Cara Basmi Virus di Rumah Sakit

Cara Basmi Virus di Rumah Sakit
Menurut laporan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) per tanggal 16 Agustus 2020 (2 hari yg lalu) sudah 79 dokter yang gugur dalam pertempuran melawan COvid-19 ini (Lihat daftarnya di bagian akhir artikel ini).
“Duh… Kalau dokter pada berguguran, siapa nanti yang melayani pasien ?” Itulah yang jadi concern kami, kuatir dan cemas, menghadapi corona virus ini. Untuk itu kami berinisiatif membuat alat2 untuk membantu para dokter dan nakes di Rumah Sakit agar mereka terjaga dari serangan virus yang ganas ini. Buat saya merekalah garda terdepan dalam menghadapi corona virus ini, karena langsung berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat disekitar mereka.
Kami sangat prihatin dan sangat bersedih hati mendengar berita di TV, banyak dokter-dokter kita para ahli spesialis, para tenaga Kesehatan (NAKES) berguguran di Rumah Sakit karena terserang Covid-19. Kami sangat ingin membantu para dokter kita yang berada di garda depan pertempuran dalam menangani Covid-19 ini. Untuk itu kami berinisiatif sejak beberapa bulan yang lalu merancang peralatan baru untuk mencegah penyebaran Corona virus ini. Untuk virus yang sudah masuk kedalam tubuh manusia maka itu urusannya para dokter, perawat yang mengurus. Tapi untuk virus yang masih bertebaran diluar tubuh manusia, atau diruangan mana saja (Ruang-ruang di RS, di kantor2, di restoran, di hotel2) …maka …itu adalah…URUSAN KAMI PARA INSINYUR. Yang jelas memang kita sangat perlu bekerjasama.
Tim Inkubator UI, sejak bulan Maret 2020 lalu berTRANSFORMASI menjadi : Tim Anti Corona Virus UI, bagian Preventive Covid.
Kami membuat :
1) Movable UVC Sterilizer, Sterilizer Bergerak untuk membersihkan koridor atau lorong2 panjang di RS. Juga untuk membersihkan hall besar (auditorium). Yang ini masih dalam rencana, digambar juga belum. Bentuknya seperti kereta dorong untuk mendisinfeksi lorong atau koridor 2,5 seb kanan dan 2,5 meter seb kiri.

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'TAMPAK PERSPEKTIF Kamera Fungss: Pemantauan Visual Di Depan Terintegra dengan Monitor pada Bagian Handling (Manusia) Baterai / Accu Fungsi: Suplai Listrik Mandiri Lampu dan Monitor'




Mohon lagi doa anda Semoga bisa menolong sahabat kita para dokter dan nakes lainnya.-
2) PURIDIS Purifier and Disinfection, membersihkan ruangan dari partikel mikro dan membunuh virus, dlm 1 jam ruangan jadi bersih. Minggu depan akan dipasang di salah-satu RS di Jakpus. Alat ini dalam satu jam bisa membersihkan ruangan 5×5 m2 dari partikel 2,5 dan 10 mikron, sekaligus membasmi virus apa saja termasuk virus corona sampai 99,9%… Tuh kurang apalagi ! Mari kita berjuang Bersama membasmi virus corona.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah puridis-0cf6faa5-3dd1-41e6-8efb-094c8151e05f.jpg


3) HF-UVC Sterilizer Human Friendly UVC sistem lampu pembersih ruang APD yg banyak virusnya di RS. Nyala selama 15 mnt setiap 2 jam mati sendiri kalau ada orang. Sudah dipasang di salah-satu RS di Jakpus. Sudah dipasang di 3 ruangan APD RS Jakpus.


4) Lampu Sterilizer uvc pembersih ruang operasi seblm dipakai operasi nyala 30 mnt. Dinyalakan lg setelah operasi…
Mohon doa anda semua..Oh masih ada tambahannya (jam 13.55 – 05082020). Sudah dipasang di salah-satu RS di Jakpus.
5) Pretest Covid; PM4P Oxymeter and BPM Beat Per Minute. Patient Monitor 4 Parameter Saturasi Oksigen, BPM, Suhu tubuh, Suhu kulit, Non-invasive hanya dalam waktu 1 menit saja….Alat inilah yg dibuat oleh Juan Karnadi salah satu member Tim ACORUS-UI, Tim Anti Corona Virus – UI. Sudah jadi Prototipe. Lihat rujukan 2) dibag akhir artikel ini.
6) Mesin Hisap Aerosol, untuk membantu praktek klinik dokter THT, dokter kulit dan dokter Gigi. Prototipe sedang di test di Lab Perpindahan Kalor UI. Lihat rujukan 1) di bagian akhir artikel ini.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah mesin-hisap-2dcf8b7c-8e9e-4af3-ac04-61e098c81f29-1.jpeg
Mesin hisap aerosol utk dokter kulit, dokter mata dan dokter gigi


7) BDC Bilik Disinfeksi basis UVC. Bersama alumni FTUI (Iluni FTUI) dengan dana kontribusi sumbangan alumni telah menginstal k.l di 20 RS sejabodetabek.

