Dua Buku PK dan FRPE

​​​​​​​

Ada dua buku produk Lab Perpindahan Kalor. Ada yang lama tapi masih bermanfaat
dan ada yang baru yang merupakan hasil riset.
Keduanya berupa Ebook.

1. Perpindahan Kalor untuk Mahasiswa Teknik.

Klik saja videonya:

2. From Research to People Empowerment

From Research to People Empowerment, sebuah buku yang merupakan kumpulan hasil riset tim inkubator UI. Isi buku berkaitan dengan aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi, Sistem pengukuran otomatik akuisisi daya dengan biaya murah, Beberapa alat kesehatan mis patient monitor juga EKG, berbagai sistem kalibrasi, mencakup desalinasi air laut dg tenaga surya, dan banyak lagi yang lain. Ebook 225 hal PDF ini bisa anda dapatkan dg ganti biaya Rp 35 K. Silakan kontak HP/WA 08111-383-300.—– Tidak diperkenankan meng-copy dan menyebarkan Ebook ini kecuali atas izin Tim inkubator UI.-

Klik saja videonya:

Semoga bermanfaat.-

Getaran Tubuh

Diambil dari WAG (dibawah ada rujukannya).

GETARKAN FREKUENSI TUBUH ANDA LEBIH TINGGI UNTUK MEMERANGI VIRUS

Mereka yang cenderung “spiritual” akan memahami, bahwa :

Virus Covid-19 memiliki getaran frekuensi 5,5hz dan mati di atas 25,5hz.

Untuk manusia dengan getaran yang tinggi, infeksi adalah iritasi ringan yang akan segera hilang dgn sendirinya.

Jika kita memiliki getaran frekuensi rendah bisa jadi disebabkan karena:

  • Ketakutan
  • Fobia
  • Kecurigaan
  • Kecemasan
  • Stres
  • Ketegangan
  • Kecemburuan
  • Kemarahan
  • Benci
  • Keserakahan
  • Kemelekatan atau
  • Rasa Sakit

Jadi kita harus faham untuk bergetar lebih tinggi, sehingga frekuensi yang lebih rendah tidak melemahkan sistem kekebalan kita.

Frekuensi bumi saat ini adalah 27,4hz,
tetapi ada tempat yang getaran frekuensinya sangat rendah seperti:

  • Rumah Sakit
  • Pusat Bantuan
  • Penjara
  • Ruang Bawah tanah
    dan lain-lain.
    Di situlah getaran frekuensi turun menjadi 20hz, atau kurang.

Bagi manusia yh getaran frekuensinya rendah, virus menjadi berbahaya:

  • Nyeri: 0,1 hingga 2 hz,
  • Takut: 0,2 hingga 2,2 hz,
  • Iritasi: 0,9 hingga 6,8 hz,
  • Kebisingan: 0,6 hingga 2,2 hz,
  • Kebanggaan: 0.8 hz,
  • Superioritas: 1.9 hz.

Getaran frekuensi yang lebih tinggi di sisi lain adalah hasil dari perilaku berikut :

  • Kedermawanan: 95hz
  • Syukur: 150 hz
  • Compassion: 150 hz atau lebih
  • Frekuensi Cinta-kasih dan Welas-asih untuk semua makhluk hidup adalah 150 Hz atau lebih,
  • Cinta kasih tanpa syarat dan universal mulai dari 205hz,
  • Tertawa sendiri adalah 500hz.

Begitu, ya..

Getarkan frekuensi Anda lebih tinggi…!!!

Apa yang membantu kita dpt bergetar lebih tinggi?

  • Mencintai
  • Tersenyum
  • Berkah
  • Berterima-kasih
  • Bermain
  • Melukis
  • Bernyanyi
  • Menari
  • Yoga
  • Tai Chi
  • Meditasi
  • Berjalan di sinar matahari
  • Berolahraga
  • Menikmati alam, dan lain-lain.

Makanan yang diberikan oleh Bumi kepada kita :

  • Bebijian
  • Sereal
  • Kacang-kacang
  • Bebuahan, dan
  • Sayur-mayur.

Air minum membantu kita bergetar lebih tinggi…!!!

Getaran frekuensi “DOA” saja mulai dari 120hz hingga 350hz.

Jadi, bernyanyi, tertawa, cinta-kasih,
bermeditasi, bermain, bersyukur, maka hidup menjadikan getar frekuensi tubuh kita meninggi…

Informasi ini dikumpulkan dan diedit oleh
Naturotherapist Dr. Harshal Sancheti, Nasik.

Sumber asli informasi ini berasal dari buku “Power Vs Force” Berdasarkan tesis doktor. Banyaklah membaca kitab suci utk meningkatkan energy positif. David R Hawkins.

-0-

#getaran #gelombang #Hz #Mencintai

#Bermain #Melukis #Bernyanyi

-0-

NASKAH ASLI.

Bhargav Sarvagya

1dt2hS SugspocenptaeSnSrssmmneober r20e20dhhSe  · *VIBRATE HIGHER*The Spiritually inclined will understand:The covid virus has a vibration of 5.5hz and dies above 25.5hz.For humans with a higher vibration, infection is a minor irritant that is soon eliminated!The reasons for having low vibration could be:Fear, Phobia, SuspicionAnxiety, Stress, Tension.Jealousy, Anger, RageHate, GreedAttachment or Pain*And so……we have to understand to vibrate higher, so that the lower frequency does not weaken our immune system.*The frequency of the earth today is 27.4hz. but there are places that vibrate very low like:HospitalsAssistance Centers.JailsUnderground etc.It is where the vibration drops to 20hz, or less.For humans with low vibration, the virus becomes dangerous.Pain 0.1 to 2hz.Fear 0.2 to 2.2hz.Irritation 0.9 to 6.8hz.Noise 0.6 to 2.2hz.Pride 0.8 hz.Superiority 1.9 hz.A higher vibration on the other hand is the outcome of the following behaviour :-Generosity 95hzGratitude 150 hzCompassion 150 hz or more.The frequency of Love and compassion for all living beings is 150 Hz and more.Unconditional and universal love from 205hzSo…Come on …*Vibrate Higher!!!*What helps us vibrate high?Loving, Smiling, Blessing, Thanking, Playing, Painting, Singing, Dancing, Yoga, Tai Chi, Meditating, Walking in the Sun, Exercising, Enjoying nature, etc. Foods that the Earth gives us: seeds-grains-cereals-legumes-fruits and vegetables-Drinking water: help us vibrate higher ….. !!!*The vibration of prayer alone goes from 120 to 350hz*So sing, laugh, love, meditate, play, give thanks and live ! _*Let’s vibrate high …. !!!*_This is only compiled and edited by Naturotherapist Dr Harshal Sancheti,Nasik butthe original source of this information is from the book *Power Vs Force*Based on *David R Hawkins’ Doctoral Thesis*. Please share this valuable information!

👏
👏

Obat Covid19 Menurut Mantan Menteri Kesehatan

(Diambil dari WAG).

Tulisan dr Siti Fadillah,dokter jantung dan mantan mentri kesehatan

Menurut saya cara pengobatan Covid-19 :

Pertama kita harus tahu bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi itu hanya reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan.

Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang

Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa.
Katakanlah Covid-19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas

Maka pengobatan nya adalah :

  1. Istirahat Total ( ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi ). Benar-benar istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahatnya.
  2. Suplai vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum Farmaton Vit 2x sehari, Ester C 1000 mg 2x sehari, Madu 5 sendok, Habbats Cair 5 kapsul, Zaitun 3 sendok.
  3. Jika sesak nafas ( karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang menyebabkan atau dibarengi sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya). Jadi tidak usah heran kalau Covid-19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu.

Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatan yang mujarab adalah dengan alat uap Nebulizer + obat Ventolin cair + cairan infus ( bisa dilakukan sendiri di rumah, sangat mudah dan tidak berbahaya ). Diuapi sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari hilang sesaknya seiring dengan semakin membaiknya kondisi tubuh.

  1. Jika batuk ada dahaknya, dengan diuapi ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan.
  2. Sakit tenggorokan diobati dengan Metyl Predynoasolon dan pereda nyeri nya Asam MaFenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh.
  3. Kalau demam tinggal panasnya diturunkan dengan Paracetamol ( perlu diingat demam di sini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau tidak ada radang tenggorokan yang parah, biasanya tidak akan demam.
  4. Hindari makan buah yang bergetah seperti melon, nanas, semangka. Makan buah Jeruk saja, jeruk itu bagus.
  5. Selama pengobatan ini, istirahat total dengan mengisolasi diri. Tidak usah mikir kerjaan, tidak usah mikir lain-lain ( ini yang akan bantu buat percepat sembuhnya).

Coba dipelajari cara penyembuhan diatas, apakah perlu kalian ke rumah sakit kalau cuma sakit flu?

Tidak kasihan kah dengan para dokter, tenaga medis dan pasien sakit berat lainnya?
🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊

Korupsi yang Legal di Kementerian

Satria Dharma membagikan tautan

ikon lencana

Visual Storyteller  · Tgl 7Des20… KOK MASIH KORUPSI SIH…?! 🙄Sute saya, Ahmad ‘Nanang’ Rizali benar-benar bohwat mengetahui adanya korupsi bansos Covid 19. Saya bisa mengerti mengapa ia menumpahkan kekesalannya di FB dan WAG. Lha wong dia adalah seorang RT yang mengurusi bansos tersebut dan tahu benar betapa ribetnya mengurusi bansos tersebut. Lha kok ini menterinya sendiri yang mengutip fee dari setiap paket bansos tersebut. Ya jelas muntaplah…!Tahukah Anda mengapa seorang mentri atau dirjen atau direktur di sebuah kementrian masih juga melakukan korupsi meski mereka sudah mendapat gaji dan honor besar dari pekerjaan dan jabatan mereka…?!Terus terang saya dulu juga heran kok bisa ya mereka orang-orang idealis, kaya raya, berpendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik, sudah haji dan sering umroh, kalau bicara selalu istigfar dan bertasbih, bojone ayu dan semlohai, eh! lha kok tertangkap korupsi atau punya selingkuhan juga…! Dulu saya memang heran melihat fenomena seperti ini. Tapi sekarang tidak lagi. Saya malah heran kalau Sute saya masih heran melihat fenomena seperti ini. Lha wong saya dulu justru mendapat pencerahan darinya setelah dia masuk ke lingkaran Ring Satu-nya Kementrian kok. Dulu dia kan Staf Ahli Mentri sehingga begitu masuk ke gelanggang permainan barulah dia tahu bahwa yang namanya korupsi itu memang the name of a game which everybody plays with a numerous levels and styles. Kagetlah dia…! Lha wong sebenarnya dia itu katrok, kaypang tulen, dan gak canggih sama sekali soal lika-liku laki-laki, maksud saya soal bagaimana mengembat atau mengentit uang negara. Untungnya (atau sialnya ya?) dia tidak lama jadi staf ahli. Gak sampai dua tahun dia mekedel jadi pejabat akhirnya dia terpental ikut mentrinya yang tergusur. Entah ini blahi slamet atau blahi apes. Tapi yang jelas saya yang ikut mukti sama Sute saya ini akhirnya kehilangan privilege mekedel juga di Senayan. Padahal sungguh nyaman ongguan bisa mekedel di Kementrian itu. 😂Kenapa sih korupsi itu begitu sulit dihapuskan dari kementrian atau bahkan dari budaya kita? Ya karena korupsi itu seringkali tidak tampak, tidak terasa, tidak tercium, sebagai korupsi. Lha wong itu ‘praktik baik’ yang kita lakukan sehari-hari tapi kemudian dinamai korupsi. Kan sulit toh!Bayangkan di sebuah kementrian atau perkantoran yang punya banyak staf honorer (ingat bahwa yang namanya staf honorer ini kadang jauh lebih banyak ketimbang karyawan yang sudah PNS atau ASN). Para honorer ini jelas gajinya sangat tidak layak untuk tugasnya yang kadang menyangkut pengelolaan dana yang bisa puluhan milyaran dalam setiap bulan. Para atasannya tentu kasihan melihat para honorer bekerja keras melihat duit bersliweran begitu banyak tapi honornya hanya cukup untuk naik angkot. Sementara mereka punya anak dan istri yang harus diberi makan dan minum, bayar sekolah, bayar kontrak rumah, cicilan motor, dlsb. Jadi diaturlah sebuah ‘mekanisme’ atau ‘kebijakan’ atau apalah namanya agar air yang melewati pipa ada sedikit yang masih menempel di pipa dan pipanya tidak kering sama sekali. Ini kan demi ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’. Sungguh tidak adil dan beradab jika pipa yang menggelontorkan air bahkan mati kehausan. Pipa air sebegitu besarnya kok ya mati kekeringan… Mbok ya sampeyan itu punya rasa empati sedikit sama para honorer ini. Mereka itu juga manusia seperti kita-kita ini. Dan tentu saja kalau hanya untuk mengatur semacam mekanisme atau kebijakan seperti ini mudah saja. Yang penting ‘ligel’ dan ada peraturan yang mengaturnya. Opo angele sih menyusun kata-kata yang dituangkan dalam sebuah peraturan berbentuk SK yang berlaku internal agar tercapai keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab tadi.Salah satu cara paling mudah agar pipa bisa tetap basah adalah dengan mengatur agar dalam setiap minggu itu ada rapatnya dan setiap rapat itu ada honornya. Kantor akan membuat anggarannya agar dalam setiap bulan itu ada rapat ini dan itu dan itu ada honornya. Aturan dibuat dan disahkan oleh atasan dan atasannya lagi dan berbentuk SK. Opo angele sih bikin SK ini dan itu. Lha wong itu kantor-kantormu sendiri di mana kamu berhak membuat peraturan. Jadi begitulah…. 😎Pertama-tama kaget Sute saya ketika dia ikut rapat dan ternyata dapat honor. Lho kok dapat honor…?! Bukannya rapat ini termasuk tugas staf dalam job desk di mana ia digaji untuk itu…?! Semula Sute saya menolak untuk dapat honor seperti ini. Hati nuraninya merasa ada yang salah. Namanya juga pejabat anyaran. Jiwa mekedelnya masih tinggi. Biasalah masih sok idealis suci murni jagalah hati. Mekedel boleh tapi korupsi jangan, katanya. Ini termasuk korupsi namanya, katanya mencoba protes. Tapi kemudian dijawab dengan halus dan sopan bahwa hal ini sudah diatur dalam mekanisme kerja dan penganggaran kementrian dan telah berlangsung bertahun-tahun. Kalau tidak ada hal semacam ini maka para honorer tidak akan pernah dapat ceperan untuk menopang kehidupan mereka. Ini adalah bentuk empati kepada para honorer yang telah bekerja jungkir balik menggerakkan roda kementrian. 😎Nah coba bayangkan bagaimana pergulatan batin sute saya yang seorang Staf Ahli Mentri anyaran menghadapi dilema antara kenyataan hidup, idealisme seorang aktivis tulen, pejabat yang harus mengayomi anak buah, rintihan dan tangisan anak dan istri di rumah yang butuh nafkah, dan sebuah amplop tebal berisi berlembar-lembar ojir berwarna merah bergambar dua bapak pendiri bangsa. Tentu saja saya bisa memahami jika pada saat pertama kali sute saya tandatangan tangannya masih gemetar dan di kepalanya masih terngiang-ngiang lagu “Siksa Kubur”nya Ida Laila. Tapi jika sodoran amplop putih tebal ini datang setiap minggu untuk sebuah rapat yang mungkin isinya sekedar basa-basi (tapi demi menunjang kehidupan para honorer yang menghidupi anak dan istri yang menjerit dan merintih) maka lagu “Siksa Kubur” ini akan berubah menjadi lagu “Happy Birthday to you” atau minimal ya “It’s a Beautiful Day”nya Michael Bubble. Sebentar…sebentar…! 🤔Sebenarnya saya ini mau nulis soal korupsi ini agak serius. Tapi entah kenapa kalau sudah ingat Sute saya itu kok saya selalu pingin ngakak ya? Remembering his funny face is really disturbing my concentration. 😂Apa yang saya tulis di atas itu adalah yang paling halus dan benar-benar sudah menjadi praktik sehari-hari yang legal di kementrian. Sebagai seorang Staf Ahli Mentri jelas Sute saya ini diminta untuk berbicara ke sana kemari. Meski biaya perjalanannya sudah dikaver sama kantornya jelas sekali bahwa si pengundang akan memberi honor membuka acara yang amplopnya bisa lebih tebal ketimbang saya, Si Pembicara Utama, yang menggos-menggos nggedabrus bicara berjam-jam. Untungnya Sute saya ini bisa berempati pada rasa iri saya dan berinisiatif untuk mentraktir saya setelah acara selesai.Jadi sebenarnya pejabat itu tidak usah korupsi saja sudah bisa kaya. Mereka telah mengaturnya sendiri. Maksudnya diatur agar tidak terasa, tidak berbau, tidak tampak seperti korupsi.Praktik kickback alias upeti untuk setiap proyek di Kementrian adalah hal yang sangat biasa, Istilahnya ‘no woman no cry’, kagak mau ngasih ya maap-maap aje. Dan itu sungguh sudah tidak terasa, tidak tampak, tidak berbau seperti korupsi. Kampus saya pernah ditawari untuk melaksanakan sebuah acara kementrian dengan nilai yang cukup menggiurkan. Tapi tentu saja dengan menyetorkan sejumlah dana terima kasih setelah acara yang diserahkan langsung ke kantor pemilik proyek. Lagu “Siksa Kubur” dan “Tak Semua Laki-laki” saling bergantian mengisi benak saya ketika mengantarkan ‘Dana Terima kasih’ tersebut. Itu praktik korupsi pertama dan terakhir ketika saya menjabat sebagai pimpinan perti. Soalnya setelah itu saya pensiun dini dan tidak sempat lagi menikmati indahnya persahabatan bernuansa give and take dan simbiosis mutualisme semacam itu lagi. Tapi jelas segala jenis korupsi tetap bersliweran sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan di depan mata kita jika kita berada di tempat di mana uang beredar. 😳Jadi gimana kita akan menghapus korupsi kalau begitu…?! 🤔Surabaya, 7 Desember 2020Satria Dharma

Pakar Belagunomic Baron

Oleh : Baron Noorwendo

Baron Noorwendo sedang bersama Raldi Artono Koestoer.

9otSfponosoriee juuamd  · Sebenarnya saya sudah mengenal & belajar kepada Guru Inspiratif saya, Prof Raldi Artono Koestoer, sejak tahun 1989.Yaitu ketika saya mengikuti mata kuliah ‘Perpindahan Panas’ di Departemen Teknik Mesin UI, semester 5.Tidak seperti dosen lain, pak Raldi bisa membawakan materi kuliah yang begitu serius menjadi santai, sehingga saya pribadi merasa nyaman mengikuti kuliah beliau.Salah satu tema yang masih sangat saya ingat sampai saat ini ialah tentang Metode Elemen Tak Hingga. Yaitu cara menghitung perpindahan panas ke sebuah permukaan secara diskrit (titik per titik). Hihihi… mudah-mudahan bener… 🙏🤭Metode inilah yang kemudian saya rangkai dengan konsep Social Entrepreneurship menjadi ‘Berbagi Sebelum Mampu’, ‘Pandemi Kebaikan’ dalam balutan Belagunomics 😅🤣🤣🤣.12 tahun berteman di FB betul-betul saya gunakan untuk ‘memata-matai’ pelajaran-pelajaran kehidupan dari beliau.Saat pengukuhan Guru Besar, beliau ada menyampaikan bahwa, “Dari sekian banyak penelitian ilmiah yang dilakukan, hanya 1% yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.”- Kira-kira maksud yang saya tangkap demikian. Mohon koreksinya jika salah ya, pak…🙏😊 -Pernyataan tersebut memotivasi saya untuk lebih banyak menerapkan metodologi kekinian bersama masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui program-program yang saya gulirkan.Yang lebih fenomenal, menurut saya, beliau mewakafkan teknologi Inkubator untuk menyelamatkan ribuan bayi, tunas penerus kejayaan bangsa, di seluruh Indonesia. Dengan inkubator portable & hanya butuh daya 40 Watt, bayi-bayi di pelosok desa dapat ditangani dengan baik.Terima kasih telah bersedia menjadi teman saya, Prof…. 🙏😊.Semoga makin banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi oleh beliau…#belagunomics#pandemikebaikan#berbagisebelummampu#buildthelocals#KomunitasWPL

Penyembuhan Covid-19 dengan cara Sujud

Sebuah testimoni dari orang yang mengalami penderitaan terkena Covid-19 menggunakan teknik bersujud. Mari dengar ceritanya.

Keajaiban posisi sujud

Jadi penderita Covid-19 jangan cemas ini ada metode penyembuhan denganmelakukan gerakan sujud sambil batuk. Mula-mula berdahak agak merah karena memang ada darah. Lama kelamaan hilang darahnya. Tadinya dahak kental lama-lama jadi encer. Lakukan gerakan sujud ini, selain mereka yang beragama islam kala melakukan solat, tambah lagi sesering mungkin. Nanti dahak akan berubah encer. Lakukan setiap jam minimal 5-10 menit, atau sesering mungkin.

Dokter Gugur 041220

Berita WAG 04 Des 2020 – Jumat

Indonesia berduka
Telah berpulang :

  1. Dr.Sarjono Utomo SpR ( Pamekasan)
  2. dr.Felicia Tanzil, SpKFR (Majalengka)
  3. Dr.Ananto Prasetya Hadi
    (Ka Humas RSCM).
  4. Dr. Fuad Mahfuzd, Sp. THT.
  5. Kol Ckm Dr. Sjahruddin, Sp. THT-KL .
  6. Dr.Oki Alfian bin H.Alamsyah.
  7. Dr.Dharma Widya ( Direktur RSUD Aceh Timur )
  8. Dr. Gatot Soeryo Koesumo, PFK, MM ( Direktur RS Aulia Jagakarsa) , Jakarta
  9. dr. Wahyuning Saraswati ( Bogor)
    10.dr Redy ( WaDir RSUD Banjar)
  10. Prof.dr Dadang Hawari SpKJ( K)

Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 11 Dokter karena COVID-19.
Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Hati2!!!
Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ; ledakan yg sangat luar biasa.

AGAR DIPERHATIKAN
PAKAI MASKER, JAGA JARAK, JAUHI KERUMUNAN, SERING CUCI TANGAN, MAKAN MINUM YANG PANAS2, LEBIH BAIK DIRUMAH.

Semoga kita semua tetap sehat walafiat. Amin.

Sunat GRATIS untuk Gol Pra-sejahtera

Sudah lebih dari 2 tahun saya bekerjasama dengan sebuah klinik di Subang untuk menyelenggarakan aktivitas SUNAT GRATIS, yang khusus ditujukan untuk golongan yang kurang mampu. Mereka-mereka itu diantaranya adalah: 1) Para santri di pesantren terdekat dengan klinik. Santrinya tinggal datang dan menyatakan diri ingin sunat gratis. 2) Anak berkebutuhan khusus (anak cacat). Bila tinggal tak jauh dari klinik, akan dikunjungi. 3) Siapa saja, keluarga yang merasa tidak mampu untuk membayar biaya sunat bagi anaknya yang telah memasuki usia yang pantas untuk disunat.

Bagaimana caranya kerjasama itu bisa terjadi ?

Tentu saja semua ini berasal dari kegiatan saya – Peminjaman Inkubator Gratis untuk Seluruh Nusantara – (sila klik di http://www.inkubator-gratis.org). Salah satu Agen Relawan kami di Subang yaitu Klinik Annur-Avicenna (lihat di FB) sering mengadakan kegiatan sosial. Mulailah kami berdiskusi untuk bikin sunat gratis dan bukan sunat gratis saja tapi juga pengobatan gratis (dihari jumat) untuk golongan pra-sejahtera. Saya mendeposit sejumlah uang untuk digunakan bagi pembiayaan Sunat dan pengobatan gratis diatas. Nanti per bulan mereka mengirim laporan penggunaannya dengan email. Bila ada saat-saat periode dimana banyak pasien atau pengunjung sehingga anggaran perlu ditambah, tinggal bilang saja nanti akan ditambah.

Bila anda sudah sampai pada usia pertengahan (45 tahun lah), dan merasa perlu ada perubahan dalam diri anda, mengapa tidak anda tiru saja aktivitas diatas yaitu kegiatan membantu sesama terutama untuk mereka yang kurang mampu. Semua itu membuat kita merasa lebih bermakna dalam hidup dan tentu saja merasa LEBIH BAHAGIA. Sesungguhnya Bahagia itu sederhana. khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lain.

Jadi kira-kira saya, aktivitas sosial ini berguna untuk mereka yang dalam kondisi: – SUDAH SELESAI DENGAN DUNIANYA -.

Tidak lagi nafsu rakus untuk nyari duit, tidak lagi nafsu untuk naik jabatan malah pusing dengan segala macam persaingan ini itu untuk meraih jabatan. Gak nafsu merebut pangkat jabatan, pemilihan bupati atau gubernur… (Emang siapa yang mau milih saya/anda ?). Bahkan sebaliknya mulai berminat dan senang membantu orang lain, senang sedekah, infaq, zakat, wakaf… Bahkan mau memberi layanan pada orang miskin. Nah itulah saatnya anda berubah… Hidup jadi lebih bahagia.

https://www.facebook.com/pages/Klinik%20An-Nur%20Avicena%20Sawah%20Baru%20Ciasem%20Hilir%20Subang/550632562095792/about/?ref=page_internal