Kenangan HS dan Embun

Bener… Jadi dulu waktu istrinya HS (Hermas Sucipto) mempertahankan disertasinya dibidang ilmu FIlsafat, saya hadir dan disebelah HS saya membaca ringkasan disertasi itu. Kemudian saya manggut-manggutlah tanda mengerti akan isinya yang berkisar tentang Filsafat Pendidikan. HS ngeliatin saya dan terheran-heran, lantas dia bilang ‘Koq lo ngerti sih… Gue sama sekali gak faham blas tentang apa yg ditulis bini gue ?’. Lantas saya cerita kalo dulu th 99 sy pernah selama 1,5 tahun kuliah di Filsafat UI dan belajar banyak tentang Dasar-dasar Filsafat Barat. Lalu ttg Filsafat pendidikan ini adalah karena saya lama dibidang pendidikan dan merasakan arti dari apa yg ditulis oleh istrinya HS ini. Setelah prosesi yg dipimpin Prof Riris dari FIB itu selesai. Dikasilah saya buku kumpulan puisi karya ibu Embun ini. Mungkin ada kira2 50 an puisinya. Dan benar seperti apa yang disampaikan sahabat kita om Pratikno (satu-satunya ahli Pendingin yang masih disayang Allah). Beberapa puisinya dulu dinyanyikan oleh Bimbo dan Franky and Jane. Mas Muchson tahu sekali nih ttg F&J ini. BTW HS sendiri adalah satu dari 2 orang yang sebut paling pinter di dunia (Habibi aja kalah)… Kenapa ? Apa istimewanya si HS ini ? — Jadi alkisah tahun 70 sekian didalam kelas itu dulu kami berjumlah 30 an kali ya ? Saya duduk di tengah, kenapa saya duduk ditengah… Karena takut ditanya-tanya ama dosennya, nah sebaliknya si Pinter 1 (Mr XYZ, 3 huruf), duduknya di depan. Wajar dong kan orang pinter PD, jadi beliau sudah yakin kalau ditanya dosen pasti bisa jawab (emang dosennya ini suka nanya-nanya sepanjang kuliah yg 75% nya bah Ing). Sebaliknya HS duduk paling belakang mentok tembok. Antara HS dan XYZ itu diagonal kelas, nah saya persis di titik tengah. Begitulah setiap kali dosen nanya, maka bersahut-sahutanlah jawaban dari 2 orang pinter yg duduk bersilangan ini. Sedangkan saya yg duduk ditengah cuman bengong aja. Jangankan untuk menjawab, bahkan pertanyaannya itu saja saya tidak mengerti, bah Inggris soalnya, jadi bgmn saya mau menjawab. Demikianlah kisahnya terpeta terus di kepala saya shg buat saya orang pinter itu ya hanya 2 orang itu. Satu teman saya HS sudah almarhum, dan saya ini follower-nya kalo dulu saya jadi IMM-FTUI, maka HS ini wakilnya dan kemana-mana saya dibonceng montornya. Kemudian saya juga jadi follower XYZ krn dulu skripsi bareng jadi pergi kemanapun saya dibonceng montornya juga. Kenyataannya dalam ide dan mind-set juga saya adalah follower mereka. Semoga HS mendapat tempat yang indah di sisi Allah SWT (saya terharu…). Lalu siapa XYZ, coba tebak ? BTW yang tidak pernah saya lupa pernyataan HS ttg istrinya ibu Embun ini, begini: – Kalo kita punya sepatu yg udah lama kita pakai, maka…makin hari kita pakai rasanya MAKIN ENAK – …. Duh…Luarbiasa gak tuh… Tumben saya nulis panjang ini. Kenangan HS lah pokoknya….

-0-

Embun Kenyowati Ekosiwi

Sempat ngajar Apresiasi Seni di Arsitektur FTUI dari 2010-2015, terus menguji skripsi sampai 2017. Skrg msh ngajar S3 Fasilkom utk Filsafat Ilmu. Beberapa kumpulan puisinya sudah ajdi buku, salah satu sajaknya dijadikan lagu oleh Franky and Jane, Pemetik Daun Jati. Istri dari Alm MNHS (Muh Nurdin Hermas Sucipto, teman dekat saya waktu mhs, dipanggil HS saja). Satu dari 2 orang yg saya anggap paling pintar di dunia. Berikut saya cuplik dari blog saya: —-Jadi dulu waktu istrinya HS (Hermas Sucipto) ibu Embun, …. dst.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: