Korupsi yang Legal di Kementerian

Satria Dharma membagikan tautan

ikon lencana

Visual Storyteller  · Tgl 7Des20… KOK MASIH KORUPSI SIH…?! 🙄Sute saya, Ahmad ‘Nanang’ Rizali benar-benar bohwat mengetahui adanya korupsi bansos Covid 19. Saya bisa mengerti mengapa ia menumpahkan kekesalannya di FB dan WAG. Lha wong dia adalah seorang RT yang mengurusi bansos tersebut dan tahu benar betapa ribetnya mengurusi bansos tersebut. Lha kok ini menterinya sendiri yang mengutip fee dari setiap paket bansos tersebut. Ya jelas muntaplah…!Tahukah Anda mengapa seorang mentri atau dirjen atau direktur di sebuah kementrian masih juga melakukan korupsi meski mereka sudah mendapat gaji dan honor besar dari pekerjaan dan jabatan mereka…?!Terus terang saya dulu juga heran kok bisa ya mereka orang-orang idealis, kaya raya, berpendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik, sudah haji dan sering umroh, kalau bicara selalu istigfar dan bertasbih, bojone ayu dan semlohai, eh! lha kok tertangkap korupsi atau punya selingkuhan juga…! Dulu saya memang heran melihat fenomena seperti ini. Tapi sekarang tidak lagi. Saya malah heran kalau Sute saya masih heran melihat fenomena seperti ini. Lha wong saya dulu justru mendapat pencerahan darinya setelah dia masuk ke lingkaran Ring Satu-nya Kementrian kok. Dulu dia kan Staf Ahli Mentri sehingga begitu masuk ke gelanggang permainan barulah dia tahu bahwa yang namanya korupsi itu memang the name of a game which everybody plays with a numerous levels and styles. Kagetlah dia…! Lha wong sebenarnya dia itu katrok, kaypang tulen, dan gak canggih sama sekali soal lika-liku laki-laki, maksud saya soal bagaimana mengembat atau mengentit uang negara. Untungnya (atau sialnya ya?) dia tidak lama jadi staf ahli. Gak sampai dua tahun dia mekedel jadi pejabat akhirnya dia terpental ikut mentrinya yang tergusur. Entah ini blahi slamet atau blahi apes. Tapi yang jelas saya yang ikut mukti sama Sute saya ini akhirnya kehilangan privilege mekedel juga di Senayan. Padahal sungguh nyaman ongguan bisa mekedel di Kementrian itu. 😂Kenapa sih korupsi itu begitu sulit dihapuskan dari kementrian atau bahkan dari budaya kita? Ya karena korupsi itu seringkali tidak tampak, tidak terasa, tidak tercium, sebagai korupsi. Lha wong itu ‘praktik baik’ yang kita lakukan sehari-hari tapi kemudian dinamai korupsi. Kan sulit toh!Bayangkan di sebuah kementrian atau perkantoran yang punya banyak staf honorer (ingat bahwa yang namanya staf honorer ini kadang jauh lebih banyak ketimbang karyawan yang sudah PNS atau ASN). Para honorer ini jelas gajinya sangat tidak layak untuk tugasnya yang kadang menyangkut pengelolaan dana yang bisa puluhan milyaran dalam setiap bulan. Para atasannya tentu kasihan melihat para honorer bekerja keras melihat duit bersliweran begitu banyak tapi honornya hanya cukup untuk naik angkot. Sementara mereka punya anak dan istri yang harus diberi makan dan minum, bayar sekolah, bayar kontrak rumah, cicilan motor, dlsb. Jadi diaturlah sebuah ‘mekanisme’ atau ‘kebijakan’ atau apalah namanya agar air yang melewati pipa ada sedikit yang masih menempel di pipa dan pipanya tidak kering sama sekali. Ini kan demi ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’. Sungguh tidak adil dan beradab jika pipa yang menggelontorkan air bahkan mati kehausan. Pipa air sebegitu besarnya kok ya mati kekeringan… Mbok ya sampeyan itu punya rasa empati sedikit sama para honorer ini. Mereka itu juga manusia seperti kita-kita ini. Dan tentu saja kalau hanya untuk mengatur semacam mekanisme atau kebijakan seperti ini mudah saja. Yang penting ‘ligel’ dan ada peraturan yang mengaturnya. Opo angele sih menyusun kata-kata yang dituangkan dalam sebuah peraturan berbentuk SK yang berlaku internal agar tercapai keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab tadi.Salah satu cara paling mudah agar pipa bisa tetap basah adalah dengan mengatur agar dalam setiap minggu itu ada rapatnya dan setiap rapat itu ada honornya. Kantor akan membuat anggarannya agar dalam setiap bulan itu ada rapat ini dan itu dan itu ada honornya. Aturan dibuat dan disahkan oleh atasan dan atasannya lagi dan berbentuk SK. Opo angele sih bikin SK ini dan itu. Lha wong itu kantor-kantormu sendiri di mana kamu berhak membuat peraturan. Jadi begitulah…. 😎Pertama-tama kaget Sute saya ketika dia ikut rapat dan ternyata dapat honor. Lho kok dapat honor…?! Bukannya rapat ini termasuk tugas staf dalam job desk di mana ia digaji untuk itu…?! Semula Sute saya menolak untuk dapat honor seperti ini. Hati nuraninya merasa ada yang salah. Namanya juga pejabat anyaran. Jiwa mekedelnya masih tinggi. Biasalah masih sok idealis suci murni jagalah hati. Mekedel boleh tapi korupsi jangan, katanya. Ini termasuk korupsi namanya, katanya mencoba protes. Tapi kemudian dijawab dengan halus dan sopan bahwa hal ini sudah diatur dalam mekanisme kerja dan penganggaran kementrian dan telah berlangsung bertahun-tahun. Kalau tidak ada hal semacam ini maka para honorer tidak akan pernah dapat ceperan untuk menopang kehidupan mereka. Ini adalah bentuk empati kepada para honorer yang telah bekerja jungkir balik menggerakkan roda kementrian. 😎Nah coba bayangkan bagaimana pergulatan batin sute saya yang seorang Staf Ahli Mentri anyaran menghadapi dilema antara kenyataan hidup, idealisme seorang aktivis tulen, pejabat yang harus mengayomi anak buah, rintihan dan tangisan anak dan istri di rumah yang butuh nafkah, dan sebuah amplop tebal berisi berlembar-lembar ojir berwarna merah bergambar dua bapak pendiri bangsa. Tentu saja saya bisa memahami jika pada saat pertama kali sute saya tandatangan tangannya masih gemetar dan di kepalanya masih terngiang-ngiang lagu “Siksa Kubur”nya Ida Laila. Tapi jika sodoran amplop putih tebal ini datang setiap minggu untuk sebuah rapat yang mungkin isinya sekedar basa-basi (tapi demi menunjang kehidupan para honorer yang menghidupi anak dan istri yang menjerit dan merintih) maka lagu “Siksa Kubur” ini akan berubah menjadi lagu “Happy Birthday to you” atau minimal ya “It’s a Beautiful Day”nya Michael Bubble. Sebentar…sebentar…! 🤔Sebenarnya saya ini mau nulis soal korupsi ini agak serius. Tapi entah kenapa kalau sudah ingat Sute saya itu kok saya selalu pingin ngakak ya? Remembering his funny face is really disturbing my concentration. 😂Apa yang saya tulis di atas itu adalah yang paling halus dan benar-benar sudah menjadi praktik sehari-hari yang legal di kementrian. Sebagai seorang Staf Ahli Mentri jelas Sute saya ini diminta untuk berbicara ke sana kemari. Meski biaya perjalanannya sudah dikaver sama kantornya jelas sekali bahwa si pengundang akan memberi honor membuka acara yang amplopnya bisa lebih tebal ketimbang saya, Si Pembicara Utama, yang menggos-menggos nggedabrus bicara berjam-jam. Untungnya Sute saya ini bisa berempati pada rasa iri saya dan berinisiatif untuk mentraktir saya setelah acara selesai.Jadi sebenarnya pejabat itu tidak usah korupsi saja sudah bisa kaya. Mereka telah mengaturnya sendiri. Maksudnya diatur agar tidak terasa, tidak berbau, tidak tampak seperti korupsi.Praktik kickback alias upeti untuk setiap proyek di Kementrian adalah hal yang sangat biasa, Istilahnya ‘no woman no cry’, kagak mau ngasih ya maap-maap aje. Dan itu sungguh sudah tidak terasa, tidak tampak, tidak berbau seperti korupsi. Kampus saya pernah ditawari untuk melaksanakan sebuah acara kementrian dengan nilai yang cukup menggiurkan. Tapi tentu saja dengan menyetorkan sejumlah dana terima kasih setelah acara yang diserahkan langsung ke kantor pemilik proyek. Lagu “Siksa Kubur” dan “Tak Semua Laki-laki” saling bergantian mengisi benak saya ketika mengantarkan ‘Dana Terima kasih’ tersebut. Itu praktik korupsi pertama dan terakhir ketika saya menjabat sebagai pimpinan perti. Soalnya setelah itu saya pensiun dini dan tidak sempat lagi menikmati indahnya persahabatan bernuansa give and take dan simbiosis mutualisme semacam itu lagi. Tapi jelas segala jenis korupsi tetap bersliweran sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan di depan mata kita jika kita berada di tempat di mana uang beredar. 😳Jadi gimana kita akan menghapus korupsi kalau begitu…?! 🤔Surabaya, 7 Desember 2020Satria Dharma

Pakar Belagunomic Baron

Oleh : Baron Noorwendo

Baron Noorwendo sedang bersama Raldi Artono Koestoer.

9otSfponosoriee juuamd  · Sebenarnya saya sudah mengenal & belajar kepada Guru Inspiratif saya, Prof Raldi Artono Koestoer, sejak tahun 1989.Yaitu ketika saya mengikuti mata kuliah ‘Perpindahan Panas’ di Departemen Teknik Mesin UI, semester 5.Tidak seperti dosen lain, pak Raldi bisa membawakan materi kuliah yang begitu serius menjadi santai, sehingga saya pribadi merasa nyaman mengikuti kuliah beliau.Salah satu tema yang masih sangat saya ingat sampai saat ini ialah tentang Metode Elemen Tak Hingga. Yaitu cara menghitung perpindahan panas ke sebuah permukaan secara diskrit (titik per titik). Hihihi… mudah-mudahan bener… 🙏🤭Metode inilah yang kemudian saya rangkai dengan konsep Social Entrepreneurship menjadi ‘Berbagi Sebelum Mampu’, ‘Pandemi Kebaikan’ dalam balutan Belagunomics 😅🤣🤣🤣.12 tahun berteman di FB betul-betul saya gunakan untuk ‘memata-matai’ pelajaran-pelajaran kehidupan dari beliau.Saat pengukuhan Guru Besar, beliau ada menyampaikan bahwa, “Dari sekian banyak penelitian ilmiah yang dilakukan, hanya 1% yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.”- Kira-kira maksud yang saya tangkap demikian. Mohon koreksinya jika salah ya, pak…🙏😊 -Pernyataan tersebut memotivasi saya untuk lebih banyak menerapkan metodologi kekinian bersama masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui program-program yang saya gulirkan.Yang lebih fenomenal, menurut saya, beliau mewakafkan teknologi Inkubator untuk menyelamatkan ribuan bayi, tunas penerus kejayaan bangsa, di seluruh Indonesia. Dengan inkubator portable & hanya butuh daya 40 Watt, bayi-bayi di pelosok desa dapat ditangani dengan baik.Terima kasih telah bersedia menjadi teman saya, Prof…. 🙏😊.Semoga makin banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi oleh beliau…#belagunomics#pandemikebaikan#berbagisebelummampu#buildthelocals#KomunitasWPL

Penyembuhan Covid-19 dengan cara Sujud

Sebuah testimoni dari orang yang mengalami penderitaan terkena Covid-19 menggunakan teknik bersujud. Mari dengar ceritanya.

Keajaiban posisi sujud

Jadi penderita Covid-19 jangan cemas ini ada metode penyembuhan denganmelakukan gerakan sujud sambil batuk. Mula-mula berdahak agak merah karena memang ada darah. Lama kelamaan hilang darahnya. Tadinya dahak kental lama-lama jadi encer. Lakukan gerakan sujud ini, selain mereka yang beragama islam kala melakukan solat, tambah lagi sesering mungkin. Nanti dahak akan berubah encer. Lakukan setiap jam minimal 5-10 menit, atau sesering mungkin.

Dokter Gugur 041220

Berita WAG 04 Des 2020 – Jumat

Indonesia berduka
Telah berpulang :

  1. Dr.Sarjono Utomo SpR ( Pamekasan)
  2. dr.Felicia Tanzil, SpKFR (Majalengka)
  3. Dr.Ananto Prasetya Hadi
    (Ka Humas RSCM).
  4. Dr. Fuad Mahfuzd, Sp. THT.
  5. Kol Ckm Dr. Sjahruddin, Sp. THT-KL .
  6. Dr.Oki Alfian bin H.Alamsyah.
  7. Dr.Dharma Widya ( Direktur RSUD Aceh Timur )
  8. Dr. Gatot Soeryo Koesumo, PFK, MM ( Direktur RS Aulia Jagakarsa) , Jakarta
  9. dr. Wahyuning Saraswati ( Bogor)
    10.dr Redy ( WaDir RSUD Banjar)
  10. Prof.dr Dadang Hawari SpKJ( K)

Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 11 Dokter karena COVID-19.
Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Hati2!!!
Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ; ledakan yg sangat luar biasa.

AGAR DIPERHATIKAN
PAKAI MASKER, JAGA JARAK, JAUHI KERUMUNAN, SERING CUCI TANGAN, MAKAN MINUM YANG PANAS2, LEBIH BAIK DIRUMAH.

Semoga kita semua tetap sehat walafiat. Amin.

Sunat GRATIS untuk Gol Pra-sejahtera

Sudah lebih dari 2 tahun saya bekerjasama dengan sebuah klinik di Subang untuk menyelenggarakan aktivitas SUNAT GRATIS, yang khusus ditujukan untuk golongan yang kurang mampu. Mereka-mereka itu diantaranya adalah: 1) Para santri di pesantren terdekat dengan klinik. Santrinya tinggal datang dan menyatakan diri ingin sunat gratis. 2) Anak berkebutuhan khusus (anak cacat). Bila tinggal tak jauh dari klinik, akan dikunjungi. 3) Siapa saja, keluarga yang merasa tidak mampu untuk membayar biaya sunat bagi anaknya yang telah memasuki usia yang pantas untuk disunat.

Bagaimana caranya kerjasama itu bisa terjadi ?

Tentu saja semua ini berasal dari kegiatan saya – Peminjaman Inkubator Gratis untuk Seluruh Nusantara – (sila klik di http://www.inkubator-gratis.org). Salah satu Agen Relawan kami di Subang yaitu Klinik Annur-Avicenna (lihat di FB) sering mengadakan kegiatan sosial. Mulailah kami berdiskusi untuk bikin sunat gratis dan bukan sunat gratis saja tapi juga pengobatan gratis (dihari jumat) untuk golongan pra-sejahtera. Saya mendeposit sejumlah uang untuk digunakan bagi pembiayaan Sunat dan pengobatan gratis diatas. Nanti per bulan mereka mengirim laporan penggunaannya dengan email. Bila ada saat-saat periode dimana banyak pasien atau pengunjung sehingga anggaran perlu ditambah, tinggal bilang saja nanti akan ditambah.

Bila anda sudah sampai pada usia pertengahan (45 tahun lah), dan merasa perlu ada perubahan dalam diri anda, mengapa tidak anda tiru saja aktivitas diatas yaitu kegiatan membantu sesama terutama untuk mereka yang kurang mampu. Semua itu membuat kita merasa lebih bermakna dalam hidup dan tentu saja merasa LEBIH BAHAGIA. Sesungguhnya Bahagia itu sederhana. khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lain.

Jadi kira-kira saya, aktivitas sosial ini berguna untuk mereka yang dalam kondisi: – SUDAH SELESAI DENGAN DUNIANYA -.

Tidak lagi nafsu rakus untuk nyari duit, tidak lagi nafsu untuk naik jabatan malah pusing dengan segala macam persaingan ini itu untuk meraih jabatan. Gak nafsu merebut pangkat jabatan, pemilihan bupati atau gubernur… (Emang siapa yang mau milih saya/anda ?). Bahkan sebaliknya mulai berminat dan senang membantu orang lain, senang sedekah, infaq, zakat, wakaf… Bahkan mau memberi layanan pada orang miskin. Nah itulah saatnya anda berubah… Hidup jadi lebih bahagia.

https://www.facebook.com/pages/Klinik%20An-Nur%20Avicena%20Sawah%20Baru%20Ciasem%20Hilir%20Subang/550632562095792/about/?ref=page_internal

Awas Gelombang ke 2

29/11/20

Spanyol telah mengumumkan keadaan darurat yang dapat diperpanjang hingga Maret 2021 * …

  • INGGRIS MENGUMUMKAN SATU BULAN LOCKDOWN, PRANCIS 2 MINGGU. *
  • JERMAN SELAMA 4 MINGGU *
  • ITALIA JUGA DIIKUTI SINGKAT … *
  • SEMUA NEGARA INI DIKONFIRMASI GELOMBANG KEDUA LEBIH MATI … *
    JADI KITA HARUS MENGAMBIL SEGERA DAN MENJAGA SEMUA PENCEGAHAN *.
  • HARAP JUGA MENJADI * * KOMUNIKATOR PEMBERITAHUAN DI ANTARA SEMUA TEMAN DAN RELATIF … SELAMATKAN SEMUA ORANG DARI GELOMBANG KEDUA .. *.
  • KAMI TIDAK AKAN MENGAMBIL FASE KE-2 DARI LOCKDOWN … *
  • Ya, sejarah memberi tahu kita Gelombang kedua lebih berbahaya seperti yang terjadi pada 1917 hingga 1919 dengan Flu Spanyol. Kengerian orang meninggal. *
  • Lindungi diri Anda dan keluarga Anda. *
    Tetap aman,
  • COVID-19 BACAAN SANGAT PENTING *

Versi bahasa Inggris:
◉ Karena runtuhnya sistem kesehatan, kami, para profesional kesehatan, telah menyiapkan pesan ini untuk masyarakat, jika Anda tidak ingin mengambil risiko segera ke rumah sakit;


◉ Gejala muncul mulai hari ketiga setelah infeksi (gejala virus).
➙ fase pertama;
◉ Sakit tubuh
◉ Sakit mata
◉ Sakit kepala
◉ muntah
◉ Diare
Hidung meler atau hidung tersumbat
◉ Dekomposisi
◉ Mata membara
◉ Terbakar saat buang air kecil
◉ Merasa demam
◉ Lecet tenggorokan (sakit tenggorokan)
➙ Sangat penting untuk menghitung hari gejala: 1, 2, 3.
◉ Lakukan tindakan sebelum timbulnya demam.
◉ Hati-hati, sangat penting untuk minum banyak cairan, terutama air yang dimurnikan. Minum banyak air untuk menjaga tenggorokan Anda tetap lembab dan untuk membantu membersihkan paru-paru Anda.


➙ fase ke-2; (dari hari ke-4 hingga ke-8) inflamasi.
◉ Hilangnya rasa dan / atau bau
◉ Kelelahan dengan sedikit usaha
◉ Nyeri dada (tulang rusuk)
◉ Mengencangkan dada
◉ Nyeri di punggung bawah (di daerah ginjal)


➙ Virus menyerang ujung saraf;
◉ Perbedaan antara kelelahan dan sesak napas:
• _Kurangnya udara terjadi ketika orang tersebut duduk – tanpa berusaha – dan kehabisan napas;
• Kelelahan adalah saat orang tersebut bergerak untuk melakukan sesuatu yang sederhana dan merasa lelah.


➙ Dibutuhkan banyak hidrasi dan vitamin C.


Covid-19 mengikat oksigen, sehingga kualitas darah buruk, dengan oksigen lebih sedikit.


➙ fase ke-3 – penyembuhan;
◉ Pada hari ke 9, fase penyembuhan dimulai, yang bisa berlangsung hingga hari ke 14 (penyembuhan).
◉ Jangan tunda pengobatan, lebih cepat lebih baik!


➙ Semoga beruntung semuanya!
Lebih baik menyimpan rekomendasi ini, pencegahan tidak pernah terlalu banyak!
• Duduk di bawah sinar matahari selama 15-20 menit
• Istirahat dan tidur minimal 7-8 jam.
• Minum 1 setengah liter air per hari
• Semua makanan harus panas (tidak dingin).
➙ Perlu diingat bahwa pH virus corona berkisar antara 5,5 hingga 8,5.
Jadi yang harus kita lakukan untuk membasmi virus adalah makan lebih banyak makanan yang bersifat basa, di atas tingkat asam virus.
Sebagai;
◉ Pisang, Jeruk Nipis → 9,9 pH
◉ Lemon kuning → 8,2 pH
◉ Alpukat – pH 8
◉ Bawang putih – pH 13,2
◉ Mangga – pH 8,7
◉ Mandarin – pH 8,5
◉ Nanas – 12,7 pH
◉ Selada air – 12,7 pH
◉ Jeruk – 9,2 pH

NB: Berikut saya cari di google daftar pH buah-buahan. Kismis pH 9.0, Kurma pH 8.0, Pepaya pH 9.0, Kiwi pH 9.0, Pir Ph 9.0, Ceri pH 8.0, Alpukat pH 8.0, Mangga pH 9.0, Semangka pH 10.0, Stroberi pH 8.0, Lemon pH 8.0, Nanas pH 8.0… Udah ah, lihat aja di https://www.apakah.xyz/2017/03/daftar-buah-buahan-yang-bersifat-basa.html


➙ Bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki Covid-19 ?!
◉ tenggorokan gatal
◉ Tenggorokan kering
◉ Batuk kering
◉ Suhu tinggi
◉ Kesulitan bernapas
◉ Kehilangan bau dan rasa


JANGAN menyimpan informasi ini hanya untuk diri Anda sendiri, berikan kepada semua keluarga dan teman Anda.

Testimoni Alat Anti Covid-19

[19:07, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Terima kasih Prof Raldi
UV nya berguna sekali di ruang operasi
[19:13, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Pa kabar Prof?
[19:13, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Apa
[19:13, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Smg sehat trs. Banyak yg butuh Prof Raldi 😁
[19:15, 26/11/2020] Raldi A K: Ya pastilah… Kan itu teknologi kuno yg sdh dipakai 30 tahun di RS. Tapi dulu blm jaman Kopit2an, jadi orang gak sadar ttg kemanfaatannya… Btw bikinin testimoni lagi dong ttg lampu ruang operasi ini..
[19:16, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Ya ini di copas 😁
[19:16, 26/11/2020] Raldi A K: Kami sebut lampu MRD Movable Room Decontaminant…ditunggu ya…
[19:17, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Syaaaappp
[19:17, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Nanti kita sebut 3M
[19:18, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Murah Meriah Manfaat heheheh…. Sy lupa harganya brp ya kl mau tambah lagi
[19:18, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Bercanda Prof
[19:18, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Ini tampak Mewah Keren 👍👍👍
[19:22, 26/11/2020] Raldi A K: Ah jangan sebut harga… Krn utk RSKGM itu spesial banget, harga itu hanya utk KLIEN PERDANA kami… hiq hiq…
[19:27, 26/11/2020] Yetty RSKGM: Siyaaaaappp

Tim ACOVUS-UI Anti Corona Virus, membuat beberapa peralatan pembasmi virus yang menyebar melalui Aerosol. Diantaranya PURIDIS (Purifier and Disinfection), membersihkan udara ruangan sekaligus membunuh virus yang gentayangan diudara haya dalam waktu singkat. Digunakan di Rumah Sakit dan Klinik untuk melindungi para dokter dan semua Tenaga Kesehatan. Kami prihatin melihat para dokter dan Nakes berguguran, kami tergerak untuk melindungi garda depan kita dalam menangani Covid-19 di tanah air kita.

Teknopreneur Produk Jenial

Apa sih produk jenial ? Yaitu produk yang murah, bermanfaat dan bisa menolong golongan menengah kebawah. Lalu bagaimana caranya membuat produk jenial ?

Mau tahu jawabannya ? Ikuti webinar TECHNOPRENEUR dan tantangan awal pada :

Hari, tanggal : Selasa, 17 November 2020
Waktu : 10.00 – 12.00 WIB
Tempat : ZOOM – Link akan dikirim pada pendaftar

Narasumber : Prof. Raldi Artono Koestoer
(Dosen Teknik Mesin FTUI)

Narasumber : Ibnu Roihan ST.MT.
(Tim Inkubator)
Narasumber : Arbi Riantono ST.(Tim ACOVUS UI)

Moderator : Goldy Tanjung Wijaya,ST
(CTO eGrad.id)

Acara nya GRATIS , tapi ada biaya Rp 16.000 jika ingin mendapatkan certificate. Daftar sekarang disini, klik link👇👇
http://egrad.id/daftarevent
http://egrad.id/daftarevent
http://egrad.id/daftarevent

P.S.
Daripada lupa, sebaiknya DAFTAR SEKARANG JUGA karena akan ada e-mail reminder dari eGrad , 24 jam dan 2 jam sebelum acara.