu mengenai perpindahan energy dan cara jaga energy tersebut (terlintas dari nama ECC itu sendiri). Dan memang benar, kami diajarkan banyak mengenai sejarah energy di Indonesia sampai ke energy masa kini dan cara menghemat energy. Pelajaran ECC ini sangat memberikan wawasan dan gagasan pada kami untuk ke depannya.

Diceritakan bahwa dahulu saat jaman nya penemuan mesin , orang-orang tidak memikirkan tentang resource yang tersedia dikarenakan sangat banyak resource saat itu. Dengan demikian orang membuang-buang energy tanpa berfikir panjang. Saat dulu non renewable energy meraja lela didunia perindustrian.efficiency hasil pembakaran fuel juga sangat sediki yaitu hanya 1/3 atau 33% dari pembakaran itu sendiri dan menyebabkan polusi yang teramat banyak. Dikarenakan jumal resource yang banyak dan minim polusi sehingga saat itu orang-orang belum berfikir panjang .Namun mulai saan ini (tahun 2000an) dampak mulai terlihat bahwa cara “konventional” seperti itu sudah tidak bisa menjadi solusi dimasa ini maupun dimasa depan. Polusi sudah merajalela dan sumberdaya alam yang non renewable seperti minyak , coal , sudah sangat menipis. Dengan demikian menjadi pr bagi future engineering untuk merubah dari non renewable energy seperti minyak bumi, batubara , dansebagainya , menjadi renewable energy seperti geothermal , wind turbine , solar panel dan seterusnya. Dengan demikian resource di bumi tidak akan menipis dan polusi sangat bisa kurangi. Juga meningkatkan efficiency pada mesin menjadi salah satu prioritas utama supaya system dapat dikatakan effisien. Dari hasil pembakaran dari 33% menjadi 50 % , lalu meninggkat menjadi 70% sehingga system dapat dikatakan effisien. Lalu kami juga diajarkan mengenai pembangkit-pembangkit yang memiliki sifat renewable energy , dan bagaimana cara pendistribusian listrik ke masyarakat.

 Dikatakan bahwa saat ini , bahan bakar terbesar di Indonesia adalah batubara dengan presentase 50 % dan hanya 14 % dari EBT (energy terbarukan) dan sisanya minyak dan gas. Padahal Indonesia berada di Ring of Fire dimana Indonesia dikelilingi oleh berbagai gunung berapi dan bisa menjadi salah satu potensi utama pengganti batu bara, yaitu geothermal atau panas bumi. Hal ini menjadi pr juga bagi future engineer untuk mengganti non renewable energy menjadi renewable energy salah satu contoh kontriet ialah geothermal. Dengan demikian sumberdaya alam tidak akan terkuras dan menyelamatkan Indonesia dari polusi hasil pembakaran.

Lalu pada quarter pertama pada sementer , kami juga di ajak untuk “mempratekan” penghematan Energi pada stiap rumah kami masing-masing. Sangat menarik menurut saya karena kami diajarkan untuk benar-benar menerapkan ilmu yang kami pelajari. Awal mulanya ialah kami membuat design rumah / layout rumah kami masing-masing. Lalu kami menginput semua listrik yang berkerja dan berjalan pada rumah kami secara detil. Setelah itu diminggu ketiga , kami diminta untuk me list semua electronic/ pengeluaran listrik rumah secara detai , seperti mesin di ruang tamu, kamar , berapa watt yang diperlukan  , berapa waktu mesin tersebut digunakan , dan semua itu dimasukan kedalam data excel. Setelah itu semua data dicalculasi sehinigga kami dapat mengetahui berapa pengeluaran rata-rata energy listrik rumah kami yang diperlukan. Lalu semua data itu dikalkulasi dengan harga rupiah per Kwh yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini PLN sehingga kita mengetahui berapa biaya listrik yang dikeluarkan perbulannya. Setelah semua itu selesai , memasukin bulan kedua kami diajak untuk belajar menghemat pengeluaran energy tersebut dengan cara memasang time switcher pada kulkas rumah kami masing-masing. Langkah nya sebagai berikut :

  1. Pasang time switcher pada kulkas yang tersedia
  2. Set time swicher untuk mati dimalam hari mulai jam 12.00 malam sampai kurang lebih 6.00 pagi hari (dikarenakan pemakaian kulkas sangan minim pada waktu tersebut)
  3. Set untuk time switcher nyala 30 menit disela-sela 6 jam tersebut agar menjada penurunan suhu tidak begitu drastic. Dengan demikian makanan tidak busuk dan masih aman terjaga
  4. Hitung jumlah energy listrik yang dihasil kan pada system di atas (menggunakan alat penghitung kwh untuk mengetahui jumlah listrik yang digunakan)
  5. Pembuktian bahwa penggunaan listrik dapat dikurangi dengan system seperti di atas (penghematan listrik)

Semua eksperimen di atas dibuat laporan dan dikirim menjadi salah satu tugas utama kami sebelum uts.

Quarter 2 kami sempat memiliki trip kecil sebelum pandemic corona terjadi, yaitu mengunjungi solar panel ui , yang berada di danau bawah jempatan teksas ( teknik sastra). Dengan demikian pembelajaran ECC semakin menarik. Kami dibawa juga ke rumah “container” yang berada di UI , dan dijelaskan system energy di rumah itu.

Setelah pandemic corona, kami diwajibkan melakukan PJJ atau pembelajaran jarak jauh. Dimana semua kelas kami dilakukan online menggunakan ms.teams. walaupun awalnya sulit , namun kami dapat belajar dengan baik pada akhirnya. Saat PJJ , kami melakukan eksperimen atau praktikum ke dua kami , yaitu dengan menggunakan Arduino – uno . kami diajarkan oleh Prof Raldi dan team beliau , untuk mengukur suhu ruangan dan suhu lingkungan menggunakan program Arduino uno. Kami diajarkan detail mulai dar perakitan Arduino , peng instalan software pada computer, dan pengambilan setiap data dengan baik dan benar. Hal tersebut semakin membuat pelajaran ECC semakin menarik dan menantang. Berbagai try dan error kami lakukan namun pada akhirnya semua dapat mengambil data dengan baik. Kami diajarkan untuk membandingkan suhu 2 jam suhu ruangan ac dan 2 jam suhu ruangan non ac , serta 1 jam suhu ruangan dan 1 jam suhu lingkunga. Data tersebut dikomparasi dan dibentuk menjadi suatu laporan , dengan menceritakan keaadan saat itu , hujan  , mendung , cerah dan sebagainya. Laporan tersebut menjadi salah satu UAS kami dan ditambah beberapa pertanyaan lain.

Saat pembelajaran ECC berlangsung , saya dipilih menjadi coordinator kelas oleh Prof Raldi , awalnya saya cukup kaget , namun berjalan nya waktu saya mulai merasa senang menjadi coordinator kelas. Tentunnya ada keluh kesah saat menjadi coordinator kelas namun saya merasa menjadi belajar untuk bertanggung jawab terlebih. Saya belajar untuk lebih tegas dikarenakan beberapa teman ada yang cukup sering telat mengumpulkan tugas, diajarkan untuk sabar , diajarkan pula untuk membagi waktu agar semua dapat berjalan tepat waktu. Saya juga menjadi lebih tegas dalam mengingatkan teman-teman untuk mengikuti kelas (online dan tidak) , dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Prof Raldi. Juga memberiathukan informasi- informasi yang kurang jelas kepada teman-teman yang berhalangan hadir. Cukup menarik bagi saya menjadi coordinator kelas karena saya belajar untuk menghubungkan orang-orang dalam hal ini dosen ke mahasiswa , mahasiswa ke asisten , pun antar mahasiswa. System pembelajaran yang unik dan menarik serta berbeda dari yang lain yang diberikan Prof Raldi bagi kelas kami ,membuat saya untuk Enjoy dan menyenangi pembelajaran ECC. Kami dapat belajar dan menerapkan ilmu , bahkan praktek langsung sehingga membuat wawasan kami bertambah lebih lagi. Menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi coordinator kelas ECC 2017 yang di pimpin oleh Prof Raldi.

International Student FTUI, visit bifacial solar PV… Energy Conversion and Conservation conducted by Raldi A. Koestoer year 2020.-

-0-

Henokh, namanya saja buat saya aneh, dan kenapa dia yang terpilih jadi Kordinatorkelas Program Internasional, saya sendiri juga lupa. Tapi Henokh sudah banyak membantu administrasi kelas karena saya menggunakan sistem paperless. Sudah lebih 10 tahun kelas saya tidak pernah ada ujian, lho gimana bisa begitu ? Artinya Take Home Examination, soal boleh dibawa pulang kerjain di rumah. Jadi apa yang dianjurkan oleh mas Menteri sudah saya praktekkan sejak 10-15 th yang lalu. Jadi dimasa pandemi Covid-19 ini juga tidak bingung. Banyak dosen lain yang kewalahan.. “Lho nanti kalau mereka contek-contekan gimana ?” … Copy-paste gimana meriksanya. Pertanyaan foolish seperti itu selalu muncul. Carilah jalan keluar sendiri, masa soal sederhana seperti itu tidak bisa menyelesaikannya, ya gak usah jadi dosen saja.

Selamat bekerja dimasa pandemi ini, semoga semua berjalan dengan lancar, dan kita bersama bisa survive dalam kondisi – New Normal -.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: