Tentara Musuh tak Punya Belas Kasihan

Kita dalam perang melawan musuh yang tak terlihat. Mereka tak punya belas kasihan, menyerang siapa saja, bahkan wanita dan anak-anak pun diserangnya… Tak ada tempat berlindung yang aman, mereka menyerang tak kenal waktu dan tempat, pagi siang sore malam, terus mengendap menyerang saat kita lengah…

-0-

Presiden Uganda YOWERI MUSEVENI:

“Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia memiliki seluruh dunia untuk dijaga. Dia tidak bisa hanya berada di Uganda mengurusi orang2 idiot…”.

Di bawah ini adalah pidatonya yang menarik..;

“Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapa pun untuk tetap di dalam rumah. Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta. Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, anda bersembunyi di sana selama peperangan berlangsung. Selama perang, anda tidak menuntut kebebasan Anda. Anda rela menukarkan kebebasan Anda demi bertahan hidup.
Selama perang, anda tidak mengeluh kelaparan. Anda sabar menahan kelaparan dan berdoa agar anda masih hidup untuk bisa makan lagi.
Selama perang, anda tidak berdebat tentang membuka bisnis anda. Anda bahkan menutup toko anda (jika anda punya waktu), dan berlari untuk menyelamatkan hidup Anda.
Anda berdoa agar hidup lebih lama dari perang sehingga anda dapat kembali melakukan bisnis anda (jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir).
Selama perang, anda bersyukur kepada Tuhan karena melihat matahari esok sebagai orang hidup.
Selama perang, anda tidak merasa perlu untuk khawatir tentang sekolah anak2 Anda.
Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di gedung sekolah yang dirubah menjadi pangkalan militer.
Ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang.
Perang tanpa senjata dan peluru.
Perang tanpa tentara manusia.
Perang tanpa batas.
Perang tanpa perjanjian gencatan senjata.
Perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci.
Tentara dalam perang ini tanpa belas kasihan. Musuh kita tak punya “sisi baik” manusiawi, musuh kita bersikap kejam, tidak menghormati anak2, wanita, atau tempat ibadah.
Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang. Tentara musuh kita ini tidak memiliki niat untuk mengganti rezim.
Tidak peduli dengan sumber daya alam didalam bumi.
Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis. Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas ras.
Tentara musuh kita ini adalah pasukan yang tak terlihat, cepat, dan efektif tanpa ampun.
Agenda satu2nya adalah panen kematian. Tentara itu hanya merasa puas setelah mengubah dunia menjadi satu daerah kematian besar. Kemampuannya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan. Tanpa tank darat, mobil amfibi dan tanpa pesawat, tentara musuh kita memiliki basis di hampir setiap negara di dunia. Gerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun. Singkatnya, tentara itu mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Tentara musuh kita itu adalah Corona virus. Juga dikenal sebagai COVID19.
Syukurlah, pasukan ini masih memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan. Hanya dibutuhkan tindakan, disiplin, dan kesabaran kita bersama. COVID-19 tidak dapat bertahan jika ada jarak sosial dan fisik. Tentara itu hanya tumbuh subur dan kuat jika Anda menemuinya. Tentara musuh kita itu senang jika dihadapi secara fisik.
Tentara itu akan menyerah jika kita bisa menghadapinya dengan melakukan social distancing dan physical distancing secara bersama-sama. Tentara itu akan membungkuk tunduk jika kita melakukan pola kebersihan hidup pribadi yang baik. Tentara itu akan tidak berdaya ketika anda menyadari bahwa keselamatan anda kini sedikit banyak ada di tangan anda sendiri dengan menjaganya agar tetap bersih dan sesering mungkin mencucinya.
Ini bukanlah saatnya bagi kita untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Lagi pula, kitab suci memberi tahu kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja. Mari kita patuhi dan ikuti instruksi pihak berwenang. Mari kita ratakan kurva COVID-19. Ayo berlatih sabar. Mari menjadi penjaga saudara kita. Dalam waktu singkat, kita akan bisa mendapatkan kembali kebebasan, usaha, dan kehidupan sosial kita…
_Di tengah keadaan DARURAT, kita perlu mempraktekkan pentingnya pelayanan dan pentingnya cinta untuk orang lain.

-0-

zona merah Covid 19 di Indonesia naik 100 persen. Kita, yg krg bs sabar, prlu mnyimak pidato Pres Uganda ini.

Presiden Uganda YOWERI MUSEVENI dengan gusar memperingatkan rakyatnya yang bersikap meremehkan wabah COVID-19 ini;

-0-

11 September 2020

Peringatan 911

-0-

#covid-19 #coronavirus #virus #pandemi #lockdown

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: