Rekening Gaib

Dari WAG

-0-

Bismillah..

9 Rahasia REKENING GAIB sepanjang masa:

  1. Rekening yang pertama belilah sarung atau mukena. Lalu sedekahkanlah di masjid yang ramai di sekitar kota Anda yang Anda tahu. Maka setiap kali orang memakai sarung atau mukena yang Anda sedekahkan ini, maka pahala orang yang sholat ini pun juga akan mengalir kepada Anda selama sarung dan mukena ini dipakai.
  2. Rekening yang kedua, berikanlah sumbangan kepada masjid yang sedang direnovasi atau dibangun. Nggak perlu harus besar, kecil pun tak masalah yang penting Anda menjadi bagian darinya. Bisa nyumbang biaya per meternya, atau beliin 1 kardus keramiknya, 1 sak semennya bahkan 1 keran pun tak jadi soal. Maka selama masjid ini berdiri dan dipakai untuk sholat, pahala pun akan terus mengalir untuk Anda.
  3. Rekening yang ketiga, belilah Al Quran. Lalu letakkan di masjid-masjid atau di rumah-rumah tahfidz. Hadiahkan Qur’an ini. Maka selama Qur’an ini terus dibaca, berharaplah setiap hurufnya akan menjadi pahala bagi Anda juga.
  4. Rekening yang keempat, bersedekahlah kepada sekolah atau madrasah yang mengajarkan Qur’an. Salah satu alasan kenapa saya mendirikan sebuah TPA dan TK adalah karena di dalamnya Qur’an diajarkan. Dan setiap kali Qur’an dihapalkan oleh anak-anak, hingga nanti dia dewasa
    menggunakannya dalam sholatnya, insyaallah, saya pun akan mendapatkan pahalanya. Karena terhitung sebagai pembuka jalan kebaikan.
  5. Rekening yang kelima, tanggunglah kehidupan seorang yatim. Jika Anda berani dan mampu maka tanggunglah kehidupan seorang yatim. Ini seperti membeli nyawa kedua. Mungkin kita akan lebih dulu tua dan meninggal. Maka saat itu terjadi, sementara anak yatim yang pernah kita asuh masih tumbuh. Seluruh amal kebaikannya pun akan menjadi wasilah bagi bertambahnya hitungan amal kita pula. Kalau belum punya cukup kemampuan, minimal bayarin SPP bulanannya di sekolah.
  6. Rekening yang keenam, tanggunglah makan seorang guru atau ustadz. Seorang guru yang mengajar setiap hari dengan ikhlas, mengajarkan kebaikan ke banyak anak sepanjang hidupnya. Jika kita ikut berbakti menanggung kehidupannya, maka kita pun akan memiliki rekening amal seperti yang guru tersebut punya. Karena kita adalah yang ikut membantu beliau untu terus mampu memperpanjang nafas dakwahnya.
  7. Rekening yang ketujuh, tanamlah sebuah pohon. Menanam pohon akan sangat bermanfaat. Apalagi jika pohon ini mampu hidup ratusan tahun. Selain membantu menyediakan oksigen, barang siapa yang berteduh di bawahnya pun akan terhitung menjadi catatan amal kebaikan kita. ini seperti memiliki pohon amal yang tiap saat bisa dipetik tanpa mengenal musiman.
  8. Rekening yang kedelapan, belilah kursi roda. Lalu sedekahkanlah ke klinik atau rumah sakit atau panti jompo. Maka setiap kali kursi roda ini termanfaatkan. Bisa Anda bisa bayangkan amalanamalan baik ini pun akan terus mengalir untuk Anda.
  9. Rekening yang kesembilan, yang paling murah diantara semuanya. Sebarkanlah tulisan ini jika Anda merasa bahwa ini bermanfaat. Maka apapun perbuatan baik yang akan lahir setelah orang membaca artikel ini, semoga itu pun menjadi catatan amal kebaikan Anda. Karena lewat membagikannya, Anda sudah menjadi pembuka jalan kebaikan dan menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain. Itulah bonus terakhir yang bisa saya berikan untuk Anda. Saya harap ilmunya benar-benar Woow untuk Anda semua dan yang lebih penting, ini semua bisa bekerja untuk Anda. tentu hanya jika Anda mau melakukannya dengan serius dan konsisten. Terima Kasih.. dan semoga bermanfaat. Salam dari saya untuk keluarga Anda di rumah..
    Marhaban ya ramadhan

Jika anda tergerak untuk mendapakan pertolongan Allah, maka lakukan lah

┅┅══✿❀📚❀✿══┅┅

Bagi Yang Ikut Menyebarluaskan Tulisan Inspiratif Ini, Kami Doakan Agar ALLAH Menjadikan Dia & Anak Keturunannya “Pemimpin atau Pengusaha Muslim Yang Sukses Dunia Akhirat”

Wallahu a’lam bish showaab

 •◎❅❀❦❖l❖❦❀❅◎•

Ebook Perpindahan Kalor Raldi AK

Ebook Perpindahan Kalor ini adalah buku yg diterbitkan oleh Penerbit Salemba Teknika pada tahun 2002. Setelah sekali cetak kemudian tidak dicetak lagi jadi kemungkinan kalau ada dipasar maka itu adalah versi bajakan. BTW file softcopynya masih ada jadi kami buat jadi ebook saja agar bisa lebih mudah ditransfer tanpa perlu ongkir. Isinya secara garis besar bisa dilihat di video ini utamanya menyangkut Konduksi dan Konveksi berikut contoh soal. Versi Ebook ini untuk umum ganti biaya nya 70K dan tentu saja untuk mahasiswa (S1 – S2 – S3) ada korting sebesar 50% jadi hanya 35K saja. Sila kirim EMAIL

Raldi@inkubator-gratis.org

Semoga bermanfaat unutk mereka yang ingin menambah ilmu dibidang termal transfer. Salam. Raldi AK.-

Videoklip buku Perpindahan Kalor:

https://www.youtube.com/watch?v=3OFSiZ5_0Aw

Lihat daftar Isi: (hanya sebagian).-

BAGIAN SATU
BAB 1
1.1 Aliran Viskos ……. 1
1.2 Lapisan Batas Laminar Pada PIat Rata ……… ……….. 2
1.3 Persamaan Energi Lapisan Batas …….,..6
1.4 Lapisan Batas Kalor …….. ………………….. g
1.5 Bilangan Nusselt ……………..12
BAB 2 KONVEKSI PAKSA MELALUI PERMUKAAN LUAR…… ……………15
2.1 Aliran Melalui Plat Rata ……. 15
2.1.1 Logam Cair Dalam Aliran Laminar …………….. 15
2.1.2Fluida Umum Dalam Aliran Laminar ………….. 16
2.1 .3 Aliran Turbulen ……….. 20
2.2 Alian Menyilang Silinder ….29
2.2.1 Koefisien Seret ………..23
2.2.2Koetisien Perpindahan Kalor ……..29
2.2.3Variasi h (e) Di Sekitar Sitinder …………………. 31
2.3 Aliran Menyilang Bola ……… ……………… 39
2.3.1 Koefisien Seret. ………. gg I
l
2.3.2 Koefisien Perpindahan Kalor …….. g4 I
2.4 AlianMenyilang SitinderTak Bundar…… ……………. 36 I
2.5 Aliran Menyilang Berkas Tabung ………. 40

2.5.1 KorelasiPerpindahan Kalor ………. 42
2.S.2Korelasi PenukaranTekanan………….. ………..45
2.5.3 Logam Cair ……………. 46
2.6 Perpindahan Kalor Dalam Aliran Kecepatan Tinggi ………………. 51
BAB 3 KONVEKSI PAKSA DALAM PIPA DAN SALURAN ….57
3.1 Aliran Laminar
3.1.1 Panjang Masuk Kalor dan Hidrodinamik …………..
3.1.2 Aliran Berkembang Penuh
3.1.3 Aliran Berkembang Penuh
3.2 AliranTurbulen
3.2.1 Faktor Gesekan dan Penurunan Tekanan……………
3.2.2Korelasi Empiris
3.3 Aliran PadaTabung Non Silinder
3.4 Perpindahan Kalor Logam Cair,..,……
3.4.1 Fluks Kalor seragam………..,
3.4.2 Temperatur Dinding Seragam
3.4.3 Daerah Masuk Ka|or………
3.4.4 Efek Konduksi Kalor Aksial …..,……….
3.5 Saluran Dengan Penampang Berubah

BAB 4 KONVEKSI BEBAS ……….85
4.1 Korelasi PlatVertikal ……..,……. ………….85
4.1.1 Temperatur Dinding Seragam …… 86
4.1.2 Fluks Kalor Seragam ………. ..,…… 89
4.2 Korelasi Plat Horizontal ……………………..,.. …………. 90
4.2.1Temperatur Dinding Seragam …… 91
4.2.2Fluks Kalor Seragam .,…….. ……… 91
4.3 Korelasi Plat Miring …………. 93
4.4 Korelasisilinder Panjang …. 94
4.4.1 SilinderVertikal ……….94
4.4.2 Silinder Horizontal………….. ………. 95
4.5 KorelasiBola………. …………. 98
4.6 Korelasi Logam Cair ………. ………………. 99
4.7 SilinderBerputar …………… 100
4.7.1 Gabungan Konveksi Alamiah dan Konveksi Paksa Rotasi …………. 102

Dan seterusnya dan seterusnya…terlalu panjang.

Lihat sendiri aja EBOOK nya.-

Salam

Raldi Artono Koestoer

Jokowi Seniman Politik

Oleh : Bakhtaruddin Nasution

JOKOWI SENIMAN POLITIKSalah satu perbedaan utama antara Presiden Jokowi dengan 6 presiden pendahulunya adalah “membuat lawan menjadi kawan”. Inilah seni. Inilah seni politik yang agung. Manakala keenam presiden sebelumnya cerdung “menghabisi” lawan politiknya, Jokowi malah merangkul lawan politik dan orang-orang yang menyepelekannya. Kepiawaian dan kebesaran hati dalam merangkul lawan politik dan orang-orang yang menyepelekannya adalah kunci pencapain prestasi yang diperoleh Jokowi. Sebelum menjadi cawapres JK boleh dikata tidak respek kepada Jokowi. Akan tetapi, Jokowi (dan Bu Mega/PDIP) merangkul JK untuk meraih suara Golkar dan Indonesia bagian Timur yang cukup besar dalam usaha memenangkan pemilihan. Hal yang hampir sama dengan MA. MA sebelum jadi cawapres kurang respek juga kepada Jokowi. Walau demikian, Jokowi (dan Bu Mega/PDIP) merangkulnya untuk mengamankan suara pemilih NU beserta simpatisan ulama yang kurang lebih 30 jutaan pemilih. Seni politik Jokowi yang amat sangat luar biasa (kalimatnya rancu) tapi biarlah, yang baru satu-satunya terjadi di dunia adalah merangkul lawannya: capres dan cawapres PS dan SU menjadi mitra dalam pemerintahannya. Membuat lawan menjadi kawan bukanlah hal yang mudah. Tidak banyak orang yang bisa melakoninya. Untuk itu diperlukan hati yang suci dan jiwa yang besar. Itulah yang dimiliki seorang Jokowi.Rangkulan Jokowi terhadap PS dan SU menimbulkan dampak positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia. Masyarakat yang sebelumnya terpecah dalam kelompok cebong dan kampret, islah, rujuk, bertaut, dan bersatu kembali dalam proses menuju Indonesia maju jaya bermartabat. Di sisi lain, kendala politik terhadap gerak langkah pembangunan demi kesejahteraan rakyat berjalan mulus, nyaris tanpa hambatan. Hal ini jelas berbeda dengan periode pertama pemerintahan Jokowi. Ketokohan dan prestasi Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menobatkan dirinya sebagai panutan oleh sebagian besar masyarakat, termasuk member dari DDB ini, agaknya. Pertanyaan yang menggoda saya sehingga menulis tulisan sederhana ini, apakah kita telah “manut” sembari “nurut” Jokowi? Apakah kita telah berupaya menjadikan lawan menjadi kawan? Atau justru berupaya “menghabisi” lawan politik kita yang sebenarnya masih saudara kita? Jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang. Hunjamkan pertanyaan itu pada diri sendiri.

Padang, 26 Maret 2021.

RISET DI BIDANG TERMAL MENJADI SOSIO-TEKNOPRENEURSIP

Bagian pertama dari 7 bagian artikel Pengamalan ilmu menuju penyelamatan insan terlemah demi KEMANUSIAAN. Saya mencoba memberi nama pada 7 artikel ini. Gimana kalau namanya SAPTA-PRASASTI… Ufff.. Gak usah komen tentang nama sekarang deh ya… Nanti aja kalau 7 artikel ini sudah dibaca semua.

-0-

Idenya tercetus setelah saya jadi penyintas Covid19. Waktu demam berat meriang, gak bisa jalan, duduk sebentar rasanya capek sekali… Lebih sering tidur setengah sadar. Saat itu saya berpikir kalau saya mati gimana ? Masih punya hutangkah saya ? Hutang duit ? Rasanya tidak ada… Tapi hutang janji ? Aduh banyak… Banyak yang belum dipenuhi. Bimbingan S1 dan S3 masih pada nggantung… Ya Allah… Ijinkanlah saya untuk melunasi janji saya.

Mungkin karena belum melunasi hutang janji itulah saya masih dikasi hidup oleh Allah SWT. Jadi terus ngapain sesudah dikasi hidup… Nah artikel ini adalah salah satu janji yang belum dipenuhi. Sudah ditulis koq malah disimpan saja. Sedianya akan dijadikan buku bersama dengan tulisan dari beberapa yang lain, tapi sudah lebih dari setahun gak jadi-jadi. Apalagi kena pandemi… Walah malah jadi tertunda-tunda sampai entah kapan.

Ya udah saya posting saja… Toh Blog ini blog saya sendiri. Dan yang penting pesannya bisa tersampaikan terutama untuk kamu muda milenial.

-0-

Dari Riset di bidang Termal  menjadi Sosio-teknopreneursip lalu bertransformasi menjadi Pengabdian Masyarakat dan berlanjut pada Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara

Oleh : Raldi Artono Koestoer

(Guru Besar bidang Thermofluida, Departemen Teknik Mesin FTUI)

Perjalanan karier keilmuan seseorang tentu bermacam-macam, namun bagi lulusan perguruan tinggi pada umumnya dimulai dari pendidikan sarjana di Universitas dan berlanjut ketingkat yang lebih tinggi, demikian seterusnya. Mengingat usia yang sudah lanjut, diri ini kurang tertarik untuk menyampaikan trayek itu yang menyerupai lagu anak ‘naik-naik ke puncak gunung keilmuan’. Justru pasca puncak itulah yang lebih banyak akan disinggung pada tulisan ini tanpa melupakan akar pendidikan dan ilmu yang telah menjelma menjadi karya dalam berbagai bentuk.

Dari tiga lokasi di Prancis yaitu Lyon, Poitiers dan Creteil (dekat Paris), tiga titik itu menjadi awal perkenalan dengan ‘Transfer de chaleur’ (Heat Transfer) dimana pada saat yang sama berkelindan dengan Aliran Dua Fase (Two-phase Flow). Sebuah peristiwa menjadikan kasus termofluida mengejawantah dalam sebuah alat yang disebut INKUBATOR BAYI, aliran alami yang disebabkan oleh Buoyanci-force menjadikan begitu banyak bahkan  sampai ribuan nyawa bayi tertolong di seantero Nusantara. Sampai dengan bulan September 2020 sudah 4100 bayi tertolong, yang hamper semua berasal dari golongan menengah ke bawah dari segi ekonomi.

Eksistensi alat ini yang sudah tersebar di 114  kota dan/atau kabupaten menjadikan nama UI harum dikalangan keluarga pra-sejahtera, kampung nun jauh di Sumba NTT, Mamberamo Papua, Ngandak Kalbar, Meulaboh-Aceh, Pesisir-barat Lampung, Cilegon-Banten, 70 an kota di Jawa dan Bali. Semua terkendali melalui sebuah Center di FTUI yang menjadi pusat informasi maupun Litbang berbagai peralatan untuk menolong bayi dan dimasa Covid-19 ini juga menjadi pusat pengembangan beberapa peralatan pencegah penyebaran virus Sarcov-2.

PENGABDIAN YANG TULUS IKHLAS menjadi kunci keberhasilan kegiatan Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk seluruh Nusantara, keteladanan ini bisa memicu banyak lagi kegiatan sosial yang sekarang ini kami namakan SOSIO-TEKNOPRENEURSIP

dan sudah berkembang menjadi sebuah PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

Cita-cita selanjutnya adalah menolong bayi prematur di negara-negara EQUATOR-BELT (Negara sekitar ekuator) dimana masih banyak diperlukan inkubator bayi untuk mengurangi AKB (Angka Kematian Bayi) yang juga menjadi salah-satu tujuan SDG (Sustainable Development Goal).

Adanya wabah pandemic Covid-19 ini menyentak kami kembali, bahwasanya penerapan ilmu yang kami miliki semakin penting adanya. Tim inkubator-UI pada bulan Mei memutuskan untuk bertransformasi menjadi Tim ACOVUS-UI (anti Corona Virus) disebabkan adanya tantangan dari RSKGM-UI untuk membantu mereka dalam mambasmi virus di berbagai ruangan RS Gigi di Salemba 4. Dimulai dengan Bantuan kami pada tim Alumni FTUI yang menyumbangkan – Bilik Disinfeksi Cepat BDC 04 – pada berbagai RS. Menyusul kemudian beberapa Alat Anticovid-19 kami buat prototype dan manufakturingnya. Beberapa diataranya adalah PURIDIS (Purifier and Disinfection), Mesin Hisap Aerosol, Lampu HF-UVC (Human-Friendly UVS) dan Lampu SPi-DEC. Beberapa sudah digunakan di Rumah Sakit. Mohon doa anda semoga niat kami menolong sesama dari penularan covid ini dapat terlaksana sebaik-baiknya.

Kata Kunci: Transfer de chaleur (Perpindahan Kalor), Aliran 2 fase, inkubator bayi, Buoyanci-force, Sosio-teknopreneursip, Pengabdian Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat, bayi premature, Covid-19, Equator-Belt.

TOPIK

Bagaimana sebuah riset dibidang Termal bisa sampai menjadi sebuah

Gerakan nasional Pemberdayaan Masyarakat dalam menolong Bayi Prematur di seluruh Nusantara

dan kemudian dimasa pandemic ini Tim inkubator-UI  bertransformasi menjadi Tim Anti Corona Virus (disingkat TIM ACOVUS-UI) yang membantu pencegahan penyebaran virus dan membasmi virus SarCov-2 yang bertebaran di udara maupun yang menempel pada benda-benda dalam ruang.

TUJUAN KHUSUS

Meluruskan Kembali peran riset yang sebenarnya, karena di Indonesia ini sekarang arus utama mengarah ke jalan yang kurang sesuai dengan tujuan riset sebenarnya. Sehingga periset muda mengira bahwa tujuan riset gunanya untuk menulis di Saintifik jurnal semata-mata, padahal tujuan riset jauh lebih mulia dari sekedar menulis di jurnal. Riset sebenarnya adalah untuk bisa menjawab dan mendapatkan solusi dari persoalan masyarakat dengan metode ilmiah. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

-0-

BAGIAN 1 – ENERGETIQUE ET DYNAMIQUE DES SYSTEME COMPLEXE

Awal kisah ini  dimulai dengan selesainya disertasi S3 dibidang (yang mereka sebut saat itu, karena kemudian berubah juga), – Energetique et Dynamique des systeme complexe -. Judul disertasi dipilihkan oleh pembimbing utama, tentu saja karena saya tidak mampu memilih sebuah judul yang bermakna dalam Bahasa Prancis yang konon bernuansa ‘beaux-art’ (seni yang indah). Setelah 2x usul judul tidak diterima juga, akhirnya dibikinkan oleh beliau. 

– Capteur de flux thermique a methode de zero en vue d’utilisation dans un boucle d’essai d’ebulition sous refroidie – .  

Hmmm… menuliskan judulnya sambil mengingat-ingat merupakan effort tersendiri. Tahun 1984 – 1985 masa akhir dari sebuah episode awal perjuangan ilmiah. Kalau saya terjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi demikian: Sensor fluks kalor Metode Nol untuk penggunaan pada untai uji pendidihan pra-jenuh-likuid.

Musim dingin yang cukup ekstrim (untuk ukuran mereka) menerpa Paris (France) saat itu, karena bila saya keluar pintu bangunan laboratorium jam 04.00 pagi dini hari, saya kesulitan membuka pintu luar karena terhalang oleh salju yang sudah setinggi dengkul saya. Lab tempat saya bekerja berada di Creteil (Banlieue Parisienne, kota satelit sekitar Paris, suburb sebelah tenggara).  Pulang ke rumah di Stains (utara Paris) naik mobil VW Pasat yang saya beli 2 tahun sebelumnya seharga 1000 Francs (dulu mata uangnya belum Euro). Sebelah kiri mobil sudah penyok tak karuan entah ketabrak apa (makanya bisa beli murah), tapi sebelah kanan masih mulus. Jadi kalau difoto selalu dari sebelah kanan.

Pembimbing utama saya Prof Pierre THUREAU dan pembimbing kedua Prof George PIAR, keduanya mempunyai karakter yang sangat berbeda. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan mereka yang tulus. Bimbingan yang sewajarnya diberikan oleh seorang guru yang tidak dibuat-buat dan tanpa pamrih apapun juga. Semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Setelah puluhan tahun lewat saya merasa makin lama bimbingan mereka itu makin berguna sekalipun saat itu saya menerima dengan berbagai perasaan, baik sedih, gundah, bingung, kesal, maupun senang… Saya terharu.

Penguji disertasi ada beberapa orang selain dua Prof pembimbing diatas, diantaranya ada penguji eksternal Prof Cazin (baca Kazang) dari ENSAM Ecole Nationale Superieure d’Arts et Metiers de Paris. Mr Debray Docteur-Ingenieuer Maitre de Conference, Mr Godin Docteur-Ingenieuer Maitre de Conference. Disaksikan oleh beberapa teman dari Indonesia diantaranya ada sesama dosen FTUI (Prof Budi Susilo Supanji). Hari itu tertanggal 28 Januari 1985.

Sama seperti yang lain, setelah lama kita lewati waktu dan pengetahuan kita bertambah, maka terasa bahwa disertasi kita itu banyak kekurangannya. Namun sekalipun demikian saya masih sempat menulis 2 artikel di jurnal ilmiah tentang sensor tahun 1986 dan 1987. Dan kalau sekarang baca karya itu, pertama rada malu terhadap isinya yang sudah out of date (walaupun tidak terlalu sih….) namun saya tetap terkagum-kagum menyangkut kemampuan saya menulis dalam Bahasa Prancis, yang tidak mungkin lagi saya lakukan sekarang ini. Tentu saja ini karena dibantu koreksi Bahasa yang banyak sekali dari Prof Thureau pembimbing utama.

Berbagai kisah teman-teman sesama kandidat doctor di Prancis membuat saya kadang masygul (kata ini sudah jarang terdengar, apa artinya lihat KBBI versi google: sedih, murung) karena beberapa diantara kami yg datang th 1980 ada yang Kembali pulang setelah setahun bahkan 2 tahun, karena berbagai sebab. Mereka yang bertahan lebih dari 2 tahun melanjutkan dengan berbagai kondisi juga. Sebagian mulus saja 4 th selesai dan Sebagian tersendat-sendat sampai dengan 5 th, ini termasuk saya. Ada 1 orang Angkatan saya senior banget dari Ekonomi-UI sudah lebih dari 5 th toh tidak selesai juga, sampai pulang gagal, pensiun dan wafat. Sebaliknya satu lagi dari ekonomi malah kariernya moncer di Keuangan Negara bapak DN. Sampai dengan kabinet Jokowi yang pertama beliau masih sering berada di sebelah JKW sebagai pejabat tinggi negara bidang ekonomi keuangan. Teman seangkatan dari MIPA yang berangkat Bersama tahun 1980 itu seingat saya hanya 2 orang yaitu Suharjo Purtaji dan Djati Kerami (Alm).

Sedikit pengalaman dalam perjalanan mengerjakan tesis (di Prancis disertasi S3 disebut tesis) sedangkan S2 (DEA atau DESS) mereka menyebutnya ‘memoire’ bacanya memoar. Tersebutlah suatu saat saya dikirim ke Grenoble untuk stage (semacam training kerja praktek) sebuah kota di sebelah tenggara Prancis yang ternyata berada di lembah yang dikelilingi oleh 7 gunung. Naik TGV Paris-Lyon lalu nyambung kereta biasa Lyon-Grenoble. Disitu ada Pusat Studi Nuklir Grenoble (CENG – Centre d’Etude Nuclaire de Grenoble), yang merupakan salah satu pusat riset Prancis dibidang Nuklir. Ecek-eceknya disuruh belajar Aliran Dua-Fase dari pakarnya disitu Namanya DELHAYE. Memang jaman itu pakar ini banyak papernya dibidang Aliran Dua-Fase dan beliau salah satu penulis Handbook of Multiphase. Tentu saja saya senang melihat berbagai fasilitas nuklir, sekuriti dan savety nuklir dan Anti-nuklir (agak lucu… karena yang mereka sebut energi anti nuklir saat itu sekarang disebut energi-alternatif atau juga EBT Energi Baru dan Terbarukan, mis: Energi Matahari, Bio-energi dll). Setelah hari pertama diterima oleh bos dan wakil bos, lalu diajak jalan sedikit serta dikasi lihat Sebagian fasilitas, wakil bos bilang ‘Nanti 2 hari lagi anda presentasi ya didepan pakar-pakar kita disini’… Duh… mati aku ! Wong ngomong Prancis aja masih gak becus, koq disuruh presentasi lagi… Disamping itu topik tesis saya sendiri juga masih belum terlalu jelas arahnya. Jadi saya harus ngomong apa nih ?

Jadilah 2 malam itu diriku meriang tak bisa tidur, disamping juga Grenoble cuaca sangat dingin dan selalu bersalju karena daerah pegunungan. Pemanas di dormitory itu terasa kurang hangat walau sudah pol dinyalain… Namun wakil bos itu tahu kalo saya gak siap dg presentasi. Besoknya saya disuplai beberapa dokumen tulisan dan paper dari Prof saya, jadi lumayanlah, bisalah saya bikin beberapa bahan. Tentu saja jaman itu belum ada internet, tapi system library mereka layanannya sangat baik. Jadi rujukan apapun yang kita minta mereka bisa menyediakannya.

Tibalah harinya ada 30 an orang pakar energi berkumpul diruangan untuk mendengar presentasi saya. Dengan Bahasa Prancis yang terbata-bata sambil berkeringat dingin jadilah saya ngomong ngalor-ngidul dari bahan yang disediakan wakil bos kemarin. 40 menitan presentasi berikut 15 menit tanya jawab, akhirnya lewat juga. Alhamdulillah sudah lewat… Gak penting bagus atau tidak yang penting sudah lewat … itu saja yang ada dalam pikiran saya. Setelah pertemuan selesai saya langsung pulang dan tidur puas-puas untuk membalas 2 malam panjang yang bikin meriang dan tak bisa tidur.

Lain daripada itu, saya terkagum-kagum terhadap… bukan peralatan yang canggih tetapi terhadap penelitian mereka yang sangat nyata (real and serious research, in fact). Peta jalannya tergambar di dinding. Semua topik riset ada tujuan yang jelas, selain itu dokumen internal banyak sekali, malah jauh lebih banyak dari publikasinya di jurnal. Rupanya dokumen internal inilah yang jadi inti kemajuan mereka.

Bagian 2: Pendidikan dan Pengajaran

Mengajar di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Gas wabil khusus untuk mata kuliah Perpindahan Kalor. Saat itu masih berbagi dua dengan Prof SWD (alm) yang sudah menjadi dosen kami mhs teknik dimasa kuliah tahun 1973-1978. Tahun 1987 saya mulai mengajar sendiri dan tahun 1988 kuliah di Tek Gas digantikan oleh Nasikin (skr Prof Nasikin dari Dep Tek Kimia). Di jurusan Tek Mesin disamping Perpindahan Kalor, ada beberapa mata kuliah lain yang pernah saya ampu misalnya Konversi Energi (Skr Konversi dan Konservasi Energi), Sistem Pembakaran, Pengukuran Teknik.

Tahun 1985 s/d 1987 merupakan masa peralihan dari system lama (system naik tingkat setahun sekali) kepada system baru SKS (Sistem Kredit Semester). Konversi system kurikulum lama 5 tahun (kalau naik tingkat setahun sekali) untuk jadi INSINYUR kemudian menjadi system SKS dengan total 166 SKS untuk jadi ST (Sarjana Teknik). Walau bingung sana sini… toh gerbong kereta api Pendidikan ini tetap jalan terus. Dan sarjana yang berkarier diberbagai bidang teknis maupun non-teknis, sukses juga baik di pemerintahan maupun industry swasta.

S/d tahun 2005 saya selalu ikut dalam penyusunan kurikulum setiap 5 tahun sekali. Walaupun kurikulum itu berubah tahun demi tahun, tetapi perubahan itu tidaklah signifikan. Karena kelihatan bahwa kebanyakan dosen enggan untuk berubah, sehingga banyak mata kuliah yang Namanya diganti tapi isinya tetap sama saja.

Bagian 3. Kerjasama FTUI- Pertamina Research Grant

Pada periode itu juga kami memimpin proyek Kerjasama FTUI Pertamina 1991-1996. Ketua proyeknya Dr.- Ing Rachmantio dahulu Ketua Jurusan Metalurgi dan pernah

 juga jadi Ketua Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia. Namun saya tidak ingat tahun berapa. Saya jadi Wakil Ketua Program yang menjadi seperti Ketua Pelaksana Harian Research Grant Program FTUI-Pertamina.

-0-

Bersambung ke bagian kedua, yang akan diposting beberapa hari lagi. Salam.-

Dokter Terawan

Empat Misi Letjen. Dr. dr.Terawan

Jum at 19 March 2021
Oleh : Dahlan Iskan

MEMANG kontroversial. Tapi ia tidak peduli. Yang penting hasilnya tidak membawa kerusakan. Terutama bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Itulah salah satu prinsip hidup dokter-Jenderal Terawan Agus Putranto. Yang pernah menjadi tim dokter kepresidenan. Pernah menjadi kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Dan pernah menjadi menteri kesehatan.

Memang Terawan hanya satu tahun menjadi menteri. Tapi ia merasa bisa berhenti dengan sangat lega. “Semua misi yang diberikan Bapak Presiden Jokowi sudah saya selesaikan,” katanya.

Saya baru saja ngobrol bebas dengan dokter-Jenderal Terawan. Banyak hal kami obrolkan. Termasuk berbagai kontroversi yang timbul dalam perjalanan pengabdiannya.

Vaksin Nusantara adalah yang terbaru.

DSA –yang saya jurnalistikkan menjadi ”brain wash”– adalah yang paling seru.

Pun sebelum itu, Terawan sudah melakukan apa yang disebut TACI (Trans Arterial Chemo Infusion). Memasukkan obat kemo langsung ke dalam kankernya. Itulah salah satu cara untuk penyembuhan kanker lewat kemo khusus –obat kemonya dimasukkan langsung ke tumor kanker.

Itu baru tiga contoh besar kontroversi yang pernah terkait dengan Terawan. Soal cell cure belum dimasukkan. Bisa tambah panjang daftarnya.

Terawan kelihatannya memang tidak pernah berhenti berpikir. Apa pun risikonya. Mungkin karena ia sudah terlatih mengambil resiko –yang terukur. Ia juga sudah dibentuk menjadi pribadi dengan prinsip prajurit: siap mengorbankan diri demi orang lain, bangsa, dan negara.

Ia masuk tentara saat masih berstatus dokter muda –di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Oleh kesatuannya, Terawan diizinkan untuk tetap meneruskan kuliah sampai menjadi dokter –sambil tetap memenuhi kewajibannya sebagai tentara.

Mengapa masuk tentara ketika belum jadi dokter? “Ayah saya guru. Terlalu berat untuk membiayai anak menjadi dokter,” ujarnya saat ngobrol itu.

Dengan pangkat pertama letnan dua, Terawan tidak lagi membebani orang tuanya. Terawan mandiri.

Setelah jadi dokter, tugas kemiliteran Terawan pindah ke Lombok. Di Mataram itulah ia bertemu gadis Surabaya yang lagi liburan ke sana: Ester Dahlia.

Gadis itu masih kuliah di tahap akhir di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Hati mereka terkait. Ester itulah istri Terawan sampai sekarang –dengan anak tunggal yang kini lagi kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Rintisan Terawan di bidang kedokteran begitu banyak. Hampir semuanya mengundang kontroversi. Serunya kontroversi itu membuat Terawan kian terkenal sebagai dokter –kadang publik lupa bahwa ia itu tentara.

Kontroversi paling seru –dan panjang– adalah soal DSA itu.

Kalangan dokter tidak bisa menerima cara membersihkan saluran darah di otak seperti yang dilakukan Terawan.

Itu tidak ada dalam ilmu kedokteran.

Itu bertentangan.

Itu juga melanggar etik kedokteran.

Itu harus dilarang.

Izin dokter milik Terawan harus dicabut. Terawan harus diberhentikan sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI sudah menempuh prosedur yang benar –dan panjang– untuk sampai pada pemecatan itu: sesuai ketentuan organisasi.

Tapi Terawan tetap tidak merasa bersalah. Tidak ada prinsip kedokteran yang ia langgar. DSA itu terus ia jalankan –di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Tentu peran pimpinan militer –atasan Terawan– sangat besar. Sehingga Terawan terlindungi dengan praktiknya itu.

Saya selalu memuji atasan Terawan yang berani mengambil risiko. Kalau saja atasan Terawan adalah sosok yang sensi mungkin DSA akan diperintahkan untuk diakhiri. Bahkan mungkin Terawan sendiri sudah mendapat sanksi militer.

Dengan kepemimpinan di tentara seperti itu DSA bisa jalan terus. Saya pun, waktu itu, jadi ingin tahu: seperti apa DSA itu. Saya lantas menjalaninya –meski tidak punya keluhan apa-apa. Yakni saat saya masih menjadi sesuatu dulu.

Saya akhirnya menjadi tahu praktik DSA seperti apa. Sebelum di-DSA otak saya harus di MRI. Setelah DSA harus di MRI lagi.

Setelah selesai DSA diperlihatkanlah hasil foto MRI-nya. Diperbandingan. Sebelum dan sesudah DSA. Terlihat jelas: begitu banyak saluran darah kecil-kecil di seluruh otak yang semula buntu (blok hitam) menjadi terbuka (saluran putih).

Praktik DSA-nya pun ternyata tidak sakit. Memang sempat muncul sedikit was-was saat saya akan berbaring di atas meja operasi. Terutama ketika dokter sudah memegang pisau iris.

Yang harus diiris adalah selangkangan saya. Untuk memasukkan kateter menuju otak.

Sambil menyiapkan pisau, Terawan mendendangkan lagu ”di doa ibu ada namaku”. Suaranya merdu. Nadanya sempurna. Saya terbawa ke makna lagu itu. Tidak terasa pisau sudah selesai menyayat selangkangan saya.

Saya pun menulis artikel –tiga seri– untuk menceritakan semua proses DSA waktu itu.

Tahun berikutnya saya mengajak istri untuk menjalaninya. Sang istri punya syarat: harus bersama saya. Maka saya pun menjalani DSA kali kedua.

Pun sampai sekarang DSA terus dilakukan di RSPAD Gatot Subroto. Bahkan kian populer. Kian banyak yang melakukannya. Kian banyak juga rumah sakit yang ikut mempraktikkannya –termasuk di Surabaya dan Solo.

Terawan pun mendidik banyak dokter untuk punya keahlian di bidang itu. “Kira-kira 20 orang yang sudah saya didik bisa melakukan DSA. Termasuk yang kini bertugas di Solo itu,” ujar Terawan.

Berapa orang yang sudah menjalani DSA?

“Sampai sekarang, di RSPAD saja, sudah lebih 40.000 orang,” katanya.

Begitu banyaknya yang merasa mendapatkan manfaatnya. Saya pun tiba-tiba ingin agar istri saya menjalani DSA lagi. “Harus MRI dulu. Kalau tidak ada masalah tidak perlu DSA,” jawabnya.

Awalnya memang kontroversi. Akhirnya begitu banyak yang memanfaatkannya.

Sebelum itu Terawan telah menjadi dokter spesialis radiologi. Pendidikan spesialis itu ia tempuh di Surabaya. “Istri yang minta saya memperdalam ilmu kedokteran di Airlangga,” katanya.

Terawan tentu ingin mempertanggungjawabkan praktik DSA-nya secara ilmiah. Maka ia ambil S-3 –di Universitas Hasanuddin Makassar. Disertasi doktornya tentang DSA. Promotornya adalah Prof Irawan Yusuf. Guru Besar Unhas ini pernah menjabat dekan di sana. Prof Irawan meraih gelar doktor di Hiroshima University, Jepang.

Disertasi di Unhas itulah dokumen ilmiah yang Terawan persembahkan sebagai pertanggungjawaban ilmiah soal DSA.

Di keilmuan, Terawan sudah lengkap: dokter, spesialis, doktor. Ia kemudian juga diangkat menjadi kepala RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Terawan-lah kepala rumah sakit sejak masih berpangkat Brigjen, tetap di situ saat naik pangkat menjadi mayor jenderal, dan masih terus di situ ketika sudah berpangkat letnan jenderal.

Di RSPAD pula Terawan merintis cara pengobatan yang lain: memasukkan obat kemo langsung ke dalam kankernya. Sampai sekarang cara seperti itu terus dilakukan –dan pemakaiannya semakin luas.

Terawan mengakui itu bukan temuan ilmiahnya. Tapi ia yang pertama melakukannya di Indonesia.

Awal mulanya dari sebuah buku. Waktu itu Terawan diberi buku oleh seniornya: Prof. dr Suwandi –terakhir berpangkat kolonel dan sudah purnawirawan. Penulis buku itu sendiri seorang ahli dari Jepang.

Terawan mempelajari buku tersebut. Ia pikirkan. Ia renungkan. Lalu ia terapkan di RSPAD.

Untuk itu ia harus bekerja sama dengan ahli kanker. “Saya tidak ikut menentukan jenis obatnya. Ahli kanker yang menentukan. Saya hanya tukang antar obat itu ke sasaran,” ujar Terawan.

Dengan demikian maka obat kemo tersebut bisa langsung masuk ke dalam kanker. Tidak sampai ikut merusak sel tubuh lain secara lebih luas.

Sekarang tidak ada lagi yang mempermasalahkannya praktik itu. Dan Terawan terus saja melangkah. Ke bidang lain lagi. Ia pun merintis berdirinya cell cure untuk penderita kanker otak.

Saya belum banyak tahu soal cell cure ini. Saya hanya tahu: banyak dokter yang mempersoalkannya.

Tapi cell cure di RSPAD Gatot Subroto jalan terus. Dengan peralatan dari Jerman. Dengan tenaga ahli dari sana –untuk transfer pengetahuan. Sebelum itu beberapa dokter RSPAD ia kirim ke Jerman –untuk mendalami cell cure di sana.

Prinsip cell cure adalah menggunakan sel dedrintik. Sejak itu RSPAD sudah sangat akrab dengan ilmu sel dendritik.

Tibalah pandemi. Indonesia harus mengatasi Covid-19 dengan segala cara. Terawan lantas memikirkan menggunakan sel dendritik untuk menciptakan kekebalan tubuh pada Covid-19.

Di saat bersamaan Terawan tahu bahwa di Amerika juga muncul ide yang sama. Maka Terawan mengajak Amerika untuk mewujudkan Vaksin dendritik Covid-19 di Indonesia. Pihak Amerika setuju karena melihat Indonesia sudah punya tim sel dendritik.

Jadilah Vaksin Nusantara. Yang sudah dilakukan uji coba fase 1-nya di Semarang. Kini sedang menunggu izin BPOM untuk fase 2.

Minggu depan Terawan akan menjalani uji kelayakan di DPR. Presiden Jokowi telah menunjuknya menjadi duta besar Indonesia di Spanyol. Saya tidak tahu apakah DPR akan merelakan Terawan meninggalkan Indonesia –di saat Vaksin Nusantara masih memerlukan dirinya.

Terawan sendiri mengatakan akan tunduk pada apa pun tugas yang datang dari presiden. Sebagai tentara, Terawan punya prinsip taat komando. Presiden adalah Panglima Tertinggi TNI.

Terawan merasa tidak punya ganjalan apa-apa lagi. Termasuk di dalam mental dan jiwanya. Ia merasa, tugasnya untuk menjalankan misi Presiden Jokowi sudah ia tuntaskan. Hanya dalam satu tahun. Tidak perlu lima tahun.

“Saya diberi tugas menyelesaikan 4 misi Bapak Presiden,” katanya tentang pengangkatannya sebagai menteri kesehatan yang lalu.

Empat misi itu adalah: membereskan BPJS, mengatasi stunting, menurunkan harga obat, dan melaksanakan TKDN di bidang kesehatan. “Empat-empatnya sudah beres dalam satu tahun,” katanya.

Persoalan laten BPJS adalah terus menerus rugi. Triliunan rupiah pula. Terawan langsung menyelesaikannya dengan satu surat keputusan menteri kesehatan. Yakni bahwa seluruh biaya pasien Covid ditanggung pemerintah.

“BPJS langsung tidak lagi rugi. Labanya tahun lalu sekian triliun,” ujar Terawan.

Bagaimana dengan misi mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak? Juga ia menyelesaikan dengan satu surat keputusan: urusan stunting harus masuk ke dalam program BKKBN. Juga menjadi tanggung jawab baru lembaga keluarga berencana itu. “Dengan demikian masalah stunting tertangani secara permanen. Juga tertangani sejak ibu masih hamil,” tambahnya.

Sedang soal menurunkan harga obat, Terawan juga menyelesaikannya dengan satu keputusan: katalog nasional. Tidak boleh lagi ada pengadaan obat secara sektoral. “Langsung harga obat turun,” katanya.

Bagaimana dengan misi ke-4: capaian TKDN?

Sebelum menjawab itu Terawan tersenyum. “Soal TKDN juga sudah selesai. Yang menyelesaikan adalah Tuhan,” katanya.

Maksudnya: dengan datangnya pandemi semua impor terganggu. Termasuk impor alat kesehatan. Pihak luar negeri juga sulit ekspor.

“Maka dengan sendirinya alat-alat kesehatan langsung bikinan dalam negeri semua,” katanya.

Maka empat tugas pokok dari presiden sudah selesai ia jalankan. Tapi saya tidak sampai hati untuk bertanya: apakah presiden tahu semua itu.

Terawan memang percaya selalu ada campur tangan Tuhan dalam kehidupan ini. Dan ia mensyukuri itu. Sampai pun soal kenaikan pangkatnya. Yang bisa menjadi jenderal bintang tiga.

Secara keilmuan ia juga bisa menjadi doktor. Dan secara pekerjaan bisa menjadi dokter kepresidenan, kepala rumah sakit besar, dan kemudian menjadi menteri.

Semua itu karena Tuhan.

Tentu juga karena ”ada namaku di dalam doa ibuku”. (Dahlan Iskan)

https://www.disway.id/r/1253/empat-misi-terawan#.YFPA_r271pw.

Gratis Kursus Arduino Data Acquisition

Kursus Arduino Data Logger dan Data Acquisition … Dua sistem pengumpulan data ini masih saudara kembar. Lalu apa bedanya ? Cocok untuk mahasiswa bidang apa saja Rumpun Kesehatan dan Lingkungan, Saintek, Humaniora (?), buat ambil Skripsi (S1), Tesis (S2) dan Disertasi (S3). Tanpa perlu pengetahuan CODING karena codingnya nanti akan langsung diberikan. Supir angkot kan gak perlu tahu caranya bikin mobil, yang penting bisa nyetir dan dapat duit. Begitulah kira-kira.

GRATIS — Low-Cost Temperature Data Acquisition using ARDUINO — bersama Tim Inkubator UI (Prof Raldi and Team)… Sudah tahu kan ? Tim ini sudah menolong ribuan bayi di 117 kota dan kabupaten seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua. Di masa pandemi ini Tim bertransformasi menjadi Tim ACOVUS-UI (Anti Corona VIrus, karena telah memproduksi 4 alat anti covid untuk membasmi virus yang bertebaran di udara).

Arduino ? Data Akuisisi ? apaan tuh? Penasaran dan mau coba BISA BIKIN SENDIRI sistem data akuisisi berbasis Arduino ?
Ayo ikutin kursus online GRATIS nya di

tanggal 5, 7, dan 9 April 2021 mulai jam 16:00 (Senin Rabu Jumat) — 3 pertemuan @ 1.5 jam. Awas ada pre-meeting tgl 25/03/21 jam 16.00

karena ada hardware Arduino dan module yg perlu dibeli di Tokopedia (bisa juga di toko online yang lain). Perlu dana k.l. 190K. Peralatan praktek ini jadi milik anda sendiri.

GRATIS GRATIS GRATIS dan bisa dapat sertifikat juga loh… (tapi ada ganti biaya produksi untuk sertifikat dan asesoris lain, harga mhs).

Pendaftaran melalui google form dibawah ini
https://bit.ly/3rDkGzs  —– https://bit.ly/3rDkGzs —https://bit.ly/3rDkGzs

Berhubung kursus ini 90% PRAKTEK, peserta WAJIB mempunyai hardware yang akan digunakan. No worries, bisa titip beli ke Tim Inkubator UI.. kok.

Buruan DAFTAR sebelum 22 Maret kalau ingin beli melalui panitia. Pendaftaran setelah 22 Maret 2021 peserta WAJIB menyiapkan kit pribadi. Peserta yang tidak memiliki Hardware yg diperlukan akan langsung di REMOVE (Sorry… Galakan panitia dari peserta. Kami ingin anak muda Indonesia jadi pintar).

Khusus buat anak muda Milenial : Jadilah seorang DIGITAL PLAYER… Jangan jadi penonton doang.

*TERBATAS 100 peserta, pendaftar urutan >100 diprioritaskan mengikuti kursus Gelombang 2, Juli 2021*

Jangan sekedar jadi pemakai Data Logger atau Sistem DAQ bikinan LN saja, tapi kita mampu bikin sendiri. Kalau anda serius 5 tahun lagi kita akan jadi saingan OMRON (UK), Hewlet-Packard (Amrik), National Instrument (Amrik), Texas-Instrument (Amrik), Yokogawa (Japan). Boks instrument seharga 20 juta akan kita bikin jadi 200 ribu saja, so… jadi selama ini keuntungannya kemana ?

Eyang Habibi 30 tahun yang lalu, sudah bisa bikin pesawat terbang lho … Masa’ bikin boks instrument kecil gini aja kita gak bisa ? Daripada peneliti/perekayasa sekarang cuman bikin paper doang (duh..malu deh ama Eyang) … Ayo ayo, semangat ANAK BANGSA kita rekayasa sendiri, langsung dalemannya. Semua sumber open-source ada di internet. Jadi jangan takut.

Hidup KREASI ANAK BANGSA !! Ho hi ho ha ha…

Inkubator Gratis Menolong Ribuan Bayi Nusantara

Peminjaman Inkubator Gratis, telah Menolong Lebih Dari 4100 Bayi

Berbekal kemampuan memproduksi inkubator bayi yang merupakan hasil R & D di Heat Transfer Laboratory FTUI, kami berinisiatif untuk. Berbuat sesuatu membantu masyarakat marginal. Sejak tahun 2012 kami menginisiasi kegiatan “Peminjaman Inkubator Gratis Untuk Nusantara”. Tujuannya adalah untuk menolong bayi prematur/BBLR yang mengalami hipotermia (kedinginan) serta menolong keluarga golongan menengah-bawah dari krisis finansial yang berat.

Kegiatan ini sudah hadir di 24 provinsi dan 119 kota/kabupaten. Hingga kini, Usaha Penyelamatan Ribuan Bayi Nusantara yang sudah kami jalankan selama 8 tahun ini telah menolong lebih dari 4100 bayi.

MERUBAH KESULITAN MENJADI KEBAHAGIAAN.

Tonton kisah perjalanan kami melalui video pada link berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=_tC8snpT49E .

Semoga bermanfaat.

Tim Inkubator UI – Yayasan Bayi Prematur Indonesia

-0-

Lihat juga web kami : https://www.inkubator-gratis.org

Penipuan SMS Banking..Awas !

Copas dari wag warga Serenia.
⬇️

Ini saya Copas, Soal modus penipuan sms Banking Terbaru. Selalu Waspada!

WASPADA

ANDA YG PUNYA REKENING BANK ?

MODUS CANGGIH ?!?

Penipuan dan pencurian uang semakin canggih Lewat IT Cyber.

*Pertama, ditelp sbb : *

selamat siang ini dg ibu Dhasvianty ?

betul ini sy, ini dari mana ?

sy dari pihak bank BNI memberitahukan bahwa peraturan terbaru dari bank BNI bahwa setiap transaksi melalui sms banking ibu kan dipotong Rp. 550 ?

sy jwb betul

ibu untuk peraturan terbaru dari BNI untuk transaksi sms banking BNI ke 3346 dipotong 150rb/ bln, apakah ibu bersedia

sy jawab tidak bersedia

baik ibu sy akan membantu ibu untuk melakukan registrasi ke 3346, tolong ibu ketik REQ VCN ke 3346.

sy berpikir 3346 memang no resmi dari pihak Bank BNI yg sy biasa pakai berarti aman n sy ketik, muncul pemberitahuan dari 3346 sms banking, ada angka2 tapi tidak sy beritahu ke pihak penipu

bu registrasi sy cek di komputer gagal, spy ibu tidak kena tarif baru 150rb/ bln,
Tolong ibu ketik TRF dengan angka2 sekian

sy mulai curiga n sy bertanya, mas setau sy tg namanya TRF itu artinya transfer

*dia jawab bukan bu, TRF itu TARIF *

sy ketik lah TRF dg angka sekian2, muncul balasan sms banking bahwa benar itu transfer n kl sy setuju sy harus ketik 2 angka pin atm

sy sadar n tdk mau ketik pin, sy langsung tutup telp n cek saldo masih tetap tdk berkurang, sy lega n tidur ngeloni si kecil

2 jam kemudian sy kaget dapat pemberitahuan dari sms banking bahwa uang sy dibank ditarik 4x transaksi sampai ludes

sy bingung kok bisa padahal sy tdk ada sama sekali memberitahukan no pin, no rekening dan nomor2 yg lain

dan ternyata menurut pihak bank tadi siang ketika sy hanya ketik REQ VCN, penipu yg memang ahli IT sudah meretas tabungan sy dibank BNI, bahkan sy dilarang mengisi saldo lagi ditabungan no rekening yg sama krn penipu itu masih bisa mengambil uang sy dibank, krn penipu telah membuat kartu ATM ganda dg nomor atm yg baru

dari pihak bank memberitahu bahwa ini model penipuan terbaru n tercanggih saat ini

bahkan seminggu yg lalu adik dari pegawai bank BNI tabungannya jg dikuras 46 juta, dan 2 karyawan bank BNI sendiri jg tabungannya dikuras 15 jt dan 20 jt

pegawai bank tadi menjelaskan ke sy sambil menangis krn baru jg adiknya 1 rmh mengalami apa yg sy alami

tolong ya ibu beritahu ceritakan modus terbaru penipuan ini ke semua teman2, saudara2 ibu, semua sahabat n tetangga, agar jgn ada korban lagi

kami pihak bank sudah berusaha mengamankan rekening dan data nasabah tapi yg namanya pihak penipu akan terus menciptakan teknologi terbaru spy bisa meretas, mencuri n menipu uang nasabah direkening bank.

+6282133336454 ini no hp penipu itu n sampai sekarang masih aktif bahkan kemaren sore sy telp masih diangkat dan ketawa2 dan sy sms masih aktif, jadilah semakin banyak korbannya.

Sebagai peringatan!

Tidak ada bank yg resmi, dimanapun yg menelpon kpd nasabahnya

Dimana-mana bank selalu pasif, tidak mau telpon duluan.

Selalu menunggu nasabah datang mengurus, kecuali sistem pelayanan online. Khususnya ada trouble card credit, card atm

Itu ada peraturannya di buku tabungan dan di lembar pengisian aplikasi.

COPAS SEMOGA BERGUNA, KALO BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN TOLONG SEBARKAN

Dari Inkubator ke Alat Anti Covid-19

INKUBATOR GRATIS dan ALAT ANTI CORONA VIRUS

Kuliah Kapita Selekta perdana, untuk student FTUI dan untuk UMUM.

Prof Dr Muh Idrus Alhamid is inviting you to a scheduled Zoom meeting.Topic: Muhammad Idrus Alhamid’s Zoom Meeting Magang B – Kapita Selekta 25 Februari 2021Time: Feb 25, 2021 03:00 PM Bangkok

Join Zoom Meetinghttps://zoom.us/j/93694518291

Meeting ID: 936 9451 8291Passcode: 959937Linkzoom hanya utk mhs FTUI terbatas 300 org.

Pemaparan Oleh Prof Raldi dan Tim ACOVUS-UI

Sebarkan untuk menolong bayi-bayi di seluruh Nusantara.

—————000———————

Streaming untuk umum (bisa 1000 org).

—- TERBUKA UNTUK SEMUA.-

Inkubator Gratis dan Peralatan Anti Corona Virus (ACOVUS)

Kuliah Perdana KAPITA SELEKTA, Teknik Mesin & Perkapalan (Kelas Reguler, Paralel dan Program Internasional / KKI)

Hari dan Tanggal: Kamis, 25 Februari 2021Waktu: Pukul 15:00 WIB s/d SELESAI

Simak Pemaparan Kami Selengkapnya Lewat LIVE STREAMING

Youtube di link berikut ini:

https://s.id/LiveInkubator

https://s.id/LiveInkubator

TERBUKA UNTUK UMUM

Kegiatan “Peminjaman Inkubator Gratis Untuk Nusantara” yang sudah berjalan sejak tahun 2012 telah hadir di 24 provinsi dan 118 kota / kabupaten. Hingga kini, Usaha Penyelamatan Ribuan Bayi Nusantara yang sudah kami jalankan selama 8 tahun ini telah menolong lebih dari 4100 bayi. MERUBAH KESULITAN MENJADI KEBAHAGIAAN.

Dan kini, melihat pandemi COVID-19 yang melanda dunia, kami lalu bertransformasi menjadi Tim Anti Corona Virus (ACOVUS) UI. Berbekal kemampuan memproduksi inkubator bayi yang merupakan hasil R & D di Heat Transfer Laboratory FTUI, kami pun ambil inisiatif membuat peralatan anti COVID-19 guna membasmi virus COVID-19 yang bergentayangan di udara.

Di antaranya ialah PURIDIS (Purifier & Disinfection), HF-UVC (Human Friendly UV-C) dan SPIDEC (Smart Pillar Decontamination).

Lihat juga : https://puridis.com

Kelapa Gading Koq Gak Banjir ?

Disalin dari salah satu WAG.-

[21/02 14:09] +62 816-743-4xx:

Susi dan para pemilik rumah di Kelapa Gading , ini lho kenapa makanya Kelapa Gading gak banjir

Kenapa kelapa gading ga banjir ?

Ternyata ada Ibu Dewan …
Contoh kerja nyata:

Alhamdulillah Kelapa Gading ga banjir … Ternyata bu dewan Tina Toon, udah mempersiapkan pencegahan banjir:
-” Selamat Siang semuanya , semoga sehat dan semangat selalu , Ijin sy (tina toon) pansus banjir dprd dki jakarta fraksi PDIP , menyampaikan progres perjuangan penanganan banjir di klp gdg , aetelah sidak dan kordinasi bbrp hal sdh dikerjakan , ada yg sdh kt dorong di 2020 dan masuk di 2021 programnya ada jg yg long term dan multi years …

Untuk pompa , 2020 bisa banjir terus2an krn banyak pompa yg rusak dan tdk standby, skrg untuk pompa ada 7 lokasi punya SDA dan 4 lokasi punya sumarecon … yg punya SDA semua skrg sdh nyala setiap banjir (kordinasi terus dgn satpel) dan yg rusak sdh beres termasuk yg KGT Don Bosco baru selesai 2/2/21 dan 2021 masuk pompa betik dan artha gading dgn kekuatan yg sangat besar dan sangat membantu🙏🏻 Pompa mobile dan apung serta jets semua standby sedot genangan jika hujan besar (ada 21 milik sda jakut dan program tahun ini masuk ditambah) 🙏🏻

Untuk saluran PHB , kmren 2020 bisa genangan parah , krn pada saat pembangunan tol banyak saluran PHB rusak , jadi meskipun pompa jalan air dan pintu air dibuka tdk mengalir semestinya , 2021 salurannya sdh diperbaiki di Klp gdg barat dan pegangsaan 2 utk aliran ke kali betik , yg KGB sdh hampir rampung yg PG2 masih on progress tetapi Juni 2021 proyek tol wajib selesai , mdh2an beres smua . Untuk saluran jg dilakukan pengurasan , grebek lumpur , beres2 sampah dll … depan mkg jg sdh di normalisasi jd 1 meter jd lebih lebar.

Untuk kerukan kali jalan terus , skrg alat berat ada 2 , 2021 sdh masuk utk ditambah , kmren nias , hibrida , dpn batavia , dll sdh dikeruk dan masih jalan terus , termasuk pemberesan sampah dan grebek lumpur di kali2 dan di ujung kali kresek , jg kt slalu monitor dan kordinasi petugas biru dan orens melingkar apalagi slama musim puncak hujan

Untuk klp gdg timur yg depan mkg selalu banjir sdh di bikin kolam kolakan dari 11 sdh rampung 5 , yg ke 6 stngah , kt dorong cepat krn lumayan banget utk nampung air biar ga tumpah ke jalanan krn disitu slalu tinggi air nya

Untuk jalanan rusak krn banjir itu jg memang banyakan di lokasi2 pembangunan tol , sdh kordinasi dgn kecamatan dan binamarga utk segera di bereskan , yg bukan proyek tol bisa permanen , namun utk yg di proyek tol rusak2 lg krn masih tahap pembangunan , tetapi slalu diupayakan pembetulan sementara untuk kenyamanan akses warga

Berikutnya yg kita kawal dan dorong habis yg masuk di 2021 (sdh diperhatikan ketua dprd dan ketua komisi D jg krn kebtulan satu fraksi 😋) adalah pompa betik dan artha gading , kerukan kali sunter , kali betik dan kali kresek skala besar, dan pintu air nias 3 (sdh tinjauan jd kmren)

Dengan upaya selama ini , jika hujan LOKAL , sangat membantu kmren debit air besar 5-6 jam hujan besar masih bisa tertangani , hanya genangan di saluran yg tol rusak itu di KGB Holland dan PG2 5-10cm , dan bbrp titik jg di pompa mobile surut cepat , TAPI JIKA Hujan Rata dan kt dpt kiriman dr timur dan pintu air pulogadung siaga , kemungkinan kt masih harus siaga banjir , krn PR Besar adalah NORMALISASI 13 sungai di Jakarta , klo utk klo gdg kt harusnya normalisasi cakung lama biar lebar (kt perjuangkan terus jg) tapi memang itu dibutuhkan political will dari gubernur dan pemprov apalagi yg berurusan dgn wilayah2 lain , semoga semua sehat slalu dan tahun ini penanggulangan banjir bs maksimal , dan mohon doanya utk perjuangan yg masih butuh extra effort utk di dorong 🙏🏻 utk update dll bisa cek Instagram @tinatoon5 yaaa terimakasih”-