Tentang Uyghur

Dina Sulaeman

28 Desember 2018 · 

Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi

Kasus Uyghur sebenarnya pengulangan dari konflik-konflik lain yang disikapi emosional oleh orang Indonesia. Jadi, ini adalah tulisan ‘metodologis’, tentang bagaimana cara kita menyikapi konflik yang terjadi nuh jauh di luar sana.

Mengapa ini penting? Karena melelahkan sekali, juga tidak mungkin, bila kita harus mengecek satu-satu setiap isu yang disebar; perlu langkah metodologis yang kita kuasai sehingga dengan cepat mampu menangkap ‘bau’ hoax.

Tahap pertama: FAKTA

Fakta artinya: benarkah terjadi? Ketika disebut “orang Muslim dibunuh pemerintah China” atau “orang Sunni dibunuh orang Syiah”, perlu dicek (1) benarkah terjadi? (2) kalau benar, dalam kondisi apa, atas alasan apa?

Kasus :

-Ada foto orang yang dihukum gantung, diberi caption: orang Sunni di Iran (penyebarnya, antara lain akun seorang ustadz, dan akun pkspiyungan). Saat dicek, ternyata dia adalah pembunuh 5 perempuan yang dijatuhi hukuman gantung tahun 2011. Sama sekali tidak ada info, orang ini Sunni atau Syiah. Jika Sunni, apakah bila dia membunuh, dia tidak boleh dihukum? Di Indonesia, para teroris yang meledakkan bom itu juga mengaku Sunni [padahal Wahhabi].. apa ketika pengadilan RI menjatuhkan hukuman kepada mereka, pemerintah disebut ‘anti Sunni’? [1]

-Orang-orang pro-IM dan HTI di Indonesia selalu menyebar hoax bahwa rezim Assad-Syiah adalah pembantai Sunni. Yang mereka jadikan dalil: pembantaian di Hama tahun 1982. Ya benar, ada pembantaian di Hama 1982 dan korbannya Sunni. Tapi, mereka adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang melakukan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Hafez Assad; ayah dari Presiden Suriah yang sekarang. Pertanyaannya: pemerintahan (menteri2) Suriah sejak dulu sampai sekarang diisi mayoritas Sunni; apakah IM di Hama dipersekusi akibat aksi kudeta bersenjata atau karena Sunni-nya?

[Antara lain yang menulis soal ini, Maimon Herawati yang baru-baru ini viral soal Blackpink, saya jawab di sini: 2].

-Kelompok tertentu gemar menebar info bahwa kaum Rohingya dibantai oleh kaum Budha-pembenci-Muslim. Bahwa kaum Rohingya didiskriminasi dan ditindas oleh Junta Myanmar, adalah benar. Kemlu RI sudah mengkonfirmasi nasib buruk mereka [dan bahkan sudah melakukan banyak hal untuk membantu]. Tapi, benarkah itu dilakukan Junta Myanmar atas alasan ke-Islam-an? Kalau memang Islam-nya yang dibenci, mengapa orang-orang Muslim lainnya hidup baik-baik saja di Myanmar, dan masjid-masjid berdiri aman di sana? [3]

-Orang-orang Uyghur, sejumlah SATU JUTA orang konon direpresi oleh pemerintah China dengan alasan: karena mereka Muslim. Benarkah? Dari sisi angka, sangat bombastis. Satu juta itu banyak sekali, sangat berbau hoax [buat yang ‘alarm’-nya sudah terasah].

Lalu, sumber beritanya dari mana? Ternyata dari media-media mainstream Barat. Cek lagi, siapa yang jadi narasumber mereka. Yang paling sering dikutip adalah World Uighur Congress, sebuah organisasi yang didanai oleh NED, sebuah lembaga AS yang punya rekam jejak panjang dalam memobilisasi kudeta dan mengatur upaya propaganda menjatuhkan rezim-rezim yang menentang agenda Washington [ini akan saya tulis lebih lanjut di bagian 2].

Lalu, foto-foto dan video yang tersebar, sudahkah dicek dengan google image, hoax atau bukan? Pengalaman saya meneliti Suriah, saya menemukan sangat-sangat banyak foto hoax (misalnya, gambar anak kecil ditembak tentara Israel, disebut anak kecil dibantai Assad). [4].

Bagaimana dengan foto-foto Uighur? Saya harap, anak-anak mudalah yang aktif gotong-royong ngecek. Sudah cukup saya 7 tahun ‘mengawal’ perang Suriah, udah capek. Saya kasih petunjuk metodologis aja.

Selanjutnya, cara berpikir ilmiah/akademis adalah: dengarkan sanggahan dari pihak yang berlawanan. Pemerintah China sudah mendatangi berbagai pemerintahan negara-negara Islam untuk menjelaskan duduk persoalannya. Kamp yang disebut-sebut itu ternyata kamp deradikalisasi dan ini terkait dengan bergabungnya 20.000 lebih orang Uighur dengan ISIS di Suriah. [akan saya tulis di bagian ke-2]

Nah… dari semua kasus yang saya kasih ini, bisa dilihat betapa kita perlu memisahkan mana yang FAKTA, mana yang FAKTA + framing, mana yang HOAX.

Sebelum sampai tahap YAKIN, sangat salah bila kita menyikapinya dengan emosional. Tunggu dengan sabar. Membaca dengan lebih dalam, baca dari 2 sisi.

TAHAP 2: Bila YAKIN faktanya benar, barulah dianalisis dengan kepala dingin. Menganalisis itu tidak dengan cara cocok-cocokan (misal: tuh, kan orang China memang jahat! Usir orang China dari Indonesia!) tapi dengan basis logika dan teori yang jelas, supaya bisa masuk ke tahap 3 [contoh analisis teoritis, nanti di bagian 2]

TAHAP 3: Solusi/rekomendasi

Contoh, adalah benar bahwa kaum Rohingya dan Palestina sedang tertindas. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia? Melakukan upaya diplomasi kemanusiaan? Atau kirim pasukan jihad? Atau usir Dubes Myanmar? Atau GANTI PRESIDEN?

Ketika solusi yang diberikan TIDAK NYAMBUNG, maka bisa disimpulkan, si pembawa pesan [orang yang heboh mengangkat isu ini] tidak benar-benar sedang memperjuangkan nasib Rohingya/Palestina/Uyhgur.

Kalau benar pemerintah China bersikap jahat ke orang Uyghur, mengapa PRESIDEN RI yang harus diganti? Bukankah kejadiannya di China sana?

Sekedar kilas balik: apa mereka yang dulu heboh luar biasa menuntut pemerintah menampung pengungsi Rohignya dan heboh menggalang dana benar-benar tulus? Kalau ya, mengapa mereka sekarang diam ketika Pemprov Aceh kewalahan mendanai para pengungsi Rohingya itu? Kemana dana yang dulu mereka kumpulkan dari rakyat Indonesia? Apa semua diserahkan ke para pengungsi atau 30-60% dipotong dengan alasan ‘operasional’?

Sebaliknya, mengapa mereka tidak pernah mengapresiasi Kemenlu yang selama ini jungkir-balik melakukan berbagai upaya diplomatik mengurusi kasus Rohingya?

Demikian untuk sementara. Ingat ya, ada 3 tahap: pastikan faktanya apa [bukan fakta+framing]; lalu analisis dengan berbasis logika dan teori; dan berikan rekomendasi yang nyambung, bukan salah sambung.

Ketika ada pihak-pihak tidak melakukan 2 tahap pertama dengan benar lalu masuk tahap ke 3 (kasih rekomendasi/solusi) dengan tak nyambung, Anda akan paham, mereka sebenarnya siapa.

(Ini from Raldi: Saya sdh pernah ke Xinjiang, dan aman-aman saja disana).-


[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/jundullah-teror-di-ir…/
[2] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/tanggapan-untuk-maim…/…
[3] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/rohingya-dan-analisis…/
[4] https://dinasulaeman.wordpress.com/…/surat-terbuka-tentang…/

Perubahan yg sudah dan segera terjadi

Selamat Datang Di Masa Depan
(tidak ada salahnya mencerna Nadiem)

Beberapa prediksi menarik :

  1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.
  2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian.

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

  1. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.
  2. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.
  3. SPBU atau pomp bensin akan hilang.
  4. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik.

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

  1. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.
  2. Industri batu bara akan hilang.

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

  1. Rumah2 akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid.

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

  1. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.
  2. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia.

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

  1. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang… dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.
  2. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mem-foto menggunakan film?. Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?.
  3. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore.

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

  1. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.
  2. Lupakan buku ‘Kejutan Masa Depan’, ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.
  3. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.
  4. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.
  5. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun.

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

  1. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia.

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

  1. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan.

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia.

Jadi jika anda belajar hukum, berhentilah segera. Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

  1. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.
  2. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.
  3. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan.

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda.

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya sim dan tak pernah be back homev CV memiliki mobil.

  1. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.
  2. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

  1. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

  1. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model2 hybrid.
  2. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu.

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

  1. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.
  2. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.
  3. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.
  4. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.
  5. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.
  6. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut.

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

  1. Perusahaan energi fosil sedang berusaha mati2an membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut – teknologi tidak akan bisa dibendung.
  2. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini.
  3. TV dan Koran akan mati dengan sendirinya, siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecik orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.
  4. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah swa Mandiri tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut ‘Tricorder’ dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda.

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

(Bahan dari medsos, WAG).-

NEM IPK Ranking Tak Ada Gunanya

Untuk Nadiem Makarim, BRAVO.!!! :

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3)

Kemudian sy mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30

Sementara faktor IQ pada urutan ke-21
Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah Tidak masalah.

NEM anak anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

  1. Kejujuran (Being honest with all people)
  2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
  3. Mudah bergaul (Getting along with people)
  4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
  5. Kerja keras (Working harder than most people)
  6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
  7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
  8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
  9. Hidup teratur (Being very well-organized)
  10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

✊✊✊✊✊✊✊✊
Mengejar kecerdasan akademik semata hanya akan menjerumuskan diri sdiri.

Amin… 🤗🤗🤗

Kesan Pesan MPKTB11 2019

Diakhir pertemuan kelas, saya meminta pada semua peserta untuk menuliskan pesan kesan opini tentang apa saja, boleh tentang bahannya gurunya atau sesama teman. Dari 30 an yang terkumpul saya pilih satu utk mendapat hadiah yanf ditulis oleh Rahman M Zuguda.

-0-

Siang Untuk Mengenang

Oleh: Rahman Muhamad Zuhuda (1906356374)

            “Selamat siang, apakah saya sedang berbicara dengan Mas Rahman?”

Panggilan dari seseorang tak dikenal kuangkat begitu saja melalui telepon genggam Xiaomi ku

            “Ya, benar. Maaf ini dengan siapa ya?” Tanyaku singkat.

Sekitar 5 menit ku menunggu jawaban dari “Dia”, seseorang yang tak kukenal, bahkan tak bisa kujamin bahwa “Dia” itu adalah seseorang. Diriku mulai sedikit kesal, bahkan telepon genggamku hamper saja kumatikan. Namun, toh dia yang menelepon, dia yang rugi akan pulsanya.

            “Perkenalkan mas, nama saya Kenangan” Jawabnya tanpa menjelaskan apapun

HAH! KENANGAN!? YANG BENAR SAJA!  makin bingung aku dibuatnya.

            “Iya Mas Kenangan, ada apa ya tiba-tiba menghubungi saya?” Jawabku tenang.

“Saya disini untuk mengingatkan kembali Mas Rahman mengenai MPKT-B satu semester kebelakang, saya harap mas mendengarkan dengan baik.”

            “Waduh mas, sebentar saya mau amb-”

            “Langsung saja mas.”

Tak sempat kuambil buku tulisku, langsung saja dia berbicara tanpa henti

“Masih ingatkah Mas Rahman tentang pertama kali di kelas K201, setelah kelas Menggambar Teknik mas langsung sholat dzuhur dan bergegas masuk kedalam kelas tersebut. Duduk di barisan kedua, seperti biasa, lalu mas hanya celingak-celinguk tak tahu siapa saja orang disamping, didepan, dibelakang, bahkan seisi kelas mas belum mengetahui siapapun.”

Langsung diriku mengiyakan semua yang dia katakan

“Masih ingatkah Mas Rahman tentang pertama kali bertemu dengan teman-teman dari Focus Group 3, saling berkenalan, saling berdiskusi, sering beraduargumen, bahkan kadang sampai-sampai semua tertidur ketika tugas sudah diselesaikan.” Lanjutnya. “Setelah itu mas berkumpul dengan Home Group 2, belum berkenalan sudah dikasih tugas kelompok. Semuanya mengerjakan tetapi sepertinya belum saling kenal. Namun seiring berjalannya waktu, kalian jadi saling kenal, saling bahu-membahu, saling bercerita, dan saling membantu ketika ada yang kesusahan.”

Setelah itu keadaan langsung menjadi hening, aku dan dia sama-sama diam, tidak ada yang mengatakan apapun. Lalu ia melanjutkan,

“Mas Rahman, ingatkan kamu waktu pertama kali bertemu dengan dosenmu, Prof Raldi? Awalnya ketika ia memperkenalkan diri sebagai guru besar, kalu langsung takut bahwa beliau adalah dosen yang galak, tetapi, perkiraanmu salah besar. Ketika kau tahu bahwa beliau adalah dosen yang asik, interaktif, serta multitalent. Engkau langsung terkagum dengan cara beliau mengajar, menyampaikan materi, serta projek Socio-Technopreneurship yang keren membuat kau mengidolakan beliau. Aku tahu dalam dirimu kau ingin sekali bisa diajarkan beliau lagi, karena beliau tidak hanya mengajar secara akademis, namun juga tentang kehidupan sosial bermasyarakat.”

Langsung diriku merasa haru akan apa yang kualami satu semester kebelakang, rindu campur sedih semua kurasakan. Namun, diriku lebih terkejut lagi ketika…

            “Terima kasih telah mendengarkan Mas Rahman, saya pamit undur diri, selamat siang.”

Dia langsung menutup teleponnya tanpa saya dapat berkata apa-apa.

Selang setengah jam setelah Mas Kenangan menutup telepon, tetiba saya ditelepon oleh nomor tak dikenal lagi. Saat diangkat, kudengar suara wanita menyapa dengan hangat

“Selamat siang mas, perkenalkan saya Waktu, saya akan tiba di titik penjemputan sekitar 5 menit lagi. Mohon ditunggu ya Mas Rahman”

Terkejut aku mendengarnya, rasanya aku tak pernah memesan ojek, kenapa tetiba ia ingin menjemputku?

Setelah 5 menit berlalu, Mbak Waktu bertemu dengan saya. Awalnya saya kira ia adalah ojek onine, ternyata ia utusan yang dikirim untuk menemui saya. Dia dengan santainya berkata,

“Saya rasa Mas Rahman sudah dihubungi oleh rekan saya mengenai MPKT-B. saya diutus kesini untuk menyampaikan bahwa sebentar lagi hal itu akan segera berakhir. Akhirnya selesai tugas Mas Rahman dan akan segera berpisah untuk teman-teman dari FG3 maupun HG2. Besok adalah pertemuan terakhir di MPKT-B sebelum UAS datang, saya harap Mas Rahman bisa menggunakan waktunya dengan baik untuk perpisahan esok hari.”

Saya tidak bisa mengucapkan apa-apa dihadapan Mbak Waktu, saya hanya bisa tersenyum dan bersiap-siap untuk hari esok.

Mbak Waktu pun pergi meninggalkan saya, seperti saya akan meninggalkan MPKT-B K201 esok hari.

—TAMAT—

Transduser Pengukur Tekanan

Parameter Tekanan (pressure) merupakan salah satu parameter yang penting dalam termodinamika, tanpa mengetahui tekanan terutama pada fase gas ataupun liquid sebuah instalasi bisa menjadi sumber malapetaka. Pengendalian tekanan ini tentu saja memerlukan alat untuk mengetahui besarnya atau nilainya, untuk itu digunakanlah pengukur tekanan. Cara lama dalam mengukur tekanan ini menggunakan cara mekanik dalam mengkonversi perubahan  tekanan menjadi sebuah gerak jarum penunjuk. Model yang baru sekarang menggunakan cara elektronik. Tentu saja metode ini menyajikan respons yang lebih cepat dan akurat.

Buku ini membahas kedua model tersebut diatas. Pengukur tekanan tipe Bourdon sebagai representasi model lama tetap digunakan bahkan sampai sekarang karena masih bermanfaat terutama sebagai indicator visual untuk operator agar selalu bias mengetahui tekanan dalam tangki atau instalasi. Karena respons yang cepat dari pengukur tekanan elektronik atau disebut juga pressure-transducer maka digunakanlah alat ini sebagai pencatat real-time agar bisa mengetahui perubahan tekanan dari waktu ke waktu (detik demi detik). Dengan demikian banyak lagi yang bisa kita lakukan terutama dengan merangkaikannya dengan computer atau pencatat digital lainnya sehingga spectrum penggunaannya menjadi lebih luas,

Dalam penelitian dan pengembangan penggunaan pressure transducer ini sudah tidak dapat dihindari lagi, karena seringkali peneliti memerlukan data real-time sekaligus menggabungkannya dengan program computer (coding) dimana perubahan parameter tekanan dalam system dinamis manjadi masukan yang penting dalam analisa kondisi instalasi.

Accuracy, precision, repeatability serta reproducibility merupakan fenomena yang penting dalam pengukuran tekanan teutama bila kita mengukur perbedaan tekanan yang kecil. Seringkali persoalan juga muncul saat kita belum mengetahui apa artinya Zero-offset dalam menggunakan pressure-transducer. Standar, kalibrasi, ilmu statistic, merupakan bahasan yang tak terpisahkan dalam pengukuran tekanan.

Dengan mulai maraknya penggunaan Arduino sebagai template mikroprosesor, maka variasi terapan dari (PT – Pressure Transducer) meningkat menjadi alat kendali (kontroler) dari suatu sistem sekuriti dari sebuah instalasi bertekanan tinggi. Dalam buku ini anda akan menemukan cara menghubungkan antara PT dengan data logger ataupun sistem data acquisition sehingga penggunaannya menjadi lebih bervariasi bahkan dengan harga yang terjangkau. Banyak peralatan canggih bias kita buat dengan memahami sirkuit elektronik antara PT dengan Arduino.

Kritik dan saran pembaca sangat kami harapkan dan semoga buku kecil ini dapat berguna untuk siapa saja yang  menggunakan alat pengukur tekanan.

Depok, 22 Maret 2019

Raldi Artono koestoer

Info lanjut WA/HP/SMS 08111383300


THE MOST SILENT INFANT-INCUBATOR

The Grashof-portable-incubator is work of Incubator’s team of Universitas Indonesia. It is a special innovated infant incubator customized for equatorial environment, to do so, It uses a special system of Natural-convection and natural-circulation based on the Grashof law (German Scientist proposed the formula of Natural-convection and Buoyanci-force more than 100 years ago). The incubator itself is divided into several compartments. The first and most spacious one is on top and function as the space for infant to lay upon. The second compartment is below the first compartment and function as the place for the heater lamp. The remaining compartment are either for additional electronics or for air flow into, either way the main fundamentals only covers the first and second compartment.

The principle of the incubator is fairly simple. First, the heater lamp is powered by external electricity source. The heater lamp will raise the temperature for the air inside the incubator. The raise of temperature leads to a difference of pressure between the air inside of the incubator and the outer air. Air naturally will flow from high pressure to low pressure, because of this, the air from outside will come inside the incubator through the hole on the sides of the incubator. The entering air will then be heated by the heater lamp to maintain desireable temperature for the infant (between ambient temperature and main body temperature, defined 33-35 dgC). From the infant space, the air will flow out through the holes on the covers of the infant compartment.

The Grashof-portable-incubator is dubbed ‘the most silent incubator’ and ‘the most saving energy incubator’. Both of these can be achieved because of the design simplicity of the incubator. The noise appears usually in conventional system due to the rotation of fan blade, in Grashof incubator there is no fan neither blower to move the hot air from heating chamber to baby’s cabin. Furthermore, it has less options compared to other incubators, however, it incorporate much simpler and replaceable parts. For example, the usual incubator usually had a feature to set the temperature into a desireable value, whereas the grashof incubator set the temperature between 33-35 dgC. However, due to the lack of complex machinery for these feature, the amount of process in the incubator is virtually lesser than the usual incubator. Thus, it produces lesser or almost no-noise with lesser energy. (Ral and Dhon cooperation).-

Hasil gambar untuk foto grashof incubator

Kabin Kapsul Halte UI Depok

Siapa yang tidak kenal dengan kost-kost an. Yang pernah menjadi mahasiswa pastinya pernah jadi anak kost, entah itu beneran nyewa kamar kost atau hanya jadi PGT (Penghuni Gelap Tetap).
Seiring dengan perkembangan jaman yang serba cepat pergerakannya. Penggunaan kamar kost sebagai sarana pendukung belajar disaat kuliah saat ini di rasa kurang tepat. Beberapa alasan yang mendasari adalah :
1. Kegiatan mahasiswa sekarang lebih banyak di kampus atau bisa kita sebut full day study. Baik itu di ruang kelas, laboratorium, perpustakaan atau bahkan di sekretariat kegiatan mahasiswa.
2. Penggunaan buku dan lembar fotocopy sekarang sudah semakin berkurang seiring dengan semakin berkembangnya buku digital (e-book).
3. Sarana transportasi menuju kampus yang semakin beragam dan memanjakan para mahasiswa, sehingga perjalanan mereka makin nyaman dan cepat.

Dari ketiga faktor tersebut, praktis saat ini kamar kost hanya di gunakan sebagai tempat singgah untuk sekedar beristirahat dari kegiatan belajar di kampus. Praktis dengan pola seperti itu sebenarnya kamar kost hanya di gunakan paling banyak untuk tidur pada saat ini. Apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir yang mungkin hanya kuliah 2 kali dalam seminggu dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus atau lapangan untuk penyusunan skripsi.

Melihat pemakaian kamar kost yang minim oleh penghuni kostnya taruhlah hanya sebanyak 2-3 hari dalam seminggu atau sekitar 8-12 hari dalam sebulan membuat biaya kost yang harus di keluarkan menjadi tidak relevan lagi. Dengan biaya sewa kamar kost di sekitaran UI yang sudah menyentuh angka minimal 600 rb per bulan untuk kamar yang tidak ber AC atau sekitar 1,2 juta perbulan untuk kamar berAC, penggunaan kamar kost konvensional dirasa sudah tidak ekonomis lagi.

Untuk menyikapi pola anak kost yang masih sering pulang pergi ini, Kabin Kapsul menawarkan pola penginapan yang dianggap paling ekonomis untuk masalah budget dan kenyamanan. Dengan tipe kamar berupa kabin tidur yang di fasilitasi dengan pendingin udara, wifi, kamar mandi dan dapur, Kabin Kapsul menawarkan kalau bisa di bilang dengan slogan “kaki lima dengan fasilitas bintang lima”.

Dengan harga sewa yang fleksibel, mau harian ataupun bulanan, Kabin Kapsul menawarkan harga sewa yang terjangkau bagi kantong mahasiswa.
Dengan harga sewa harian sebesar 60 ribu dan bulanan sebesar 700 ribu, Kabin Kapsul dirasa sudah memberikan harga terbaik dengan segala fasilitas yang diberikan.

Berikut fasilitas serta kemudahan yang diberikan oleh Kabin Kapsul Halte Kampus UI :
– Lokasi yang berdekatan dengan halte kampus UI
– Kamar berpendingin udara (AC)
– Wifi (dalam proses)
– Ruang duduk yang dilengkapi TV di lantai 2
– Teras dan balkon di lantai 2
– Toilet duduk dengan eco washer
– Shower untuk mandi
– Kebersihan kamar terjaga
– Bapak Kost 24 Jam.

Tertarik untuk menginap di Kabin Kapsul Halte Kampus UI Depok silahkan hubungi :
Bapak Shantonio Siagian di HP/WA : +62 812-9349-9175

(Artikel ini numpang nyalin dari akun FB nya Eko karena gak bisa di share).-

Keterangan foto tidak tersedia.

Keterangan foto tidak tersedia.

Gambar mungkin berisi: dalam ruangan
Keterangan foto tidak tersedia.
Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

ini kamarnya atau kabin kapsulnya


Putra Saireri: Billy Mambrasar

”BILLY MAMBRASAR DIANTARA DILEMA “BERUNTUNG” ATAU “BEKERJA KERAS”

Syom Faro ( Bahasa Byaki)
Diru Pai!! (Bahasa Asua – Arui)

Selamat ber-apa saja untuk kam semua, di seluruh Nusantara….

Untuk Menjawab komentar nyinyir dari Jutaan Netizen yang maha benar….. bahwa Billy Mambrasar is just lucky because coincidently : He was born Papuan, makanya dipilih sbg stafsus….

Pertama-tama saya tegaskan: Job Title saya adalah: Staf Khusus Millenial Indonesia. Jadi Harus diingat bahwa Saya bukan Staf Khusus Presiden untuk Urusan Papua. Saya adalah Putra Indonesia yang kebetulan berdarah Papua (Mambrasar), yang ditunjuk berpikir untuk menggunakan Teknologi dan Inovasi dalam membangun Indonesia.

Akan tetapi, karena Saya lahir dan dibesarkan oleh Tanah Papua sehingga selain sebagai Staf Khusus Milenial Indonesia, saya akan juga terus melanjutkan pelayanan yang sudah saya kerjakan selama 9 tahun terakhir untuk membangun Tanah Papua selain juga membangun seluruh Indonesia.

Untuk asumsi nyinyir di paragraf pertama diatas, Here is the thing:

Ada 2.5 juta penduduk Papua dan dengan perhitungan presentase matematika sederhana, sekitar 30% saja anak2 seusia saya, atau berada pada my demographic age. Menggunakan presentasi matematika tersebut, dari 2.5 juta tersebut, berarti ada 750ribu anak Muda Papua selain saya. Artinya untuk menjadi anak Papua yang terpilih, mereka semua, adalah saingan / kompetitor saya, ada 750ribu anak muda Papua.

Muncul argument berikutnya lagi, mungkin karena Billy adalah anak Papua yang beruntung memperoleh pendidikan tinggi dan memadai? Sementara yang lainnya Tidak?

Here is my response: saya BUKAN beruntung, tetapi saya memang bekerja keras untuk meraih pendidikan setinggi tingginya. Saya sendiri adalah anak Papua yang lahir dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, bisa dikatakan sangat miskin. Saya jualan kue, dan hidup di rumah tanpa listrik, sampai saya SMP. Orang tua saya sampai berlinang air mata, ketika melihat mimpi besar saya untuk berkuliah ke ITB, karena terinspirasi kisah Sukarno, President pertama Indonesia, yang sukses menjadi insinyur sipil setelah berkuliah di ITB.

Ibu saya berkata: :Nak, mama hanya jual2 kue di Pasar, penghasilan setiap hari tidak sampai 50 ribu… bagaimana mungkin mama dan papa sanggup bayar SPP Kamu untuk kuliah lagi?”

Untuk memenuhi ambisi anaknya bisa sekolah setinggi-tingginya, Papa saya mengemis, memegang nokennya, dia, dari satu dinas ke dinas lain, memohon bantuan agar saya bisa terbang dan bersekolah ke Tanah Jawa.

Tuhan menjawab Doa kami, Saya dibantu oleh Dr. James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua saat itu dengan uang 5 juta rupiah, untuk menerbangkan saya bisa berangkat kuliah ke Bandung.

Saya ikut test masuk ITB, dan berhasil lolos. Akan tetapi tidak ada biaya utk makan, akan tetapi SPP sudah ditanggung oleh Beasiswa Otonomi Khusus dari Pemerintah Provinsi Papua. Saya juga berjualan-berjualan kue, dan mengamen dari Kafe ke Kafe, dan dari acara pernikahan ke acara pernikahan lainnya, untuk dapat uang buat makan. Saya berusaha keras untuk memperoleh pendidikan, saya bukan beruntung!.

S1 saya cuma di dalam Negeri, ga kayak beberapa anak2 Pejabat atau orang kaya lain, yang sudah bisa sekolah di Luar Negeri dari S1, mau buat bisnis atau social movement tinggal minta modal ke orang tuanya.

Mari kita fokus ke demografik Papua kelas menengah ke atas! Ambil saja 10% dari young demographic Papua tadi (750rb orang), artinya ada 75ribu anak Muda Papua lain memiliki resources lebih dari saya, yang merupakan saingan saya. Still, I have to beat those 75ribu anak muda Papua lain, to be the “Chosen one”.

Argumen nyinyir lain muncul lagi. Fakta yang Selalu dibawa-bawa adalah bahwa: Pemerintah dan stakeholders lain, we choose Billy karena dia punya karya nyata dalam social entrepreneurship, dan pendidikan. Artinya, publik yang nyinyir berargumen bahwa mungkin 75ribu anak2 saingan saya itu belum memiliki atau memulai karya2?

Pertanyannya: mengapa mereka dengan kelebihan dan sumber daya berlebih, tidak terpikir utk membuat bisnis, social movement, serta karya2? Mungkin mereka memutuskan seperti itu, dan mereka tidak bisa disalahkan juga, karena mungkin bukan passion, hobi dan kesenangan mereka.

Kesimpulan yang bisa saya sampaikan, bahwa mungkin ada Faktor2 lain seperti , ada faktor: Kerja Keras, Keberuntungan, dan Berkat Tuhan disitu. Juga ada faktor: Mengambil resiko dalam hidup dan menghindari zona nyaman. Saya anti kenyamanan hidup, dan saya selalu terbeban menolong orang lain, juga sangat nasionalis ingin membangun bangsa Indonesia.

Waktu kuliah sarjana dulu, Saya memilih untuk aktif ikut kompetisi bisnis, bolos2 kuliah utk ikut lomba nyanyi dan seni utk mengasah kreatifitas saya, dan hampir Drop Out dari ITB, teman-teman ITB pasti tau, betapa saya sangat nyeleneh semasa kuliah. Saya bahkan pernah memilih meninggalkan kampus selama 1 Semester untuk mengikuti Kompetisi Indonesian Idol, saya juga pernah meninggalkan skripsi saya, dan alhasil lulus diatas 5 tahun, karena saya memilih ikut pertukaran siswa ke Amerika Serikat, di Harvard University kala itu. Pulang-pulang, teman-teman seangkatan sudah lulus semua, dan sudah mulai pada kerja-kerja di top companies. Saya tertekan secara psikologis dan sempat malu. Mungkin dalam bayangan mereka: Yah kurang fokus siiiih.. jadi lama lulus. Ilmu tambang juga pasti dia gak ngerti?? Kata beberapa teman yang lain.

Saya memang sulit utk hidup mengikuti jalur monoton, predictable, dan tersusun. Saya anti kenyamanan, saya memang orangnya nyeleneh, dan selalu mencari ide baru.

Banyak pilihan2 nyeleneh lain yang saya buat, yang sulit dipahami, dan selalu di luar dari jalur normal yang dipilih teman-teman ITB kala itu. Saya memahaminya, dan saya mengambil resiko dalam membuat pilihan tersebut. Bahkan setelah lulus dari ITB, Banyak sekali pilihan2 beresiko lain yang saya pilih, yang mungkin tidak diambil oleh anak-anak lain.

Setelah lulus dari ITB dan bergabung dengan Multinational Corporation (MNC), Perusahaan Minyak Inggris: BP selalu muncul komentar-komentar seperti : dia ketrima karena dia anak Papua. Terlepas dari kemampuan saya menjawab pertanyaan2 terkait Industri Hidrokarbon dengan gape, bahasa Inggris saya yang kata Bos saya orang bule inggris kala itu ke saya: “You speak like a native speaker, you sound british!”… tetap orang akan berasumsi tertentu dan tetap nyinyir.

Selama di BP pun prestasi demi prestasi yang saya peroleh selalu dinafikan orang lain sebagai: “Billy Mambrasar is just lucky”, which made me just smile responding to them.

Saya mau bilang bahwa, seperti karakter saya selalu, Saya menolak utk menikmati kenyamanan hidup. Banyak hal2 nyeleneh yang saya buat, bekerja lebih dari, bahkan di luar tanggung jawab saya, seperti mendorong program pemagangan anak-anak lokal di BP, atau keluar masuk kampung sekitar area operasi BP, karena saya ingin tau, seperti apa budaya dan cara hidup orang2 Papua dari Suku Sebyar, Irarutu, Sumuri, Sekar Pikpik, dan Fakfak. Saya ingin menolong mereka juga! Mereka hidup di sekitar daerah operasi migas tersebut. Bos saya sampe tegur saya: “kamu ngapain beraktifitas ekstrakurikuler di luar tugas dan tanggung jawab kamu sebagai insinyur? Kalau kamu mau jadi Bos disini, kamu harus Fokus”.

Saya lalu memulai Social enterprise saya: Kitong Bisa, dan itu memakan banyak waktu saya. Saya tidak fokus berkarir. Saya ingin menjadi manusia yang berdampak. Karena sering Bolos, saya dimarahi bos saya, dan dibilang tidak fokus. Dia selalu bilang: km klo mau sukses menjadi manager seperti saya, harus fokus bekerja.

Karena konflik yang terus menerus dengan Bos saya, dan saya juga memilih untuk menciptakan dampak yang lebih besar lagi, saya memilih keluar dari BP, keluar dari perusahaan yang kata orang-orang: Bergaji besar dan berfasilitas mewah. Ibu saya saking stress karena keputusan saya, sampe sakit 3 hari, stress karena takut tidak ada sokongan dana lagi.

Resign dari BP, saya fokus ke social enterprise saya. Hasilnya: banyak orang yang saya tolong, dan presetasi demi prestasi saya raih. Orang mulai mengenal dan memberikan penghargaan, dan saya mulai menikmati hidup saya. Mulai dari Bertemu presiden Barrack Obama, berbiara di Gedung PBB, diundang bertemu pemenang Nobel Prize 2019: Muhammad Yunus, Fellow di WIFE, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, dll.. dll.

Selain sifat tidak menyukai kenyamanan, saya selalu tidak berhenti bermimpi besar. Saya memutuskan untuk bolak balik Inggris menyelesaikan master kedua saya, setelah berhasil lulus dari Australian National University (ANU), dengan gelar master dan penghargaan rektor sebagai: Student of the Year 2015. Tujuan saya menempuh pendidikan setinggi-tingginya ini adalah untuk menginspirasi anak miskin seluruh Indonesia, bahwa: Billy Mambrasar, seorang Putra Indonesia miskin, anak penjual kue di Pasar, mampu menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya dengan beasiswa penuh. Orang miskin Indonesia juga memiliki hak penuh untuk hidup sukses dan Bahagia. Kisah saya telah menjadi kisah inspiratif untuk anak-anak Indonesia agar percaya pada mimpi-mimpinya lagi.

Semua orang akan tetap nyinyir, semua orang akan tetap berkomentar. Mentor saya pernah berkata: “Embrace both praise and criticism, they are equally important!”. Saya menerima dengan hati terbuka kritikan pedas, nyinyir dan sindiran-sindiran. Semua itu adalah cambuk untuk saya tetap maju dan berkarya.

Terpilih sebagai Stafsus Presiden bukan sebuah privillege dan prestise, itu adalah Tanggung Jawab. Saya bertanggung jawab terhadap 260 juta Rakyat Indonesia, saya berutang janji dan memegang beban untuk membantu peningkatan kesejahteraan bangsa ini. Jabatan bukan Privillege, Jabatan adalah Tanggung jawab dan amanah, oleh sebab itu, Jabatan ini harus diikuti dengan komitment tinggi untuk saya ikut membangun Negara. Mohon Doa dan Dukungannya!

Saya rasa kita semua bisa dan akan memiliki kesempatan yang sama. Mari kita maju dan menciptakan karya-karya hebat bagi bangsa kita! Kita jangan berambisi mengejar jabatan, kekuasaan, atau ketenaran. Kita cukup berkarya dan fokus menolong orang lain. Hal2 seperti kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran, hanyalah Bonus dari TUHAN SEMESTA ALAM, apabila pelayanan kita diberkati oleh yang Maha Esa.

Nusantara, 22 November 2019
Putra Saireri: Billy Mambrasar

Jawaban Billy Mambrasar saat Dikritik Pedas Fadli Zon