Nickel Indonesia Unggul

Holding Nikel (Oleh Erijeli Bandaro).-

Di dunia ini produksi Baterai Lithium untuk Mobil Listrik Terkonsentrasi di 4 Negara. Yaitu Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan Polandia. Nanti bulan maret akan berdiri Indonesia Battery Holding. Pemegang sahamnya terdiri dari Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Masing masing menguasai saham 25%. Indonesia akan negara ke lima yang merajai pasar global akan baterai kendaraan. Kita akan menggunakan tekhnologi dar China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) dan Korea Selatan, LG Chem Ltd.CATL China juga merupakan penguasa pasar domestik China. CATL China akan jadi offtaker market dari Indonesia Battery Holding. LG Chem juga akan bertindak sebagai offtaker market. Elon Musk berbincang dengan Presiden Joko Widodo pada akhir tahun lalu. Dalam pembicaraan itu Jokowi menjabarkan potensi kendaraan listrik di Indonesia. Tesla sudah memastikan untuk menjadikan Indonesia bagian supply chain industri kendaraan listrik. Jadi secara bisnis, praktis kita sudah aman dari pasar. Pembiayaan proyek ini juga sangat pantastis. Bayangin aja. Di Batang ( Semarang) diatas kawasan 4.300 hektar akan berdiri industri terpadu. Investasi raksasa. Konsorsium BUMN MIND ID dan LG Eenergy Solution Ltd (LG) akan menggelontorkan investasi sebesar Rp. 142 triliun. Sebagian besar dana dari LG. Sementara Produsen China’s Contemporary Amperex Technology ( CATL) berencana menginvestasikan 5 miliar dolar AS atau setara Rp 70,6 triliun, untuk pembangunan pabrik baterai lithium. Dari Nindustri baterai ini, Antam akan dapat offtake market nikel. Industri baterai ini sangat strategis. Mengapa ? karena indonesia mempunyai bahan baku nikel melimpah. Kita termasuk produsen nikel terbesar di dunia. Dengan adanya konsorsium BUMN dalam industri baterai ini maka negara akan lead dalam pengolahan nikel dari hulu ke hilir. Tentu ini sangat tinggi nilai tambahnya bagi negeri ini. Dari 9 komoditi andalan kita yang selama jadi mesin devisa, kini bertambah satu lagi yaitu baterai. Ini bukan hanya sekedar baterai tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Kebutuhan baterai dari tahun ketahun terus meningkat. Pasarnya sangat besar. Pada Generasi saya, Indonesia melimpah minyak dan gas. Generasi saya bertanggung jawab terhadap kegagalan negara mengolah SDA bernilai tambah tinggi. Sampai kini tidak pernah mandiri dalam industri downstream MIGAS. Setelah SDA migas menyusut, begitu besar kerusakan lingkungan, kita tetap miskin. Itu karena kebijakan yang bodoh dan tolol. Di era Jokowi itu dikoreksi. Kita tidak mau mengulang kesalahan dimasa lalu.

1,5 rbTeuku Muda Yusuf, Budi Cahyono dan 1,5 rb lainnya194 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: