Mutasi Virus dan Vaksin

MUTASI VIRUS DAN EFEKTIVITAS VAKSIN
💖💖 Arie Karimah. Pharma-Excellent. Alumni ITB

Kalau anda bertanya: Apakah vaksin Pfizer, Moderna atau Sinovac efektif untuk virus strain baru, maka jawaban saya adalah: “Sains membutuhkan BUKTI ILMIAH untuk mengklaim sesuatu. Kalau ingin tahu efektif atau tidak ya perlu dilakukan dulu uji klinis selama 3-6 bulan”.
Tentu para ilmuwan juga melakukan prediksi ini. Tapi anda perlu membaca dulu untuk bisa memahaminya. Tidak bisa jump into conclusion. Pahami dulu apa itu mutasi genetik dan bagaimana vaksin Pfizer, Moderna atau Sinovac DULU dikembangkan sebelum strain baru ini ditemukan.

🍎 MEMAHAMI MUTASI GENETIK
Virus Covid adalah membran berminyak yang berisi instruksi genetik untuk membuat jutaan copy “tubuh”nya sendiri. Instruksi tersebut tertanam dalam bentuk kode di 30.000 “surat” RNA: a, c, g dan u.
Ketika virus menginfeksi sel tubuh kita, dengan cara spike proteinnya berikatan dengan reseptor ACE-2 (Angiotensin Converting Enzyme), maka virus akan memasukkan materi genetiknya ke dalam sel tubuh kita dan mengambil alih fungsi reproduksi sel yang dilakukan oleh ribosome. Satu sel sel tubuh kita yang terinfeksi bisa menghasilkan jutaan anak-anak virus, semua membawa copies dari original genome, yaitu semua DNA yang terdapat pada virus induknya.

Namun ketika sel tubuh kita memperbanyak genome, kadang-kadang terjadi kesalahan, umumnya hanya 1 dari 30.000 “surat” RNA. “Salah ketik” inilah yang dikenal sebagai MUTASI. Jadi mutasi adalah perubahan kecil yang bersifat acak pada materi genetik virus, yang terjadi ketika terjadi proses replikasi (reproduksi).
Ketika virus menyebar dari orang ke orang maka mutasi-mutasi tersebut akan terkumpul secara acak. Berikut adalah contoh genome dari salah seorang pasien di Wuhan yang identik dengan kasus pertama ⬇. Perbedaan atau mutasinya hanya terjadi pada surat ke 186, yang tertulis u bukan c.

Setelah beberapa bulan menginfeksi dan menyebar, maka sebagian genome virus sudah mengalami berbagai mutasi. Selama pandemik telah terdeteksi lebih dari 4.000 mutasi di area spike protein. Bagian genome yang sudah mengumpulkan banyak mutasi bersifat lebih fleksibel. Mereka dapat mentoleransi perubahan urutan genetik mereka tanpa membahayakan eksistensi virus itu sendiri, sedangkan bagian yang hanya mengalami sedikit mutasi justru lebih rentan. Mutasi pada bagian ini mungkin bisa menghancurkan virus, karena menyebabkan perubahan yang membahayakan pada bagian proteinnya. Oleh sebab itu bagian ini sering dijadikan sebagai target cara kerja obat antivirus.

Mutasi genome virus covid sebanyak 10 atau kurang dianggap biasa, dan hanya sedikit virus yang mengalami mutasi lebih dari 20, kurang dari seperseribu dari total genome. Posisi dan banyaknya mutasi yang telah terjadi bisa diketahui dengan cara sequencing genomes.

🍎 TEMUAN BARU
🌳Mutasi D614G: menyebabkan jumlah spike protein fungsional dan utuh pada setiap partikel virus menjadi 5 kali lebih banyak, sehingga lebih mudah dan lebih efisien dalam menginfeksi sel. Dilaporkan D614G ini 70% lebih mudah ditularkan. Ditemukan di Eropa dan USA sejak Juni lalu.
🌳Mutasi B117: secara “tidak sengaja” ditemukan di UK 14 Desember lalu, setelah beberapa tes PCR menunjukkan hilangnya salah satu sinyal dari 3 gen yang dideteksi, yaitu gen S. Tes PCR disini lebih banyak mendeteksi gen RdRP, E atau N.
🐦Viral load hasil mutasi ini di cairan saluran pernafasan lebih tinggi, sehingga 56% lebih mudah ditularkan.
🐦Namun tidak membuat gejala infeksinya menjadi lebih parah, meningkatnya kecenderungan untuk terjadi kekambuhan atau meningkatnya risiko kematian.
🐦Selain di UK, varian ini juga sudah ditemukan di 17 negara, antara lain: Korsel, Spanyol, Australia dan Kanada.

🍎 MUTASI DAN VAKSIN
Sebagian besar vaksin didesain untuk menghasilkan antibodi dengan target “mengunci” spike protein pada berbagai area (multiregion), bukan hanya satu. Sedangkan mutasi genetik umumnya terjadi hanya pada satu spike. Dan semua virus covid secara genetik mirip satu sama lain. Jadi vaksin diyakini TETAP akan efektif melindungi dari penularan infeksi, meskipun ada strain baru hasil mutasi.

KM. 2 January 2021

Antitesa-nya oleh Alumni FA ITB, mba’ Arie Karimah FA’82.-

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: