Alat Pembasmi Virus di Ruang Ber-AC

Pandemi Covid-19 makin merajalela, banyak orang sudah terjangkit penularan corona virus ini. Beberapa rekankerja kantor terkena, walaupun kantor menerapkan WFH (Work From Home). RT/RW pun aktif menganjuran pemakaian masker atau anjuran untuk menerapkan 3M. Banyak klaster covid baru, ada klaster Rumah Sakit yang bikin banyak dokter wafat. Sekarang mulai muncul, klaster kantor, klaster restoran, klaster pasar, bahkan sudah sampai klaster Cafe. Yang terakhir ini karena orang berlama-lama di cafe. Namun hanya sedikit orang yang tahu bagaimana mencegah penularan virus ini di ruangan AC, karena di ruang AC tidak ada (hanya sedikit) pertukaran udara dengan lingkungan luar (fresh-air). Nah sekarang sudah ada alat yang disebut PURIDIS (Purifier and Disinfection) buatan tim ACOVUS UI (Anti Corona Virus – Univ Indonesia). Lihat penjelasan berikut.

Puridis

Adalah alat untuk membersihkan ruangan tertutup ber-AC, yang tidak ada ventilasi udara keluarnya (exhaust fan). Biasanya ruangan ber-AC, untuk mempertahankan udara dingin didalam ruangan, maka pertukaran udara dengan lingkungan luar dibatasi atau malah dihambat, kalaupun ada sangat sedikit dengan demikian dinginnya ruangan itu dapat dipertahankan. Di masa pandemic Covid-19 ini, kondisi itu menjadi berbahaya karena bila di dalam ruangan ada Orang Tanpa Gejala maka orang lain kemungkinan besar bisa tertular karena udaranya tidak bertukar, malah berputar di situ2 saja.

Gambar ini memiliki atribut alt kosong; nama filenya adalah puridis-0cf6faa5-3dd1-41e6-8efb-094c8151e05f.jpg

Untuk itu udara perlu perlu dibersihkan dari particulate matter bahkan virus corona yang bertebaran melalui airborne dan atau aerosol (partikel ukuran mikron bahkan nano), perlu dibasmi. Itulah sebabnya disamping dua jenis filter, filter moisture dan karbon aktif serta filter HEPA, maka Pembersih Udara ini perlu dilengkapi dengan lampu UVC germicidal dengan Panjang gelombang 254 nm (nanometer) UNTUK SEKALIGUS MEMBUNUH virus dan bakteri yang ada. Dengan demikian udara didalam ruangan menjadi bersih dari partikel mikro dan bersih dari virus karena adanya filters dan lampu UVC. Dalam 1 jam ruangan 5 x 5 m2 bisa bersih dari partikel dan virus. Dengan Particle Counter (alat ukur jumlah partikel) bisa dibuktikan penurunan jumlah partikel yg ada dalam ruangan. Selama alat dijalankan maka ruangan akan stabil terpelihara bersih dari partikel dan virus.

Alat ini sudah 20 unit digunakan di RS POLRI Cawang sejak bulan Desember 2020. Dengan demikian dokter dan semua tenaga kesehatan disana terlindungi dari penularan virus corona. Disamping itu juga sudah dipakai di RSKGM-UI (Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut) di Salemba 4.

Lihat juga videoklip tentang peralatan yang kami produksi:

https://www.youtube.com/watch?v=OABYMaaBzA4

Beritahukan teman, sahabat, keluarga dekat bahwa sudah ada alat pembasmi virus di ruang AC.-

-0-

Kontak : WA 08111-383-300 Email : teknonusa18@gmail.com

-0-

SPONSOR PRODUK LOKAL :

https://koestoer.org/2021/01/07/alat-pembasmi-virus-di-ruang-ber-ac/

Mutasi Virus dan Vaksin

MUTASI VIRUS DAN EFEKTIVITAS VAKSIN
💖💖 Arie Karimah. Pharma-Excellent. Alumni ITB

Kalau anda bertanya: Apakah vaksin Pfizer, Moderna atau Sinovac efektif untuk virus strain baru, maka jawaban saya adalah: “Sains membutuhkan BUKTI ILMIAH untuk mengklaim sesuatu. Kalau ingin tahu efektif atau tidak ya perlu dilakukan dulu uji klinis selama 3-6 bulan”.
Tentu para ilmuwan juga melakukan prediksi ini. Tapi anda perlu membaca dulu untuk bisa memahaminya. Tidak bisa jump into conclusion. Pahami dulu apa itu mutasi genetik dan bagaimana vaksin Pfizer, Moderna atau Sinovac DULU dikembangkan sebelum strain baru ini ditemukan.

🍎 MEMAHAMI MUTASI GENETIK
Virus Covid adalah membran berminyak yang berisi instruksi genetik untuk membuat jutaan copy “tubuh”nya sendiri. Instruksi tersebut tertanam dalam bentuk kode di 30.000 “surat” RNA: a, c, g dan u.
Ketika virus menginfeksi sel tubuh kita, dengan cara spike proteinnya berikatan dengan reseptor ACE-2 (Angiotensin Converting Enzyme), maka virus akan memasukkan materi genetiknya ke dalam sel tubuh kita dan mengambil alih fungsi reproduksi sel yang dilakukan oleh ribosome. Satu sel sel tubuh kita yang terinfeksi bisa menghasilkan jutaan anak-anak virus, semua membawa copies dari original genome, yaitu semua DNA yang terdapat pada virus induknya.

Namun ketika sel tubuh kita memperbanyak genome, kadang-kadang terjadi kesalahan, umumnya hanya 1 dari 30.000 “surat” RNA. “Salah ketik” inilah yang dikenal sebagai MUTASI. Jadi mutasi adalah perubahan kecil yang bersifat acak pada materi genetik virus, yang terjadi ketika terjadi proses replikasi (reproduksi).
Ketika virus menyebar dari orang ke orang maka mutasi-mutasi tersebut akan terkumpul secara acak. Berikut adalah contoh genome dari salah seorang pasien di Wuhan yang identik dengan kasus pertama ⬇. Perbedaan atau mutasinya hanya terjadi pada surat ke 186, yang tertulis u bukan c.

Setelah beberapa bulan menginfeksi dan menyebar, maka sebagian genome virus sudah mengalami berbagai mutasi. Selama pandemik telah terdeteksi lebih dari 4.000 mutasi di area spike protein. Bagian genome yang sudah mengumpulkan banyak mutasi bersifat lebih fleksibel. Mereka dapat mentoleransi perubahan urutan genetik mereka tanpa membahayakan eksistensi virus itu sendiri, sedangkan bagian yang hanya mengalami sedikit mutasi justru lebih rentan. Mutasi pada bagian ini mungkin bisa menghancurkan virus, karena menyebabkan perubahan yang membahayakan pada bagian proteinnya. Oleh sebab itu bagian ini sering dijadikan sebagai target cara kerja obat antivirus.

Mutasi genome virus covid sebanyak 10 atau kurang dianggap biasa, dan hanya sedikit virus yang mengalami mutasi lebih dari 20, kurang dari seperseribu dari total genome. Posisi dan banyaknya mutasi yang telah terjadi bisa diketahui dengan cara sequencing genomes.

🍎 TEMUAN BARU
🌳Mutasi D614G: menyebabkan jumlah spike protein fungsional dan utuh pada setiap partikel virus menjadi 5 kali lebih banyak, sehingga lebih mudah dan lebih efisien dalam menginfeksi sel. Dilaporkan D614G ini 70% lebih mudah ditularkan. Ditemukan di Eropa dan USA sejak Juni lalu.
🌳Mutasi B117: secara “tidak sengaja” ditemukan di UK 14 Desember lalu, setelah beberapa tes PCR menunjukkan hilangnya salah satu sinyal dari 3 gen yang dideteksi, yaitu gen S. Tes PCR disini lebih banyak mendeteksi gen RdRP, E atau N.
🐦Viral load hasil mutasi ini di cairan saluran pernafasan lebih tinggi, sehingga 56% lebih mudah ditularkan.
🐦Namun tidak membuat gejala infeksinya menjadi lebih parah, meningkatnya kecenderungan untuk terjadi kekambuhan atau meningkatnya risiko kematian.
🐦Selain di UK, varian ini juga sudah ditemukan di 17 negara, antara lain: Korsel, Spanyol, Australia dan Kanada.

🍎 MUTASI DAN VAKSIN
Sebagian besar vaksin didesain untuk menghasilkan antibodi dengan target “mengunci” spike protein pada berbagai area (multiregion), bukan hanya satu. Sedangkan mutasi genetik umumnya terjadi hanya pada satu spike. Dan semua virus covid secara genetik mirip satu sama lain. Jadi vaksin diyakini TETAP akan efektif melindungi dari penularan infeksi, meskipun ada strain baru hasil mutasi.

KM. 2 January 2021

Antitesa-nya oleh Alumni FA ITB, mba’ Arie Karimah FA’82.-

Satelit Indonesia 2021

Tulisan berikut di copas dari WAG alumni.-

-0-

SLOT ORBIT 113° BT, KEBANGKITAN KEMBALI PERSATELITAN TELKOM

Hadiah tahun baru 2021 terindah bagi keluarga besar Telkom adalah diterimanya kabar membanggakan dari Kemkominfo tanggal 5 Januari 2021, bahwa PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memenangkan seleksi sebagai Pengguna Filing Satelit Indonesia di slot orbit 113° BT. Betapa tidak, keberhasilan ini mengingatkan insan Telkom bahwa potensi satelit mereka sejatinya masih eksis dan berjaya.

Bravo dan Selamat untuk Telkomsat!

Proses evaluasi dan seleksi tersebut dilakukan oleh Kemkominfo menyusul kegagalan peluncuran satelit ”Nusantara Dua” milik Konsorsia PT PSN dan Indosat Ooredoo, pada 9 April 2020 di Xichang, China. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih; pada stage ke-3, salah satu roket peluncur satelit tidak menyala sehingga kekurangan daya dorong untuk mencapai orbitnya.

Seleksi dimulai dengan Surat Penawaran Penggunaan Filing Satelit Indonesia, tertanggal 5 Oktober 2020, atau 5 bulan setelah launch failure tersebut. Telkomsat merespon dengan mengirim dokumen pada akhir November 2020 untuk kemudian bersama lima peserta lainnya mengikuti beauty contest yang ketat.

Sebagai kontestan yang dalam evaluasi menerima predikat ”the best offering”, Telkomsat memang layak menerima amanah negara menjadi operator yang akan meluncurkan satelit pengganti Nusantara Dua yang puing-puingnya jatuh di perairan Guam.

Sejarah panjang Telkom sebagai pionir persatelitan Indonesia sejak 1975, nyata telah menorehkan banyak prestasi dalam pengoperasian komunikasi satelit. Reputasi ini akan diuji lagi pada proyek Satelit Multifungsi berteknologi canggih yang diprediksi akan menelan biaya lebih dari Rp3,5 Triliun. Taruhannya tidak tanggung-tanggung adalah nama besar Telkom.

Anda pernah ke Museum Telekomunikasi di TMII? Di sana banyak tersimpan sejarah dan catatan tentang kehebatan Telkom di awal persatelitan Indonesia. Lihatlah, patung Mahapatih Gajah Mada yang menghunus keris Palapa ke angkasa, itu adalah simbol kedigjaan Satelit Palapa Telkom (d/h Perumtel) 1975 yang diresmikan oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sayang sekali, museum itu sekarang dalam keadaan kumuh dan pintunya digembok permanen.

Selaku pemenang evaluasi, hanya ada satu pilihan bagi Telkomsat, yaitu wajib mampu menunjukkan performansi terbaiknya. Di lain pihak, sebagai pemegang Hak Pengguna Filling Satelit di slot orbit 113° BT, Telkomsat juga membawa “misi emosional”, yaitu mengembalikan citra jawara Telkom dalam bidang persatelitan di kawasan ini.

Bersama Telkom, 45 tahun silam Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang mengoperasikan sistem komsat, setelah Amerika dan Kanada. Jejak persatelitan Indonesia juga fenomenal. Hampir semua negara ASEAN tempo dulu belajar teknik komunikasi satelit di Pusdiklat Telkom. Sekarang? Dalam tataran global bisnis persatelitan, mereka kenyataannya amat advance dan pesaing berat kita.

NKRI adalah negara kepulauan yang luas. Apapun ceritanya, di tanah air ini, jangkauan luas sistem komunikasi satelit domestik (SKSD) Indonesia tidak akan tergantikan oleh sistem telekomunikasi yang lain, tidak juga oleh coverage seluler terestrial yang saat ini amat digandrungi.

Di negara-negara maju, seperti Amerika dan Jepang, kendati aksesibilitas serat optik sudah terbilang masif, jaringan satelit juga terus tumbuh untuk konektivitas daerah-daerah rural, atau sebagai back up apabila terjadi mitigasi bencana alam.

Adapun di Indonesia, saat ini masih terdapat 12.548 desa yang belum terjangkau internet, 73% di antaranya berada di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), dan sisanya non-3T. Sistem komsat akan sangat berperan mengatasi kesenjangan digital (digital divide) untuk saudara-saudara kita di wilayah tersebut di seluruh Nusantara.

Telkomsat mulai sekarang sudah harus bersiap diri. Anak bangsa dalam naungan Telkom Group ini, kini dituntut merencanakan program enjiniring yang handal dan skedul yang rinci untuk menempatkan High Throughput Satellite (HTS) yang mencakup pita frekuensi C-band dan Ku-band di slot orbit 113° BT. Targetnya cukup ketat, sebelum ayam berkokok di tahun 2025 sistem HTS Telkomsat sudah harus bertengger di angkasa raya. Pengalaman dan komitmen Telkom Group insyaAllah akan membuktikan, proyek prestisius ini selesai sebelum waktunya. Semoga semua indah pada waktunya.

Implementasi platform HTS di slot orbit 113° BT kelak, adalah juga momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan persatelitan Telkom. Sistem satelit eksisting di lintasan geostasioner (35.000 Km di atas bumi) teknologinya telah digunakan sejak 60 tahun yang lalu. HTS akan hadir untuk memberikan kapasitas 100 kali kemampuan satelit geo konvensional yang saat ini masih dioperasikan. Dengan performa tersebut, maka speed akses internet via satelit di setiap jengkal tanah air akan cukup memadai. Akses wi-fi gratis di 150.000 titik kehidupan akan menjadi kenyataan.

Selanjutnya, dalam kurun 5 tahun ke depan, akan lahir sistem Low Orbit Satellite (LEO) yang beroperasi ”hanya” 2.000 Km di atas kepala kita. Latency delay LEO cukup rendah, sekira setara dengan sistem seluler 4G yang ada di tangan Anda.

Secara enjiniring para insinyur Fabrikan satelit, Telkomsat dan Peluncur roket akan mengkalkulasi agar risiko kegagalan seminim mungkin, namun masih ada faktor ”takdir”.
Pada event peluncuran Satelit Multifungsi HTS Telkomsat beberapa tahun mendatang, tahapan saat satelit bermanuver untuk masuk ke slot orbitnya adalah episode yang paling krusial, mendebarkan dan menentukan.

Ketika November 2005 saya memimpin misi peluncuran satelit Telkom-2 di Kourou French Guiana, gangguan teknis dan cuaca berkali-kali menghadang sehingga jadwal peluncuran Telkom-2 mundur terus tak menentu.

Tim ”terdampar” cukup lama dalam penantian nan menegangkan di Pantai Atlantik Amerika Selatan. Namun tekad sudah bulat, kami berpantang pulang. Sambil terus berjuang, kepada Allah jua segalanya kami pasrahkan.

Hanya dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, maka proses disain dan pembangunan Satelit HTS Telkomsat akan lancar pelaksanaannya. Kelak pada saatnya, hati segenap veteran dan senior persatelitan Telkom beserta seluruh insan Telkom Group akan menyatu untuk mengantarkan satelit HTS Telkomsat meluncur ke angkasa raya,
melintas di ”slot orbit 113° BT”.

Tradisi kebersamaan khas Telkom memang tiada duanya. Itulah rahasia yang selalu membedakan Telkom Group dalam memenangkan misi merah putih yang stategis seperti ini. InsyaAllah……

Salam Indonesia!

Garuda Sugardo, IPU (Chief the Mission Peluncuran Satelit Telkom-2/2005, Anggota Wantiknas, dan MKE PII).

Simple Portable, Affordable and Quality

Muhammad Ammar Anuttara

2006482943

Essay PTM Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer

Pada kelas PTM (Pengantar Teknik Mesin) pada tanggal 27 November 2020, Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer menjelaskan tentang hasil rekayasa dia yang merupakan inkubator bagi bayi prematur yang menggunakan prinsip dari ilmuwan ternama dari German, yaitu Grashof. Disini, beliau merancang inkubator yang hemat, portable, dan pastinya mudah diakses bagi semua kalangan, terutama kalangan menengah kebawah. Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer menciptakan inkubator ini dan meminjamkannya kepada masyarakat secara gratis. Inkubator ini memiliki 4 dasar dalam pembuatannya, yaitu simple, portable, affordable, and quality.

Keempat prinsip yang tertera di atas merupakan dorongan bagi beliau untuk mencapai tujuannya. Simple dalam konteks ini berarti mudah ditiru dan dikembangkan oleh engineer dan ilmuwan lainnya karena hak cipta inkubator ini tidak dipatenkan oleh Prof. Portable yang dimaksud adalah mudah dibawa kemana-mana dan dapat dipinjamkan ke siapapun yang membutuhkannya dengan hanya sedikit usaha. Affordable berarti terjangkau dan harganya relatif murah untuk dibuat dan “dibeli” oleh para relawan yang ingin ikut serta dalam menjalankan tujuan mulia dari Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer. Terakhir, Quality disini berarti tahan lama dan memiliki usia yang panjang dan dapat dipakai berulang kali, serta nyaman dipakai oleh bayi.

Incubator grashof berawal dari penggunaan daya sebesar 4 x 60 watt pada tipe awalnya, yaitu tipe A sehingga sekarang sudah mencapai penggunaan daya 2 x 25 watt (tipe G). Pengembangan dari alat inkubator ini dibantu oleh kolega-kolega dan mahasiswa dari Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer. Untuk pendistribusian dari inkubator ini, Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer meminta bantuan dari relawan-relawan yang tersebar dari seluruh penjuru Indonesia dan sekarang Inkubator ini tersebar di 110 kota di Indonesia.

            Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer menciptakan inkubator ini dengan maksud mulia, yaitu untuk membantu keluarga dan masyarakat yang kurang mampu dalam membayar biaya penggunaan inkubator bayi agar memiliki bayi yang dapat tumbug dengan baik dan sehat. Dengan daya listrik kecil yang digunakan oleh alat ini serta ukurannya yang relatif kecil, semua orang dapat menggunakan alat ini dimanapun dan kapanpun.

            Produk pertama dari Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer ini mudah dibongkar pasang dan memiliki bahan dasar kayu sehingga memenuhi sifat simple dan portable agar dapat dipinjamkan pada orang-orang kurang mampu. Hal ini menginspirasi orang-orang untuk saling membantu dan saling berbuat baik kepada masing-masing dan kepada lingkungannya.

            Menurut saya, pengembangan dari Inkubator Grashof ini selaras dengan apa yang dilakukan oleh Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer dan kolega-koleganya, yaitu membantu masyarakat tanpa meminta imbalan balik. Di masa sekarang, jarang ada orang yang membuat sesuatu dan tidak membuatnya menjadi produk yang komersil.

            Inovasi dari Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer ini berbeda dengan yang lain, mulai dari niat mulia dari beliau hingga ide untuk mengembangkan inkubator bayi yang dari lama sudah ada dan tidak ada protes dari masyarakat secara umum. Kita dapat belajar dari Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer untuk melihat sesuatu hal dan sesuatu kondisi out of the box. Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer karena telah mengajarkan PTM di kelas saya karena ilmu yang diberikan sangat baik dan berguna. Saya doakan Prof Dr Ir Raldi Artono Kostoer panjang umur dan sukses selalu.

Bila orang rumah terpapar Covid

Berikut pengalaman pak Djoko Suyanto, dimana anak mantu cucu nya terpapar Covid-19. Perlu untuk diambil pelajaran tindakan apa saja yang harus dilakukan.

-0-

Pak Djoko Suyanto (mantan KASAU, Panglima TNI, Menko Polhukam) hebat leadership nya di hal protocol bio safety (BS) againts C19👇:

Perkenankan saya berbagi pengalaman dalam menangani keluarga dan karyawan sebanyak 16 orang yg terpapar Covid19 dalam waktu yg bersamaan.

Dimulai dari kegiatan rutin sehari hari, menantu saya masih ngantor, disamping itu ada bbrp karyawan termasuk sopir yang pulang kerumah nya masing2 setelah selesai bekerja di rumah.

3 hari sebelum tgl 18 Nov 2020 yl, menantu saya Septi merasa meriang kayak flu biasa. Sudah diberi antibiotik Zythromax, yang biasanya sembuh setelah makan tablet ini 3 hari @ 1 tablet, ini kok nggak sembuh2. Tgl 18 nov, anak saya (isteri nya Septi) tilpon ke saya kalau dia nggak bisa mencium bau. Saya langsung curiga in pasti Covid, karena ada di banyak artikel sbg indikasi/simptom terpapar Covid Langsung 3 orang dewasa yg ada di rumah anak saya Septi siang itu juga saya kirim ke RSAU Esnawan Halim utk swab PCR test. Hasil nya keluar besok sore nya tgl 19 nov dan tiga2nya dinyatakan positif. Langsung malam itu juga cucu2 dan pengasuh nya saya pindah kerumah saya, kebetulan lokasi bersebelahan. Anak saya, suaminya dan keponakan Septi di isolasi di lantai atas, kebetulan cukup luas utk bisa di rekayasa agar bisa menerapkan protokol nya. Lantai bawah di kosongkan dan di steril kan.
Karena kami semua banyak dan selalu berinteraksi dengan mereka sebelumnya, tgl 20 nov seluruh keluarga dan karyawan yg bekerja di rumah saya dan anak saya, harus di swab PCR termasuk cucu2 saya yg baru berumur 6 bulan sekalipun.
Saya didukung Rumkit Halim yg datang kerumah, karena sudah sore dan banyak orang (23 orang) yg harus di swab termasuk cucu2 saya. Hasilnya Saptu malam diberikan dari 24 orang yang di swab ternyata ada sebanyak 13 orang positif OTG termasuk cucu perempuan saya, dimana semuanya OTG, plus 3 orang yg telah dinyatakan positif tgl 19 nov (anak, menantu dan keponakan) Alhamdulillah saya, isteri, 2 cucu dan 7 karyawan hasilnya negatif, sehingga dapat mengelola dan melayani dan menangani mereka2 yg positif OTG. Dari 16 orang itu, 4 orang, anak, menantu, cucu, keponakan Septi menjalani Isolasi Mandiri di rumahnya, setelah konsultasi dg RS Esnawan, kebetulan rumah nya 2 lantai jadi bisa di rekayasa distancing nya.
7 orang karyawan yg tinggal di rumah kami, saya kirim ke Wisma Atlit Kemayoran, dan 5 orang dibrumah masing2 utk Isolasi Mandiri.
Jadi ..satu bulan terakhir ini saya benar2 konsentrasi penuh menangani dan mengendalikan bagaimana pelaksanaan Isolasi mandiri bagi mereka yang terpapar positif. Kami juga harus menjaga kondisi kami2 yang negatif ini terap sehat sambil momong 2 cucu umur 9th dan 6 bulan . Bersyukur ada 7 orang yg bisa dirawat di Wisma Atlit sehingga banyak meringankan pengelolaan dan penanganan yg positif shg saya bisa konsentrasi menangani mereka yg isolasi mandiri dirumah. Saya harus pastikan supply obat2an dan vitamin tidak boleh terputus.
Sangat beruntung dan bersyukur, saya banyak di bantu RSAU Halim, RSPAD Gatot Subroto, Wisma Atlit serta sahabat2 yang simpati memberikan obat2an dan vitamin2 yg di perlukan utk mereka terutama baginyg isolasi mandiri di rumah.
Dan Satgas Wisma Atlit adalah Mayjen dr Tugas, dulu dinas di RSPAD dan sering interaksi dengan saya terutama kalau ada kasus yg memerlukan tindakan DSA dengan dr Terawan. Alhamdulillah.. Mulai minggu ke 3 setelah isolasi, berangsur angsur sebagian diantara mereka yg positif sudah negatif setelah 2x swab. Menantu dan Cucu sudah negatif di minggu ke 4.
Alhamdulillah Anak saya di minggu ke 5 (hari ini 25 desember 2020) sudah negatif hasil pcr swsb test nya.
Saat ini…. Dari 16 orang yg dinyatakan positif 5 mingggu yl, tinggal 3 karyawan sedang dalam proses recoverynya, menunggu hasil Swab pcr minggu depan.
Kondisi mereka sejauh ini tetap sehat dan baik2 saja tanpa gejala.
Setiap mau Swab test, saya kirim petugas/perawat kerumah mereka masing bagi yg isolasi di rumah masing2 dan termasuk kerumah anak saya yg juga isolasi di rumah.
Di JKT ada RS yg memberikan layanan Homecare, jadi mereka mengirim petugas medis mendatangi rumah yg akan di swab PCR.
Mengapa saya baru cerita sekarang…… terus terang di minggu minggu2 awal itu saya sangat panik dan sangat khawatir, mengingat banyaknya keluarga dan karyawan (16 orang termasuk anak, mantu dan cucu berumur 4 th) yg terpapar positif.
Sangat susah mencari/tracing dari mana dan dari siapa terpapar nya Covid ini, krn ada banyak faktor…
Alhamdulillah….
Sampai saat saya tulis ini 25 des 2020, sebulan lebih 1 minggu sejak di pastikan positif Covid 19 bulan lalu, dari 16 orang keluarga dan karyawan yg positif terpapar…13 orang sudah negatif termasuk anak, menantu, cucu, 2 keponakan saya dan para karyawan.
Tinggal 3 orang karyawan yg isolasi mandiri di ct by rumahnya masing2 yg masih positif.
Kondisi mereka tiap hari saya pantau dan flm keadaan baik2 saja, tidak ada gejala apapun.
Mereka ini masih dalam pantauan dan pengelolaan saya sampai nanti di nyatakan negatif.

Apa saja yg saya lakukan sejak indikasi awal terpapar sampai sekarang?

1. Begitu dinyatakan ada yg positif terpapar Corona, segera malam itu juga saya pisahkan yg terpapar positif dan yg negatif.  Bisa dg Isolasi Mandiri di rumah yg  statusnya  OTG atau gejala ringan (konsultasi dg dokter) sejauh  ruangan di rumah memungkinkan. 
2. Kirim ke Wisma Atlit kalau tidak bisa di akomodir di rumah, 1 hari kemudian. 
3. Menyiapkan obat2an/vitamin spt Azythromicin antibiotik, vit C, D dan E sesuai resep dr satgas Covid RSPAD.   Perlu juga tambahan Nasal Spray dan cairan kumur mulut
4.Kalau ada obat herbal Cina Lin Hua Qinwen bagi yg positif perlu juga di  siapkan. Kalau gejala semakin memburuk biasanya oleh dokter akan diberi tablet anti virus Avigan atau Favipiravir. 
5.Mengukur suhu tubuh dan kadar oksigen semua anggota keluarga baik yg positif maupun negatif dengan termoscan dan oxymeter sehari 2 x.  Alat ukur ini  bisa beli on line. 
6.Berjemur setiap ada matahari pagi dan OR secukup nya. 
7.Fogging/bersihkan rumah setiap hari (mesin spray disinfectant yg keluar bukan spray cairan tapi berupa fog, jadi tidak basah dan lengket)
8.Pintu, jendela dibuka setiap hari....biarkan udara mengalir ber sirkulasi. 
9.Bagi yg negatif disamping tetap 3M, juga sebaik nya konsumsi vitamin C, D dan E, spray hidung dan obat kumur
10.Suplemen2 lain spt madu, minyak kayu putih utk gosok badan, kumur air garam hangat juga upaya yg baik
11.Perhatian, simpati dan komunikasi  dg  mereka yg positif terpapar sangat penting, utk menguatkan percaya diri mereka.      Contoh: setiap pagi, dan sore saya ajak cucu2 saya saling pandang dan saling berbincang2 dg Anak, Menantu dan cucu  yg sdg isolasi.  Mereka berada di balkon atas, cucu2 dan kami yg sehat di halaman bawah.   Video call, chat di WA dll bisa menghibur mereka yg isolasi baik yg mandiri maupun yg di wisma atlit
12.Monitor keadaan kesehatan mereka  setiap hari utk menentukan langkah2 selanjutnya, dan cek ketersediaan obat/vitamin mereka shg tidak terlambat konsumsi obat nya. 
13.Beruntung saya masih bisa berbagi tugas dg isteri yg mengelola urusan logistik mereka, terutama yg isolasi mandiri di rumah masing2 karena mereka tidak bisa kemana2. 
  1. Ada 3 Filosofi dasar kehidupan pilot tempur dlm menghadapi emergency/keadaan darurat dlm penerbangan, yg sangat membantu saya dalam mengelola dan mengendalikan semuanya.
    Apa itu? :
    a. Maintain Aircraft Control.
    Kendalikan dulu keadaan dg baik, tenang meskipun stress atau panik, meskipun ada 16 orang terpapar positif corona dlm waktu yg bersamaan. 3 diantaranya Anak, Memantubdan Cucu, 2 keponakan dan 11 karyawan.
    a. Analyse Situations.
    Gejala apa dan siapa yg harus mendapat prioritas dan kemana mereka akan di bawa dan siapa yg menangani nya.
    c. Take proper action.
    Ambil keputusan yg cepat dan tepat untuk menentukan penanganannya, dukungan obat/vitamin, logistik mereka, termasuk pelaksanaan swab test pcr sesuai jadwal hasil konsultasi dg para dokter.

Maaf agak panjang
Semoga bermanfaat..

Djoko Suyanto 25 desember 2020.👍🙏

Profil Klinis Usia Lanjut

Untuk teman dan sahabat para SENIOR, berikut ada penelitian di FKUI RSCM tentang profil klinis usia lanjut terhadap Covid-19.

-0-

Studi FKUI-RSCM mengenai Profil Klinis COVID-19 pada Populasi Usia Lanjut

Tingkat kematian pasien COVID-19 berusia di atas 60 tahun sebesar 23%. Angka ini diperoleh dari studi yang dilakukan sejumlah peneliti FKUI-RSCM dari bulan April hingga Agustus 2020. Subjek penelitian adalah pasien-pasien usia lanjut dengan COVID-19 yang dirawat inap di RSCM. Penelitian ini telah dipublikasi di jurnal Acta Medica Indonesiana Jurnal Q3 reputasi internasional dengan judul Clinical Profile of Elderly Patients with COVID-19 Hospitalized in Indonesia’s National General Hospital.

Tim peneliti terdiri dari sejumlah staf di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dan Clinical Epidemiology and Evidence-Based Medicine Unit (CEEBM) FKUI-RSCM. Mereka adalah dr. Muhammad Khifzhon Azwar; Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGer, M.Epid; Dr. dr. Aulia Rizka, Sp.PD-KGer, M.Pd-Ked; dr. Ika Fitriana, Sp.PD; Siti Rizny Fitriana Saldi, Apt., M.Sc.; dan dr. Eka D. Safitri, Sp.THT-KL.

Total ada 44 pasien usia lanjut dari 461 pasien rawat inap yang terkonfirmasi COVID-19. Mayoritas pasien berusia 60-69 tahun (68%) dan berjenis kelamin laki-laki (66%). Persentase pasien dengan gejala-gejala khas COVID-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas hanya sekitar 50%. Sisanya datang dengan gejala tidak khas.

Tingkat kematian pasien usia lanjut dengan COVID-19 dalam penelitian ini (23%) lebih tinggi dibandingkan angka nasional (14,9%). 90% pasien yang meninggal berjenis kelamin laki-laki.

Ada beberapa mekanisme yang menjelaskan mengapa laki-laki lebih rentan mengalami luaran buruk dalam kasus COVID-19. Salah satunya karena penurunan jumlah sel B dan sel T pada laki-laki usia lanjut lebih besar dibandingkan perempuan. Dampaknya, respons imun yang dihasilkan pun tidak terlalu adekuat. Selain itu, hormon testosteron, biasa dikenal oleh masyarakat sebagai hormon seks pria, ternyata memengaruhi ekspresi TMPRSS2 yang berperan penting dalam proses masuknya virus SARS-CoV-2 ke dalam sel tubuh.

Pada penelitian ini, proporsi pasien yang meninggal pada kelompok usia 70 tahun ke atas lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 60-69 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, sistem imun tubuh seseorang semakin mengalami disfungsi. Akibatnya, pasien-pasien COVID-19 usia lanjut semakin rentan mengalami “badai sitokin” yang dapat menimbulkan masalah di berbagai organ tubuh dan memicu kejadian gagal napas.

Keberadaan komorbiditas atau penyakit penyerta menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian pasien-pasien COVID-19. Hasil penelitian ini menunjukkan hipertensi dan diabetes melitus sebagai komorbiditas yang umum ditemukan pada pasien. Beberapa pasien bahkan memiliki komorbiditas lebih dari 1. Meskipun multikomorbiditas bukan termasuk salah satu faktor risiko kematian COVID-19 yang menonjol pada penelitian ini, sebuah studi dari UK Biobank menyatakan multikomorbiditas, terutama multikomorbiditas kardiometabolik berkaitan dengan peningkatan risiko perburukan COVID-19.

Hal menarik lain yang patut diperhatikan terkait hasil penelitian ini adalah sebagian besar pasien (86%) tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Mengingat tingginya risiko penularan melalui kluster keluarga dan banyaknya pasien asimptomatik atau tanpa gejala di Indonesia, anggota keluarga lain termasuk pelaku rawat harus selalu waspada serta lebih memerhatikan penerapan upaya pencegahan penularan COVID-19.

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB selaku Dekan FKUI menyambut baik studi ini dan menyampaikan apresiasi kepada para peneliti. “ Populasi usia lanjut merupakan salah satu populasi yang paling berisiko tinggi untuk terkena dampak COVID-19. Gejala-gejala yang dijumpai pada pasien kelompok usia ini seringkali tidak khas sehingga berujung pada keterlambatan diagnosis dan penanganan. Tingginya angka kematian pada orang tua harus menjadi pelajaran bagi masyarakat yang mempunyai mobilisasi tinggi dan memiliki anggota keluarga berumur 60 tahun ke atas untuk senantiasa menjaga jarak, serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar tidak menjadi sumber penularan virus di rumah,” tutur Prof. Ari.

(Humas FKUI)

Kapsul Daun Kelor

100% MORINGA OLEIFERA

90 Jenis Nutrisi Alami 48 Jenis Anti Oksidan

36 Anti Inflamasi 18 Asam Amino

Manfaat daun kelor : Detoksifikasi, membuang racun dalam tubuh, membantu mengatasi nyeri sendi, Anti depresan, Anti kolesterol, Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap covid19, Anti peradangan, Mempercepat penyembuhan luka, Menambah asupan gizi anak.

Dewasa 2 kapsul sehari, Anak 1 kapsul sehari

Isi per Pouch (kantong plastik) 100 kapsul,

harga Rp 100 K per Pouch.- (untuk Jakarta tambah ongkir Rp 15K. Belum mau terima dari luarkota, nanti bulan Januari 2021 baru bisa)

Minimal pembelian 2 pouch.

Kirim ke No Rekening CIMBNIAGA nomor 703033790700.

Silakan kirim bukti pembayaran ke no WA 0811 8771 305.

Christmas Truce Mengharukan

(DIsalin dari WAG)

Christmas Truce at Saint Yves Belgium

Video ini adalah iklan natal yang dibikin oleh perusahaan retail Inggris Sainsbury’s bekerjasama dengan The Royal British Legion, semacam TVRI dan Pepabri-nya Inggris.

Iklan ini terbit pertama kalinya pada enam tahun lalu dan sampai sekarang masih terus ditonton dan dianggap sebagai salah satu iklan natal paling sentimentil. Saya masih terus terharu tiap kali menontonnya dari tahun ke tahun.

Iklan tersebut terinspirasi oleh peristiwa gencatan senjata antara tentara Inggris dan tentara Jerman di front Ypres, Belgia, dalam perang dunia pertama tahun 1914.

Pada malam natal, 24 Desember 1914, dari parit perlindungannya, para tentara Jerman menyanyikan lagu-lagu natal. Tak disangka, tentara Inggris pun ternyata tak mau kalah, mereka juga ikut menyanyikan lagu-lagu natal.

Suasana malam natal di medan tempur saat ini memang lebih kondusif ketimbang hati-hari sebelumnya. Beberapa perwira tingkat bawah dari kubu Inggris sudah memberi perintah agar tidak menembak prajurit Jerman kecuali jika ditembak lebih dahulu.

Esoknya tanggal 25 Desember 1914, para tentara Jerman keluar dari parit-parit mereka sambil melambaikan tangan untuk memberi sinyal bahwa mereka tidak berniat buruk. Hal tersebut kemudian juga diikuti oleh para prajurit Inggris yang juga ikut keluar dari parit mereka tanpa senjata.

Para prajurit dari dua kubu kemudian berhamburan. Mereka saling berpelukan, saling berkenalan, saling tukar hadiah. Mereka tertawa bersama, makan dan minum bersama, bernyanyi bersama, bahkan bermain bola bersama.

Wadah-wadah amunisi mereka pakai sebagai kursi untuk duduk melingkar dan saling menceritakan tentang keluarga mereka masing-masing.

Mereka juga bersama-sama menguburkan dengan layak kawan-kawan mereka yang gugur karena baku tembak antara dua kubu beberapa hari sebelumnya.

Mereka, sejenak melupakan perang. Mereka merayakan natal dengan kedamaian, yang walau hanya sementara.

Kelak, peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan nama Christmas Truce.

Kini, di lokasi tempat terjadinya Chrismas Truce di Saint-Yves, Belgia, dibangun sebuah monumen berbentuk salib untuk mengenang sejarah perdamaian yang terjadi karena hari natal tersebut.

Dua Buku PK dan FRPE

​​​​​​​

Ada dua buku produk Lab Perpindahan Kalor. Ada yang lama tapi masih bermanfaat
dan ada yang baru yang merupakan hasil riset.
Keduanya berupa Ebook.

1. Perpindahan Kalor untuk Mahasiswa Teknik.

Klik saja videonya:

2. From Research to People Empowerment

From Research to People Empowerment, sebuah buku yang merupakan kumpulan hasil riset tim inkubator UI. Isi buku berkaitan dengan aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi, Sistem pengukuran otomatik akuisisi daya dengan biaya murah, Beberapa alat kesehatan mis patient monitor juga EKG, berbagai sistem kalibrasi, mencakup desalinasi air laut dg tenaga surya, dan banyak lagi yang lain. Ebook 225 hal PDF ini bisa anda dapatkan dg ganti biaya Rp 35 K. Silakan kontak HP/WA 08111-383-300.—– Tidak diperkenankan meng-copy dan menyebarkan Ebook ini kecuali atas izin Tim inkubator UI.-

Klik saja videonya:

Semoga bermanfaat.-