Si Sakit dan Si Tua

Menteri Kesehatan Cina, Zang Wenkang :

INI PERNYATAAN EKSTRIM, TAPI MUNGKIN BENAR JUGA

Ucapan Menteri Kesehatan Zhang Wen Kang di bawah ini patut menjadi renungan !

01.Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati,
coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati?

02.Diabetes :
Mula mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda plus,
coba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi …

03.Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.
Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yg sakit 1-2 tahun

Apakah Ini Tidak Lucu?

04.Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.

05.Penderita kanker di operasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.
Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?

06.Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?

Pertama orang yang butuh pertolongan darurat,

Kedua orang yang butuh hemostasis darurat (menghentikan pendarahan).

Ketiga orang yang patah tulang tangan / kaki

Keempat ibu hamil yang akan melahirkan.

Bagi orang orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga,ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah cukup !

07.Kesimpulan :
Manusia sudah kehilangan pola pikir logis

Sakit → Makan obat
Ke dokter → Masuk RS
Akibatnya :
→Jual rumah
→ Pinjam uang
→ Diobati sampai mati!

Inilah kesedihan pola pikir inersial manusia!Manusia demikian galau dan tersesat !

‼ Ingat :
Kunci sehat berada di tangan sendiri!

Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit.
Jadi otaknya lah yang berpenyakit.

Mahatir Muhamad (usia 92th) mengatakan :
Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika anda beristirahat, anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun.

Jadilah aktif setelah anda mencapai usia pensiun, kata Dr Mahathir.

Ini sama dengan otot ototmu, Jika anda tidak menggunakan otot dan berbaring sepanjang waktu, otot-otot bahkan tidak dapat membawa berat badan anda. Anda tidak bisa berdiri, anda tidak bisa berjalan.

Otak juga sama. Jika anda tidak menggunakan otak anda, anda tidak berpikir, anda tidak menyelesaikan masalah, anda tidak membaca, anda tidak menulis, otak mundur dan anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah, tambahnya.

Jangan Pernah Merasa Sudah Tua, Tetaplah Muda Dan Aktif.

Mengurangi kabut asap di sekitar kita

TIPS MENGURANGI KABUT ASAP DI LINGKUNGAN KITA, SILAHKAN DICOBA!!

(Diambil dari salah satu WAG).-
Cara Mudah Mengurangi Kabut Asap di Sekolah, Kantor, Rumah dan Bandara Udara
Saat musim kemarau tiba, banyak daerah yang dilanda kabut asap. Kalimantan dan Sumatra adalah daerah yang langganan mengalami kabut asap. Bagi yang memiliki bayi, asap adalah masalah yang menimbulkan masalah kesehatan terutama bagi anak yang kita sayangi.

Berikut saya sampaikan tips ringan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kabut asap disekitar rumah kita di pagi hari, yang diperoleh dari hasil uji coba untuk mengurangi asap/CO2 dengan mengaktifkan Penyedot asap/CO2 alami :

  1. Siramlah tanaman yang ada di halaman rumah anda dengan air sebanyak 3-5 gayung besar atau lebih di permukaan tanah bagi yang besar dan tinggi, dan seluruh dahan serta daun bagi tanaman yang berbatang rendah seperti bunga yang ada di pot;
  2. Lakukan kegiatan ini minimal sekali sehari di pagi hari,
  3. Tunggulah sekitar 30 menit, maka kita akan melihat proses fotosintesis berlangsung, sehingga asap/ CO2 yang banyak akan dihirup atau disedot oleh stomata atau mulut daun tanaman dan tanaman disekitar kita akan menghasilkan Oksigen/O2 yang amat dibutuhkan dalam pernafasan kita.

Proses penyedotan asap dapat kita lihat dengan semakin menipisnya ketebalan kabut yang ada disekitar tanaman yang kita siram, dan semakin tebalnya asap daerah yang jauh dari tanaman yang kita siram.

foto contoh tanaman yg menyerap banyak CO2 & menghasilkan O2 bila disediakan air

Faktor2 yang mempengaruhi seberapa cepat dan kuat tanaman sebagai Penyedot asap/CO2 dalam mengurangi kabut asap :

  1. Besarnya batang dan lebatnya daun tanaman,
    semakin besar dan semakin banyak daun tanaman yang tanahnya disiram air, maka akan semakin banyak asap yang dihisap oleh daun dan semakin banyak Oksigen yang dihasilkan, maka beruntunglah rumah, sekolah dan bandara udara yg punya modal utama ini;
  2. Jumlah air yang disiramkan ke tanaman,
    semakin banyak air yang disiramkan ke akar tanaman, maka akan semakin membantu tanaman untuk melakukan proses fotosintesis dengan semakin banyak asap atau CO2 yang dihisap dan semakin banyak pula O2 yang dihasilkan. Maka dahulukan menyiram tanaman di pagi hari untuk sekolah dan kantor, agar saat orang datang asap disekitar sekolah dan kantor mulai menipis dan banyak udara segar disekitar kita.
  3. Cahaya Matahari,
    semakin banyak atau semakin siang maka akan semakin banyak pula daun yang melakukan fotosintesis, jika bahan baku lainnya berupa air yang disedot akar telah tersedia. Maka adanya lampu yang hidup di malam hari, dan air yang cukup bisa membantu tanaman menyerap CO2 di malam hari walau lebih kecil sehingga asap di pagi hari tidak terlalu tebal.
  4. Seberap sering tanaman disiram,
    misalnya di sore hari juga disiram maka akan semakin tipis kabut asap di rumah kita saat di pagi hari dibandingkan pagi hari yang tidak kita adakan aktivitas menyiram tanaman;

Catatan Kondisi saat uji coba selama beberapa hari di pagi hari:
Kabut asap yang tebal dengan jarak pandang dibawah 30 meter, tidak ada hembusan angin sehingga tidak ada perpindahan kabut asap, setelah melakukan penyiraman di pohon mangga depan rumah, kabut asap di sekitar tanaman semakin tipis dibanding sekitarnya yang semakin jauh dengan pohon mangga tetap tebal.

Demikian tips singkat dan mudah ini, semoga dapat mengurangi kabut asap di sekitar kita.

Tips ini bisa diterapkan di sekitar rumah, sekolah, kantor, bahkan di sekitar bandara yang memiliki banyak pohon dan ada tim/alat pemadam kebakaran yang bisa diaktifkan dan didigunakan untuk menyiram tanaman di sekitar Bandara Udara. Bagi yang menyiram tanaman di rumah yg dekat jalan raya maka hal ini akan mengurangi kabut asap di jalan raya sehingga laka lantas dapat dihindari.
Mari cegah penyakit saluran pernapasan dan laka lantas dengan membantu paru-paru dunia atau tanaman untuk melakukan Fotosintesis dengan menyiram tanaman.

Sebarkan, tks.

Kenangan Habibie Bapak Demokrasi Indonesia

Tulisan lama tapi msh relevan :

CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE

Oleh: Novianto Herupratomo

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

*

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

*

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

  1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
  2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………
  3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

*
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

12 Jam Perjalanan Mengantar Inkubator Sby-Sumenep

Berikut ini adalah artikel yang saya salin dari WAG para Agen Relawan yang merupakan posting dari Bpk Adji Pramudya. Jiwa keikhlasan mereka ini patut diacungkan jempol, semoga dengan semangat ‘arek-arek suroboyo’ ini bayi prematur di seluruh Jawa-timur bisa tertolong.

-0-

Mohon ijin sharing

Terkadang jarak menuju rumah calon peminjam inkubator yang sangat jauh dan kesibukan sehari-hari bisa jadi menggoda untuk menunda atau menunggu mungkin ada agen lain yang bisa bantu sebagai manusia biasa menurut saya wajar meski saya terkadang menampik hal itu bahwa di group ini semangat gotong royong nya luar biasa.

Minggu ini saya dan semua agen se Surabaya dpt request dr center atas request calon peminjam dari Sumenep kota paling ujung Timur di pulau Madura yg berjarak 250 km PP 500 an km dibanding Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yg saya dan Pak Rolland sdh langganan sering Anter inkubator ke sana itu masih terus ke timur kalau kata anak milenial sekarang kota Sumenep itu mentok jedok di Timur Madura hehehe …

Setelah saling kontakan dg temen2 agen se Surabaya semuanya tidak ada yg sanggup karena hari kerja dan jarak tempuh yg sangat jauh.

by the way … kami agen se Jatim beberapa minggu lalu sepakat untuk fokus pada GOAL 2020 pasca meeting online dengan Prof Raldi bulan lalu, maka kami di Jatim sepakat bikin group WA sendiri namanya Sahabat Bayi Prematur Jatim / SBPJ tujuannya agar bisa bangun komunikasi yg efektif utk GOAL 2020 dg saling berbagi ide, diskusi, solusi dan support sesama agen.

Akhirnya kendala diatas saya lempar di group dan Alhamdulillah semua akif tidak hanya agen Surabaya tapi semua agen luar Surabaya saling berbagi ide dan saran mulai dari :
• Siapa yg kirim,
• Pakai moda transportasi apa sampai
• Ide dari pak Totok agen di Malang tentang jenis packing yg aman apabila dikirim lewat travel (yang bisa dicoba kedepannya …Thx pak Totok).

Karena waktu yg terus berjalan kita sepakat pakai GRAB dulu dan biaya nya PATUNGAN (semua patungan tidak hanya yg di Surabaya yg diluar Surabaya juga support).
Driver GRAB adalah temen sekantor saya dan Pak Rolland selain itu driver GRAB ini juga sdh pengalaman antar inkubator shg utk edukasi cara memakai bisa dilakukan mas Dimas.

Alhamdulillah berkat saling menyamangati dan berbagi kami di Jatim bersyukur bahwa kendala adalah pemicu semangat utk membangun kembali budaya GOTONG ROYONG untuk Bayi Sehat Indonesia.

Tambahan info :
Mas Dimas driver GRAB selama perjalanan saya pantau dan mengabarkan yang membuat saya kaget waktu tempuh yg biasanya 4-5 jam hari ini dia perlu waktu 12 jam dr Sby-Sumenep … Masha Allah ada apa mas koq selama itu ternyata sepanjang jalan setiap melewati kota Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep terhambat kegiatan gerak jalan dan pawai 17 Agustus an.

Special Thanks :

Pak Dhoho di Jember
Pak Imron di Lumajang
Pak Totok di Malang
Pak Ridlo dan Ibu Fila di Malang
Pak Nano di Malang
Pak Andhik di Madiun
Pak Dhimas di Kediri
Pak Johanes di Blitar
Pak Rolland di Surabaya
ibu Yuliva di Surabaya
Mbak Rona di Surabaya
Istri dan anak2 saya di Surabaya.

Info adik bayi Sumenep sbb :

Nama Bayi : Muhammad Aunurrofiq Ahmadi
Lahir: 01 Agustus 2019
Berat Lahir : 1740 Gram. Panjang Lahir: 45 CM:
Nama Ibu : Riadlatul Amalia
Nama Ayah : Ahmadi
Alamat :
Jl. KH. Mansyur No. XX, Masjid Romadlan, Karangpanasan, Desa Kacongan, Kecamayan Kota, Kabupaten Sumenep.

Bayi prematur di Sumenep didalam Inkubator Grashof. Laporan Agen Relawan Surabaya bpk Adji Pramudya.-

Etik Penelitian Terhadap Manusia Sebagai Subyek

Rundown

Workshop Etik Penelitian Terhadap Manusia Sebagai Subyek:

RCR-RE (Responsible Conduct of Research and Research Ethics)

15-16 Agustus 2019, FEB-UI, Depok

Kamis (15 Agustus 2019): 8.00 – 12.00

Sesi I

  • Wawasan Etik Dalam Penelitian: Berpikir Ilmiah dan Berpikir Etik
  • : Perlukah Informed Consent?

Ishoma: Lunch (12.00 – 13.00)

Sesi II (13.00 – 16.00

  • Pemanfaatan Basis Data/Data Sekunder: Perlukah Persetujuan KEP (Komite Etik Penelitian)?          

Jum’at (16 Agustus 2019): 08.00 – 11.30 (Ishoma 11.30-13.00

Sesi III

Sesi IV: 13.00 – 16.00

Flanel Solar Desalination

Perubahan Desain Beserta Komponen untuk Replika Panel Desalinasi

Berikut adalah hasil diskusi untuk perbaikan prototipe pertama dari Flanel Solar Desalination yang merupakan hasil skripsi dari Khairul dan Febri. Oleh karena alat ini mau digunakan di kampung Bungin maka perlu ada perbaikan disana-sini. Diskusi berlangsung di lantai top-up gedung MRC tgl 09 Agustus 2019.

1. Material Pipa

Material awal adalah PVC, namun material tersebut tidak tahan panas saat alat sedang tidak beroperasi (tidak ada air yang mengalir) sehingga pipa memuai dan bengkok. Penggantian akan menggunakan material alumunium agar pipa lebih tahan terhadap udara panas daerah pesisir.

2. Karet Insulator

Pada desain awal karet diletakan diantara alas panel dan absorber (karet berada di dalam panel), untuk revisi desain bahan insulator akan menggunakan material yang berbeda (polyurethane) dan akan diletakan pada bagian luar panel sehingga panas yang masuk ke dalam panel lebih terjaga dan tidak keluar melalu bagian alas/belakang panel.

3. Alas Panel

Material awal dari alas panel adalah plat alumunium, namun di pasaran tidak terdapat lebar plat sebesar 1,2 m sehingga memerlukan 2 plat untuk alas. Penggantian akan menggunakan material ALCOPAN (Aluminium Composite Panel) yang memiliki ketersediaan dimensi lebih dari 1,2 m dipasaran sehingga tidak perlu menumpuk dua plat untuk alas.

4. Rangka Kondenser

Pada desain awal menggunakan 2 rangka, untuk pembaharuan yang akan dilakukan hanya menggunakan satu rangka.

5. Penyangga Rangka Kondenser

Penyangga rangka kondenser awal menggunakan siku alumunium yang ditempelkan pada panel, untuk pembaharuan penyangga akan menggunakan baut panjang sehingga rangka kondenser tidak bergerak namun masih mudah apabila ingin dilepas

6. Baut dan Mur

Baut dan Mur akan menggunakan material stainless steel agar lebih tahan karat dari cuaca hujan maupun panas serta apabila terkena angin laut.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Raldi Artono Koestoer, orang berdiri dan luar ruangan

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri

Baut dan Mur akan menggunakan material stainless steel agar lebih tahan karat dari cuaca hujan maupun panas serta apabila terkena angin laut.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Gak usah ngandelin pemerintah

Artikel berikut adalah salinan (copy paste) dari tulisan di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=zfTC7H0-_u4

Cerita Horor2 years ago (edited)Saya setuju bahwa setiap karya harus kita dukung semaksimal mungkin, tapi please tinggalkan mental minta dikasihani, minta diperhatiin pemerintah. Mau sampai kapan setiap ada karya kita langsung lempar ke pemerintah, seolah wajib hukumnya bagi pemerintah hadir di setiap project dan mendanai itu. Perasaan kreator di luar gak pernah teriak2 sama pemerintah mereka minta diperhatiin, minta didanai buat bikin drone, minta didanai buat bikin mobil listrik. Jangankan minta didanai, yang minta fasilitas pun gak ada. Mau sampai kapan? Lo punya karya? Punya penemuan? Taro karya lo di situs pendanaan umum kaya Kickstarter atau IndieGoGo sebagai langkah awal, minta dana sama orang di seluruh dunia! Kalau karya lo bagus dan prospeknya baik, mau minta didanain berapa? 10 M? Bisa!!! Mereka, orang yang mendanai karya lo di situs pendanaan umum gak akan minta apapun dari lo, mereka gak akan minta bagi untung, gak akan minta saham! Mereka murni bakal ngebantu lo kalau memang karya lo bagus. Sekarang pemerintah, yakin mau di backup sama pemerintah?? Gw bukan kreator, tapi kalaupun gw punya karya, gw justru gak mau terlalu banyak melibatkan pemerintah, karena apa? Ujung2nya ada “HARGA” yang harus kita bayar ke mereka, ada sesuatu yang harus kita kasih ke mereka, atau setidaknya ada sesuatu yang harus kita lakukan sesuai dengan “pesanan” mereka. Coba jalankan logikanya, sekarang lo punya karya dan pengen mengkomersilkan karya itu tapi gak punya modal. Terus lo masuk ke sarang singa dengan minta bantuan ke pemerintah. Setelah dibantu pemerintah dan proyek lo lancar, terus lo mau pasarin barang lo gitu aja?? Kata pemerintah: “Tunggu duluuuu,, enak aja lo! Udah gw danain, gw kasih fasilitas, sekarang mau dilempar ke pasar, ngeruk untung sebanyak2nya dan masuk ke kantong lo sendiri??? Gile lo ndroooo!? Gw sengaja nulis panjang lebar kaya gini biar orang2 yang dengan entengnya bilang dan maen lempar ke pemerintah setiap ada proyek kaya gini NGERTI. Karena logika kalian mungkin gini. Punya karya/project > Minta bantuan pemerintah > project lancar > lempar ke pasaran > untung besar > horeeeee!!! Jangan jauh2, kalian tau GOJEK?? Itu adalah karya anak bangsa yang sekarang bisa dibilang udah sukses. Apakah si pendiri dulu teriak2 ke pemerintah?? Mungkin gak akan sesukses sekarang kalau dari dulu GOJEK melibatkan pemerintah dalam pengembangannya. Lo tau Mark Zukcerberg? Lo tau Elon Musk? Lo tau Bill Gates? Lo tau Steve Jobs? Lo tau Jack Ma? Saat awal merintis, apakah mereka teriak2 ke pemerintahnya minta dibantuin, minta difasilitasi, minta didanain??? Engga! Karena mungkin mereka sama sekali gak kepikiran buat ngejadiin karya mereka itu sebagai “project” pemerintah. Jadi guys, gak semua project atau karya itu harus dilempar ke pemerintah. Project kaya gini gak bisa lepas dari dunia bisnis yang ujung2nya duit. Coba kalian pikir lagi, project2 kaya gini justru sayang kalau kita terlalu banyak melibatkan pemerintah, potensinya gak bakalan keluar a.k.a mendem/suram. Ini gw tulis semuanya dalam konteks pengembangan consumer products. Barang2 yang dicptain sama anak ini masuk dalam kategori consumer products BUKAN penelitian untuk kepentingan publik. Jadi aneh kalau ada yang bilang, kenapa lembaga riset pemerintah gak turun, kemana aja LIPI kok gak pernah nongol??? Helooooo…. ini menandakan bahwa pengetahuan kita tentang dunia startups dan hal-hal yang berkaitan dengan riset masih minim. Jangan sakit hati kalau gw bilang, sebenarnya gak ada kewajiban bagi pemerintah untuk turun tangan, ngebantu proyek2 kaya gini, karena ini murni bisnis, bukan riset atau penelitian. Kalau si anaknya emang pinter menfaatin peluang dan tau strategi yang tepat, dia bisa jadi kaya raya. Bukan malah sibuk nunggu uluran tangan pemerintah.

Belajar dari Blackout Kemarin

Belajar apa dari Blackout kemarin ?
Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan*

Blackout ibarat serangan jantung yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Setelah “operasi jantung” dilakukan, ada dua indikator si pasien dikatakan sehat. Pertama adalah detak jantung yang stabil, dan kedua tekanan darah pada batas normal. Dalam kasus Blackout kemarin, detak jantung dapat dianalogikan sebagai frekuensi sistem dan tekanan darah sebagai tegangan sistem. Dua indikator inilah yang terus dipantau secara seksama pada masa pemulihan. Frekuensi harus dijaga dengan mengatur daya aktif yang didapat dari asupan bahan bakar pada sistem pembangkit yang saling terhubung satu dengan yang lainnya, baik yang di Muara Karang, Jatiluhur dst, dan pengaturan tegangan dengan memperhatian besarnya produksi dan penyerapan daya reaktif dalam sistem.

Walaupun sistem interkoneksi se Jawa-Bali ini sudah menggunakan peralatan kendali dan proteksi yang otomatis dan canggih, namun masih mengharuskan peran manusia untuk mengoperasikannya dengan cara yang aman dan sesuai prosedur. Bila sistem ini tidak beroperasi sesuai parameter-parameter yang telah ditentukan, dapat mengakibatkan pemadaman bertingkat (cascade outages). Blackout memiliki dampak yang sangat besar, terhentinya transaksi bisnis, telekomunikasi dan internet, macetnya moda transportasi umum, terganggunya pelayanan kesehatan di rumah sakit, produksi manufaktur hingga terancamnya persediaan air bersih.

Tulang punggung/backbone dari sistem interkoneksi ini adalah sistem transmisi 500 kV yang kemarin terganggu, yang terbentang sangat panjang hingga ratusan kilometer demi menopang penyalurkan pasokan listrik dari pembangkit sampai ke beban industri dan perumahan.

Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh dunia dari tahun 2011 sampai 2019, pemicu Backout adalah sebagai berikut: 1. faktor cuaca yang tidak normal dan pohon tumbang (30%), 2. kecelakaan kendaraan – menabrak tiang/menara listrik (12 %), 3. binatang yang tersengat pada peralatan jaringan listrik (5%), 4. kerusakan alat dan kesalahan manusia (26%), 5. kelebihan beban (dibawah 1 %), 6. pemadaman terencana (6%) dan 7.faktor yang masih belum diketahui penyebabnya (20%). Walaupun demikian,ada kesepakatan bersama dari pada pakar kelistrikan dunia bahwa operator sistem tenaga listrik menjadi pusat perhatian dari setiap kejadian Blackout, terutama sejak kasus Blackout di Amerika Utara tahun 1965, jika operator sistem tenaga listrik mampu mengambil tindakan yang cepat dan tepat, maka Blackout dapat dicegah. Misalkan, faktor cuaca buruk menduduki prosentasi tertinggi, hal ini dapat diantisipasi dengan penyempurnaan sistem peramalan cuaca sehingga operator sistem tenaga listrik mendapatkan informasi yang akurat dalam mengambil tindakan. Sedangkan faktor peralatan yang rusak dan kesalahan manusia dapat dicegah dengan pemeriksaan dan jadwal pemeliharaan rutin yang dilakukan dengan mentaati standar operasi yang ada. Oleh karena itu sumber daya manusia di perusahaan listrik dituntut untuk terus mengasah kemampuan teknisnya agar dapat mengatasi segala dinamika pada sistem tenaga listrik yang semakin kompleks, terlebih dengan masuknya teknologi IoT (Intenet of Things) dan energi terbarukan kedalam sistem.
Membangun Smart grid (Jaringan Listrik Cerdas) itu penting, tetapi membangun Smart Engineer jauh lebih penting dan mendesak . Disinilah peran kolaborasi perguruan tinggi dan industri kelistrikan menjadi sangat strategis.

Listrik Dari Rumah (L-D-R)

Energi listrik adalah milik rakyat, bukan saja domain negara. Saat ini masyarakat luas dapat memenuhi kebutuhan listriknya sendiri dengan teknologi energi terbarukan dan energy storage seperti baterai yang sudah ada dipasaran dan harganya cenderung turun. Sehingga mereka dapat menentukan pilihan pemenuhan energi listriknya sendiri, apakah ingin tergantung sepenuhnya pada perusahaan listrik dengan menanggung segala konsekuensinya seperti resiko Blackout dan kenaikan tarif, atau menjadikan perusahaan listrik sebagai back-up listrik di rumahnya, sistem ini dapat beroperasi secara on-grid dan off-grid (terhubung dengan jaringan perusahaan listrik atau tidak), atau opsi ketiga, membangun sistem listrik mandiri tanpa terhubung dengan jaringan perusahaan listrik sama sekali full off-grid.

Semangat menghasilkan Listrik Dari Rumah atau penulis sebut dengan L-D-R, dapat dijadikan sebagai semboyan gerakan sosial masyarakat kota di Indonesia dan dicanangkan sebagai bagian dari gaya hidup baru. Gerakan ini akan memantik meluasnya pola hidup sehat, peduli lingkungan dan merubah sikap mental dari dependent menjadi independent, dari masyarakat yang pasif menerima energi menjadi masyarakat yang aktif menghasilkan energi. LDR juga akan merangsang tumbuhnya peluang bisnis usaha komponen peralatan kelistrikan dan jasa /services, khususnya teknologi energi terbarukan, seperti panel surya, power konverter dan beterai. Program pemerintah sejuta listrik atap baik yang on-grid ataupun off-grid sudah selayaknya digenjot dan bukan dipersulit, apalagi dinilai sebagai bentuk ancaman berkurangnya profit perusahaan listrik.

LDR, mengapa tidak ?

*) Direktur Pusat Riset Energi Terbarukan Kawasan Tropis (TREC) Fakultas Teknik Universitas Indonesia. email: ekodosen@gmail.com

Pak Eko Adi Setiawan, kacamata berjenggot dalam video berikut

Pengembangan Program Inkubator Bayi Gratis untuk Nusantara

Beberapa butir poin penting untuk program pengembangan inkubator bayi gratis, kami tuliskan dibawah ini:

  1. Agen Relawan sekarang berjumlah 90 entitas (individu, keluarga, yayasan, komunitas dan Rumah Sakit), berada di lokasi yang tersebar juga di 90 kota dan atau kabupaten. Targetnya 1 atau 2 tahun kedepan jumlah agen menjadi 300 agen, berarti juga tersebar di 300 lokasi seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua.
  2. Tipe lepas pasang. Tipe baru lepas pasang sebenarnya sudah dibuat. Inkubator mulai tipe G ini bentuknya knocked-down bagian atas (akrilik) saja. Namun secara volume sudah bisa berkurang separuh, berarti ongkir sudah berkurang 40%. Bagian bawah berupa boks kayu juga bulan-bulan mendatang ini akan dibuat knocked-down agar secara volumetrik bisa lebih kecil lagi sehingga pengiriman jadi lebih mudah dan lebih murah.
  3. Bikin mini-factory di 10 kota besar di luar Jawa misalnya untuk Sumatera di Aceh Medan, Padang, Palembang dan Lampung. Dengan demikian pengiriman ke tempat yang jauh bisa teratasi dengan mudah karena ada workshop yang bisa berproduksi dan lokasinya tidak terlalu jauh.
  4. Akan dibuat twin-incubator, inkubator untuk bayi kembar. 10-15% bayi prematur yang lahir dalam kondisi kurang berat dan kedinginan ini adalah bayi kembar. Jadi daripada meminjamkan 2 inkubator maka nanti cukup dengan twin-incub ini, karena 2 bersaudara berada dalam 1 unit inkubator ini saling menunjang secara mental. Yang lebih lemah merasa ada saudara kembarnya karena sudah bisa mendengar tangisan kakaknya yg lebih sehat.
  5. Demikianlah secara ringkas rencana pengembangan dari Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk seluruh Nusantara.