Transduser Pengukur Tekanan

Parameter Tekanan (pressure) merupakan salah satu parameter yang penting dalam termodinamika, tanpa mengetahui tekanan terutama pada fase gas ataupun liquid sebuah instalasi bisa menjadi sumber malapetaka. Pengendalian tekanan ini tentu saja memerlukan alat untuk mengetahui besarnya atau nilainya, untuk itu digunakanlah pengukur tekanan. Cara lama dalam mengukur tekanan ini menggunakan cara mekanik dalam mengkonversi perubahan  tekanan menjadi sebuah gerak jarum penunjuk. Model yang baru sekarang menggunakan cara elektronik. Tentu saja metode ini menyajikan respons yang lebih cepat dan akurat.

Buku ini membahas kedua model tersebut diatas. Pengukur tekanan tipe Bourdon sebagai representasi model lama tetap digunakan bahkan sampai sekarang karena masih bermanfaat terutama sebagai indicator visual untuk operator agar selalu bias mengetahui tekanan dalam tangki atau instalasi. Karena respons yang cepat dari pengukur tekanan elektronik atau disebut juga pressure-transducer maka digunakanlah alat ini sebagai pencatat real-time agar bisa mengetahui perubahan tekanan dari waktu ke waktu (detik demi detik). Dengan demikian banyak lagi yang bisa kita lakukan terutama dengan merangkaikannya dengan computer atau pencatat digital lainnya sehingga spectrum penggunaannya menjadi lebih luas,

Dalam penelitian dan pengembangan penggunaan pressure transducer ini sudah tidak dapat dihindari lagi, karena seringkali peneliti memerlukan data real-time sekaligus menggabungkannya dengan program computer (coding) dimana perubahan parameter tekanan dalam system dinamis manjadi masukan yang penting dalam analisa kondisi instalasi.

Accuracy, precision, repeatability serta reproducibility merupakan fenomena yang penting dalam pengukuran tekanan teutama bila kita mengukur perbedaan tekanan yang kecil. Seringkali persoalan juga muncul saat kita belum mengetahui apa artinya Zero-offset dalam menggunakan pressure-transducer. Standar, kalibrasi, ilmu statistic, merupakan bahasan yang tak terpisahkan dalam pengukuran tekanan.

Dengan mulai maraknya penggunaan Arduino sebagai template mikroprosesor, maka variasi terapan dari (PT – Pressure Transducer) meningkat menjadi alat kendali (kontroler) dari suatu sistem sekuriti dari sebuah instalasi bertekanan tinggi. Dalam buku ini anda akan menemukan cara menghubungkan antara PT dengan data logger ataupun sistem data acquisition sehingga penggunaannya menjadi lebih bervariasi bahkan dengan harga yang terjangkau. Banyak peralatan canggih bias kita buat dengan memahami sirkuit elektronik antara PT dengan Arduino.

Kritik dan saran pembaca sangat kami harapkan dan semoga buku kecil ini dapat berguna untuk siapa saja yang  menggunakan alat pengukur tekanan.

Depok, 22 Maret 2019

Raldi Artono koestoer

Info lanjut WA/HP/SMS 08111383300


THE MOST SILENT INFANT-INCUBATOR

The Grashof-portable-incubator is work of Incubator’s team of Universitas Indonesia. It is a special innovated infant incubator customized for equatorial environment, to do so, It uses a special system of Natural-convection and natural-circulation based on the Grashof law (German Scientist proposed the formula of Natural-convection and Buoyanci-force more than 100 years ago). The incubator itself is divided into several compartments. The first and most spacious one is on top and function as the space for infant to lay upon. The second compartment is below the first compartment and function as the place for the heater lamp. The remaining compartment are either for additional electronics or for air flow into, either way the main fundamentals only covers the first and second compartment.

The principle of the incubator is fairly simple. First, the heater lamp is powered by external electricity source. The heater lamp will raise the temperature for the air inside the incubator. The raise of temperature leads to a difference of pressure between the air inside of the incubator and the outer air. Air naturally will flow from high pressure to low pressure, because of this, the air from outside will come inside the incubator through the hole on the sides of the incubator. The entering air will then be heated by the heater lamp to maintain desireable temperature for the infant (between ambient temperature and main body temperature, defined 33-35 dgC). From the infant space, the air will flow out through the holes on the covers of the infant compartment.

The Grashof-portable-incubator is dubbed ‘the most silent incubator’ and ‘the most saving energy incubator’. Both of these can be achieved because of the design simplicity of the incubator. The noise appears usually in conventional system due to the rotation of fan blade, in Grashof incubator there is no fan neither blower to move the hot air from heating chamber to baby’s cabin. Furthermore, it has less options compared to other incubators, however, it incorporate much simpler and replaceable parts. For example, the usual incubator usually had a feature to set the temperature into a desireable value, whereas the grashof incubator set the temperature between 33-35 dgC. However, due to the lack of complex machinery for these feature, the amount of process in the incubator is virtually lesser than the usual incubator. Thus, it produces lesser or almost no-noise with lesser energy. (Ral and Dhon cooperation).-

Hasil gambar untuk foto grashof incubator

Kabin Kapsul Halte UI Depok

Siapa yang tidak kenal dengan kost-kost an. Yang pernah menjadi mahasiswa pastinya pernah jadi anak kost, entah itu beneran nyewa kamar kost atau hanya jadi PGT (Penghuni Gelap Tetap).
Seiring dengan perkembangan jaman yang serba cepat pergerakannya. Penggunaan kamar kost sebagai sarana pendukung belajar disaat kuliah saat ini di rasa kurang tepat. Beberapa alasan yang mendasari adalah :
1. Kegiatan mahasiswa sekarang lebih banyak di kampus atau bisa kita sebut full day study. Baik itu di ruang kelas, laboratorium, perpustakaan atau bahkan di sekretariat kegiatan mahasiswa.
2. Penggunaan buku dan lembar fotocopy sekarang sudah semakin berkurang seiring dengan semakin berkembangnya buku digital (e-book).
3. Sarana transportasi menuju kampus yang semakin beragam dan memanjakan para mahasiswa, sehingga perjalanan mereka makin nyaman dan cepat.

Dari ketiga faktor tersebut, praktis saat ini kamar kost hanya di gunakan sebagai tempat singgah untuk sekedar beristirahat dari kegiatan belajar di kampus. Praktis dengan pola seperti itu sebenarnya kamar kost hanya di gunakan paling banyak untuk tidur pada saat ini. Apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir yang mungkin hanya kuliah 2 kali dalam seminggu dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus atau lapangan untuk penyusunan skripsi.

Melihat pemakaian kamar kost yang minim oleh penghuni kostnya taruhlah hanya sebanyak 2-3 hari dalam seminggu atau sekitar 8-12 hari dalam sebulan membuat biaya kost yang harus di keluarkan menjadi tidak relevan lagi. Dengan biaya sewa kamar kost di sekitaran UI yang sudah menyentuh angka minimal 600 rb per bulan untuk kamar yang tidak ber AC atau sekitar 1,2 juta perbulan untuk kamar berAC, penggunaan kamar kost konvensional dirasa sudah tidak ekonomis lagi.

Untuk menyikapi pola anak kost yang masih sering pulang pergi ini, Kabin Kapsul menawarkan pola penginapan yang dianggap paling ekonomis untuk masalah budget dan kenyamanan. Dengan tipe kamar berupa kabin tidur yang di fasilitasi dengan pendingin udara, wifi, kamar mandi dan dapur, Kabin Kapsul menawarkan kalau bisa di bilang dengan slogan “kaki lima dengan fasilitas bintang lima”.

Dengan harga sewa yang fleksibel, mau harian ataupun bulanan, Kabin Kapsul menawarkan harga sewa yang terjangkau bagi kantong mahasiswa.
Dengan harga sewa harian sebesar 60 ribu dan bulanan sebesar 700 ribu, Kabin Kapsul dirasa sudah memberikan harga terbaik dengan segala fasilitas yang diberikan.

Berikut fasilitas serta kemudahan yang diberikan oleh Kabin Kapsul Halte Kampus UI :
– Lokasi yang berdekatan dengan halte kampus UI
– Kamar berpendingin udara (AC)
– Wifi (dalam proses)
– Ruang duduk yang dilengkapi TV di lantai 2
– Teras dan balkon di lantai 2
– Toilet duduk dengan eco washer
– Shower untuk mandi
– Kebersihan kamar terjaga
– Bapak Kost 24 Jam.

Tertarik untuk menginap di Kabin Kapsul Halte Kampus UI Depok silahkan hubungi :
Bapak Shantonio Siagian di HP/WA : +62 812-9349-9175

(Artikel ini numpang nyalin dari akun FB nya Eko karena gak bisa di share).-

Keterangan foto tidak tersedia.

Keterangan foto tidak tersedia.

Gambar mungkin berisi: dalam ruangan
Keterangan foto tidak tersedia.
Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

ini kamarnya atau kabin kapsulnya


Putra Saireri: Billy Mambrasar

”BILLY MAMBRASAR DIANTARA DILEMA “BERUNTUNG” ATAU “BEKERJA KERAS”

Syom Faro ( Bahasa Byaki)
Diru Pai!! (Bahasa Asua – Arui)

Selamat ber-apa saja untuk kam semua, di seluruh Nusantara….

Untuk Menjawab komentar nyinyir dari Jutaan Netizen yang maha benar….. bahwa Billy Mambrasar is just lucky because coincidently : He was born Papuan, makanya dipilih sbg stafsus….

Pertama-tama saya tegaskan: Job Title saya adalah: Staf Khusus Millenial Indonesia. Jadi Harus diingat bahwa Saya bukan Staf Khusus Presiden untuk Urusan Papua. Saya adalah Putra Indonesia yang kebetulan berdarah Papua (Mambrasar), yang ditunjuk berpikir untuk menggunakan Teknologi dan Inovasi dalam membangun Indonesia.

Akan tetapi, karena Saya lahir dan dibesarkan oleh Tanah Papua sehingga selain sebagai Staf Khusus Milenial Indonesia, saya akan juga terus melanjutkan pelayanan yang sudah saya kerjakan selama 9 tahun terakhir untuk membangun Tanah Papua selain juga membangun seluruh Indonesia.

Untuk asumsi nyinyir di paragraf pertama diatas, Here is the thing:

Ada 2.5 juta penduduk Papua dan dengan perhitungan presentase matematika sederhana, sekitar 30% saja anak2 seusia saya, atau berada pada my demographic age. Menggunakan presentasi matematika tersebut, dari 2.5 juta tersebut, berarti ada 750ribu anak Muda Papua selain saya. Artinya untuk menjadi anak Papua yang terpilih, mereka semua, adalah saingan / kompetitor saya, ada 750ribu anak muda Papua.

Muncul argument berikutnya lagi, mungkin karena Billy adalah anak Papua yang beruntung memperoleh pendidikan tinggi dan memadai? Sementara yang lainnya Tidak?

Here is my response: saya BUKAN beruntung, tetapi saya memang bekerja keras untuk meraih pendidikan setinggi tingginya. Saya sendiri adalah anak Papua yang lahir dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, bisa dikatakan sangat miskin. Saya jualan kue, dan hidup di rumah tanpa listrik, sampai saya SMP. Orang tua saya sampai berlinang air mata, ketika melihat mimpi besar saya untuk berkuliah ke ITB, karena terinspirasi kisah Sukarno, President pertama Indonesia, yang sukses menjadi insinyur sipil setelah berkuliah di ITB.

Ibu saya berkata: :Nak, mama hanya jual2 kue di Pasar, penghasilan setiap hari tidak sampai 50 ribu… bagaimana mungkin mama dan papa sanggup bayar SPP Kamu untuk kuliah lagi?”

Untuk memenuhi ambisi anaknya bisa sekolah setinggi-tingginya, Papa saya mengemis, memegang nokennya, dia, dari satu dinas ke dinas lain, memohon bantuan agar saya bisa terbang dan bersekolah ke Tanah Jawa.

Tuhan menjawab Doa kami, Saya dibantu oleh Dr. James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua saat itu dengan uang 5 juta rupiah, untuk menerbangkan saya bisa berangkat kuliah ke Bandung.

Saya ikut test masuk ITB, dan berhasil lolos. Akan tetapi tidak ada biaya utk makan, akan tetapi SPP sudah ditanggung oleh Beasiswa Otonomi Khusus dari Pemerintah Provinsi Papua. Saya juga berjualan-berjualan kue, dan mengamen dari Kafe ke Kafe, dan dari acara pernikahan ke acara pernikahan lainnya, untuk dapat uang buat makan. Saya berusaha keras untuk memperoleh pendidikan, saya bukan beruntung!.

S1 saya cuma di dalam Negeri, ga kayak beberapa anak2 Pejabat atau orang kaya lain, yang sudah bisa sekolah di Luar Negeri dari S1, mau buat bisnis atau social movement tinggal minta modal ke orang tuanya.

Mari kita fokus ke demografik Papua kelas menengah ke atas! Ambil saja 10% dari young demographic Papua tadi (750rb orang), artinya ada 75ribu anak Muda Papua lain memiliki resources lebih dari saya, yang merupakan saingan saya. Still, I have to beat those 75ribu anak muda Papua lain, to be the “Chosen one”.

Argumen nyinyir lain muncul lagi. Fakta yang Selalu dibawa-bawa adalah bahwa: Pemerintah dan stakeholders lain, we choose Billy karena dia punya karya nyata dalam social entrepreneurship, dan pendidikan. Artinya, publik yang nyinyir berargumen bahwa mungkin 75ribu anak2 saingan saya itu belum memiliki atau memulai karya2?

Pertanyannya: mengapa mereka dengan kelebihan dan sumber daya berlebih, tidak terpikir utk membuat bisnis, social movement, serta karya2? Mungkin mereka memutuskan seperti itu, dan mereka tidak bisa disalahkan juga, karena mungkin bukan passion, hobi dan kesenangan mereka.

Kesimpulan yang bisa saya sampaikan, bahwa mungkin ada Faktor2 lain seperti , ada faktor: Kerja Keras, Keberuntungan, dan Berkat Tuhan disitu. Juga ada faktor: Mengambil resiko dalam hidup dan menghindari zona nyaman. Saya anti kenyamanan hidup, dan saya selalu terbeban menolong orang lain, juga sangat nasionalis ingin membangun bangsa Indonesia.

Waktu kuliah sarjana dulu, Saya memilih untuk aktif ikut kompetisi bisnis, bolos2 kuliah utk ikut lomba nyanyi dan seni utk mengasah kreatifitas saya, dan hampir Drop Out dari ITB, teman-teman ITB pasti tau, betapa saya sangat nyeleneh semasa kuliah. Saya bahkan pernah memilih meninggalkan kampus selama 1 Semester untuk mengikuti Kompetisi Indonesian Idol, saya juga pernah meninggalkan skripsi saya, dan alhasil lulus diatas 5 tahun, karena saya memilih ikut pertukaran siswa ke Amerika Serikat, di Harvard University kala itu. Pulang-pulang, teman-teman seangkatan sudah lulus semua, dan sudah mulai pada kerja-kerja di top companies. Saya tertekan secara psikologis dan sempat malu. Mungkin dalam bayangan mereka: Yah kurang fokus siiiih.. jadi lama lulus. Ilmu tambang juga pasti dia gak ngerti?? Kata beberapa teman yang lain.

Saya memang sulit utk hidup mengikuti jalur monoton, predictable, dan tersusun. Saya anti kenyamanan, saya memang orangnya nyeleneh, dan selalu mencari ide baru.

Banyak pilihan2 nyeleneh lain yang saya buat, yang sulit dipahami, dan selalu di luar dari jalur normal yang dipilih teman-teman ITB kala itu. Saya memahaminya, dan saya mengambil resiko dalam membuat pilihan tersebut. Bahkan setelah lulus dari ITB, Banyak sekali pilihan2 beresiko lain yang saya pilih, yang mungkin tidak diambil oleh anak-anak lain.

Setelah lulus dari ITB dan bergabung dengan Multinational Corporation (MNC), Perusahaan Minyak Inggris: BP selalu muncul komentar-komentar seperti : dia ketrima karena dia anak Papua. Terlepas dari kemampuan saya menjawab pertanyaan2 terkait Industri Hidrokarbon dengan gape, bahasa Inggris saya yang kata Bos saya orang bule inggris kala itu ke saya: “You speak like a native speaker, you sound british!”… tetap orang akan berasumsi tertentu dan tetap nyinyir.

Selama di BP pun prestasi demi prestasi yang saya peroleh selalu dinafikan orang lain sebagai: “Billy Mambrasar is just lucky”, which made me just smile responding to them.

Saya mau bilang bahwa, seperti karakter saya selalu, Saya menolak utk menikmati kenyamanan hidup. Banyak hal2 nyeleneh yang saya buat, bekerja lebih dari, bahkan di luar tanggung jawab saya, seperti mendorong program pemagangan anak-anak lokal di BP, atau keluar masuk kampung sekitar area operasi BP, karena saya ingin tau, seperti apa budaya dan cara hidup orang2 Papua dari Suku Sebyar, Irarutu, Sumuri, Sekar Pikpik, dan Fakfak. Saya ingin menolong mereka juga! Mereka hidup di sekitar daerah operasi migas tersebut. Bos saya sampe tegur saya: “kamu ngapain beraktifitas ekstrakurikuler di luar tugas dan tanggung jawab kamu sebagai insinyur? Kalau kamu mau jadi Bos disini, kamu harus Fokus”.

Saya lalu memulai Social enterprise saya: Kitong Bisa, dan itu memakan banyak waktu saya. Saya tidak fokus berkarir. Saya ingin menjadi manusia yang berdampak. Karena sering Bolos, saya dimarahi bos saya, dan dibilang tidak fokus. Dia selalu bilang: km klo mau sukses menjadi manager seperti saya, harus fokus bekerja.

Karena konflik yang terus menerus dengan Bos saya, dan saya juga memilih untuk menciptakan dampak yang lebih besar lagi, saya memilih keluar dari BP, keluar dari perusahaan yang kata orang-orang: Bergaji besar dan berfasilitas mewah. Ibu saya saking stress karena keputusan saya, sampe sakit 3 hari, stress karena takut tidak ada sokongan dana lagi.

Resign dari BP, saya fokus ke social enterprise saya. Hasilnya: banyak orang yang saya tolong, dan presetasi demi prestasi saya raih. Orang mulai mengenal dan memberikan penghargaan, dan saya mulai menikmati hidup saya. Mulai dari Bertemu presiden Barrack Obama, berbiara di Gedung PBB, diundang bertemu pemenang Nobel Prize 2019: Muhammad Yunus, Fellow di WIFE, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, dll.. dll.

Selain sifat tidak menyukai kenyamanan, saya selalu tidak berhenti bermimpi besar. Saya memutuskan untuk bolak balik Inggris menyelesaikan master kedua saya, setelah berhasil lulus dari Australian National University (ANU), dengan gelar master dan penghargaan rektor sebagai: Student of the Year 2015. Tujuan saya menempuh pendidikan setinggi-tingginya ini adalah untuk menginspirasi anak miskin seluruh Indonesia, bahwa: Billy Mambrasar, seorang Putra Indonesia miskin, anak penjual kue di Pasar, mampu menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya dengan beasiswa penuh. Orang miskin Indonesia juga memiliki hak penuh untuk hidup sukses dan Bahagia. Kisah saya telah menjadi kisah inspiratif untuk anak-anak Indonesia agar percaya pada mimpi-mimpinya lagi.

Semua orang akan tetap nyinyir, semua orang akan tetap berkomentar. Mentor saya pernah berkata: “Embrace both praise and criticism, they are equally important!”. Saya menerima dengan hati terbuka kritikan pedas, nyinyir dan sindiran-sindiran. Semua itu adalah cambuk untuk saya tetap maju dan berkarya.

Terpilih sebagai Stafsus Presiden bukan sebuah privillege dan prestise, itu adalah Tanggung Jawab. Saya bertanggung jawab terhadap 260 juta Rakyat Indonesia, saya berutang janji dan memegang beban untuk membantu peningkatan kesejahteraan bangsa ini. Jabatan bukan Privillege, Jabatan adalah Tanggung jawab dan amanah, oleh sebab itu, Jabatan ini harus diikuti dengan komitment tinggi untuk saya ikut membangun Negara. Mohon Doa dan Dukungannya!

Saya rasa kita semua bisa dan akan memiliki kesempatan yang sama. Mari kita maju dan menciptakan karya-karya hebat bagi bangsa kita! Kita jangan berambisi mengejar jabatan, kekuasaan, atau ketenaran. Kita cukup berkarya dan fokus menolong orang lain. Hal2 seperti kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran, hanyalah Bonus dari TUHAN SEMESTA ALAM, apabila pelayanan kita diberkati oleh yang Maha Esa.

Nusantara, 22 November 2019
Putra Saireri: Billy Mambrasar

Jawaban Billy Mambrasar saat Dikritik Pedas Fadli Zon

ENFP-A Tentang Kepribadian

Kepribadian “Juru Kampanye”

Saya tidak tertarik dengan apa yang Anda lakukan untuk menjalani hidup. Saya ingin tahu apa yang sangat Anda inginkan – dan apakah Anda berani bermimpi menggapai kehendak hati Anda. Saya tidak tertarik dengan usia Anda. Saya ingin tahu apakah Anda berani terlihat bodoh – demi cinta – demi impian Anda – demi petualangan hidup. ORIAH MOUNTAIN DREAMER

Kepribadian Juru Kampanye adalah jiwa bebas sejati. Mereka seringkali menjadi orang membuat segala sesuatu menjadi menyenangkan, tetapi mereka kurang tertarik dalam kegembiraan dan kesenangan suasana yang berlebihan dan lebih menikmati hubungan sosial dan emosional yang mereka bangun dengan orang lain. Menarik, mandiri, penuh semangat, dan berbelas kasihan, jumlahnya yang 7% dari populasi tentu saja dapat dirasakan di setiap keramaian.

Kepribadian “Juru Kampanye” (ENFP-A / ENFP-T)

Mohon komentar anda…

[…. INI GUE BANGET…]

Anda Dapat Mengubah Dunia Hanya dengan Satu Ide

Lebih dari sekadar orang yang selalu menyenangkan orang lain dan mudah bergaul, Juru Kampanye dibentuk oleh sifat visioner mereka, memungkinkan mereka memahami makna tersirat dengan rasa ingin tahu dan energi. Mereka cenderung melihat kehidupan sebagai teka-teki besar yang kompleks tempat segalanya terhubung – tetapi tidak seperti tipe kepribadian dalam kelompok Peran Analis, yang cenderung melihat teka-teki tersebut sebagai rangkaian mesin sistematis, Juru Kampanye melihatnya melalui prisma emosi, perasaan dan mistisisme, dan selalu mencari makna yang lebih dalam.Juru Kampanye sangat mandiri, dan jauh lebih dibandingkan kestabilan dan keamanan, mereka mendambakan kreativitas dan kebebasan.

Banyak tipe kepribadian lain mungkin merasa kualitas ini sangat menarik, dan jika mereka menemukan suatu alasan yang mencetuskan imajinasi mereka, Juru Kampanye akan berupaya keras yang seringkali membuat mereka menjadi pusat perhatian, diangkat oleh rekan mereka sebagai pemimpin dan guru – tetapi ini bukanlah hal yang selalu diinginkan oleh Juru Kampanye yang cinta kebebasan ini. Akan lebih buruk lagi jika kepribadian ini mendapati dirinya dikungkung oleh tugas administrasi dan pemeliharaan rutin yang dapat membawanya ke posisi kepemimpinan. Harga diri Juru Kampanye adalah mandiri dengan kemampuan mereka untuk memberikan solusi orisinal, dan mereka harus tahu bahwa mereka memiliki kebebasan berinovasi – mereka dapat dengan cepat kehilangan kesabaran atau hilang semangat jika mereka terjebak dalam peran yang membosankan.

Jangan Kehilangan ‘Semangat Gila’ Itu

Untungnya, orang dengan tipe kepribadian Juru Kampanye tahu caranya untuk rileks, dan mereka sangat mampu beralih dari seorang idealis yang sangat bergairah di tempat kerja menjadi seorang yang berjiwa bebas, antusias dan imajinatif di lantai dansa, seringkali dengan cara yang mendadak yang mengherankan bahkan bagi teman dekat mereka. Memiliki sifat campuran juga memberi mereka kesempatan terhubung secara emosional dengan orang lain, memberi mereka pandangan mendalam tentang motivasi teman dan rekan kerja mereka. Mereka yakin bahwa setiap orang perlu waktu untuk mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka, dan empati serta rasa sosial mereka menjadikanya topik percakapan yang alami

Kepribadian Juru Kampanye harus berhati-hati, namun – jika mereka terlalu mengandalkan intuisi, terlalu berasumsi atau mengantisipasi motivasi temannya, mereka dapat salah memahami isyarat dan mengacaukan rencana yang sebenarnya dapat menjadi sederhana dengan pendekatan langsung. Tekanan sosial jenis ini merupakan momok yang membuat tipe kepribadian yang fokus pada keharmonisan ini tidak bisa tidur. Juru Kampanye sangat emosional dan sensitif, dan jika mereka menyakiti perasaan orang lain, mereka dapat merasakannya.

Juru Kampanye akan menghabiskan banyak waktu mengeksplorasi hubungan sosial, perasaan dan ide sebelum mereka menemukan sesuatu yang benar-benar meyakinkan. Namun, ketika kepribadian ini akhirnya mendapat kedudukan mereka di dunia, imajinasi, empati dan semangat mereka mungkin akan membawa hasil yang mengagumkan.

(Disalin dari 16personalities.com).-

Lifetime Achievement Award

Berikut ini adalah sambutan saya pada pemberian anugerah

LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD

dari Iluni-FTUI, yang diselenggarakan pada penutupan pameran hasil karya FTUI dan Iluni-FTUI, bertempat di Pondok Indah Mall 2, tanggal 07 – 10 November 2019. Ada 2 orang yang mendapatkan award ini 1) Saya sendiri Raldi Artono Koestoer, dengan karya Inkubator Grashof yang dipinjamkan dengan gratis untuk golongan prasejahtera, dan yang 2) Harry Aprianto Kissowo, dengan karyanya Speaker V8Sound yang kualitasnya setara dengan speaker high-end dari Luar Negeri.

-0-
Jadi itulah, masterpiece nya. Mengapa? Karena ini adalah inkubator yang paling canggih di dunia. Anda tidak percaya kan? Saya buktikan sekarang, saya buktikan. Adakah inkubator buatan asing yang bisa dibawa masuk ke rumah gedeg? Tak ada. Nah, ini bisa. Kemudian yang kedua… Adakah inkubator buatan asing yang beratnya 13 kg, portable, bisa dibawa turun gunung, naik gunung, turun lembah, naik lembah, masuk ke rumah orang miskin yang listriknya hanya 450 Watt? Tidak ada. Kemudian inkubator ini dipinjamkan gratis untuk keluarga pra-sejahtera. Dan sudah menolong sejak 2012 s/d 2019, dari Aceh sampai Papua, sudah menolong 3000 bayi. Kemudian, ini tidak dijual. Kalau Anda tahu mass production, lawannya custom production, dibuat satu-satu. Tapi ini tengahnya, yaitu batch production. Dan tengahnya ini, sebulan di produksi satu lusin. Dan hanya untuk Agen Relawan.

Agen Relawan adalah Agen yang meminjamkan Inkubator Gratis ini ke rumah ibu bayi, diantarkan ke rumah ibu bayi. Kalau sudah selesai diambil kembali, dan kemudian dipelihara oleh Agen Relawan. Sekarang sudah ada Agen Relawan di 95 kota di seluruh Indonesia. Tapi cita-cita kami kalau bisa tahun depan ada di 300 kota. Jadi approachnya mulai tahun ini kami tidak approach secara individual untuk menjadi agen relawan, tapi institusional. Institusional, dengan institusi yang sudah punya jaringan. Jadi kalau bisa, kita bicara dengan institusi yang sudah punya jaringan. Sekali dapat 20, 30, bahkan 100. Jadi kalau bisa tahun depan jadi 300 kota sudah tercover oleh inkubator. Dan Agen Relawan mengganti biaya produksi Rp 4 juta. Artinya kita bekerjasama. Kerjasama dengan amanah. Amanahnya apa? Pertama, mau mengantarkan ke rumah ibu bayi. Mengapa? Karena keluarga pra-sejahtera tak punya mobil pastinya. Jadi diantar. Kemudian sudah kelar, diambil kembali. Maintenance dilakukan oleh Agen Relawan. Hanya sedikit karena kami guide semua dari markas. Lalu dilarang mengkomersilkan inkubator, dilarang tarik biaya sewa. NOL RUPIAH. Biasanya kalau di Tokopedia ditulis nol, alias GRATIS.

Seminggu sekali, kami blasting SMS ke nomor ibu bayi untuk bertanya berat bayi. Kami tanyakan karena kami pinjamkan pula timbangan bayi, satu paket dengan inkubator dan suhu digital. Sehingga tiap hari ibu bayi bisa menimbang berat bayinya, seminggu sekali mereka akan jawab lewat SMS. Kalau mula-mula 1.5, terus seminggu kemudian 1.7. Nah, kalau sudah 2.5 kita bilang sudah selesai. Karena itu sudah berat normal bayi Indonesia. Kalau beratnya sudah 2.3, kami bilang kalau siang, harap dilatih di luar inkubator. Kalau siang. Kalau malam masuk lagi. Nah, kalau bayinya sudah sumuk, kadang-kadang 2.3 bayinya sudah tidak betah, sumuk, artinya sudah selesai. Kita kontak agen relawan untuk mengambil kembali inkubator itu.

Beberapa Agen Relawan itu adalah alumni, baik S1, S2 atau S3. Tapi kebanyakan berasal dari umum. Ada yang bankers, dokter juga ada, rumah sakit juga ada. Jadi saya sebutnya entitas Agen Relawan. Siapa mereka itu?
1. Individu
2. Pasangan suami istri
3. Keluarga
4. Komunitas
5. Yayasan
6. Rumah Sakit
7. Organisasi Lain

Sekarang saya mau menjelaskan sedikit prinsip kerjanya karena berlainan dengan inkubator yang ada di rumah sakit. Pertama, heating chamber. Di dalamnya ada pemanas yang berupa dua buah lampu pijar (@ 25 Watt), sehingga inkubator ini adalah the most saving energy of incubator, paling hemat energi. Ada orang dari environment (lingkungan) bilang ini green incubator, inkubator hijau (paling hemat energi) walaupun warnanya biru. Sebab inkubator yang besar dari luar negeri power consumption-nya 300-500 Watt. Kok bisa 50 Watt? Saya sampaikan rahasianya kepada Anda. Di luar negeri, environment temperature-nya 0 oC, pakai heater 15 oC. Kita butuh di dalam kabin bayi 33-35 oC. Sedangkan di Indonesia, di dalam ruangan suhunya 29-30 oC. Di luar negeri, dari 15 naik ke 35 perlu energi besar, power consumption tinggi. Kalau kita dari 30 ke 35, butuh 50 Watt saja cukup -bahkan sebetulnya kelebihan sedikit. Tapi ada beberapa daerah di Indonesia yang temperaturnya rendah: Bandung, Lembang, dan sebagainya. Jadi di naikkan sedikit. Begitulah. Jadi heating chamber ini, kalau lampunya nyala, dia jadi panas, temperaturnya naik. Rumusnya waktu kita semua SMA begini nih: rho sama dengan rho kurung t. Artinya, massa jenis tergantung temperatur. Grafiknya dari atas ke bawah. Apa artinya? Artinya kalau temperaturnya naik, massa jenisnya turun, udara menjadi enteng. Udara yang enteng naik ke atas lewat kisi-kisi memenuhi kabin bayi, temperatur jadi naik 35 oC. Udara tadi keluar lewat lubang yang berada di sisi-sisi kabin. Lalu kabin kembali di isi oleh udara baru dari bawah. Sehingga terjadi aliran alami, natural circulation. Apa akibatnya? Akibatnya inkubator ini menjadi the most silent incubator. Artinya inkubator yang paling senyap di dunia, karena tidak ada bunyinya. Inkubator di rumah sakit pakai fan, jadi bunyinya bunyi fan itu. Supaya (udara) cepat ke atas, pakai double fan. Kalau siang gak kedengeran, begitu malam bunyinya jadi keras. Nah ini mengganggu bayi. Jadi ada desibel tertentu yang gak boleh lewat. Tadinya (inkubator) juga besar, terus jadi kecil karena dipinjamkan di rumah menengah ke bawah.

Jadi gini, waktu dulu besar inkubatornya, kita antar ke rumah keluarga pra-sejahtera. Rumahnya masih jauh dari jalan. Jadi kita berhenti di jalan raya, masuk ke gang. Masih setengah km lagi, kan di dorong ke rumah glodak-glodok. Sampai rumah, rumahnya kecil banget. Mau masuk susah, kita copot dulu atasnya (akrilik). Masuk kamar lebih kecil lagi. Akhirnya sampai di kamar, mau manuver tidak bisa. Kenapa? Karena sini mentok lemari, situ mentok tempat tidur, situ mentok lagi tembok. Kita coba nyalakan, WADUH! Gak nyala…. Tapi namanya tukang insinyur sudah bawa obeng. Kita bongkar, satu jam nyala. Bayi bisa diselamatkan.

Tapi dari pengalaman itu, ide menjadi berubah. Tidak bisa lagi pakai yang besar. Kita mendesain baru, new ideas. Berbagai tipe terus kami ciptakan sampai akhirnya bisa kecil seperti yang Anda lihat: bisa diangkat, portable, 13 kg. Dan sekarang -yang Anda lihat disini model CBU- kita sudah mendesain tipe CKD (Complete Knock Down). Bisa dipretelin seperti IKEA. Jadi kalau dikirim jauh ke luar (pulau Jawa) bisa dibawa koper, masuk ke dalam koper. Di tengah koper, masih ada sisanya sebelah kanan-kiri. Jadi pakaian dalam masih bisa, pakaian luar masih bisa. Sudah dibuktikan oleh dokter dari FK UI waktu dia bertugas ke Mamberamo. Dokternya kecil, kopernya lebih tinggi. Dan sudah menyelamatkan bayi di Papua. Dan sekarang ada di Aceh sampai Papua di 95 kota.

Kami masih mengharapkan bapak dan ibu yang berminat menjadi Agen Relawan untuk mengontak kami, kemudian menjadi Agen Relawan. Kalau bisa di luar Jawa. Karena di Jawa sudah cukup banyak, di luar Jawa masih sedikit. Di Sumatera, dari Aceh sampai ke Lampung, hanya ada 8 Agen Relawan. Jabodetabek ini ada 11 Agen Relawan. Kemudian kita masih perlu lagi di Bekasi. Bekasi banyak sekali bayi prematur, dan disana hanya ada dua agen. Sering kekurangan, sehingga kami dari markas mesti sering bantu Bekasi. Jakarta masih kurang: Jakarta Pusat dan Jakarta Utara belum ada. Sumatera masih sangat kurang. Kalimantan hanya ada tiga, Sulawesi hanya ada tiga. Di Maluku belum ada, di Papua sudah ada. Nusa Tenggara sudah ada di Sumba. Bahkan sekarang, kami sudah buat “Mini Factory of Incubator” di Kupang. Dan kami ingin buat lagi di pulau-pulau terluar, yang jauh. Mungkin bisa sampai sepuluh, sekarang baru mulai satu. Dan itu sangat mudah. Pertama, ada tempat dulu. Kedua, ada orang yang dedicated. Ketiga, mesinnya kami yang suplai. Kami, Alhamdulillah, berkecukupan rejeki untuk menyuplai mesinnya. Sehingga bila ada yang berminat di luar Jawa, tempat yang jauh-jauh, kami mau kerjasama untuk membuat “Mmini Factory of Incubator” supaya banyak bayi-bayi tertolong di seluruh Indonesia.

Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

-0-
Keterangan lebih lanjut tentang – Peminjaman Inkubator Gratis untuk Seluruh Nusantara –
Klik saja : https://www.inkubator-gratis.org

Kompor Tenaga Surya

KOMPOR TENAGA SURYA

(Topik skripsi 2019-2020, Raldi A. Koestoer – FTUI)

Dapur bersih bebas asap: memasak dengan matahari

Latar Belakang:

Memasak merupakan salah satu aktivitas vital dalam kehidupan manusia. Setiap hari semua rumah tangga di Indonesia melakukan aktivitas memasak. Saat ini, kompor gas/LPG menjadi salah satu primadona rumah tangga Indonesia untuk memasak (70%) menggantikan kompor minyak tanah sejak dilakukannya konversi dari minyak tanah ke LPG pada tahun 2007 yang lalu (Gambar 1). Sementara itu, di posisi kedua kayu bakar (fuelwood) masih digunakan secara luas oleh banyak rumah tangga di Indonesia (sekitar 25%). Meskipun tingkat pencemarannya lebih sedikit dibandingkan dengan kayu bakar dan minyak tanah, penggunaan gas/LPG juga menghasilkan pencemaran berupa gas CO2 (yang merupakan salah satu komponen gas rumah kaca) yang berkontribusi pada perubahan iklim secara global. Selain itu kita juga kerap disuguhkan dengan berita mengenai kelangkaan LPG untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di daerah-daerah pedalaman yang sulit terjangkau. Apakah tidak ada sumber lain untuk memasak? Penggunaan kedua sumber energi tersebut (LPG dan Kayu Bakar) sepatutnya bisa dikurangi atau mungkin ditinggalkan dengan menggunakan sumber energi primer yang lebih bersih, yaitu matahari. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi matahari yang sangat besar (Gambar 2) namun masih belum dimanfaatkan secara optimal.

https://ars.els-cdn.com/content/image/1-s2.0-S0973082618302412-gr1_lrg.jpg

Gambar 1. Persentase rumah tangga dengan sumber energy utama untuk memasak di Indonesia (2007-2015). Sumber gambar: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0973082618302412

Kompor tenaga surya (solar cooker) adalah sebuah peralatan yang menggunakan energi panas matahari untuk memasak. Kompor tenaga surya pertama kali dibuat pada tahun 1797 oleh seorang ilmuwan Swiss [1]. Saat ini tersedia bermacam-macam jenis kompor surya, dari jenis yang sederhana berbahan karton dengan bentuk box sampai jenis parabola [2, 3]. Prinsip kerja dari kompor tenaga surya adalah memfokuskan cahaya matahari, mengubah cahaya menjadi panas, dan mengalirkan/menyimpan panas yang dihasilkan ke wadah pemasak (panci, periuk, kuali, dll) [1]. Di Indonesia, penelitian dan pengenalan teknologi kompor tenaga surya telah dimulai sejak tahun 1995 [4, 5], namun sayang hingga saat ini penggunaannya masih belum memasyarakat seperti yang dapat kita lihat pada persentase di Gambar 1.

Gambar 2. Irradiaasi horizontal global Indonesia (sumber: https://globalsolaratlas.info/).

Tujuan Skripsi:

Setelah menyelesaikan skripsinya, mahasiswa/i diharapkan agar:

  1. dapat merancang dan mempabrikasi kompor surya (solar cooker) dengan effisiensi yang tinggi dan ekonomis yang sesuai dengan karakteristik Indonesia (ketersediaan material lokal, letak geografis/intensitas surya, dll).
  2. bisa mengidentifikasi faktor-fartor penghambar diseminasi kompor surya dimasyarakat dan memberikan solusi untuk mengatasinya.
  3. diharapkan bisa memberikan konsep kewirausahaan sosial untuk bisa memasyarakatkan penggunaan kompor surya yang dirancangnya.

Pembimbing:

  1. Raldi A. Koestoer , FTUI. Utk th ajaran 2019-2020 (baru di open 12 Nov 2019)
  2. Group Lab Perpindahan Kalor,  FTUI
  3. Emilius Sudirjo (emiliuss@gmail.com), pembimbing eksternal.-

Referensi awal:

  1. Climate technology center & network https://www.ctc-n.org/technologies/solar-cooking
  2. Solar cooking wiki https://solarcooking.fandom.com/wiki/Solar_Cooking_Wiki_(Home)
  3. Solar Cookers International https://www.solarcookers.org/
  4. The social acceptability of solar cooking in Indonesia https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960148198004601
  5. Sun Cooking is the Best Practice in Indonesia https://www.isesco.org.ma/ISESCO_Technology_Vision/NUM01/doc/Herliyani%20Suharta.pdf

Obat Penyakit Sendi

Seorang mahasiswa yang luar biasa asal Indonesia telah menerima pengakuan internasional dan penghargaan tinggi dari komunitas medis berkat prestasinya dalam mengembangkan perawatan unik untuk mengatasi penyakit sendi. Penemuan ini akan memungkinkan jutaan orang di seluruh dunia untuk terhindar dari kematian dini yang disebabkan oleh keracunan darah karena penyakit sendi.

Artikel diterbitkan: 2.11.2019
Pada tanggal 28 September 2019, terjadi sebuah peristiwa penting di Kongres Rheumatologi Dunia. Seluruh penonton, berdiri selama 10 menit, memuji pria muda yang berdiri di atas panggung. Pemuda ini adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yaitu Arif Hidayat, yang mempresentasikan laporannya mengenai pengembangan alat unik yang dapat sepenuhnya mengobati sendi yang sakit.

Selama beberapa tahun, Arif Hidayat bersama dengan sekelompok ilmuwan terlibat dalam implementasi ide-idenya yang luar biasa. Para ahli dari Universitas Indonesia, Institut Reumatologi, Universitas Kedokteran, RSUP Cipto Mangunkusumo dan beberapa spesialis lain mengambil bagian dalam pengembangan obat ini. Sekarang gagasan tersebut sudah menjadi jelas bagi semua orang karena gagasan itu telah menjadi kenyataan dan mulai membawa hasil yang luar biasa.

Di dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa penyakit sendi sangat berbahaya dan bagaimana pengembangan terobosan baru ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa. Selain itu, kita akan membahas pertanyaan tentang bagaimana dan dimana alat ini dapat diperoleh.
Reporter: Arif, Anda adalah salah satu dari 10 mahasiswa berprestasi dari universitas kedokteran terbaik di dunia. Mengapa Anda memutuskan untuk mengabdikan diri untuk memecahkan masalah penyakit sendi?

Saya tidak ingin membicarakan hal ini di depan khalayak, karena motivasi saya bersifat pribadi. Beberapa tahun yang lalu, ibu saya meninggal karena keracunan darah yang disebabkan oleh kerusakan jaringan artikular.

Dia selalu terlihat normal dan hanya sesekali mengeluh nyeri sendi. Seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya mulai meningkat, dan dokter memberikan rujukan untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta. Kami mengira bahwa tidak ada masalah, tetapi karena kelalaian dokter dan perawatan yang tidak tepat, ia mengalami keracunan darah. Mereka tidak bisa menyelamatkannya, dan dia sudah tidak ada di tengah-tengah kami selama beberapa tahun. Yang paling menyedihkan adalah nenek saya meninggal karena alasan yang sama. Lalu saya bersumpah pada diri saya sendiri bahwa saya akan lulus dari universitas, menjadi seorang ilmuwan dan mengabdikan diri saya untuk memecahkan masalah penyakit sendi.

Saya masih ingat saat saya pertama kali menyadari bahwa semua tablet dan salep modern di apotek mengandung bahan kimia berbahaya yang menyebabkan efek samping negatif pada sendi yang sakit dan menghancurkan hati dan waktu itu saya sangat terkejut. Ini adalah obat yang sama dengan yang diminum ibu saya setiap hari.

Selama tiga tahun terakhir Saya mendalami topik ini secara khusus. Saya mengembangkan metode baru untuk mengobati sendi, yang saat ini sedang ramai dibicarakan orang. Metode ini muncul selama penulisan skripsi. Tentu saja, Saya menyadari bahwa Saya bisa berhasil menemukan pengobatan terbaru, tetapi Saya tidak pernah menyangka bahwa ini akan menimbulkan minat yang luas di seluruh dunia.

“Reporter: Kami mendapat informasi bahwa perusahan-perusahan farmasi terkenal berskala internasional menaruh minat yang besar terhadap pengembangan pengobatan ini. Apakah mereka menawarkan untuk membeli pengembangan Anda?”

Begitu hasil uji klinis dipublikasikan, Saya langsung menerima beberapa penawaran untuk menjual hak paten bagi pengembangan saya. Awalnya Saya ditawari 120 ribu euro oleh perusahaan Perancis. Kemudian perusahaan farmasi Amerika menawarkan $ 35 juta. Saya seringkali mendapatkan penawaran bisnis semacam ini untuk penjualan pengembangan saya. Sampai akhirnya Saya harus mengubah nomor telepon dan berhenti menggunakan jejaring sosial.

Reporter: Mengapa Anda tidak ingin menjual pengembangan Anda. Lagi pula, apakah penawaran itu benar-benar menguntungkan?

Mungkin ini terdengar aneh, tetapi Saya tidak membuat obat ini untuk dijual. Apa yang akan terjadi jika obat ini dibeli oleh perusahaan farmasi internasional? Mereka akan segera menaikkan harga obat berkali-kali lipat. Dengan harga seperti itu, orang biasa tidak akan mampu membeli obat ini. Salah satu dokter asing memberi tahu Saya bahwa obat semacam itu bisa menghabiskan biaya setidaknya $3.000. Coba Anda pikirkan, apakah ada banyak orang Indonesia yang mampu membelinya?

Itulah sebabnya Saya langsung setuju ketika Saya menerima tawaran dari Departemen Kesehatan Indonesia tentang partisipasi pemerintah dalam kelanjutan pengembangan obat nasional Indonesia kami. Sekarang Saya bekerja sama dengan spesialis terbaik dari Klinik Jantung Universitas Indonesia, universitas kedokteran dan Institut Riset Ilmiah di Bidang Reumatologi. Itu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Saya. Sekarang obat telah lulus uji klinis dan tes, juga sudah memiliki semua sertifikat dan pengakuan. Hal yang terpenting adalah orang dapat dengan bebas membelinya dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Kami juga bertemu dengan seorang ahli dari Kementerian Kesehatan di bidang implementasi program pemerintah untuk pengembangan obat. Beliau adalah seorang professor di Universitas Indonesia, seorang rheumatologist, wakil direktur Institut Reumatologi dan direktur Asosiasi Akademi Medis Ahmad Sahlan, dan memintanya untuk berkomentar dan menginformasikan kepada Kementerian Kesehatan tentang rencana pengembangan obat baru.

Reporter: Profesor Ahmad Sahlan bolehkan Anda jelaskan kepada kami, hal apa yang baru dari dan apakah obat ini benar-benar merupakan obat terbaik di dunia untuk pengobatan penyakit sendi?

Ya, sampai hari ini obat ini benar-benar obat yang terbaik dan memiliki pendekatan yang sama sekali baru untuk pengobatan penyakit sendi. Bagaimana cara kerja obat-obatan lama? Tidak efektif, tidak selektif, dan memiliki efek samping berbahaya. Itu jalan buntu, karena solusi yang lama hanya membantu menghilangkan rasa sakit, dan tidak bisa mengembalikan tulang rawan sendi. Berjuang dengan adanya konsekuensi penyakit baru, dan bukan mengobati penyebabnya. Obat-obatan tersebut tidak mengobati, tetapi hanya memperburuk kondisi pasien. Pengembangan baru “Flex Active” memulai proses pemulihan jaringan tulang rawan di tingkat sel, sehingga menghentikan penghancuran sendi dan menghilangkan sumber infeksi. Darah yang tidak terinfeksi memiliki akses langusng ke jaringan tulang di persendian dan terlibat dalam regenerasinya. Obat ini mengatasi kekurangan cairan sinovial, dan dengan demikian dapat mengembalikan fungsi sendi dan meningkatkan fleksibilitasnya. Kita dapat mengatakan bahwa berkat “Flex Active”, serta upaya sejumlah dokter dan ahli, kita telah berhasil untuk membuat obat generasi baru yang efektif yang mengobati sendi dalam kondisi apa pun, dan pada usia berapa pun.

Reporter: Mengapa penyakit sendi begitu berbahaya?

Lihatlah statistik kesehatan dan statistik jumlah kematian di Indonesia. Lebih dari 350.000 orang hanya bisa bergerak dengan menggunakan kursi roda. Sekitar 100.000 dari mereka benar-benar tidak berjalan. Sekitar 150.000 orang meninggal karena keracunan darah di sekitar jaringan artikular yang disebabkan oleh kerusakan sendi. Penyakit sendi bukan hanya rasa sakit dan cacat, tetapi juga menjadi sumber infeksi yang terus-menerus di dalam tubuh yang dapat menyebabkan keracunan darah. Infeksi menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan efek berbahaya pada semua organ. Apakah ini berarti bahwa siapa pun yang menderita nyeri sendi dalam bahaya yang mematikan? Bisa dibilang, Iya. Serangan jantung, pendarahan otak, kanker hati, dan gagal ginjal dapat terjadi kapan saja. Seperti yang Anda lihat, tidak ada pasien yang berada dalam kondisi aman.

Reporter: Tapi bukankah ada banyak obat yang membantu mengobati sendi?

Iya, ada sejumlah besar obat-obatan, tetapi semuanya bereaksi berdasarkan prinsip yang sama, yang tadi sudah dijelaskan di awal wawancara ini. Mereka semua membantu untuk waktu yang singkat dan seseorang merasa lebih baik dalam jangka waktu tidak lama. Sebenarnya obat-obatan ini lebih cenderung membahayakan daripada membantu. Dengan bantuan obat tersebut, tidak mungkin untuk menyembuhkan sendi dengan harga Rp.490.000,00. Arif Hidayat benar sekali. Jika Anda melihat apa yang dijual di rak farmasi, dan mendengarkan ahli independen, Anda akan memahami bahwa sebagian besar obat hanya menguras uang dari orang sakit.

Reporter: Tetapi kemudian “Flex Active” juga akan dijual di apotek?

Lihatlah Arif. Begitu dia berhasil menciptakan obat revolusioner ini, semua perusahaan farmasi langsung mengantri untuk membeli hak paten atas obat ini. Sayangnya, mereka membutuhkannya untuk tidak menjualnya, tetapi sebaliknya untuk tidak dijual. Lagi pula, mereka menginginkan agar orang tidak sembuh, tetapi terus sakit dan terus menerus membeli obat-obatan yang tidak berguna dari mereka. Khusunya berkaitan dengan pengobatan sendi yang menjadi tambang emas di pasar farmasi. Di Amerika Serikat saja, obat-obatan semacam itu dijual miliaran dolar. Obat kami dapat secara dramatis mengubah situasi di pasar. Sekarang, tidak ada lagi yang akan menghabiskan uang setiap bulan untuk obat-obatan lama yang tidak ada khasiatnya, ketika muncul alternatif “Flex Active” yang memungkinkan Anda untuk melupakan masalah sendi.

Mungkin kami tidak akan dapat bekerja sama dengan apotek. Jaringan farmasi adalah mitra perusahaan farmasi dan mereka berperan sebagai satu tim. Mereka tidak ingin mendengar tentang kami dan tentang obat-obatan baru kami, walaupun faktanya obat kami saat ini merupakan satu-satunya obat yang secara resmi direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan Indonesia dengan hasil yang begitu signifikan dalam pengobatan dan rehabilitasi sendi.

Reporter: Tetapi jika obat itu tidak akan dijual di apotek, bagaimana obat itu bisa dibeli?

Kami memutuskan untuk mengatur distribusi langsung “Flex Active” tanpa jaringan farmasi dan perantara. Dari semua opsi yang memungkinkan, kami memilih opsi berikut: siapa pun dapat mengunjungi apotek online No. 1 Kementerian Kesehatan dan mengajukan permintaan. Setelah itu, seorang konsultan akan menghubunginya dan berbicara secara rinci tentang obat tersebut. Setelah dikonfirmasi, obat akan dikirim kepada pelanggan melalui pos. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan Indonesia, pada tanggal 27 September 2019 apotek online telah dibuat dan berfungsi.

Pada periode 2.11.2019 hingga 9.11.2019 , kami melakukan promosi, dan obat dapat dipesan dengan diskon besar. Setiap orang yang mengajukan aplikasi sebelum tanggal 10 Oktober akan menerima paket “Flex Active” dengan diskon besar. Ini adalah aksi kami bersama dengan Kementerian Kesehatan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap obat tersebut. Kami berharap bahwa sistem promosi dari mulut ke mulut akan bekerja dan semua orang yang berhasil sembuh dapat merekomendasikan obat ini kepada teman-teman mereka.

Untungnya, orang-orang yang memecahkan permasalahan ini memahami betapa pentingnya produk ini tersedia untuk seluruh masyarakat, dan tidak hanya untuk orang-orang tertentu. Kami berkomitmen untuk tidak menjual resep ke luar negeri dan tidak mengekspor produk ini. Ini hanya untuk Indonesia.

[Salinan dg bbrp editing].-