Etik Penelitian Terhadap Manusia Sebagai Subyek

Rundown

Workshop Etik Penelitian Terhadap Manusia Sebagai Subyek:

RCR-RE (Responsible Conduct of Research and Research Ethics)

15-16 Agustus 2019, FEB-UI, Depok

Kamis (15 Agustus 2019): 8.00 – 12.00

Sesi I

  • Wawasan Etik Dalam Penelitian: Berpikir Ilmiah dan Berpikir Etik
  • : Perlukah Informed Consent?

Ishoma: Lunch (12.00 – 13.00)

Sesi II (13.00 – 16.00

  • Pemanfaatan Basis Data/Data Sekunder: Perlukah Persetujuan KEP (Komite Etik Penelitian)?          

Jum’at (16 Agustus 2019): 08.00 – 11.30 (Ishoma 11.30-13.00

Sesi III

Sesi IV: 13.00 – 16.00

Flanel Solar Desalination

Perubahan Desain Beserta Komponen untuk Replika Panel Desalinasi

Berikut adalah hasil diskusi untuk perbaikan prototipe pertama dari Flanel Solar Desalination yang merupakan hasil skripsi dari Khairul dan Febri. Oleh karena alat ini mau digunakan di kampung Bungin maka perlu ada perbaikan disana-sini. Diskusi berlangsung di lantai top-up gedung MRC tgl 09 Agustus 2019.

1. Material Pipa

Material awal adalah PVC, namun material tersebut tidak tahan panas saat alat sedang tidak beroperasi (tidak ada air yang mengalir) sehingga pipa memuai dan bengkok. Penggantian akan menggunakan material alumunium agar pipa lebih tahan terhadap udara panas daerah pesisir.

2. Karet Insulator

Pada desain awal karet diletakan diantara alas panel dan absorber (karet berada di dalam panel), untuk revisi desain bahan insulator akan menggunakan material yang berbeda (polyurethane) dan akan diletakan pada bagian luar panel sehingga panas yang masuk ke dalam panel lebih terjaga dan tidak keluar melalu bagian alas/belakang panel.

3. Alas Panel

Material awal dari alas panel adalah plat alumunium, namun di pasaran tidak terdapat lebar plat sebesar 1,2 m sehingga memerlukan 2 plat untuk alas. Penggantian akan menggunakan material ALCOPAN (Aluminium Composite Panel) yang memiliki ketersediaan dimensi lebih dari 1,2 m dipasaran sehingga tidak perlu menumpuk dua plat untuk alas.

4. Rangka Kondenser

Pada desain awal menggunakan 2 rangka, untuk pembaharuan yang akan dilakukan hanya menggunakan satu rangka.

5. Penyangga Rangka Kondenser

Penyangga rangka kondenser awal menggunakan siku alumunium yang ditempelkan pada panel, untuk pembaharuan penyangga akan menggunakan baut panjang sehingga rangka kondenser tidak bergerak namun masih mudah apabila ingin dilepas

6. Baut dan Mur

Baut dan Mur akan menggunakan material stainless steel agar lebih tahan karat dari cuaca hujan maupun panas serta apabila terkena angin laut.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Raldi Artono Koestoer, orang berdiri dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Baut dan Mur akan menggunakan material stainless steel agar lebih tahan karat dari cuaca hujan maupun panas serta apabila terkena angin laut.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Gak usah ngandelin pemerintah

Artikel berikut adalah salinan (copy paste) dari tulisan di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=zfTC7H0-_u4

Cerita Horor2 years ago (edited)Saya setuju bahwa setiap karya harus kita dukung semaksimal mungkin, tapi please tinggalkan mental minta dikasihani, minta diperhatiin pemerintah. Mau sampai kapan setiap ada karya kita langsung lempar ke pemerintah, seolah wajib hukumnya bagi pemerintah hadir di setiap project dan mendanai itu. Perasaan kreator di luar gak pernah teriak2 sama pemerintah mereka minta diperhatiin, minta didanai buat bikin drone, minta didanai buat bikin mobil listrik. Jangankan minta didanai, yang minta fasilitas pun gak ada. Mau sampai kapan? Lo punya karya? Punya penemuan? Taro karya lo di situs pendanaan umum kaya Kickstarter atau IndieGoGo sebagai langkah awal, minta dana sama orang di seluruh dunia! Kalau karya lo bagus dan prospeknya baik, mau minta didanain berapa? 10 M? Bisa!!! Mereka, orang yang mendanai karya lo di situs pendanaan umum gak akan minta apapun dari lo, mereka gak akan minta bagi untung, gak akan minta saham! Mereka murni bakal ngebantu lo kalau memang karya lo bagus. Sekarang pemerintah, yakin mau di backup sama pemerintah?? Gw bukan kreator, tapi kalaupun gw punya karya, gw justru gak mau terlalu banyak melibatkan pemerintah, karena apa? Ujung2nya ada “HARGA” yang harus kita bayar ke mereka, ada sesuatu yang harus kita kasih ke mereka, atau setidaknya ada sesuatu yang harus kita lakukan sesuai dengan “pesanan” mereka. Coba jalankan logikanya, sekarang lo punya karya dan pengen mengkomersilkan karya itu tapi gak punya modal. Terus lo masuk ke sarang singa dengan minta bantuan ke pemerintah. Setelah dibantu pemerintah dan proyek lo lancar, terus lo mau pasarin barang lo gitu aja?? Kata pemerintah: “Tunggu duluuuu,, enak aja lo! Udah gw danain, gw kasih fasilitas, sekarang mau dilempar ke pasar, ngeruk untung sebanyak2nya dan masuk ke kantong lo sendiri??? Gile lo ndroooo!? Gw sengaja nulis panjang lebar kaya gini biar orang2 yang dengan entengnya bilang dan maen lempar ke pemerintah setiap ada proyek kaya gini NGERTI. Karena logika kalian mungkin gini. Punya karya/project > Minta bantuan pemerintah > project lancar > lempar ke pasaran > untung besar > horeeeee!!! Jangan jauh2, kalian tau GOJEK?? Itu adalah karya anak bangsa yang sekarang bisa dibilang udah sukses. Apakah si pendiri dulu teriak2 ke pemerintah?? Mungkin gak akan sesukses sekarang kalau dari dulu GOJEK melibatkan pemerintah dalam pengembangannya. Lo tau Mark Zukcerberg? Lo tau Elon Musk? Lo tau Bill Gates? Lo tau Steve Jobs? Lo tau Jack Ma? Saat awal merintis, apakah mereka teriak2 ke pemerintahnya minta dibantuin, minta difasilitasi, minta didanain??? Engga! Karena mungkin mereka sama sekali gak kepikiran buat ngejadiin karya mereka itu sebagai “project” pemerintah. Jadi guys, gak semua project atau karya itu harus dilempar ke pemerintah. Project kaya gini gak bisa lepas dari dunia bisnis yang ujung2nya duit. Coba kalian pikir lagi, project2 kaya gini justru sayang kalau kita terlalu banyak melibatkan pemerintah, potensinya gak bakalan keluar a.k.a mendem/suram. Ini gw tulis semuanya dalam konteks pengembangan consumer products. Barang2 yang dicptain sama anak ini masuk dalam kategori consumer products BUKAN penelitian untuk kepentingan publik. Jadi aneh kalau ada yang bilang, kenapa lembaga riset pemerintah gak turun, kemana aja LIPI kok gak pernah nongol??? Helooooo…. ini menandakan bahwa pengetahuan kita tentang dunia startups dan hal-hal yang berkaitan dengan riset masih minim. Jangan sakit hati kalau gw bilang, sebenarnya gak ada kewajiban bagi pemerintah untuk turun tangan, ngebantu proyek2 kaya gini, karena ini murni bisnis, bukan riset atau penelitian. Kalau si anaknya emang pinter menfaatin peluang dan tau strategi yang tepat, dia bisa jadi kaya raya. Bukan malah sibuk nunggu uluran tangan pemerintah.

Belajar dari Blackout Kemarin

Belajar apa dari Blackout kemarin ?
Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan*

Blackout ibarat serangan jantung yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Setelah “operasi jantung” dilakukan, ada dua indikator si pasien dikatakan sehat. Pertama adalah detak jantung yang stabil, dan kedua tekanan darah pada batas normal. Dalam kasus Blackout kemarin, detak jantung dapat dianalogikan sebagai frekuensi sistem dan tekanan darah sebagai tegangan sistem. Dua indikator inilah yang terus dipantau secara seksama pada masa pemulihan. Frekuensi harus dijaga dengan mengatur daya aktif yang didapat dari asupan bahan bakar pada sistem pembangkit yang saling terhubung satu dengan yang lainnya, baik yang di Muara Karang, Jatiluhur dst, dan pengaturan tegangan dengan memperhatian besarnya produksi dan penyerapan daya reaktif dalam sistem.

Walaupun sistem interkoneksi se Jawa-Bali ini sudah menggunakan peralatan kendali dan proteksi yang otomatis dan canggih, namun masih mengharuskan peran manusia untuk mengoperasikannya dengan cara yang aman dan sesuai prosedur. Bila sistem ini tidak beroperasi sesuai parameter-parameter yang telah ditentukan, dapat mengakibatkan pemadaman bertingkat (cascade outages). Blackout memiliki dampak yang sangat besar, terhentinya transaksi bisnis, telekomunikasi dan internet, macetnya moda transportasi umum, terganggunya pelayanan kesehatan di rumah sakit, produksi manufaktur hingga terancamnya persediaan air bersih.

Tulang punggung/backbone dari sistem interkoneksi ini adalah sistem transmisi 500 kV yang kemarin terganggu, yang terbentang sangat panjang hingga ratusan kilometer demi menopang penyalurkan pasokan listrik dari pembangkit sampai ke beban industri dan perumahan.

Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh dunia dari tahun 2011 sampai 2019, pemicu Backout adalah sebagai berikut: 1. faktor cuaca yang tidak normal dan pohon tumbang (30%), 2. kecelakaan kendaraan – menabrak tiang/menara listrik (12 %), 3. binatang yang tersengat pada peralatan jaringan listrik (5%), 4. kerusakan alat dan kesalahan manusia (26%), 5. kelebihan beban (dibawah 1 %), 6. pemadaman terencana (6%) dan 7.faktor yang masih belum diketahui penyebabnya (20%). Walaupun demikian,ada kesepakatan bersama dari pada pakar kelistrikan dunia bahwa operator sistem tenaga listrik menjadi pusat perhatian dari setiap kejadian Blackout, terutama sejak kasus Blackout di Amerika Utara tahun 1965, jika operator sistem tenaga listrik mampu mengambil tindakan yang cepat dan tepat, maka Blackout dapat dicegah. Misalkan, faktor cuaca buruk menduduki prosentasi tertinggi, hal ini dapat diantisipasi dengan penyempurnaan sistem peramalan cuaca sehingga operator sistem tenaga listrik mendapatkan informasi yang akurat dalam mengambil tindakan. Sedangkan faktor peralatan yang rusak dan kesalahan manusia dapat dicegah dengan pemeriksaan dan jadwal pemeliharaan rutin yang dilakukan dengan mentaati standar operasi yang ada. Oleh karena itu sumber daya manusia di perusahaan listrik dituntut untuk terus mengasah kemampuan teknisnya agar dapat mengatasi segala dinamika pada sistem tenaga listrik yang semakin kompleks, terlebih dengan masuknya teknologi IoT (Intenet of Things) dan energi terbarukan kedalam sistem.
Membangun Smart grid (Jaringan Listrik Cerdas) itu penting, tetapi membangun Smart Engineer jauh lebih penting dan mendesak . Disinilah peran kolaborasi perguruan tinggi dan industri kelistrikan menjadi sangat strategis.

Listrik Dari Rumah (L-D-R)

Energi listrik adalah milik rakyat, bukan saja domain negara. Saat ini masyarakat luas dapat memenuhi kebutuhan listriknya sendiri dengan teknologi energi terbarukan dan energy storage seperti baterai yang sudah ada dipasaran dan harganya cenderung turun. Sehingga mereka dapat menentukan pilihan pemenuhan energi listriknya sendiri, apakah ingin tergantung sepenuhnya pada perusahaan listrik dengan menanggung segala konsekuensinya seperti resiko Blackout dan kenaikan tarif, atau menjadikan perusahaan listrik sebagai back-up listrik di rumahnya, sistem ini dapat beroperasi secara on-grid dan off-grid (terhubung dengan jaringan perusahaan listrik atau tidak), atau opsi ketiga, membangun sistem listrik mandiri tanpa terhubung dengan jaringan perusahaan listrik sama sekali full off-grid.