-0-

**********************************************************

Tim UI – Anti Corona Virus —– Info : 0811-1383-300

***********************************************************

-0-
Rujukan:
1) Conceptual Design of Aerosol Suction Machine to Eliminate Bioaerosol Generated during Dental Procedure to Prevent
COVID-19 Transmission
Reski Septiana, Raldi A. Koestoer* and Ibnuoihan
Heat Transfer Laboratory, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
*e-mail: koestoer@eng.ui.ac.id
2) Blue Electrocardiogram (ECG), ECG with Bluetooth Feature
integrated with Smartphone
William Jerrel Iskandar1), Raldi Artono Koestoer2,a), Ibnu Roihan3)
1,2,3 Heat Transfer Laboratory, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering,
Universitas Indonesia Kampus Baru – UI, Depok, 16424
*e-mail: a)koestoer@eng.ui.ac.id
3) Oxygen Saturation Parameter Calibration Effort on MAX30100
Sensor Module Based on Arduino-Uno
Juan Karnadi1, Ibnu Roihan2 and Raldi Artono Koestoer2*
1 Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok, West Java, 16424, Indonesia
2 Heat Transfer Laboratory, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering,
Universitas Indonesia, Kampus Baru UI, Depok, West Java 16424 Indonesia
*e-mail: koestoer@eng.ui.ac.id
4) Data Logger Multichannel Based on Arduino UNO Applied in
Thermal Measurement of Solar Still Carocell L3000
Ibnu Roihan1, Juan Karnadi1, and Raldi Artono Koestoer1*
1 Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
*e-mail: koestoer@eng.ui.ac.id
-0-
#Cegahcovid19 #Antiviruscorona #tolongparadokter #tolongsemuanakes #cegahvirus #BantuRumahSakit

Raldi A. Koestoer – Heat Transfer Laboratory FTUI.-

-0-
Informasi yg diterima PB IDI setidaknya ada 79 dokter yg dilaporkan meninggal krn Positif Covid19 dan PDP Covid19 (16/8/20) ;

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat)
13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok)
21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (IDI Kota Bandung)
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat)
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)
24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)
25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)
26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)
27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)
28. Dr. Soeharno (IDI Kediri)
29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam)
30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya)
31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal)
32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik)
33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin)
34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair, RS Soetomo, IDI Balikpapan)
35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya)
36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan)
37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang)
38. dr. Gatot Prasmono (IDI Sidoarjo)
39. dr. Sukarno (IDI Sidoarjo)
40. dr. Arief Basuki SpAn (IDI Surabaya)
41. dr. Herry Nawing SpA (IDI Makassar)
42. dr. Theodorus Singara SpKJ (IDI Makassar)
43. dr. Nyoman Sutedja, MPH (IDI Denpasar)
44. dr. Putri Wulan Sukmawati (PPDS Anak FK Unair/RS Soetomo Surabaya)
45. dr. Sang Aji Widi Aneswara (IDI Semarang)
46. dr. Elianna Widiastuti (IDI Semarang)
47. dr. Agus Pramono (IDI Sidoarjo)
48. dr Ane Roviana (IDI Jepara)
49. dr. Sovian Endi (IDI Grobogan)
50. dr. Pepriyanto Nugroho (IDI Blitar)
51. dr. Ahmadi NH, Sp.KJ (IDI Semarang)
52. dr. Zulkiflie Saleh (IDI Banjarmasin)
53. dr. Abdul Choliq (IDI Probolinggo)
54. Prof. dr. H. Mgs. Usman Said, SpOG (K) (IDI Palembang)
55. dr. H. Khiarul Saleh, SpPD (IDI Palembang)
56. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan)
57. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran)
58. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara)
59. dr. Budi Luhur (IDI Gresik)
60. dr. Deni Chrismono Raharjo (IDI Surabaya)
61. dr Arif Agoestono Hadi (IDI Lamongan)
62. dr. Djoko Wiyono (IDI Surabaya)
63. Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG (K) (IDI Makassar)
64. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan)
65. dr. M. Fahmi Arfa’i (IDI Semarang)
66. dr. M. Ali Arifin (IDI Sidoarjo)
67. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padang Sidempuan)
68. dr. Elida Ilyas, SpKFR (K) (IDI Jakarta)
69. dr. I Wayan Westa, Sp.KJ (K) (IDI Denpasar)
70. dr. Sony Putrananda (IDI Blitar)
71. dr. H. Muhammad Arifin Sinaga, MAP (IDI Langkat)
72. dr. Andhika Kesuma Putra, Sp.P (K) (IDI Medan)
73. dr. Edi Suwasono (IDI Kota Malang)
74. dr. Ahmad Rasyidi Siregar, SpB (IDI Medan)
75. dr. HM Syamsu Rizal (IDI Natuna)
76. dr. Dennis (IDI Medan)
77. dr. Adnan Ibrahim, SpPD (IDI Makassar)
78. dr. I Nyoman Sueta (IDI Denpasar)
79. Dr. dr. Paulus Sp.PD (IDI Jatim)

Semoga seluruh amal ibadahmu diterima di sisi-Nya dan ditempatkan yang terbaik, yaitu di surga-Nya.

-0-

#rumahsakit #dokter #dokterspesialis #perawat #nakes #pandemi #covid19 #corona #coronavirus #sarscov2 #purifier #puridis #aerosol #airborne #contaminant #UVC #antivirus #bidan #komorbid #fomite



mesin-hisap-aerosol utk dokter mata dan dokter kulit

Ikuti Percakapan

7 Komentar

  1. Alhamdulillah, sebagai alumni saya bangga FTUI ikut memberikan kontribusi nyata. Mohon agar peralatan tsb juga di sertifikasi SNI. Ini bukan untuk komersial tetapi validasi dari sisi keselamatan, misalnya apakah orang yang menyentuh bahan metal casing peralatan aman dari sengatan listrik.
    Terima kasih.

    Suka

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: