Persyaratan Agen Relawan Inkubator

Terimakasih atas perhatian anda pada aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi untuk bayi prematur.

Pada prinsipnya peminjaman inkubator bayi ini hanya diperuntukkan bagi ibu bayi prematur (diutamakan yang berasal dari gol prasejahtera) oleh Agen Relawan Inkubator Gratis yang merupakan kepanjangan tangan dari Yayasan Bayi Prematur Indonesia. Sebagai informasi, per bulan Agustus 2020, sudah ada Agen Relawan di 103 kota dan/atau Kabupaten. Sejak 2012 sudah ribuan bayi tertolong.

Ada beberapa entitas Agen Relawan, diantaranya: 1) Individu 2)Pasutri 3) Keluarga  4) Institusi (yayasan atau lainnya) 5) Komunitas  6) Rumah Sakit  7) dll.

Untuk mengatasi permasalahan RSUD yang kekurangan inkubator, kami menganjurkan anda untuk menjadi Agen Relawan terlebih dahulu.

Adapun persyaratan Agen Relawan adalah sbb:

1) Mengganti biaya produksi per unit inkubator: untuk individu 4 juta rupiah, sedangkan untuk institusi (termasuk RS dan komunitas) 5,5 juta rupiah. Selanjutnya inkubator menjadi milik Agen Relawan.

2) Bersedia mengantar inkubator ke rumah ibu bayi (dari gol pra-sejahtera), dan mengambilnya kembali bila sudah selesai.

3) Bersedia memelihara inkubator sesuai dengan petunjuk dari Tim Inkubator UI (Center Inkubator di UI Depok).

4) Dilarang menerima pembayaran atas peminjaman inkubator (Peminjaman atau pemakaian inkubator ini sepenuhnya GRATIS).

Bila anda sudah memahami dan setuju, mohon kirim CV dan komunikasi akan kita lanjutkan melalui email.-

Email : Raldi@inkubator-gratis.org

atau

koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

#inkubator #agenrelawan #bayiprematur #inkubatorgratis

-0-

Joking for Indonesians

From WAG.-

A plane made an emergency landing on water. The stewardess asked the passengers to slide down to the lifeboats, but the passengers refused.

The stewardess then asked the captain to help. The captain, being very knowledgeable and experienced, guided her – “You tell the Americans this is an ADVENTURE. Tell th British this is an HONOUR. Tell the French this is a ROMANTIC activity, and tell the Germans this is the LAW. Tell the Japanese this is an ORDER, and everyone will be sorted out.”

The stewardess remembered the flight had some passengers from India and Singapore too. “What about them”, she asked.

The captain laughed. “Easy. Just tell the Indians this activity is FREE.”

Can I convince the Pakistanis ???

Yes dear, just whisper, “This is a suicide mission”

“And what about the Singaporeans?”, she persisted.

The captain, taking a deep breath, patiently explained –
“You need not tell the SIngaporeans anything, my dear. Once they see a QUEUE, they will join it without questions.”

Luckily there is no joking for Indonesians

But wait….

The stewardess then finally said to the captain, oh almost I forgot sir, there are also some Indonesians on board, what should I tell them?

The captain grinned and then said: “My dear, tell them, this is a hoax, they will join us without thinking…”

Wabah Ini Nyata Corona

Oleh: Beni Satria

WABAH ini NYATA. CORONA itu FAKTA.Kami bukan Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Sejak 28 Maret hingga 22 September kami telah merawat 1504 kasus positif COVID-19 dengan tingkat kesembuhan 94,54 %, dan 82 pasien wafat (5,45 %), Mayoritas Kasus berat Rujukan.Hanya 1 (satu) tenaga kesehatan kami karena terinfeksi COVID-19 dan meninggal (beliau berpraktik di 3 RS tdk melayani Pasien Covid di RS kami). Tingkat Penularan staff 5,43 % (46 org), Mereka yang terinfeksi telah sembuh (98,3 %) telah kembali bekerja Melayani, sisanya sedang menjalani perawatan, Mohon Doa Kesembuhan. Pada wabah pandemi yang belum berakhir ini, kami masih berusaha fokus memberikan Perlindungan bagi semua tenaga kesehatan semaksimal apa yang bisa kami usahakan, mis; menggunakan peralatan khusus ke area klinik rumah sakit dengan kontak pasien COVID (Hevafilter Portable) atau berisiko, Penggunaan Powered Air-Purifying Respirator (PAPR) atau Respirator di Operational Theater (OT), Endoscopy Center, Emergency Department (IGD), Intensive Care Unit (ICU) dan bangsal isolasi.Di Ruang Ganti, kami gunakan Sinar HF UVC buatan Anak Negeri dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia Asuhan Prof. Raldi Artono Koestoer (Terima Kasih, Prof)Kasus terus bertambah, kami masih menerima rata – rata 8-12 kasus Positif per-hari. Wabah ini Nyata, Corona itu Ada. Mohon Patuhi Semua Protokol Kesehatan. Semoga Kami Mampu Melayani, Ntah sampai Kapan.Mohon, Jangan Keluar Rumah Bila tidak PerluTETAP BERDOA Mohon PerlindunganTETAP PAKAI MASKER 3 lapisTETAP CUCI TANGAN pakai Air dan SabunTETAP JAGA JARAK 2 MeterTETAP SAYANGI DIRI & KELUARGATERIMA KASIH DokterTERIMA KASIH PerawatTERIMA KASIH BidanTERIMA KASIH Tenaga KesehatanTERIMA KASIH Masyarakat yg Patuh Keep safe and healthyMedan, 26 September 2020Rumah Sakit Umum Bunda ThamrinDr. dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H(kes)cc;dr. Mohammed Adib Khumaidi, SpOTDr. dr. Delyuzar Harris, M.Ked, SpPA(K)

104Ratna Dewi dan 103 lainnya6 Komentar6 Kali dibagikanSukaKomentariBagikan

Komentar

Paling RelevanTulis komentar…

  • Fransiska LubisSemoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT..aamiinIzin dokter.. ibunda kami saat ini dalam perjalanan menuju RS Bunda Thamrin.. (dgn diagnosa susp.covid+pneumonia).. semoga bisa d bantu dokter.. terima kasih1Tampilkan 3 balasan lain

2 Whatsapp dalam 1 HP

Disalin dari Detikinet.-

4 Cara Memiliki Dua WhatsApp dalam Satu Hp

Rosmha Widiyani – detikInetMinggu, 02 Feb 2020 21:02 WIB4 komentarSHARE   URL telah disalin

Wien,Austria-February 25,2014: Closeup of female hand holding an iPhone 5s while launching WhatsApp,a popular messaging application .
Foto: iStock/4 Cara Memiliki Dua WhatsApp dalam Satu Hp

Jakarta – 

WhatsApp atau WA menjadi salah satu aplikasi dengan pengguna paling banyak di dunia. Komunikasi lewat WhatsApp digunakan dalam berbagai kondisi, mulai urusan bisnis hingga yang bersifat pribadi.

Dengan kondisi tersebut, tak heran bila banyak pengguna yang ingin punya dua WA dalam satu Hp. Cara ini dianggap praktis dan ekonomis karena pengguna tak perlu membeli handphone baru untuk punya akun WA lain.

Baca juga:Cara Video Call WhatsApp di Laptop, Praktis dan Mudah

Berikut 4 cara memiliki dua WhatsApp dalam satu handphone, dikutip dari berbagai sumber,

1. Mengaktifkan dual messenger

Dual messenger adalah fitur bawaan ponsel, yang memungkinkan pengguna punya dua akun untuk satu aplikasi. Pengguna cukup mengunduh aplikasi WhatApp dari Play Store kemudian klik Setting > Advance Features > Dual Messenger.

Pengguna akan melihat daftar aplikasi yang mendukung penggunaan dua akun. Selanjutnya, pengguna cukup menggeser tombol slide pada aplikasi WA untuk mengaktifkan dua akun. Tahap lanjutannya seperti proses install WA di Hp seperti biasa. Pengguna juga dimintai nomor handphone yang akan digunakan di akun WA lainnya.

2. Menggunakan app clone atau app twin

Sama seperti dual messenger, app clone atau app twin adalah fitur yang telah tersedia di beberapa jenis handphone. Pengguna cukup mengeklik setting kemudian membuka menu app clone atau app twin. Selanjutnya, pengguna cukup memilih WhatsApp dan Hp akan melakukan penggandaan.

Setelah penggandaan selesai, aplikasi WA kedua akan muncul di homescreen handphone dengan lambang clone. Pengguna kemudian masuk ke aplikasi tersebut, ikuti prosedurnya, dan memasukkan nomer ponsel yang akan digunakan di akun WA kedua.

Baca juga:Ini Deretan WhatsApp Android yang Harus Di-update

3. Menginstall parallel space

Parallel space bisa digunakan pengguna, yang ponselnya tidak mendukung memiliki dua akun untuk satu aplikasi. Langkah pertama adalah menginstall parallel space lebih dulu dari Play Store.

Selanjutnya pengguna bisa membuka parallel space, memilih WhatsApp, dan melakukan langkah install seperti biasa dengan nomer handphone yang lain. Untuk Hp dengan klasifikasi 64bit harus mengunduh aplikasi tambahan Parallel Space-64Bit Support.

4. Mengunduh dual space

Dual space menjadi alternatif selain parallel space, bagi pengguna yang handphonenya tidak mendukung punya dua akun untuk satu WhatsApp. Tahap pertama adalah mengunduh dual space di Play Store, membuka aplikasi, dan memilih WhatsApp.

Tahap selanjutnya cukup mengikuti prosedur yang telah disediakan. Dual space tidak membuat shortcut untuk akun WhatsApp yang lain, sehingga pegguna harus masuk ke aplikasi ini untuk membuka hasil penggandaan.

Dokter Perawat Bidan Apoteker Wafat Sudah Banyak

Banyak tenaga kesehatan kita yang berguguran di medan perang Covid ini… Kami sangat terharu oleh perjuangan mereka, untukitu kami sangat ingin membantu. Tim Acovus-UI (transformasi dari tim Inkubator-UI), berinovasi membuat peralatan baru pencegah Covid-19. Beberapa diataranya sudah digunakan di Rumah Sakit. Hari ini staf kami sdr Ibnu Roihan ST MT sedang menginstall sebuah alat yang kami namakan PURIDIS. Alat ini sudah 3 unit kami supply ke beberapa tempat.

Adapaun beberapa alat ciptaan kami tersebut adalah.

  1. PURIDIS, Purifier and Disinfection. Alat ini dipergunakan untuk membersihkan ruangan dari particulate matters (partikel kecil termasuk aerosol), menyaringnya dengan 2 filter (prefilter moisture dan karbonaktif, serta filter HEPA). Keistimewaan alat ini disamping menyaring udara agar udara bersih yang keluar juga MEMBUNUH VIRUS CORONA hanya dalam waktu 1 detik saja. Berapa banyak virus yg bisa terbunuh…? Nah ini yang tidak main-main, sebanyak 99,9% MATI…sekali lagi 99,9% MATI. Gila ya ? Ampuh banget…
  2. HF-UVC, Human Friendly UVC lamp. Lampu ini berguna untuk dipasang di ruang ganti APD, toilet atau pantry. Prinsipnya untuk ruangan yang tidak besar dan hanya sekali-sekali saja orang masuk kesana. Lampu UVC nya menyala tiap 2 jam sekali selama 15 menit, dan kalau ada orang masuk sedangkan lampu menyala, maka lampu akan otomatis mati. Dengan demikian manusia aman dari paparan lampu UVC yang berefek kurang baik pada kulit untuk paparan yang lama. sejauh ini sudah 5 unit digunakan di RS jakarta pusat. —- Sementara saya cerita sampai disini dulu nanti disambung lagi. (Jumat 25 Sep 2020, jam 11.24).-

Kuliah Covid19 Prof Menaldi

Rangkuman Video Kuliah Tamu Prof Menaldi di Dept Bedah RSCM

  1. Ingat prinsip infeksi: interaksi antara host, pathogen dan lingkungan. Untuk suatu infeksi bisa terjadi, ada peran:
    a. Jumlah pathogen
    b. Virulensi pathogen
    c. Daya tahan tubuh inang
    i. Dalam kondisi pandemi, tidak bisa hanya mengandalkan daya tahan tubuh, karena begitu sudah menjadi suatu pandemi, suatu patogen pasti jumlah dan virulensinya sudah melebihi kemampuan daya tahan tubuh kita
    ii. Tidak ada istilah daya tahan tubuh lebih kuat jadi tidak terkena, SARS COV2 ini memang sudah ada dimana2 (ibaratnya udara juga sudah terkontaminasi semua) dan virulen.
  2. Metode transmisi SARS-COV2:
    a. Di awal penyebaran diperkirakan dominan melalui transmisi droplet, dimana menjaga jarak 1.5 meter dapat melindungi kita. Tetapi, menyangkut infeksi akibat virus saluran nafas, pasti ada komponen aerosol disana. Jarak 1.5 meter menjadi inadekuat, dan potensi penyebaran bisa mencapai 3 meter.
    b. Dalam kondisi ini, udara kita sudah terkontaminasi SARS-cov2.
    c. Jumlah virus terbanyak ada di area saluran nafas atas, sehingga keluhan pertama umumnya terutama di area faring.
  3. Terdapat 5 derajat keparahan penyakit pada COVID 19 menurut WHO:
    a. (1) tanpa gejala – ini paling berbahaya dan menjadi penyebab celaka terbesar dokter di RS, krn kita tidak tau sekitar kita ada penyebar.
    b. (2) ringan
    c. (3)sedang – mulai terjadi pneumonia
    d. (4) berat – membutuhkan ICU
    e. (5) kritis – membutuhkan ventilator
    i. Pneumonia terjadi pada stage sedang ke berat, hati2 saat sudah ada keterlibatan paru, kebutuhan ICU sudah imminent.
  4. Penularan melalui viral load/jumlah partikel virus:
    a. Infeksi terjadi pada paparan 1000 partikel virus
    i. Pada orang bernapas tanpa masker, seseorang akan mengeluarkan 20 partikel virus per menit, jadi dibutuhkan kira2 50 menit untuk dia bernafas untuk berpotensi menularkan ke kita
    ii. Bicara = 200 partikel virus
    b. Masker bedah tetap berpotensi terjadi kebocoran dari sisi atas bawah dan sisi, karena saat inspirasi kita akan tetap menghirup udara dari sekitar.
    i. Tetap ada potensi virus masuk dari sela
    ii. Penggunaan exhaust fan/AC – udara berputar dalam 1 ruangan. Dalam ruang rawat/tindakan/kamar ganti/restoran/lift/perkantoran, merupakan tempat paling berpotensi menularkan COVID  potensi besar tertular COVID 19
     Way of thinking: Udara kita sudah terkontaminasi virus SARS COV2
  5. Kriteria COVID 19 oleh WHO (sejak dideklarasi sebagai pandemi pada 11 Maret 2020):

a. Terkonfirmasi (PCR posittf, dengan/tanpa gejala)
b. Terkonfirmasi tanpa gejala – paling berbahaya!
c. Tersangka/suspek – ISPA + riwayat perjalanan ke area transmisi; ISPA+ riwayat kontak; ISPA berat/penumonia tanpa penyebab lain
d. Probable – PCR negatif tp klinis sesuai
 COVID-19 harus ditegakkan berdasarkan klinis sebagai lini pertama, bukan lab dulu! – angka lab bisa menipu kita dan malah membingungkan

  1. Stage dari COVID19:
    a. Asimptomatik – simptomatik ringan – simptomatik berat.
    b. Paling krusial adalah stage tengah, dimana pasien ringan dg segera bisa jatuh ke sedang, dan sudah terjadi hiperinflamasi menuju ke berat (terjasi sitokin storm – sangat dekat ke kematian – sembuh dari Tuhan). Dokter harus bekerja keras dari stage 1 dan 2.
    c. Gejala ringan – 60% datang dengan keluhan pusing! Keluhan kedua – batuk – 60%. Lelah/pegal2 – 60%. Jangan pernah abai terhadap gejala ringan. Mual/muntah/diare – 50%. Hanya 15% jatuh ke sakit berat, 3 persen yg sakit berat — kematian.
  2. GGO akan tampak pada CT paru, terlihat di stage sedang. Jangan pernah bilang bukan COVID pada pasien dengan gejala ringan dan gambaran paru normal. COVID bereplikasi pada mayoritas di sel saluran nafas, sel pneumosit, pada jumlah banyak dia keluar dan menyebabkan apaptosis pneumosit, kl penuosit 2 yang memproduksi surfaktan – kolaps. lalu vaskular mulai terlibat – mediator iflamasi mulai terlibat – masuk cytokin storm —–> trombrosis. GGO – kebocoran fokal dulu per area. Oleh karena itu pilihan utama bukan ventilator. Difusi plg luas di paru adalah tengah ke posterior/dorsal – early intubation akan menyebabkan pasine tidak bergerak dan ARDS –> itu kenapa Cina survivor ventilator hanya 2%. jerman 96% –> karena mobilisasi terus pasien. Di Indonesia ga da SDMnya, 1 kali memobilisasi butuh 4-5 perawat per 16 jam –> tidak efisien. RSP – tidak agresif lgs menggunakan ventilator – mobilisasi dini pasien sangat penting, pasien diminta ikut berjuang aktif.
  3. Berdasarkan kurva perjalanan COVID-19:

a. Umumnya onset gejala berlangsung kurang lebih 1 minggu setelah infeksi
b. Viral load tertinggi kurang lebih di hari ke 10. Implikasinya:
i. PCR sebelum hari ke 5 lebih besar kemungkinan false negatif. Namun, hasil negative ini belum berarti pasien tidak punya virus, karena sampel diambil dari ulasan tenggorok, sedangkan positive rate tertinggi adalah dengan sampel bronskoskopi tapi tidak praktis.
 Swab tertinggi kedua nilainya adalah nasofaring swab – 63% positive rate. 37 %false negative.
ii. Hasil PCR terbaik dilakukan antara hari 7-10, tetapi celakanya mungkin org itu sudah sakit. Diatas hari ke-10 – bisa negatif lagi
iii. Rapid test sangat tidak reliable – IgM saja baru bisa diukur lewat minggu ke-3, IgG lebih lama.
iv. PCR: Gold Standard!
 Jika seorang terkontak dengan yg positif – harus diperiksa usap tenggorok (dg kemungkinan positif hanya 63%) – tapi kl negatif PCRnya, dia tetap harus istirahat isolasi mandiri 14 hari – aturan pelayanan di Prodi karena kemungkinan false negatif.
 Satu lagi manfaat isolasi mandiri 14 hari bila memang negatif PCRnya adalah, tubuh diberikan waktu konsentrasi untuk melawan virus yg masih sedikit jumlahnya. Tapi kl tidak isolasi, dia akan terus terekspos sama virus dan daya tahan tubuh naik turun – kemungkinan sakit akan meningkat tajam!
 Kunci: memberikan waktu tubuh beristirahat, untuk menurunkan viral load!

  1. Hasil otopsi di Jerman, UK, Itali – sama dengan di RSP. Penyebab utama kematian: kerusakan paru dan vaskular.
  2. Faktor risiko COVID 19: IMT > 23! Usia, jenis kelamin (laki2), merokok, komorbid – Komorbid: HT (>>), penyakit paru (asma, PPOK, bornkiektasis, bekas TB), DM, jantung, ginjal.
  3. Lingkungan dan tempat kerja – penting dibedakan faskes COVID dan non-COVID! Angka kematian nakes di RS full COVID sampai saat ini masih 0 – kenapa? Karena standarnya setengah di RS yang non full COVID. RSP – perawat hanya boleh jaga 3 jam (untuk tiap shift 8 jam), wajib istirahat dan mandi 1 jam, bergantian dg perawat lain – hazmat hanya 3 jam! – lebih dari itu membuat kelelahan! 1 tim dokter juga hanya 3 orang. Viral load dicoba untuk serendah mungkin.
  4. RSP seluruh ruang rawat dan OK tekanan negative untuk COVID 19
  5. periksa DPL dan swab tenggorok untuk setiap org yg terkontak – bukan RO atau CT thorax, baru dipikirkan bila mulai ada gejala batuk menetap (Ro Thorax). CT scan untuk menentukan seseorang butuh masuk ICU atau tidak. Semua orang yg terkontak harus dirumahkan 14 hari apapun hasil PCRnya.
    • DPL nya – lihat tanda infeksi virus: sebelum GGO, limfosit akan main utk melawan, jadi di darah rendah (limfositopeni). Pada covid bila monosit 8-10, hati2 itu covid wlpun limfosit belum terlalu rendah, tp sudah mulai bergeser ke bawah. Monosit 10-12 semakin mendekat ke COVID, di atas 12 hampir pasti COVID, terutama bila digabung dengan limfositopenia. PK – NLR 3.4 -4.8 harus suspek COVID.
    • Klinis harus pertama, lab dicocokan klinis
  6. Istilah kontak seperti apa yg harus diwaspadai untuk nakes:
    • Dengan orang yg terkonfirmasi (PCR positif), atau dengan kontak erat (dengan org konfirmasi) – lakukan screening!
    • Pemakaian APD untuk kontak? APD adalah usaha manusia, tetapi udara kita sudah terkontaminasi dengan SARS COV2  ibaratnya bila pakai APD, virus yg masuk 100 sedangkan yang tidak pakai APD yg masuk 1000. Tetapi, bila yang 100 itu cocok virusnya dengan kita, infeksi tetap akan terjadi. Risiko meningkat IMT>23, laki2 dan ada komorbid
  7. Prof Ari – bila ada demam – langsung istirahat saja, pengalaman beliau di minggu pertama muncul gejala, hasil lab dan PCR masih normal. Namun masuk hari ke sekian, paru langsung memberikan gambaran pneumonia. Istirahat dan CARI!. Jangan Cuma anggap hanya demam flu biasa. Minggu kedua kondisi tidak baik.
  8. Jangan buru2 intubasi! (prof Menaldi) mobilitas pasien sangat penting!!! Prof Ari masuk Actemra di hari ke -6 – langsung membaik karena belum jatuh ke stage yg berat. Actemra harus diberikan di saat yg tepat
  9. RSCM masih menerima berbagai pasien – tracing, semua kena. Kalau harus isoman sendiri RS akan tutup. Prof Menaldi – tergantung kebijakan masing2 manajemen. Pada prinsipnya, setiap ada kontak dengan org positif, secara teoritis akan ada kemungkinan terkena. kita membutuhkan pejuang jangka Panjang. Menurut Prof Menaldi, COVID ini baru akan selesai paling cepat Desember 2021. Istirahat itu PENTING! Sebagai apresiasi supaya kita tetap sehat. Bukan sebagai hukuman, penting untuk para pengambil kebijakan.
  10. Seberapa sering kita harus swab rutin? RSP – hanya 2 residen: 1 Paru, 1 obsgin. Swab untuk semua dilakukan 1 kali sebulan. Pada yg ada keluhan demam – walaupun PCR negative – isolasi mandiri, stop 14 hari. Semua harus terbuka akan kondisinya. OTG di RSP (+) perawat – bangsal ada yg ditutup karena harus mempertahankan rasio perawat/pasien. Intinya mempertahankan Kesehatan nakes untuk jangka Panjang.
  11. Fisioterapi sangat penting untuk semua pasien COVID
  12. Vagal reflex karena swab?  mudah terjadi pada kondisi hipoksemia, di orang tua banyak kronik hipoksemia. Sebelum swab, oksigenasi yg kuat dulu. Kembali ke klinis! pulse oximeter – sebelum swab jangan kurang dr 80, bisa mentrigger vagal reflex. Lakukan dengan persiapan bila harus.
  13. Realita antara pelayanan dan Pendidikan – sulit, tetapi harus diimbangi dan mementingkan keselamatan semua

Kesimpulan:

  1. Mitigasi: reduksi segala bentuk kegiatan, pelayanan maupun Pendidikan. Kasus urgensi dan emergensi harus tetap berjalan
  2. Komitmen: save our nakes – upaya ke depannya akan diusahakan skrining minimal 1 bulan sekali.
  3. Berikan tubuh waktu berisitirahat: lakukan rolling untuk nakes masuk, terutama bila belum bisa PCR – untuk menurunkan viral load nakes.

Tentara Musuh tak Punya Belas Kasihan

Kita dalam perang melawan musuh yang tak terlihat. Mereka tak punya belas kasihan, menyerang siapa saja, bahkan wanita dan anak-anak pun diserangnya… Tak ada tempat berlindung yang aman, mereka menyerang tak kenal waktu dan tempat, pagi siang sore malam, terus mengendap menyerang saat kita lengah…

-0-

Presiden Uganda YOWERI MUSEVENI:

“Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia memiliki seluruh dunia untuk dijaga. Dia tidak bisa hanya berada di Uganda mengurusi orang2 idiot…”.

Di bawah ini adalah pidatonya yang menarik..;

“Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapa pun untuk tetap di dalam rumah. Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta. Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, anda bersembunyi di sana selama peperangan berlangsung. Selama perang, anda tidak menuntut kebebasan Anda. Anda rela menukarkan kebebasan Anda demi bertahan hidup.
Selama perang, anda tidak mengeluh kelaparan. Anda sabar menahan kelaparan dan berdoa agar anda masih hidup untuk bisa makan lagi.
Selama perang, anda tidak berdebat tentang membuka bisnis anda. Anda bahkan menutup toko anda (jika anda punya waktu), dan berlari untuk menyelamatkan hidup Anda.
Anda berdoa agar hidup lebih lama dari perang sehingga anda dapat kembali melakukan bisnis anda (jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir).
Selama perang, anda bersyukur kepada Tuhan karena melihat matahari esok sebagai orang hidup.
Selama perang, anda tidak merasa perlu untuk khawatir tentang sekolah anak2 Anda.
Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di gedung sekolah yang dirubah menjadi pangkalan militer.
Ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang.
Perang tanpa senjata dan peluru.
Perang tanpa tentara manusia.
Perang tanpa batas.
Perang tanpa perjanjian gencatan senjata.
Perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci.
Tentara dalam perang ini tanpa belas kasihan. Musuh kita tak punya “sisi baik” manusiawi, musuh kita bersikap kejam, tidak menghormati anak2, wanita, atau tempat ibadah.
Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang. Tentara musuh kita ini tidak memiliki niat untuk mengganti rezim.
Tidak peduli dengan sumber daya alam didalam bumi.
Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis. Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas ras.
Tentara musuh kita ini adalah pasukan yang tak terlihat, cepat, dan efektif tanpa ampun.
Agenda satu2nya adalah panen kematian. Tentara itu hanya merasa puas setelah mengubah dunia menjadi satu daerah kematian besar. Kemampuannya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan. Tanpa tank darat, mobil amfibi dan tanpa pesawat, tentara musuh kita memiliki basis di hampir setiap negara di dunia. Gerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun. Singkatnya, tentara itu mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Tentara musuh kita itu adalah Corona virus. Juga dikenal sebagai COVID19.
Syukurlah, pasukan ini masih memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan. Hanya dibutuhkan tindakan, disiplin, dan kesabaran kita bersama. COVID-19 tidak dapat bertahan jika ada jarak sosial dan fisik. Tentara itu hanya tumbuh subur dan kuat jika Anda menemuinya. Tentara musuh kita itu senang jika dihadapi secara fisik.
Tentara itu akan menyerah jika kita bisa menghadapinya dengan melakukan social distancing dan physical distancing secara bersama-sama. Tentara itu akan membungkuk tunduk jika kita melakukan pola kebersihan hidup pribadi yang baik. Tentara itu akan tidak berdaya ketika anda menyadari bahwa keselamatan anda kini sedikit banyak ada di tangan anda sendiri dengan menjaganya agar tetap bersih dan sesering mungkin mencucinya.
Ini bukanlah saatnya bagi kita untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Lagi pula, kitab suci memberi tahu kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja. Mari kita patuhi dan ikuti instruksi pihak berwenang. Mari kita ratakan kurva COVID-19. Ayo berlatih sabar. Mari menjadi penjaga saudara kita. Dalam waktu singkat, kita akan bisa mendapatkan kembali kebebasan, usaha, dan kehidupan sosial kita…
_Di tengah keadaan DARURAT, kita perlu mempraktekkan pentingnya pelayanan dan pentingnya cinta untuk orang lain.

-0-

zona merah Covid 19 di Indonesia naik 100 persen. Kita, yg krg bs sabar, prlu mnyimak pidato Pres Uganda ini.

Presiden Uganda YOWERI MUSEVENI dengan gusar memperingatkan rakyatnya yang bersikap meremehkan wabah COVID-19 ini;

-0-

11 September 2020

Peringatan 911

-0-

#covid-19 #coronavirus #virus #pandemi #lockdown

Far UVC 222 nm

By contrast far-UVC light (207 to 222 nm) has been shown to be as efficient as conventional germicidal UV light in killing microorganisms11, but studies to date12,13,14,15 suggest that these wavelengths do not cause the human health issues associated with direct exposure to conventional germicidal UV light. In short (see below) the reason is that far-UVC light has a range in biological materials of less than a few micrometers, and thus it cannot reach living human cells in the skin or eyes, being absorbed in the skin stratum corneum or the ocular tear layer. But because viruses (and bacteria) are extremely small, far-UVC light can still penetrate and kill them. Thus far-UVC light potentially has about the same highly effective germicidal properties of UV light, but without the associated human health risks12,13,14,15. Several groups have thus proposed that far-UVC light (207 or 222 nm), which can be generated using inexpensive excimer lamps, is a potential safe and efficient anti-microbial technology12,13,14,15,16,17,18 which can be deployed in occupied public locations.

The biophysically-based mechanistic basis to this far-UVC approach12 is that light in this wavelength range has a very limited penetration depth. Specifically, far-UVC light (207–222 nm) is very strongly absorbed by proteins through the peptide bond, and other biomolecules19,20, so its ability to penetrate biological materials is very limited compared with, for example, 254 nm (or higher) conventional germicidal UV light21,22. This limited penetration is still much larger than the size of viruses and bacteria, so far-UVC light is as efficient in killing these pathogens as conventional germicidal UV light12,13,14. However, unlike germicidal UV light, far-UVC light cannot penetrate either the human stratum corneum (the outer dead-cell skin layer), nor the ocular tear layer, nor even the cytoplasm of individual human cells. Thus, far-UVC light cannot reach or damage living cells in the human skin or the human eye, in contrast to the conventional germicidal UV light which can reach these sensitive cells7,8,9,10.

https://www.nature.com/articles/s41598-020-67211-2

Perlindungan Bagi Tenaga Medis

Oleh : DR Dr dr Beni Satria (Dirut RSU Bunda Thamrin Medan)

Beni Satria sedang di RSU Bunda Thamrin Medan.

-0- Tim Acovus FTUI Anti Corona Virus (d/h Tim Inkubator) membantu Rumah Sakit Medan dalam pencegahan covid-19… -0-

1 hari  · Medan, Sumatra Utara  · Kami terus berbenah…Ruang Ganti APD Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin telah dilengkapi sebuah system lampu HF UVC buatan Anak Negeri Fakultas Teknik Universitas Indonesia asuhan Prof. Raldi Artono Koestoer, Terima Kasih Prof… Semoga Seluruh staff dan tenaga Medis terlindungi.Kami fokus pada Perlindungan bagi Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan serta staff yang bertugas Melayani Pasien COVID-19 Penjelasan tentang HF UVC Adalah sebuah system lampu UVC yang diperuntukkan membasmi virus dalam ruangan tertentu (mis ruang ganti APD, toilet dll) yang diperkirakan bahwa di ruangan tersebut banyak bertebaran virus dan atau bakteri lain. Dengan lampu UVC 30 Watt yang menyala selama 15 menit setiap 2 jam, maka diharap ruangan tsb akan bersih dari virus karena paparan UVC utk radius 2,5 m akan membunuh virus dalam bilangan detik saja. Katakanlah ruangan itu lebih besar dari r 2,5 m maka dalam bilangan menit virus dapat terbunuh. Untuk r diatas 5 m disarankan lampu lebih dari satu (mis 2 lampu UVC). Karena paparan yang lama dari lampu UVC tidak baik utk kulit maka di setup system bila ada orang masuk ruangan maka lampu akan mati. Dan selain ada orang di dalam lampu tidak akan menyala, karena system ini sudah dilengkapi dengan sensor gerak (PIR Passive Infra Red). Setelah office hour. Timer otomatis akan mematikan lampu, demikian juga pagi hari lampu ini akan nyala sendiri karena dipasang timer. Sistem ini dilengkapi dengan fan kecil yang akan menyala bersamaan dengan lampu, yang berguna untuk menyebarkan ozon yang terbentuk kesegala penjuru ruangan membantu membasmi virus.BANGGA MENGGUNAKAN PRODUK ANAK NEGERI..

-0-

Lampu HF-UVC (Human Friendly UVC) adalah lampu pembasmi virus corona berbasis UVC, yang dipasang pada ruang ganti APD, toilet atau pantry. Prinsipnya dimana ada orang didalam ruangan utk waktu yg tidak lama dan tidak banyak (kurang dari 4 orang). Kadang keluar kadang masuk, saat tidak ada orang lampu UVC nyala 15-30 menit setiap 2 jam. Bila ada orang masuk lampu langsung mati, itulah sebabnya kami sebut Human-Friendly karena paparan UVC yang terlalu lama tidak baik efeknya untuk kulit manusia. Sistem lampu ini dilengkapi dengan fan yang diletakkan tidak jauh dari lampu. Fungsi fan untuk menyebarkan ozon (gas bersifat disinfeksi) yang terbentuk saat UVC nyala dan menyebarkannya ke sudut-sudut ruangan.

Bagi yang berminat dan diutamakan para tenaga medis, silakan kontak

Tim ACOVUS-UI(Anti Corona Virus) d/h Tim Inkubator UI. Kami membentuk YABAPI (Yayasan Bayi Prematur Indonesia th 2015. Atas bantuan DIIB dg program UI-Incubate kami membentuk Start-up

CV TEKNO NUSA KAYANA

Kontak WA 08111-383-300

Email teknonusa18@gmail.com