UVC 222 nm

Dilemma UV C Ketika saya lakukan indoor air quality di perkantoran, selalu saya temukan ozone. Temuan terutama dekat mesin fotokopi. Ketika covid datang saya lebih intens pelajari UVC. Ternyata ozone yang timbul di mesin kopi berasal dari UVC 185 nm yang berguna proses pengeprinan. UVC ini kurang efektif bunuh virus meskipun ada ozone yang membantunya.

Ketika saya masuk ke instalasi air minum kemasan, saya masuk ruangan berozone . Maksudnya sterilisasi air minum. Karyawan semua terpapar ozone. MCU yang dilakukan selama 5 tahun menunjukkan penurunan HB. Namun tidak significant Saya beli unit RO Reversed Osmoses, irit air minum. Walaupun air terbuang banyak. Ini dipakai buat cuci piring Setelah diperiksa di lab Sucofinfo Cibitung memenuhi syarat air minum.

Ada unit UVC tertutup. Ini pasti UVC 254 nm yang sebabkan cataract dan kanker kulit. Risiko kanker perlu waktu lama dan tidak semua orang bisa kena. Dr Handoyo mantan Direktur RS Premier Jatinegara pernah bilang bahwa kamar bedahnya disterilkan dengan UVC . Dinyalakan ketika tak ada orang. Umur lampu ini sekitar 1000 jam. Jadi tiap tahun mesti ganti.

AHRAE (mungkin maksudnya ASHRAE American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) dan Asosiasi UV sejak ada Covid meneliti lebih jauh mengenai peranan UV ini. Ternyata panjang gelombang 222 nm tetap efektif seperti 254 nm, namun tidak keluarkan ozone. Ozone bikin serak orang dan bau barang terbakar Jadi 222 nm ini bisa dipasang di tempat umum, seperti pasar, rumah sakit, bus, MRT dll. Saya tidak tega lihat pedagang kaki lima dikejar Satpol-PP. Mereka cari makan. Suruh saja mereka pasang UVC di lapak dan tokonya. Saya heran mengapa pemerintah tidak basmi virus yang berkeliaran di udara. Musuh kita adalah virus bukan manusia yang cari makan. Jika tak percaya kalau UVC 222 nm aman, boleh pilih mati karena virus secara cepat atau mati karena UVC yang lebih lama. Semua orang akhirnya akan qoid Buah simalakama. Dilema UVC. Sudjoko

-0-

Basmi virus di perkantoran.

Lihat di : https://Puridis.com

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: