Jalur Mendidik dan Jalur Meneliti

Oleh: Grace Suryani Halim

Tulisan ini merupakan komentar terhadap artikel dari Dr Sunu Wibirama di Liputan6.com yang berjudul – Tulisan ilmiah bagi dosen, seberapa pentingkah ? – Tentu saja artikel tersebut bisa dengan mudah dicari di internet baik dengan google atau di medsos (https://www.facebook.com/WibiramaSunu/?__tn__=kC-R&eid=ARClOern7yqv5A4t_CiR2U4zSs24OlBafgFTkpCZ_FuTbyr7dhiCAmIQQoL8BPaeVZa5isOb5e0PNLjtcPL1Czxs1EKumCsY06kjesmNyScWtBsnCG71HpycW7yqEiSKsPIw3JVxnouEgcKE3HOGhu55ukbr9BkC8DjV_). Namun yang lebih menarik bagi saya adalah sebuah komentar dari seorang pembaca sdri Grace Suryani Halim yang menyampaikan apa yang dialami sebagai seorang dosen oleh suaminya di negeri tetangga Singapura. Mari kita simak ceritanya. (Redaksi blog: Raldi A. Koestoer).

Dr. Sunu Wibirama:
Terima kasih untuk tulisannya. Urun rembug.

NUS school of computing juga punya dual tracks. Yang research tracks and teaching tracks. Kalau research tracks : research fellow, assistant prof, associate prof, full prof . Semuanya harus S3 tentu saja 😬

Teaching tracks (ini jalur suami saya) : Instructor, lecturer, senior lecturer, associate prof. Teaching tracks so far bakal stop di Associate Prof. Sejauh ini belum pernah ada Full Prof dari teaching tracks.
Jalur teaching tracks sedikit lebih panjang drpd research tracks. Dan requirements nya pun banyak. Seperti harus membuat buku/alat pengajar yang dipakai di University2 lain ataupun di level international. Harus mengembangkan alat pengajar (https://visualgo.net/en ) itu tools yang dikembangkan oleh suami saya dan timnya. Harus punya teaching score yang bagus. NUS punya Annual Teaching Excellency Awards. Baik di fakultas level maupun di university level. Dan juga harus menonjol di service. Suami saya puji Tuhan dipercaya jadi head coach dari International Olympiad of Informatics (IOI) dari Singapore dan coach untik competitive programming.

Universitas kelas dunia biasanya punya banyak talent2 di dua tracks tersebut. Seperti yang Bapak share di tulisan Bapak.
Research tracks berguna untuk memastikan nama univ dikenal di kalangan international dengan riset2 yang berguna bagi dunia. Research tracks juga mendatangkan uang, lewat research grants yang didapat.

Jadi ingat pembicaraan dgn suami beberapa tahun silam. Gelar Full tenure professor itu sebenarnya diberikan bukan utk gaya2, tapi supaya para prof itu BERANI melakukan riset2 yang cutting edge, yg butuh bertahun-tahun (like Prof Frances Anders perempuan pemenang Nobel Kimia thn 2018 yang sudah meneliti enzyme dari thn 1980 en baru breakthrough bbrp tahun terakhir 😬) . We need more long term research like that. Dan karena itu ada gelar professor supaya mereka2 ini bisa bebas berkarya tanpa embel2 takut dipecat krn tidak memberikan hasil (dalam waktu singkat).

Tapi sebaliknya juga perlu dosen2 yang dedicated to teaching, yang mengembangkan alat ajar, menulis buku2. Krn well jarang dosen yg bagus di riset en pinter ngajar 😆😆😆. Semoga di Indonesia ada perbaikan ke arah yang lebih bagus.

Kita punya banyak talenta di diaspora. Org2 indo kayak suami saya banyak kok. Tapi yang bener2 berprestasi biasanya ga terkenal, krn sibuk riset dan sibuk kerja 😆😆 tTapi sebagian besar ga mau balik indo. Karena ya … office politik. Birokrasi yang mbulet. Dan gaji yang kecil.

Yah semoga ada banyak perbaikan di dunia kampus Indonesia. 🙂

Dzikir Keimanan dan Imunitas Tubuh

Dzikir Yang Benar & Baik, Menyehatkan
Untuk kita amalkan!

OLEH: AGUS MUSTOFA

SUATU ketika saya diundang oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, untuk ikut menguji seorang kandidat doktor dalam sidang terbuka. Promotornya adalah Prof Dr dr Suhartono Taat Putra MS, yang pakar psycho-neuro imunologi (PNI). Sedangkan mahasiswanya adalah seorang dokter umum yang mendalami ilmu agama di Pasca-Sarjana IAIN, dan kemudian mengambil disertasi S-3 tentang dzikir terkait dengan kesehatan.

Saya sangat antusias dengan undangan itu, meskipun awalnya tidak tahu kenapa saya diundang untuk ikut memberikan pertanyaan bersama para guru besar di Fakultas Kedokteran. Karena, selain saya bukan lulusan Fakultas Kedokteran, saya juga bukan guru besar yang layak untuk menguji kandidat doktor. Apalagi background formal saya adalah teknik nuklir.

Tetapi, Pak Taat lantas menjelaskan alasannya kenapa mengundang saya. Di antaranya, dia menganggap saya sebagai seorang praktisi dzikir yang sudah memberikan pelatihan-pelatihan tentang itu. Dan juga sudah menulis buku-buku tentang dzikir secara medical-science, yang sangat berimpitan dengan bidang yang sedang dia geluti, yakni PNI. Di antaranya adalah “Dzikir Tauhid”, “Menyelam ke Samudera Jiwa dan Roh”, “Bersatu dengan Allah”, dan “Energi Dzikir Alam Bawah Sadar”.

Mahasiswa yang sedang dia bimbing itu mengambil tema disertasi “Pengaruh Dzikir pada Kadar HSP-72 sebagai Indikator Peningkatan Imunitas Tubuh”. Yakni, sebuah proses pembuktian bahwa dzikir yang baik bisa meningkatkan kualitas kesehatan seseorang karena daya imunitasnya meningkat. Dalam disertasinya, hal itu memang terbukti. Imunitas para anggota majelis dzikir yang ditelitinya secara statistik meningkat. Tandanya, adalah peningkatan secara signifikan kadar hormon heat shock protein (HSP-72) di dalam darah mereka.

Untuk melengkapi disertasinya, dalam forum itu saya memberikan pertanyaan dan tinjauan dalam sudut pandang berbeda. Bahwa, secara ilmiah, memang sudah terbukti dzikir bisa meningkatkan imunitas tubuh. Namun, yang menarik adalah ketika dia mengaitkan pembuktian itu dengan mengutip ayat Alquran berikut ini.

QS Ar Ra’d (13:28), “(yaitu) orang-orang yang BERIMAN, dan hati mereka menjadi TENTERAM dengan BERDZIKIR (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan berzikir kepada Allah-lah hati menjadi tenteram.

Maka, saya memberikan pertanyaan dan pembahasan seputar keterkaitan ayat itu dengan disertasinya. Ada tiga parameter yang terkandung di dalam ayat di atas. Yaitu, beriman, berdzikir, dan rasa tenteram. Yang kemudian dikaitkan dengan peningkatan kadar HSP-72 sebagai indikator kesehatan. Jika dirumuskan dalam sebuah kalimat, keterkaitannya akan menjadi sebagai berikut: seseorang yang BERIMAN jika BERDZIKIR akan menghasilkan KETENTERAMAN batin, dan dampaknya adalah meningkatnya kadar hormon HSP-72, sehingga memperbaiki daya IMUNITAS tubuhnya.

Jadi, imunitas tubuh seseorang yang berdzikir itu akan mengalami peningkatan seiring dengan kadar HSP-72. Sedangkan kadar hormon ini di dalam darah dipengaruhi oleh rasa tenteram dalam jiwanya. Selanjutnya, perasaan tenteram tersebut terjadi jika kita selalu mengingat Sang Maha Kuasa dengan cara berdzikir. Dan kualitas dzikir itu ternyata sangat dipengaruhi oleh TINGKAT KEIMANAN.

Maka, sebagaimana saya jelaskan pada tulisan-tulisan yang lalu, keimanan adalah kunci dari kualitas ibadah kita. Jika keimanannya buruk, kualitas ibadahnya pun akan ikut-ikutan buruk. Sebaliknya, jika kadar keimanannya meninggi, kualitas ibadahnya pun ikut meninggi.

Keimanan adalah keyakinan yang berbasis pada keilmuan. Artinya, orang yang beriman itu bukanlah orang yang dipaksa-paksa untuk percaya dan meyakini segala aktivitas keagamaan ini, melainkan orang yang sudah memahami secara ilmiah, sehingga memperoleh keyakinan yang kuat atas apa yang dilakukannya.

Itulah sebabnya, dzikir yang tidak didasari oleh pemahaman yang baik tidak akan bisa menghasilkan ketenteraman jiwa secara substansial. Dan karenanya, tidak akan menimbulkan peningkatan kadar HSP-72. Yang akhirnya, juga tidak berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan. Itulah yang saya sebut sebagai dzikir yang sekadar terjebak pada ritual belaka.

Agar dzikir berdampak secara lahir dan batin, dzikir harus dimulai dengan keimanan. Dengan kepahaman atas kalimat-kalimat yang kita dzikirkan. Jika tidak faham, hampir bisa dipastikan dzikir kita tidak berkualitas dan tidak memberi efek yang seharusnya. Di level ini, objektivitas sudah kalah oleh subjektivitas. Atau, lebih tepat lagi, objektivitas hanya merupakan dampak saja dari subjektivitas. Yakni, peningkatan HSP-72 yang diukur secara objektif itu ternyata adalah hasil dari olah batin yang bersifat subjektif.

Membaca kalimat dzikir yang sama dalam sebuah komunitas dzikir, belum tentu menghasilkan dampak yang sama bagi setiap anggotanya. Tergantung pada kefahaman dan penghayatan kita terhadap apa yang sedang kita kerjakan. “Berisi” ataukah tidak, secara spiritual. Jika “berisi”, maka hasilnya signifikan. Semakin “berisi”, semakin dahsyat dampaknya. Jadi, keimanan adalah soal “mengisi” bobot spiritual pada aktivitas yang kita lakukan.

Semakin berbobot –semakin tepat frekuensinya dan semakin besar intensitasnya– maka semakin besar pula energi yang terkandung di dalamnya. Yang jika diresonansikan kepada apa pun dan siapa pun, akan mentransfer energi yang besar sebagaimana telah kita bahas di tulisan sebelumnya. Termasuk, menjadi sangat bermanfaat buat kesehatan kita.

Karena itu, tidak mengherankan, dalam sejumlah kasus kedokteran praktik dzikir ini bisa digunakan sebagai media terapi untuk menyembuhkan penyakit. Bahkan, pada kasus-kasus yang sangat parah dan hopeless. Misalnya, pada seorang kawan saya yang terkena kanker otak stadium empat. Dokter sudah memvonis tidak mungkin disembuhkan. Dan sisa usianya tidak akan lebih dari tiga bulan.

Tetapi sungguh ajaib, ketika dia yang sudah putus asa itu menjalani dzikir intensif dengan sepenuh kepasrahan kepada Sang Maha Penyembuh. Keterjepitan dan keyakinannya kepada Sang Maha Pemurah sedemikian besarnya, sehingga memberi “bobot” spiritual yang sangat dahsyat pada ibadahnya. Dan dampaknya pun menjadi luar biasa.

Kanker otak yang sudah membuatnya kejang-kejang itu, semakin lama semakin meluruh. Daya tahan tubuhnya meningkat. Kemampuan homeostasis dalam sistem imunitas tubuhnya menjadi sedemikian aktif menghancurkan sel-sel kanker di dalam kepalanya. Dan tiga bulan kemudian dari saat divonis oleh dokter itu ia bukannya meninggal dunia, tetapi justru menjadi lebih sehat. Dan lima tahun kemudian dia duduk satu meja dengan saya sebagai narasumber dalam sebuah seminar di sebuah perguruan tinggi di Malang: dia telah sembuh dari Kanker nya! Subhanallaah.

QS Asy Syu’araa (26: 78-80) . “(Allah) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku (ke jalan yang lurus), (dan) Dia (pula) yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkanku…”

Wallahu a’lam bissawab. (*/zal/k1)

Sumber :
https://m.kaltim.prokal.co/read/news/26303-zikir-yang-baik-menyehatkan..Rahasia 19.@ji.by.928.F

In Memoriam Dr Jose Rizal MER-C

Telah wafat pagi ini (20-01-2020) seorang pahlawan kemanusiaan Dokter Jose Rizal penggagas berdirinya MER-C dan juga Rumah Sakit Indonesia di jalur Gazza. Beliau seorang dokter orthopaedi, yang membaktikan dirinya untuk menolong korban perang utamanya didaerah Timur Tengah jalur Gazza. Beikut ini sebuah tulisan dari Dokter Rahyu Salim SpOT yuniornya dari FKUI.-

-0-

Bang Jose

“…jadi orthopaed ya tetap harus turut berjuang…”kata bang jose saat rehat disalah sebuah symposium. Saya lupa tepatnya pada tahun berapa namun yang saya ingat adalah pada waktu itu saya dan beliau sama sama baru selesi shalat zuhur di mushala salah sebuah hotel.
Beliau hadir saat itu menjadi moderator dalam sebuah pertemuan ilmiah ahli orthopaedi. Topik yang beliau moderasi tentunya sudah bisa anda tebak pasti tidak jauh dari bencana kemanusiaan yang terkait langsung dengan cidera di bidang muskulo skeletal.

Beberapa kali bertemu beliau di daerah bencana di Indonesia memang membuat saya kagum atas kekonsistenan beliau. Beliau sangat satu antara perbuatan lisan dan pemikiran.
Hal ini bisa saya liat dari pemikiran pemikiran beliau ketika berdiskusi di beberapa WAG.

“…kalau ente mau jadi orthopaed jadi lah orthopaed yang hebat sekalian….jangan setengah setengah…” masih terbayang bagaiamana bang jose memberi arahan kepada saya dan teman teman saat diskusi disela sela coffee break itu. Gaya bicara beliau yang berapi api membuat kami mengangguk angguk sambil bertanya tanya pada diri sendiri apa saya bisa.

Banyak nasehat nasehat kepada kami orthopaed junior yang diwejangkan beliau. Tidak hanya sebatas ilmu orthopaedi tetapi menjadi karakter orthoaped yang siap berkorban. Orthopaed yang selalu memikirkan ummat memikirkan kemanusiaan dan memikirkan kebangsaan.

Hadir bersama bang jose menurut saya akan selalu ada banyak nasehat, banyak pemikiran dan motivasi. Paling tidak itu yang saya rasakan selama ini berinteraksi sebagai junior beliau.

Berita di WAG hari ini mengagetkan saya. Bang Jose telah menghadap sang Penciptanya. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.
Selamat Jalan Bang Jose.
Amal baik mu akan dikenang banyak orang dan akan menjadi saksi peringan hisabmu nanti.

Terima kasih wejanganmu yang tiada henti utk kami juniormu…kami siap melanjutkan cita cita baikmu untuk ummat untuk rakyat untuk bangsa.
Kami siap menjadi orthopaed hebat sehebat hebatnya..

Selamat berbahagia di alam sana….Bang

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan teks
Dokter Joserizal wafat 20012020

Zarathustra di Yazid Iran

Zarathrustra adalah agama kuno Parsi yang muncul abad ke 17 Sebelum Masehi. Jadi jauh sebelum Islam dan Kristen. Pusatnya ada di kota Yazid Iran. Yazid lebih sering ditulis disana dengan Yazd saja, 440 km dari Shiraz kota besar di Selatan Iran.

Kota ini merupakan pusat agama Zarathustra atau Zoroaster (bah Yunani). Orang Islam menyebutnya Majusi. Kuil api itu adanya di kota ini. Sekarang masih digunakan namun menjadi tempat turis yang sangat menarik.

Konsep Ketuhanan [suntingan Wikipedia]

Di dalam ajaran Zoroastrianisme, hanya ada satu Tuhan yang universal dan Maha Kuasa, yaitu Ahura Mazda.[3] Ia dianggap sebagai Sang Maha Pencipta, segala puja dan sembah ditujukan hanya kepadanya.[3] Pengakuan ini adalah bentuk penegasan bahwa hanya Ahura Mazda yang harus disembah di tengah konteks kepercayaan tradisional masyarakat Iran yang kuat dengan pengaruh politeisme.[5]

Simbol Tuhannya adalah Ahura Mazda, lihat gambar orang dan sayap garuda. Nabinya ya dipanggil Zoroaster itu, Wafat usia 77 th.-…. BTW agama atau kepercayaannya Freddie Mercury pemimpinnya the Queen yang terkenal itu adalah Zarathustra ini karena memang aslinya dia orang Parsi.

Tentang Uyghur

Dina Sulaeman

28 Desember 2018 · 

Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi

Kasus Uyghur sebenarnya pengulangan dari konflik-konflik lain yang disikapi emosional oleh orang Indonesia. Jadi, ini adalah tulisan ‘metodologis’, tentang bagaimana cara kita menyikapi konflik yang terjadi nuh jauh di luar sana.

Mengapa ini penting? Karena melelahkan sekali, juga tidak mungkin, bila kita harus mengecek satu-satu setiap isu yang disebar; perlu langkah metodologis yang kita kuasai sehingga dengan cepat mampu menangkap ‘bau’ hoax.

Tahap pertama: FAKTA

Fakta artinya: benarkah terjadi? Ketika disebut “orang Muslim dibunuh pemerintah China” atau “orang Sunni dibunuh orang Syiah”, perlu dicek (1) benarkah terjadi? (2) kalau benar, dalam kondisi apa, atas alasan apa?

Kasus :

-Ada foto orang yang dihukum gantung, diberi caption: orang Sunni di Iran (penyebarnya, antara lain akun seorang ustadz, dan akun pkspiyungan). Saat dicek, ternyata dia adalah pembunuh 5 perempuan yang dijatuhi hukuman gantung tahun 2011. Sama sekali tidak ada info, orang ini Sunni atau Syiah. Jika Sunni, apakah bila dia membunuh, dia tidak boleh dihukum? Di Indonesia, para teroris yang meledakkan bom itu juga mengaku Sunni [padahal Wahhabi].. apa ketika pengadilan RI menjatuhkan hukuman kepada mereka, pemerintah disebut ‘anti Sunni’? [1]

-Orang-orang pro-IM dan HTI di Indonesia selalu menyebar hoax bahwa rezim Assad-Syiah adalah pembantai Sunni. Yang mereka jadikan dalil: pembantaian di Hama tahun 1982. Ya benar, ada pembantaian di Hama 1982 dan korbannya Sunni. Tapi, mereka adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang melakukan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Hafez Assad; ayah dari Presiden Suriah yang sekarang. Pertanyaannya: pemerintahan (menteri2) Suriah sejak dulu sampai sekarang diisi mayoritas Sunni; apakah IM di Hama dipersekusi akibat aksi kudeta bersenjata atau karena Sunni-nya?

[Antara lain yang menulis soal ini, Maimon Herawati yang baru-baru ini viral soal Blackpink, saya jawab di sini: 2].

-Kelompok tertentu gemar menebar info bahwa kaum Rohingya dibantai oleh kaum Budha-pembenci-Muslim. Bahwa kaum Rohingya didiskriminasi dan ditindas oleh Junta Myanmar, adalah benar. Kemlu RI sudah mengkonfirmasi nasib buruk mereka [dan bahkan sudah melakukan banyak hal untuk membantu]. Tapi, benarkah itu dilakukan Junta Myanmar atas alasan ke-Islam-an? Kalau memang Islam-nya yang dibenci, mengapa orang-orang Muslim lainnya hidup baik-baik saja di Myanmar, dan masjid-masjid berdiri aman di sana? [3]

-Orang-orang Uyghur, sejumlah SATU JUTA orang konon direpresi oleh pemerintah China dengan alasan: karena mereka Muslim. Benarkah? Dari sisi angka, sangat bombastis. Satu juta itu banyak sekali, sangat berbau hoax [buat yang ‘alarm’-nya sudah terasah].

Lalu, sumber beritanya dari mana? Ternyata dari media-media mainstream Barat. Cek lagi, siapa yang jadi narasumber mereka. Yang paling sering dikutip adalah World Uighur Congress, sebuah organisasi yang didanai oleh NED, sebuah lembaga AS yang punya rekam jejak panjang dalam memobilisasi kudeta dan mengatur upaya propaganda menjatuhkan rezim-rezim yang menentang agenda Washington [ini akan saya tulis lebih lanjut di bagian 2].

Lalu, foto-foto dan video yang tersebar, sudahkah dicek dengan google image, hoax atau bukan? Pengalaman saya meneliti Suriah, saya menemukan sangat-sangat banyak foto hoax (misalnya, gambar anak kecil ditembak tentara Israel, disebut anak kecil dibantai Assad). [4].

Bagaimana dengan foto-foto Uighur? Saya harap, anak-anak mudalah yang aktif gotong-royong ngecek. Sudah cukup saya 7 tahun ‘mengawal’ perang Suriah, udah capek. Saya kasih petunjuk metodologis aja.

Selanjutnya, cara berpikir ilmiah/akademis adalah: dengarkan sanggahan dari pihak yang berlawanan. Pemerintah China sudah mendatangi berbagai pemerintahan negara-negara Islam untuk menjelaskan duduk persoalannya. Kamp yang disebut-sebut itu ternyata kamp deradikalisasi dan ini terkait dengan bergabungnya 20.000 lebih orang Uighur dengan ISIS di Suriah. [akan saya tulis di bagian ke-2]

Nah… dari semua kasus yang saya kasih ini, bisa dilihat betapa kita perlu memisahkan mana yang FAKTA, mana yang FAKTA + framing, mana yang HOAX.

Sebelum sampai tahap YAKIN, sangat salah bila kita menyikapinya dengan emosional. Tunggu dengan sabar. Membaca dengan lebih dalam, baca dari 2 sisi.

TAHAP 2: Bila YAKIN faktanya benar, barulah dianalisis dengan kepala dingin. Menganalisis itu tidak dengan cara cocok-cocokan (misal: tuh, kan orang China memang jahat! Usir orang China dari Indonesia!) tapi dengan basis logika dan teori yang jelas, supaya bisa masuk ke tahap 3 [contoh analisis teoritis, nanti di bagian 2]

TAHAP 3: Solusi/rekomendasi

Contoh, adalah benar bahwa kaum Rohingya dan Palestina sedang tertindas. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia? Melakukan upaya diplomasi kemanusiaan? Atau kirim pasukan jihad? Atau usir Dubes Myanmar? Atau GANTI PRESIDEN?

Ketika solusi yang diberikan TIDAK NYAMBUNG, maka bisa disimpulkan, si pembawa pesan [orang yang heboh mengangkat isu ini] tidak benar-benar sedang memperjuangkan nasib Rohingya/Palestina/Uyhgur.

Kalau benar pemerintah China bersikap jahat ke orang Uyghur, mengapa PRESIDEN RI yang harus diganti? Bukankah kejadiannya di China sana?

Sekedar kilas balik: apa mereka yang dulu heboh luar biasa menuntut pemerintah menampung pengungsi Rohignya dan heboh menggalang dana benar-benar tulus? Kalau ya, mengapa mereka sekarang diam ketika Pemprov Aceh kewalahan mendanai para pengungsi Rohingya itu? Kemana dana yang dulu mereka kumpulkan dari rakyat Indonesia? Apa semua diserahkan ke para pengungsi atau 30-60% dipotong dengan alasan ‘operasional’?

Sebaliknya, mengapa mereka tidak pernah mengapresiasi Kemenlu yang selama ini jungkir-balik melakukan berbagai upaya diplomatik mengurusi kasus Rohingya?

Demikian untuk sementara. Ingat ya, ada 3 tahap: pastikan faktanya apa [bukan fakta+framing]; lalu analisis dengan berbasis logika dan teori; dan berikan rekomendasi yang nyambung, bukan salah sambung.

Ketika ada pihak-pihak tidak melakukan 2 tahap pertama dengan benar lalu masuk tahap ke 3 (kasih rekomendasi/solusi) dengan tak nyambung, Anda akan paham, mereka sebenarnya siapa.

(Ini from Raldi: Saya sdh pernah ke Xinjiang, dan aman-aman saja disana).-


[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/jundullah-teror-di-ir…/
[2] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/tanggapan-untuk-maim…/…
[3] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/rohingya-dan-analisis…/
[4] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/surat-terbuka-tentang…/

Perubahan yg sudah dan segera terjadi

Selamat Datang Di Masa Depan
(tidak ada salahnya mencerna Nadiem)

Beberapa prediksi menarik :

  1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.
  2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian.

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

  1. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.
  2. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.
  3. SPBU atau pomp bensin akan hilang.
  4. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik.

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

  1. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.
  2. Industri batu bara akan hilang.

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

  1. Rumah2 akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid.

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

  1. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.
  2. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia.

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

  1. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang… dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.
  2. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mem-foto menggunakan film?. Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?.
  3. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore.

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

  1. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.
  2. Lupakan buku ‘Kejutan Masa Depan’, ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.
  3. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.
  4. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.
  5. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun.

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

  1. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia.

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

  1. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan.

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia.

Jadi jika anda belajar hukum, berhentilah segera. Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

  1. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.
  2. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.
  3. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan.

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda.

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya sim dan tak pernah be back homev CV memiliki mobil.

  1. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.
  2. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

  1. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

  1. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model2 hybrid.
  2. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu.

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

  1. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.
  2. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.
  3. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.
  4. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.
  5. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.
  6. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut.

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

  1. Perusahaan energi fosil sedang berusaha mati2an membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut – teknologi tidak akan bisa dibendung.
  2. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini.
  3. TV dan Koran akan mati dengan sendirinya, siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecik orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.
  4. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah swa Mandiri tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut ‘Tricorder’ dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda.

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

(Bahan dari medsos, WAG).-

NEM IPK Ranking Tak Ada Gunanya

Untuk Nadiem Makarim, BRAVO.!!! :

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3)

Kemudian sy mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30

Sementara faktor IQ pada urutan ke-21
Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah Tidak masalah.

NEM anak anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

  1. Kejujuran (Being honest with all people)
  2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
  3. Mudah bergaul (Getting along with people)
  4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
  5. Kerja keras (Working harder than most people)
  6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
  7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
  8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
  9. Hidup teratur (Being very well-organized)
  10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

✊✊✊✊✊✊✊✊
Mengejar kecerdasan akademik semata hanya akan menjerumuskan diri sdiri.

Amin… 🤗🤗🤗