Semangat menghasilkan Listrik Dari Rumah atau penulis sebut dengan L-D-R, dapat dijadikan sebagai semboyan gerakan sosial masyarakat kota di Indonesia dan dicanangkan sebagai bagian dari gaya hidup baru. Gerakan ini akan memantik meluasnya pola hidup sehat, peduli lingkungan dan merubah sikap mental dari dependent menjadi independent, dari masyarakat yang pasif menerima energi menjadi masyarakat yang aktif menghasilkan energi. LDR juga akan merangsang tumbuhnya peluang bisnis usaha komponen peralatan kelistrikan dan jasa /services, khususnya teknologi energi terbarukan, seperti panel surya, power konverter dan beterai. Program pemerintah sejuta listrik atap baik yang on-grid ataupun off-grid sudah selayaknya digenjot dan bukan dipersulit, apalagi dinilai sebagai bentuk ancaman berkurangnya profit perusahaan listrik.

LDR, mengapa tidak ?

*) Direktur Pusat Riset Energi Terbarukan Kawasan Tropis (TREC) Fakultas Teknik Universitas Indonesia. email: ekodosen@gmail.com

Pak Eko Adi Setiawan, kacamata berjenggot dalam video berikut

Pengembangan Program Inkubator Bayi Gratis untuk Nusantara

Beberapa butir poin penting untuk program pengembangan inkubator bayi gratis, kami tuliskan dibawah ini:

  1. Agen Relawan sekarang berjumlah 90 entitas (individu, keluarga, yayasan, komunitas dan Rumah Sakit), berada di lokasi yang tersebar juga di 90 kota dan atau kabupaten. Targetnya 1 atau 2 tahun kedepan jumlah agen menjadi 300 agen, berarti juga tersebar di 300 lokasi seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua.
  2. Tipe lepas pasang. Tipe baru lepas pasang sebenarnya sudah dibuat. Inkubator mulai tipe G ini bentuknya knocked-down bagian atas (akrilik) saja. Namun secara volume sudah bisa berkurang separuh, berarti ongkir sudah berkurang 40%. Bagian bawah berupa boks kayu juga bulan-bulan mendatang ini akan dibuat knocked-down agar secara volumetrik bisa lebih kecil lagi sehingga pengiriman jadi lebih mudah dan lebih murah.
  3. Bikin mini-factory di 10 kota besar di luar Jawa misalnya untuk Sumatera di Aceh Medan, Padang, Palembang dan Lampung. Dengan demikian pengiriman ke tempat yang jauh bisa teratasi dengan mudah karena ada workshop yang bisa berproduksi dan lokasinya tidak terlalu jauh.
  4. Akan dibuat twin-incubator, inkubator untuk bayi kembar. 10-15% bayi prematur yang lahir dalam kondisi kurang berat dan kedinginan ini adalah bayi kembar. Jadi daripada meminjamkan 2 inkubator maka nanti cukup dengan twin-incub ini, karena 2 bersaudara berada dalam 1 unit inkubator ini saling menunjang secara mental. Yang lebih lemah merasa ada saudara kembarnya karena sudah bisa mendengar tangisan kakaknya yg lebih sehat.
  5. Demikianlah secara ringkas rencana pengembangan dari Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk seluruh Nusantara.

Semoga jadi satu buku

Saya cuplik sedikit chat di WA antara saya dengan ibu Maryati bagian publishing UI:

[17:17, 7/31/2019] Maryati UIPUB: Kalau sekarang ini sdg bnyk yg kami cetak Prof. Butuh sekitar 3-4 hari selesai Prof
[17:18, 7/31/2019] Raldi – UI Depok: oh ya gak masalah… kirain 2 mg… maksudnya bayar termin 2 nya 2 mg bisa gak ?
[17:20, 7/31/2019] Maryati UIPUB: Maaf Prof, ini utk proses cetak dan finishing. Kalau dg setting mgkn jadi semingguan. Kalau kami terima M,Word kami layout dulu lalu ada kesempatan koreksi 2x oleh Prof, setelah Ok siap cetak baru kami cetak setelah Prof tandatangani Persetujuan Cetaknya. Demikian Prof
[17:22, 7/31/2019] Raldi – UI Depok: Oh gitu ya… jadi proses sampai selesai bisa 2 – 3 mg krn pk 2x koreksi… Jadi bisa kah segera kami kirim ms wordnya…?
[17:33, 7/31/2019] Maryati UIPUB: Utk setting 104 halaman 1 hari tim setter kami dpt selesaikan Prof. Tinggal Prof koreksi, kalau cepat selesai lalu kembali ke kami utk kami revisi jk ada yg salah. Itu bisa cepat juga Prof
[17:35, 7/31/2019] Maryati UIPUB: Utk proses setting sampai buku jadi dg jumlah halaman 100an sekitar seminggu bisa selesai Prof.
[17:37, 7/31/2019] Maryati UIPUB: Oh, maaf Prof…ada yg terlewat oleh saya. Mengenai isbn. Sekarang ini pengajuan isbn-nya yg butuh waktu lama. Min 5 hr sampai 7 hr kerja. Jadi sebaiknya, kita bereskan dulu kep pelengkap dokumen pengajuan isbn spt cover buku, kata pengantar dan daftar isi. Sambil menunggu isbn keluar, kita proses setting isi buku dan Prof koreksi
[21:47, 7/31/2019] Raldi – UI Depok: Semua ini sudah ada <>
[05:25, 8/1/2019] Maryati UIPUB: Siap Prof….
[08:07, 8/1/2019] Raldi – UI Depok: ibu boleh kirim invoice nya dan saya kirim word versi format A5… Pembayarannya termin 1 saya transfer saja mel Rek bank
[08:10, 8/1/2019] Maryati UIPUB: Baik Prof, kami siapkan dok administrasinya. Maaf Prof, mohon info kemana kami harus mengirim berkas utk Prof tandatangani?
Terima kasih
[08:15, 8/1/2019] Raldi – UI Depok: FTUI Dep Teknik Mesin Gd MRC lantai 6 – Kampus UI Depok.
[08:18, 8/1/2019] Maryati UIPUB: Baik Prof. Kami akan kirim Form Persetujuan Pencetakan dan invoice. Terima kasih Prof
[12:05, 8/1/2019] Raldi – UI Depok: Ibu Maryati, berkasnya sdh saya tanda tangan, minta tolong petugasnya ambillagi di MRC lt 6.-
[12:10, 8/1/2019] Maryati UIPUB: Baik Prof.
Setelah ishoma teman saya akan ambil ya Prof..
Terima kasih..

-0-

Nah kliatan deh tuh, maksudnya ya. Benar… kami mau bikin buku, saya dan Rehan (beliau ini asisten saya dalam mengajar meneliti dan lainnya, bahkan sekarang saya sebut Kepala Asisten, kalau kita di Poitou-Charentes maka beliau dipanggil – Maitre d’Assistant). Judul bukunya : Tekanan dan Transduser Tekanan; Contoh Aplikasi dengan Arduino.

Tentu saja ini buku teknik, bagus buat pelajaran mahasiswa teknik atau juga politeknik. Sudah sejak tahun 2013 mau dijadiin, mundar-mundur mundar-mundur terus sampai 2019, Dengan amat dipaksakan. Akhirnya sampai juga dibabak final, nah komunikasi dengan penerbit diatas itu saya anggap bahwa buku ini 90% sudah akan jadi insha-Allah mohon doa anda.

Penulisnya jadi 3 orang, yaitu saya, Erman dan Rehan. Keduanya mantan murid saya. Buku ini berkisah tentang salah satu parameter yang penting dari tiga parameter pokok dalam Termodinamika, yaitu Tekanan (pressure). Dua lagi parameter itu adalah Temperature dan Volume. Seharusnya yang saya buat dulu adalah temperatur, namun karena bahan yang mau ditulis untuk parameter penting ini (bahkan ini paling penting sebenarnya) amatlah banyak, maka akhirnya materi itu hanya tersimpan di kepala saya saja. Sedikit sudah dikeluarkan di buku saya tahun 2005 yaitu buku Pengukuran Teknik tapi karena disini menyangkut banyak bagian fundamental dalam ilmu Thermal Transfer, kelihatannya masih perlu waktu lagi untuk mengkompilasinya agar bisa jadi kenyataan. Mohon doa anda semoga saya bisa mewujudkannya sebelum nyawa meninggalkan badan.

Kasi tahu teman

Kalau dulu blog saya adalah – koestoer.wordpress.com – Maka sekarang sudah berubah menjadi – koestoer.org – Tentulah karena sesuatu dan lain hal maka nama blog saya berubah, padahal di blog yang lama,click-nya sudah satu juta lebih.
Gpp lah ya, daripada gak nerusin blognya dan gak nulis lagi, kan lebih baik kita nerusin kebiasaan yang bagus, yaitu kebiasaan nulis. Saya selalu ambil contoh dari pakar literasi pak Satria Dharma yang tidak berhenti menganjurkan siswa-siswa atau juga kita-kita untuk rajin-rajin menulis dan membaca.
Baru sedikit saya tulis di blog baru ini, tapi mendinganlah, yang penting saya sudah mulai lagi menulis dari tadinya …muuaalleess… banget nulis. Itu dulu sementara dari saya.
BTW coba lihat salah satu tulisan yang dulu:…https://koestoer.wordpress.com/…/…/hamka-pujangga-nusantara/

Teman kena kanker usus

Tadi pagi saya mengunjungi teman SMA 3 yang terkena kanker usus. Ini kali kedua saya bezoek karena kali pertamanya tahun lalu sudah hampir setahun bulan Agustus tahun lalu. Suaminya senior saya waktu jadi mahasiswa UI dulu, bang NS. Teman CA ini HS namanya, badannya sudah kurus, kali ini saya benar-benar melihat ‘tulang berbalut kulit’, tentu saja sangat mengenaskan. Makan susah ‘mual’ katanya, muntah sih enggak, karena memang sudah gak ada lagi yang dimuntahin.

Sekalipun begitu saya lihat sinar kehidupan masih ada. Dikunjungi teman-teman SMA kelihatan beliau senang. Saya membawa AIR ROTASI (PH 8,5) walaupun saya tahu ada teman si Gusbeq yang selalu akan suplai air Zamzam, toh saya bawa juga air-rotasi ini mana tahu nanti mereka kehabisan Zamzam maka air ini akan berguna. Sudah 30 menit saya disitu datanglah serombongan teman SMA dulu dan yang banyak ya emak-emak tentu saja dipimpin oleh siapa lagi ‘the one and only’ named UNAS. Ramailah suasana kalo emak-emak ex anak SOS ini pada ngobrol. ADa juga 2 teman cowok si Anca ama si Yossy (pensiunan PLN) yang setia nemenin mereka sejak dari titik kumpul di Citos.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, termasuk Raldi Artono Koestoer, Yossi Yosobroto, Intan Habsjah Nugroho, Yulianti Dewi, dan Meilani Astuti, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Lihat foto mereka yang berkunjung ke Taman Galaxy bezoek HS. Lihat tebakan Facebook dengan sistem AI nya : Gambar mungkin berisi: 7 orang, termasuk Raldi Artono Koestoer, Yossi Yosobroto, Intan Habsjah Nugroho, Yulianti Dewi, dan Meilani Astuti, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Hebat ya FB, langsung dia bisa nebak nama-nama beberapa orang yang ada di foto, tapi si Anca dan Jeng-Ed, FB kayanya gak bisa nebak.

Belakangan saya lihat dari foto di WA ada si Pare ama Tatiek yang datang kemudian.

Yah paling nggak saya udah mulai nulis lagi di blog, dari tadinya sekian tahun absen karena tiba-tiba disuruh bayar oleh WordPress. Dan akhirnya saya nurut juga deh bayar….Abis bolg saya yang dulu isinya udah lebih dari 1700 page tidak bisa saya akses. Saya takut nanti di delete ama dia. Sayang dong, karena banyak kenangan tulisan saya disitu https://koestoer.worpress.com

Sekian dulu Guyz… 14.49 — 25 juli 2019.-

Pertama pada tahun ini

Apa artinya judul diatas ? Tentu saja sesuai dengan apa yang tertera dijudul, maka tulisan ini adalah tulisan pertama saya mulai ngeblog lagi setelah sekiaaaannn… lama… absen dari blog saya yang lama koestoer.wordpress.com. Disini saya mau cerita kenapa sebabnya saya absen 2 sampai 3 tahunan dari menulis di blog.

Tentu saja ada beberapa sebabnya, nah… Saya mau mulai dengan sebab yang pertama dulu. Anda tahu kan kalau saya banyak beraktivitas membantu pasutri muda yang punya bayi prematur dengan meminjamkan secara gratis inkubator bayi. Dalam kegiatan ini saya dibantu sekarang ini (Juli 2019) oleh tim kecil yang teridiri dari 4 orang termasuk saya. Mereka itu adalah Ibnu Roihan ST MT (the so called Rehan). Beliaulah yang jadi ‘Kepala Asisten’. Yang kedua Juan Karnadi ST (baru lulus setelah 1 tahun melar studinya) ahli IT dan call him self as ‘Digital Strategist’, lulus dari prodi Komputer DTE-FTUI dua minggu yang lalu. Yang ketiga Arbi Riantono, mantan murid skripsi saya sekian tahun lalu, kemudian berhenti studi ditengah jalan lalu sekarang lanjut di ISTN semester akhir. Arbi baru join satu tahun terakhir ini. Saya amat amat sangat sangat sibuk sibuk dan semangat semangat sekali ngurusin PEMINJAMAN INKUBATOR GRATIS INI. Itulah sebab pertamanya saya absen sebagai BLOGGER, 3 tahun terakhir ini. Karena semangat transceden dan esoteris itu (apa artinya tuh..) menyebabkan menulis dengan penuh konsentrasi untuk 1 halaman sekalipun saya tidak sanggup.

Sebab kedua, ini yang rada ngeselin saya. Blog saya itu under WordPress dan suatu saat ditutup dengan semena-mena oleh WordPress dan harus ditingkatkan menjadi blog berbayar, duh dari gratis menjadi berbayar sesuatu yang tak masuk diakal buat saya. Padahal saya blogger yang begitu setia pada WordPress. Karena rasa kesal itulah, maka saya menjadi malas untuk menulis lagi. Dan lagi kemalasan ini terpupuk juga oleh kesibukan ngurus peminjaman gratis inkubator diatas. Rasanya kalau sudah bisa menolong bayi prematur itu… GIMANA GITU… susah dikatakan, tidak ada duanya rasa itu (…mirip kata-kata lagu yah… nyaingin Taufik Ismail dong).

Yang ketiga… Wah ini yang terberat kayanya… Bener deh ini yang terberat menanggung beban perasaannya… Jadi apa itu ya ? Harap jangan diketawain… Ah jangan deh, gak usah saya bilang ah… Takut diketawain. Bilangin jangan ya, bilangin deh. Tapi saya mohon ijin 5 menit dulu ya… Mau nguras perut (skrg 07.35).-

07.41 udah kelar, balik ke laptop lagi. Jadi begini pemirsa, saya tuh walaupun udah tua usia sixty-five y.o. tapi cita-citanya masih banyak yang belum kesampaian. Udah gitu cita-citanya banyak lagi… duh gimana ya ? masalahnya cita-citanya itu gede-gede, besar-besar dan tinggi-tinggi. Jadi saya mau crita aja susahnya setengah mati. Jemari tangan saya ini aja gak cukup untuk menyatakan jumlah items dari cita-cita saya itu. Tapi daripada terus saya simpan didalam hati… saya takut suatu saat akan overpressure dan menjadi sangat explosive gitu. Karena itu satu dua akan saya sampaikan deh. Walau saya critain yang pertama, tapi ini bukan berarti yang paling penting ya, karena saya sebenarnya saya gak tahu mana yang penting mana yang nggak penting. Karena dalam perasaan saya semua ini berubah-ubah secara spasio-temporel.

So… maka cita-cita yang bisa saya sampaikan kepada anda pemirsa sejati saya, akan saya sebut dengan sebuah cara atau judul tanpa penjelasan… Bunyinya demikian:

SENIMAN SEJATI SEJATINYA SENIMAN BERKARAKTER SAINTIS BERJIWA HALUS MELEBIHI SUTRA BERNUANSA PELANGI TANPA NODA BERWARNA INFRA MERAH YANG TAK KASAT-MATA BERJENJANG TANPA NADA HILANG SENDIRI TANPA SEMBUNYI SANGAT JAUH WALAU SELALU DIHATI GEMULAI HANYA DALAM BAYANG-BAYANG BERGUNA BAGI SI MISKIN PENYEMBUH BAGI SI SAKIT PENGHANGAT BAGI YANG MENGGIGIL…

….

….

duh…tolong…tolong… jangan suruh saya untuk menjelaskan…saya tak sanggup…

Sekian dulu.-

Cipedak 13 Juli 2019, 08.13.-